Apa kebutuhan seorang awam fotografi yang ingin mencicipi pengalaman memotret dengan kamera digital? Tak lain adalah sebuah kamera digital kompak yang mudah dioperasikan dan dilengkapi fasilitas yang membantu mengantisipasi situasi sulit dalam pemotretan.
Olympus menjawab kebutuhan itu dengan kamera terbaru mereka, FE-270. Tombol-tombol yang masing-masing mewakili satu fungsi saja (one button, one function) memudahkan pengguna untuk cepat mengenali dan mengaksesnya. Sedangkan konfigurasi pemotretan otomatis (Scene-SCN) membantu pengguna mengantisipasi situasi pemotretan yang spesifik secara cepat. Terdapat 10 scene, beberapa di antaranya yang sangat berguna dan sering digunakan seperti Sport, Night Scene with Portrait, Sunset, serta Portrait. Dengan demikian, pemotret akan bisa lebih berkonsentrasi pada moment dan konten foto daripada berkutat pada berbagai pengaturan kamera. Namun, jangan kecewa jika kita tidak menemukan fasilitas modus pemotretan manual atau prioritas seperti prioritas diafragma (AV), prioritas kecepatan rana (S), atau manual penuh (M).
Fasilitas image stabilizer yang bekerja secara digital, dalam pengujian yang kami lakukan menolong saat memotret benda yang bergerak atau memotret benda kecil dalam jarak dekat (makro). Kamera ini menyediakan jarak pemotretan yang sangat dekat, mencapai 5 cm, sehingga ketajaman gambar sangat diperlukan. Getaran pada kamera akan mengakibatkan rekaman foto menjadi kabur.
Bicara soal kinerja sistem pemfokusan lensa, Olympus FE-270 dilengkapi dengan sistem pendeteksi kontras. Dalam pengujian, fasilitas ini terasa membantu saat kita memotret objek-objek yang berada di bawah cahaya terang. Lensa yang memiliki zoom optis 3X setara dengan titik api 38-114 mm pada lensa kamera SLR kiranya cukup untuk kebutuhan memotret dari bentang lanskap sampai potret.
Kapasitas memori internal yang hanya 6,9 mega bytes akan sangat membatasi kualitas dan jumlah bingkai foto yang kita buat. Maka, sediakan kartu memori jenis xD card yang slotnya ada pada bagian bawah badan Olympus FE-270. Lagi pula, perekaman foto ke dalam memori internal selalu membutuhkan waktu yang relatif lebih panjang daripada jika disimpan ke dalam memori tambahan (eksternal).
Fasilitas rekam video pada kamera ini tidak terlalu istimewa, walaupun ukuran bingkai videonya yang 640 X 480 piksel hampir sama dengan standar video PAL MPEG1 (720 X 576 piksel). Kecepatan putar video yang dipakai adalah 15 frame per secon. Artinya, sama dengan yang umum digunakan oleh kamera ponsel dan yang digunakan untuk dipajang di web. Hasil rekam video ini jika dimainkan pada media player standar PAL (25 frame per secon) kadangkala tersendat-sendat.
Resolusi pixel | 7,4 megapixel CCD (total). 7,1 megapixel efektif. |
Resolusi foto (min/max) | 640x480/3072x2304 plus panorama 1920x1080 (aspect ratio 16:9) |
Resolusi video (min/max) | 320x240 @15fps / 640x480 @15fps |
Media perekam | Internal 6,9 MB dan xD card (eksternal memory) |
Format file (gambar/video/audio) | JPEG/AVI (motion JPEG) |
Ukuran lensa ekivalen-35mm | 38-114 mm |
Setting aperture | F3.1-5.9 |
Ekivalen ISO | 64 – 640 |
Zoom | 3x optical dan 4xdigital |
Kecepatan shutter (detik) | 1/2 – 1/2000. |
Fokus terdekat terbaik (makro) | 5 cm (pada mode pemotretan Super Macro) . |
Viewfinder | Tidak ada |
Diagonal LCD | 2,5 inci |
Koneksi komputer | USB |
Tipe batere/isi ulang | Batere Li-Ion (Li-42B)/ya |
Batere charger | Ada |
Dimensi | 9,02x6,35x3,07 cm |
Bobot (gram) | 122 g (dengan baterai) |
Garansi | 1 tahun |
Situs Web | www.olympus.co.id |
Harga kisaran* | USD 179,9 plus kartu memori xD 1 giga byte |

