• Enterprise

Peluang Pertumbuhan Cloud Terbuka Lebar



Dunia cloud digadang-gadang sebagai dunia masa depan di sektor teknologi informasi. Apakah benar demikian? Jika merujuk pada hasil riset terbaru Frost & Sullivan, anggapan tersebut bisa jadi memiliki dasar yang cukup kuat.

Menurut Frost & Sullivan, layanan komputasi awan (cloud computing) di Indonesia diprediksi akan meningkat sebesar 53,4% CAGR (Compound Annual Growth Rate) selama periode 2010 – 2014. Segmen Infrastructure-as-a-Service (IaaS), seperti cloud server dan data center, menyumbang share paling besar (34%) dalam pertumbuhan ini.

Pelanggan dari sektor perbankan dan institusi keuangan, manufaktur, dan telekomunikasi menyediakan potensi terbesar bagi layanan IaaS di tanah air. Para manajer TI meyakini bahwa komputasi awan dapat memberikan mereka cara yang lebih cost-effective untuk mengakses teknologi mutakhir dan meningkatkan respon permintaan bisnis.

Di samping IaaS, permintaan pun mulai tumbuh di segmen Software-as-a-Service (SaaS). Misalnya, aplikasi firewall untuk web (Web Application Firewall/WAF). Pelanggan utamanya berasal dari sektor pemerintah, provider telekomunikasi, dan perbankan. Pasalnya, mereka yang paling sering menjadi korban serangan-serangan cyber.

“WAF memiliki dua keunggulan utama, yakni dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna (off-peak vs peak) dan berdasarkan permintaan (on-demand) serta mampu menghentikan serangan sebelum ancaman tersebut masuk ke dalam sistem perusahaan,” papar Iwan Rachmat (Senior Consultant, ICT Practice, Frost & Sullivan Indonesia).

Namun, masih banyak juga perusahaan yang bersikap skeptis terhadap penerapan sistem cloud karena adanya kekhawatiran atas keamanan dan privasi. “Hal ini, ditambah dengan rendahnya konektivitas internet broadband yang andal di Indonesia, dapat menghambat penerapan sistem cloud,” ungkap Iwan.

Meski demikian, hal ini tidak menyurutkan minat para pemain global untuk berekspansi menawarkan layanan berbasis awan. Beberapa di antaranya, seperti Google, Amazon, NetSuite, Salesforce, RightNow, Oracle, dan Zoho, telah memasuki pasar Indonesia melalui 17 mitra penyalur.

Semakin banyak pemain global yang mencoba memasuki pasar Indonesia dalam bentuk konferensi dan roadshow,” ujar Iwan. “ Hal ini diharapkan akan meningkatkan level kesadaran dan adopsi sistem cloud dalam jangka panjang, imbuhnya.
blog comments powered by Disqus

 
  • Artikel Terkait
  • Polling InfoKomputer
Apa yang paling Anda butuhkan dari InfoKomputer Online?
Copyright © Info Komputer, All Rights Reserved 2011.
Tentang KamiGramedia AppsGramedia Widget
logoKG