Awalnya kami pikir ini adalah notebook bisnis, mengingat desainnya yang kotak tanpa kurva lengkung yang jadi ciri khas notebook multimedia. Setelah membukanya, kami jadi bingung. Ini notebook bisnis atau notebook multimedia? Atau notebook bisnis dengan kemampuan multimedia?
Fasilitas yang menegaskan notebook ini merupakan notebook bisnis adalah desainnya yang cenderung rapi tidak “neko-neko”, tersedianya scanner sidikjari, konektivitas yang super lengkap (sampai Wi-Fi N) dan warnanya yang cenderung kalem. Tetapi coba lihat adanya deretan tombol sentuh pengatur multimedia di atas keyboard, konektor HDMI, kartu grafis nVidia GeForce 8600M GT dan optical drive model slot. Bisa dibilang ini merupakan satu-satunya notebook bisnis dengan kemampuan multimedia luar biasa. Satu-satunya kelemahan di sisi multimedia dari X31 adalah speakernya yang kurang bertenaga. Sungguh tidak seimbang dengan kekuatan grafisnya.
Warna coklat pada penutupnya pun awalnya tampak biasa saja, setelah memperhatikan lebih cermat barulah kami bisa menikmati keindahannya. Layar notebook dibuat sangat ramping dan ini merupakan bagian paling keren dari notebook ini. Anda yang cenderung jorok mungkin akan menjadi orang yang peduli kebersihan setelah menggunakan notebook ini. Keyboardnya yang berwarna broken white membuat Anda berpikir untuk terlebih dulu membersihkan tangan sebelum menggunakannya.
Berbekal kartu grafis GeForce 8600M GT, performa grafis notebook ini terlihat garang. Hal ini terlihat dari hasil pengujian 3D Mark 2006 yang mencatat angka 4184, sangat bagus untuk notebook kelas bisnis. Namun karena menggunakan prosesor Intel jenis Low Voltage, kinerja berbasis prosesornya tidak istimewa. Namun penggunaan prosesor irit daya itu membuat daya tahan baterenya nyaris mencapai 2 jam; tidak buruk untuk notebook dengan grafis mandiri.
***
Notebook yang diajak bisnis oke dan diajak main oke. Harganya yang cukup tinggi sepadan dengan kemampuannya yang serba bisa. Memang tidak semua orang membutuhkan notebook seperti ini, tetapi jika ingat kalimat “there’s a child inside a man” mungkin notebook ini menjawab jiwa kanak-kanak yang senang bermain di dalam diri kita sambil tetap menyediakan dukungan untuk pekerjaan kita. (BM Adam)
Plus : Kinerja grafis bagus; dilengkapi HDMI dan pemindai sidik jari; penggunaan bahan berkelas.
Minus: Kinerja di aplikasi standar biasa saja; tidak dilengkapi FireWire.
Skor Penilaian
Kinerja : 4,2
Fasilitas : 4,5
Penggunaan : 4
Harga : 4
Skor Total : 4,1
Hasil Pengujian
Kombinasi tidak biasa—prosesor Low Voltage dan kartu grafis mandiri—membuat kinerja BenQ X31 juga unik. Performa grafisnya bagus, namun performa standarnya biasa saja. Namun penggunaan prosesor irit daya membuatnya lebih tahan lama dibanding Toshiba Portege M800.
Pengujian | BenQ Joybook X31 (Intel L7500, memori 1GB, VGA GeForce 86600M GT) | Toshiba Portege M800 (Intel T8300, memori 1GB, VGA Intel X3100) |
Cinebench R10 | 4 menit 45 detik | 2 menit 59 detik |
Encoding video | 22 menit 51 detik | 15 menit 36 detik |
Encoding audio | 3 menit 39 detik | 2 menit 17 detik |
3DMark 2006 | 4184 | 263 |
Daya tahan batere | ||
Memutar HD Video | 1 jam 55 menit | 1 jam 41menit |
Battery Eater | 1 jam 40 menit | 1 jam 15 menit |
Spesifikasi BenQ Joybook X31
Prosesor | Intel Core 2 Duo L7500 (1,6GHz, 6MB L2 cache, 800MHz) |
RAM | DDR2 667MHz, 1GB |
Chipset | Intel PM965 |
Kartu Grafis | nVidia GeForce 8600M GT |
Harddisk | IDE, 150GB |
Optical drive | DVD-RAM |
Fasilitas | WiFi b/g/n, Bluetooth, card reader, USB (3 buah), Biometric fingerprint, kamera 1,3MP, Express Card, HDMI |
Layar | 13,1 inch, 1280x800 pixel |
Kartu suara | Realtek ALC888/S/T |
Sistem Operasi | Windows Vista Ultimate |
Batere | 5200 mAh |
Dimensi | 32x23,5x(2,8-3,5) cm |
Bobot | 1,95 kg |
Garansi | 3 tahun |
Situs Web | www.benq.com |
Harga kisaran* | Rp 13,3 Juta |
*Galva Technologies, (021) 3456650

