- Enterprise

Software Thailand Siap Invasi Indonesia
Belum bisa mengalahkan pamor produk Barat, industri peranti lunak lokal harus siap menerima saingan baru. Tidak jauh-jauh, datangnya dari negeri tetangga, Thailand.
Hari ini (28/7), bertempat di Grand Hyatt Hotel - Jakarta, sebanyak 16 perusahaan asal negeri gajah putih memamerkan hasil karyanya. Mereka adalah perusahaan-perusahaan terpilih yang bergerak di bidang kelistrikan, elektronik, dan pengembangan perangkat lunak.Keenambelas perusahaan ini bernaung di bawah Asosiasi Pengembangan Ekspor Perangkat Lunak Thailand (TSEP) dan didukung penuh pemerintah Thailand melalui Badan Pengembangan Industri Perangkat Lunak (SIPA) dan Departemen Pengembangan Ekspor Thailand (DEP).
Kehadiran utusan Thailand ini di Indonesia bermaksud untuk memperkenalkan produk-produk mereka kepada pebisnis Indonesia. Aplikasi yang ditawarkan umumnya ditujukan bagi kalangan enterprise, seperti sektor perhotelan, pariwisata, perbankan, keuangan, kesehatan, ritel, restoran, dan konstruksi.
Selain pameran dan demo produk, kegiatan roadshow ini juga diisi dengan seminar "Beyond the Interactive Marketing", menghadirkan pakar pemasaran interaktif, Takeshi Kimura dari Dentsu, salah satu perusahaan periklanan terbesar di dunia. Setelah Indonesia, delegasi Thailand ini akan berkunjung pula ke Filipina dan Vietnam.
Pada konferensi pers pekan lalu, Thanatip Upatising (Duta Besar Thailand untuk Indonesia) menjamin kualitas peranti lunak asal negaranya. "Buktinya, kami sukses menembus pasar Filipina, Vietnam, dan bahkan Jepang yang terkenal selektif," tuturnya.
Berdasarkan itulah, pihaknya berharap bisa juga melakukan penetrasi di Indonesia. “Indonesia merupakan negara dengan potensi yang sangat besar di Asia Tenggara. Itu alasan kami untuk mengadakan roadshow pertama ini di Indonesia," ungkap Thanatip.
Kesuksesan Thailand mengekspor peranti lunak menjadi catatan penting bagi Eugene van der Weerd (Direktur firma riset Frost & Sullivan Indonesia). Menurutnya, banyak hal yang bisa dipelajari pengembang lokal dari rekan-rekan sejawatnya di negeri gajah putih.
"Terdapat kolaborasi kompak antara pelaku industri di Thailand, asosiasi, dan dukungan total pemerintah untuk memajukan pengembangan industri perangkat lunak hingga ke pasar internasional," Eugene menjelaskan.
Asosiasi industri perangkat lunak di Thailand sangat proaktif. Secara berkala, mereka mengumpulkan para anggotanya untuk berbagi pengalaman dan informasi demi kemajuan bersama. Sejak awal, perangkat lunak yang dibuat ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar global, bukan hanya lokal. Dalam proses pemasaran pun, mereka maju bersama dalam menawarkan solusi terpadu kepada calon pelanggan, misalnya perangkat lunak perhotelan, dari front-end hingga back-end.
Hasilnya, industri perangkat lunak Thailand tahun 2009 lalu mengalami pertumbuhan dua digit. "Berbeda dengan pertumbuhan industri perangkat lunak Indonesia yang cenderung stagnan," ungkap Eugene.
- Artikel Terkait

- Polling InfoKomputer

