Review
Sony HDR-SR7E
Artikel terkait

Beri Komentar

RSS Feed


Beri Rating :
Selasa, 8 januari 2008 | 16:26 WIB
 Handycam Full HD penerus versi SR1E yang lebih kompak.
 
Salah satu camcorder harddisk AVCHD pendukung resolusi Full HD yang bagus dan menawarkan kualitas suara Dolby Digital.
 
Meningkatnya pemutar video yang mendukung sistem Full HD diikuti dengan kemunculan produk perekam yang juga sudah Full HD. Mungkin langkah Sony agak tertinggal dengan JVC yang lebih dulu memunculkan camcorder Full HD, namun Sony langsung merangsek pasar dengan model Full HD yang tak kalah dibandingkan pesaingnya, salah satunya diperkenalkan lewat seri HDR-SR7. Handycam ini merupakan lanjutan seri SR1 yang sempat sukses di pasaran. Apa yang membuatnya berbeda?
 
Sony HDR-SR7E kini hadir dalam bentuk yang lebih kompak dan ringan dibandingkan seri sebelumnya. Akan tetapi, muatan teknologinya justru lebih tinggi. Sensornya tetap sama yakni CMOS ClearVid 1/3” tapi kali ini menawarkan resolusi 3,2 megapixel yang dapat ditingkatkan hingga 6,1 megapixel. Untuk membantu perolehan gambar terbaik, SR7 SR7 sudah menggunakan penstabil gambar optis (OIS) yang lebih bagus dibandingkan penstabil gambar elektronik (EIS) maka pada SR1.
 
Soal fisik, handycam Sony memang dikenal lebih nyaman meski nyaris di seputar tubuhnya terdapat beragam port atau tombol navigasi. Layar LCD 2,7” berusaha diperingkas navigasinya lewat sistem layar sentuh yang cukup enak diakses. Kalau Anda masih merasa repot dengan ragam navigasi ini silahkan saja tekan tombol EASY untuk menyederhanaan penggunaan perangkat ini.
 
Sebagai camcorder harddisk, SR7 mengandalkan storage 60GB untuk penyimpanan foto dan video. Dengan harddisk ini pengguna bahkan bisa merekam hingga 22 jam pada mode LP. Media penyimpan lainnya tersedia lewat MemoryStick Pro Duo. Proses rekaman di SR7 menganut format kompresi AVCHD yang tak kalah dengan kompresi MPEG2 HDV. Sayangnya, format AVCHD ini hanya dapat dikenali oleh beberapa software video editing seperti Sony Vegas 7, Ulead Video Studio 11, dan Pinnacle Studio 11. Paket HDR-SR7 sendiri menyertakan Picture Motion Browser 2.0 namun aplikasi ini hanya melakukan proses penggabungan klip saja tanpa ada tambahan efek video.
 
Beberapa fasilitas penting pada SR7 cukup memikat dan memberikan kepuasan bagi kami saat mengujinya. Satu yang kami suka adalah kemampuan rekam gerakan pelan (slow motion) yang begitu halus dengan cara memperbanyak frame. Kemampuan rekam ganda (dual record) juga unik karena dapat merekam video ke harddisk sambil tetap dapat memotret setiap saat (hingga resolusi 4,6 megapixel) ke MS Pro Duo. Anda yang gemar memotret juga akan suka dengan fasilitas TeleMacro untuk memotret obyek secara terfokus dengan tak mempedulikan bagian lainnya/background. Tak lupa pula tambahan SuperNightShot untuk memotret pada kondisi cahaya rendah.
  
***
Rekaman yang dihasilkan HDR-SR7 memang menarik. Sistem x.v.Color melakukan reproduksi warna nyaris 2x lipat camcorder konvensional sehingga image bisa tampil realistis dan mirip dengan kemampuan mata manusia. Tak hanya gambar, sistem perekaman suara juga sudah mendukung Dolby Digital yang lebih hidup. Kemudahan transfer digital juga menjadi poin bagus dengan kehadiran koneksi USB dan HDMI. Intinya, handycam SR7 menawarkan pengalaman unik pada sebuah media Full HD.
 
 
 
PLUS:
Full HD; Fungsi dual record, slow motion, telemacro; pengoperasian mudah; perekaman panjang; konektivitas komplit.
MINUS:
Kompatibilitas format dengan software.
 
Skor Penilaian
-Kinerja           : 4,5
-Fasilitas           : 4,5
-Penggunaan     : 4,5
-Harga             : 1,5
Skor Total        : 3,9
 
SPESIFIKASI :
SONY HDR-SR7E

Resolusi sensor
3,2 megapixel CMOS
Resolusi foto (min/max)
640x480 / 1632x1224 pixel
Resolusi video (min/max)
384x288 / 768x576 pixel
Media perekaman
Harddisk internal 60GB dan MS Pro Duo
Format file (gambar/video)
JPG / AVCHD
Ukuran lensa ekivalen-35mm (mm)
-
Setting aperture (wide/tele)
F1.8 – F2.4
Ekivalen ISO
100 – 200
Zoom
Optical 10x / Digital 20x
Kecepatan shutter (detik)
½ - 1/500 (foto) / ½ - 1/4000 (video)
Fokus terdekat terbaik (cm)
-
Diagonal LCD
2,7” (wide)
Metode koneksi komputer
USB, FireWire, Composite, S-video (docking)
Tipe batere/isi ulang
Li-Ion Polymer 7,2V 730mAh / Ya
Dimensi (plt)
11x6,6x7,1 cm
Bobot
580 gram (dengan batere)
Situs Web
www.jvcindonesia.com
Garansi
1 tahun
Harga kisaran*
Rp 16.999.000

Sony Indonesia, (021) 527-9888
Minggu pertama Januari 2008

1 Komentar
Halaman  1  
rahmat | 2008-04-30 12:35:04
gimana caranya agar dapat memperoleh frame tambahan pada foto studio ulead 11 selain yang sudah ada. terima kasih mohon jawaban
Beri Komentar

Security Code
Review
Olympus FE-300
Tombol dial yang tak menyertakan modus pemotretan manual maupun semi manual menunjukkan kamera ini bersifat "bidik dan langsung rekam" (point and shot).
Sanyo Xacti HD1000
Mantap dalam genggaman, mantap di mata, mantap di hasil. Cocok bagi mereka yang amatir dalam urusan klip video.
Canon Powershot SX100 IS
Olympus FE-270
Kodak EasyShare Z812 IS
© 2007 - Sinyal - All rights reserved -- Developed by Kompas Cyber Media