Pepatah “malu bertanya sesat di jalan” tidak akan berlaku bagi pengguna Mio GPS. Ia memang tidak perlu bertanya di jalanan. Cukup aktifkan Mio, masukkan nama jalan yang dituju dan lokasi, maka Mio akan menampilkan rute jalan yang harus ditempuh, lengkap dengan petunjuk belokan dan jaraknya. Rute alternatif pun bisa ditampilkan ketika jalur utama tidak bisa dilalui karena macet misalnya.
Bekerja dengan teknologi satelit, Mio GPS memang bisa menunjukkan posisi jalan di Jakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Sidoarjo,Gresik, Bali maupun Singapura. Maklum dalam perangkat tersebut sudah terpasang peta Indonesia, Singapura, dan Malaysia buatan Tele Atlas.
“Petanya gratis, termasuk update selama satu tahun. Update-nya online melalui situs Web Mio,” kata Sonia Chan (Sales Manager, Sales Div., Mio Technology Ltd.). “Setiap 6 bulan kami rilis peta baru. Saat ini peta Indonesia baru mencakup Jawa dan Bali, tetapi tahun ini akan diperluas ke Sumatra,” tambah Yo Yoe (General Manager, PT Tele Atlas Indonesia).
Di tanah air, Mio GPS tersedia dalam tiga seri dengan kisaran harga US$ 299 – US$ 700. Seri C (320/230) berfungsi murni sebagai GPS navigasi mobil, seri P (360/560) ditambahi fungsi navigasi PDA, sedangkan seri A (702/501) adalah yang paling lengkap, dengan fungsi PDAphone. “Semuanya siap-pakai, dengan desain ramping, layar sentuh, dan didukung SIRFstar III 20-kanal,” tutur Jan Argadhita (Product Manager, PT Kahar Duta Sarana).
Di antara ketiga seri tersebut, C320 yang dimotori CPU 400MHz dan ROM 1GB serta RAM 64MB memiliki layar sentuh terlebar (4,3”). Seri yang berkemampuan audio player ini juga dilengkapi slot SD/MMC untuk menampung data peta tambahan. Sementara itu Kemal Toha (Direktur, PT Kahar Duta Sarana) mengatakan target Mio adalah 20% dari total pasar yang berkisar di 60 – 80 ribu unit.
(Wiwiek Juwono)
Mio GPS
+ Model peta 2D dan 3D; lisensi peta gratis setahun; pemakaian mudah.
- Daya batere cepat terkuras; cakupan peta baru Jawa-Bali
Cocok bagi: Mereka yang sering tersesat di jalan.