Sistem otomatis pada Olympus FE-300 yang menyediakan scene hingga 12 buah menegaskan bahwa kamera ini ditujukan bagi pengguna yang ingin praktis. Meskipun demikian, sistem fokus pada Olympus FE-300 tetap dibuat responsif termasuk ketika kami gunakan untuk memotret di dalam ruangan. Oh ya, bidikan jarak jauh dari balik jendela juga tetap menghasilkan rekaman yang tajam berkat mode unik bernama Behind The Glass. Scene yang sama juga memberi hasil bagus untuk memotret benda di balik etalase serta ikan di dalam akuarium.
Kami juga selalu menggunakan fungsi pengatur kepekaan sensor cahaya karena dimungkinkan pada semua setelan pemotretan otomatis, kecuali pada modus pemotretan Auto. Hal ini kami lakukan agar kamera tidak mengarahkan ke setelan ASA/ISO 3200 atau 6400 karena ukuran bingkai foto akan diperkecil menjadi 640x320 pixel secara otomatis. Setiap kali memotret, kami juga memanfaatkan fasilitas jendela prapandang pembanding kompensasi cahaya. Pengguna dapat memilih intensitas kompensasi cahaya, baru kemudian menerapkannya untuk memotret objek.
Olympus FE-300 menyertakan pula modus pemotretan otomatis untuk keperluan khusus. Kami mencatat, modus Document cukup bagus saat digunakan untuk memotret media cetak. Anggap saja fasilitas ini dapat berfungsi sebagai scanner darurat. Kamera ini juga tidak menutup kemungkinan belajar memotret still life bagi penggunanya melalui setelan pemotretan otomatis. Hasil uji coba mode otomatis Cuisine untuk memotret buah-buahan, makanan, sayuran memberikan warna yang cenderung menjadi lebih matang (vivid).
Untuk memaksimalkan hasil rekam foto pada setelan pemotretan otomatis Document dan Cuisine, kami mengombinasikan dengan fasilitas makro dan penangguh waktu rekam (time delay). Fasilitas makro memberikan fokus akurat untuk pemotretan jarak sangat dekat, sementara penangguh waktu menghindarkan foto menjadi tidak fokus akibat goncangan kamera saat jari menekan tombol pelepas rana.
***
Secara keseluruhan, Olympus FE-300 menyajikan hasil rekam foto yang cukup baik untuk foto sehari-hari. Keberadaan 12 scene untuk berbagai skenario pemotretan juga memudahkan pengguna pemula untuk mendapatkan hasil jepretan terbaik. Namun minimnya fasilitas manual memang menunjukkan segmentasi kamera ini yang menyasar segmen pemula. (Vincent Bayu Tapa Brata)
Plus : Mudah dan ringkas; Fasilitas prapandang kompensasi cahaya; Setelan ISO/ASA 50 untuk noise minimal.
Minus : Layar LCD tak bisa mati untuk menghemat konsumsi daya listrik; zoom optis tak aktif pada rekam video; navigasi manual minim.
Fasilitas : 3
Penggunaan : 4,5
Kinerja : 4
Harga : 3,5
Skor Total : 3,7
Spesifikasi :
Resolusi (pixel) | 12 Mega Piksel |
Resolusi foto (min/max) | 4000 × 3000 piksel / 640 × 480 piksel |
Resolusi video (min/max) | 320 x 240 piksel, 15fps / 640 x 480 piksel, 30fps |
Media rekam | · xD · Internal memory 48 MB |
Format file (foto/video/audio) | JPEG EXIF v2.21 / AVI-Motion JPEG / WAV |
Focal length lensa (ekivalen kamera 35 mm) | 3X Optical zoom (35-105 mm), 4X digital zoom. |
Aperture (diafragma) | F/2.8- F/4.7 |
ISO/ASA | 50-6400 |
Kecepatan rana (shutter speed) | 1/2 detik – 1/1000 detik, 4 detik pada setelan pemotretan otomatis Night Scene. |
Jarak fokus terdekat | 60 cm, 10 cm (pada modus Super Macro). |
View finder | Tidak ada |
Diagonal LCD | 2,5 inchi |
Koneksi | A/V output, USB 2.0. |
Tipe baterai | Lithium ion Li-42B. |
Battery charger | Ada |
Dimensi | 94 x 56.5 x 22.1 mm |
Bobot | 115 gram (tanpa baterai) |
Garansi | 2 tahun service, 1 tahun spare-parts. |
Situs Web | www.olympus.co.id |
Kisaran harga* | Rp 3.599.000 plus memori xD1GB. |
* Olympus, (021) 4263390
* Minggu keempat Januari 2008

