Di Indonesia, merek Mio lebih dikenal sebagai PDAphone dengan GPS sebagai fasilitas khasnya. Tapi di dunia, Mio sebenarnya lebih dikenal sebagai salah satu pembuat GPS yang harganya relatif terjangkau, seperti yang ditunjukkan Mio C320 ini.
Secara default peranti ini di-install aplikasi GPS MioMap yang kabarnya dibuatkan MapKing untuk Mio. Sedangkan petanya disuplai Tele Atlas yang menyediakan peta 22 negara. Untuk
Selama kami menjajal peranti tersebut, akurasinya boleh dipercaya. Kalau masih tak puas, pada peranti disediakan port untuk antena eksternal yang bisa memperkuat tangkapan sinyal satelit. Untuk mendapatkan sinyal terkuat, sebetulnya kita hanya perlu pastikan GPS tak terhalang apa pun ke langit.
Peranti GPS ini dilengkapi speaker sehingga kita bisa mendengarkan petunjuk via suara. Kalau merasa terganggu suara berisik di sekitar kita, atau tak ingin mengganggu ketenangan sekitar kita, bisa saja kita pakai headset. Jack 2,5 mm itu bisa ditemukan di kiri bodi. Tapi, menurut kami, mungkin ini tak begitu nyaman bagi pengendara mobil di
Mirip seperti kebanyakan PDA, GPS ini pun punya tombol On/Off sendiri yang letaknya di sisi atas bodi. Sebelum dipakai pertama kali, sebaiknya batere diisi ulang selama sedikitnya 8 jam. Tapi bila peranti akan cukup lama tak dipakai, sebaiknya batere tetap diisi ulang penuh tiap dua minggu sekali. Jika ingin memakai charger mobil, disarankan agar charger dicolok setelah mesin mobil menyala. Ini untuk memperkecil kemungkinan gejolak voltase yang bisa merusak peranti.
Main Menu memungkinkan kita memasukkan alamat perjalanan, mencari Points of Interest, dan mengatur preferensi. Pada unit yang kami terima, POI yang tersedia cukup lengkap. Ini masih dapat ditambah lagi dengan POI favorit kita. Boleh dicatat, ada 5 layar yang bisa dipilih untuk tampilan rute, yaitu 3D Map, 2D Map, Traffic Overview (kalau didukung), Route Overview, dan Turn-by-Turn.
Agar mudah dipakai saat berkendara, dalam paket disertakan dudukan dan kaki penyangga. Kaki penyangga ber-"pengisap udara" sehingga menempel erat di permukaan datar seperti dashboard mobil. Ngomong-ngomong, memang lebih enak dan aman dipasang di mobil. Bayangkan jika kita pasang di motor, gampang dicomot orang lain, bukan?
Terlihat elegan-klasik dengan warna hitam, casing relatif bersih dari bekas tangan karena berpermukaan matte. Hanya, ukurannya yang lumayan besar memang tidak dimaksudkan untuk ditenteng ke
Penggunaan sentuhan di layar sentuh untuk pengoperasian menu pun tak membuat layar mudah kotor dengan jejak jari karena permukaan layar tak mengilap. Layar ini tetap dapat dilihat dengan jelas meski kita sedang berada di bawah cahaya terang matahari.
***
Bosan nyasar melulu? GPS satu ini boleh Anda pertimbangkan sebagai teman perjalanan. Penggunaannya mudah, akurasinya terjamin, dan dibandrol dengan harga yang terjangkau. (Septyarini)
Plus: Batere tahan lama
Minus: Tidak ada aplikasi lainnya
Skor Penilaian
Kinerja : 4
Fasilitas : 4
Kemudahan : 4
Harga : 3
Skor total: 3,75
Spesifikasi: Mio C320
Layar | Touchscreen, 4.3 inci, LCD, TFT, 480x272 pixel |
Prosesor | 400MHz |
Memori | ROM 1GB, SDRAM 64MB |
Memori tambahan | SD/MMC |
Chipset GPS | SiRF star III, modul built-in, 20 channel |
Sistem operasi | Microsoft Windows CE Net 5.0 |
Batere | Li-Ion 1300 mAh |
Dimensi | 8,1x12,6x2 cm |
Bobot | 190 gram |
Konektivitas | port USB mini |
Isi paket | Charger biasa + 3 tipe kepala colokan (kaki 2 pipih, kaki 2 bulat, kaki 3), charger mobil, kabel data USB, dudukan + kaki penyangga untuk di dashboard mobil, CD aplikasi, manual, kartu garansi |
Harga | US$ 390 |
*Diperoleh dari: PT Kahar Duta Sarana
*Minggu pertama Februari 2008

