- Enterprise

Tips IBM Atasi Berbagai Bencana
IBM mengungkapkan bahwa ada 6 (enam) tips
yang bisa digunakan oleh perusahaan maupun individu dalam mempersiapkan
lingkungan TI. Khususnya ketika menghadapi bencana alam dan berbagai ancaman
lainnya.
Menurut laporan beberapa pihak, tahun 2011 adalah tahun bencana yang mengakibatkan kerugian milyaran dollar. Sebut saja bencana badai dan tornado di Amerika Serikat, tsunami di Jepang, gempa bumi di pantai timur AS, serta banjir di Queensland dan Bangkok. Berkaca pada semua bencana tersebut, dapat diasumsikan bahwa bencana alam tetap menjadi salah satu resiko terbesar yang kita hadapi.
Mengingat bencana alam seperti itu, terputusnya aliran listrik dan kegagalan jaringan tentunya akan menghambat aliran informasi, baik perusahaan maupun individu tentunya harus bisa meninjau rencana pemulihan bencana dan bisnis mereka sebelum terlambat.
Di dalam lingkungan bisnis misalnya, kita harus dapat dengan cepat beradaptasi dan merespon resiko maupun peluang untuk menjamin akses tanpa gangguan ke data untuk keperluan pribadi dan bisnis.
“Baik manusia maupun perusahaan semakin mengandalkan teknologi, sehingga mendorong kita untuk melindungi data penting dan memastikan ekosistem Teknologi dan Informasi dapat tetap berjalan ketika bencana melanda dan terjadi kerusakan yang tidak terduga,” ujar Dino Bramanto (Country Manager, Global Technology Services, IBM Indonesia).
Berikut ini, 6 (enam) tips IBM untuk
mengatasi bencana:
· Pertimbangkan
dampak bencana terhadap aset pribadi dan karyawan. Aset perusahaan yang
paling berharga adalah karyawannya, tetapi aset karyawan yang paling berharga
adalah keluarga mereka. Pikirkan bagaimana cara memindahkan mereka dan keluarga
mereka jika perlu, pikirkan bagaimana anda dapat memberikan dukungan keuangan
di saat krisis, dan pikirkan untuk memberikan layanan konseling untuk membantu
karyawan pasca bencana
· Mengembangkan
berbagai sarana komunikasi dengan karyawan. Unsur yang paling berharga berikutnya
adalah komunikasi.
· Memvalidasikan
rencana backup data anda. Verifikasikan bahwa data anda tidak terganggu
dan/atau dapat diakses di lokasi paska bencana anda.
· Pikirkan
“efek domino” ketika mempertimbangkan resiko bisnis. Setelah
bertahun-tahun memonitor bencana di tingkat regional, kami dapati bahwa sering
kali bencana yang satu mengakibatkan bencana lain.
· Rencana untuk mengantisipasi bencana besar yang dapat berlangsung lama. Misalnya, perusahaan harus mempertimbangkan dampak bencana terhadap fasilitas, jaringan, teknologi, atau manusia, jika bencana berlangsung selama tiga hari, satu minggu, dll.
· Berpikir
secara Luas. Setiap perusahaan adalah bagian dari suatu rantai suplai
atau jaringan. Meskipun anda telah melakukan segalanya dengan benar, mungkin
ada mitra penting, pemasok, vendor atau penyedia layanan yang tidak
mempersiapkan diri dengan baik. Sebagai bagian dari rencana pemulihan bencana,
pastikan semua pihak dari hulu hingga hilir telah mempersiapkan diri dengan
baik.
Selama 40 tahun bepengalaman membantu perusahaan, IBM menggunakan
solusi layanan, piranti lunak dan perangkat kerasnya untuk membantu para
pelanggan dan individu di seluruh dunia melindungi data mereka. IBM juga
membantu mereka mengelola resiko, melindungi aset bisnis berharga, memenuhi
standar dan regulasi, serta tetap menjalankan operasi perusahaan.
- Artikel Terkait

- Polling InfoKomputer

