- Uji Produk

Fonera FON-2303D
Panel depan Fonera 2.0N menyediakan port USB 2.0. Sementara itu panel bagian belakangnya menyediakan 4 port kabel RJ45 untuk koneksi ke LAN (jaringan local) dan 1 port kabel RJ45 untuk koneksi ke WAN (internet) melalui modem ADSL.
Sesaat setelah masuk ke antarmuka administrasisistem melalui browser web, kami melihat deretan ikon untuk upload yang meliputi: Youtube, Flickr, Picasa, Facebook, Twitter, Torent. Di bawahnya terdapat deretan menu ikonik lain yang terdiri dari: Applications, Settings, FileBrowser, USB Disk serta UMTS/3G untuk koneksi internet menggunakan modem USB Broadband.
Menu USB Disk memungkinkan pengguna mengatur modus tampilan berkas-berkas (files) dalam Flashdisk yang ditancapkan ke port USB serta mengatur apakah pembuatan folder baru diijinkan. Jika ingin melepas flashdisk dari router, klik saja tombol Submit sehingga statusnya berubah dari “do not remove” menjai “safe to remove”.
Menu setting adalah yang paling penting, memuat menu ikon: Wireless, Internet, Network, Firewall, DDNS, System, Fonspot, Language, Password, Backup record, File Server, Status, serta QoS.
Menu Firewall memuat fasilitas port forwarding untuk meneruskan request dari internet ke server atau komputer dalam jaringan local yang sedang mendengarkan (listening) pada port layanan tertentu. Submenu Policy berisi pengaturan izin routing paket data, yaitu Public2WAN, Public2Private, serta PingOnWAN. Sayangnya, Policy tidak dapat mengatur port, protocol, alamat IP, serta penjadwalannya.
Dalam hal bagi-pakai berkas, fonera 2.oN memiliki 2 fasilitas yaitu Netwark Sharing dan Server, kedua fasilitas tersebut dapat diaktifkan. Kritik kami, belum ada manajemen akun pengguna layanan.
Fonera 2.0N menyediakan fasilitas QoS (quality of Service) atau sering dikenal sebagai bandwith limiter untuk membatasi bandwidth upload maupun download. Namun, fasilitas QoS ini masih sederhana. Belum mampu bekerja berdasarkan alamat IP atau alamat MAC, nomor port, jenis protocol, serta penjadwalan jika diperlukan.
Fasilitas tambahan berupa grafik lalu-lintas paket data yang meliputi Traffic on LAN, Traffic on WAN, Traffic on HotSpot, serta Signal-toNoise Ratio to off dapat dimanfaatkan untuk memantau bandwidth.
Memasuki pengujian tahap pertama yang ditujukan untuk mengetahui bandwidth atu throughput jaringan nirkabel, fonera 2.0N kami tempatkan pada jarak sekitar 13 meter dari komputer client. Ruangan kali ini bersekat minim. Tool NetlQ Chariot mencatat throughput maksimal adalah 94,007 Mbps, minimal 20,997 Mbps, serta rata-rata 79,101 Mbps.Ketika Fonera 2.0N kami bawa masuk ke ruangan tertutup, bandwidth maksimal tidak banyak turun dan masih bertahan pada angka 67,002 Mbps, minimal 12,800 Mbps, serta 57,433 Mbps.
Pada pengujian tahap dua yang ditargetkan untuk mengetahui kinerja firewall SPI dalam pengamanan port layanan, kami memosisikan Fonera 2.0N sebagai gateway paling depan menggunakan alamat IP public serta menghubungkannya ke fasilitas uji Shield Up di situs web www.grc.com hasil pemindaian (scanning) terhadap seluruh port layanan menunjukkan bahwa tidak ada port layanan yang terbuka, namun hanya beberapa port yang berstatus Stealth.
***
Fonera 2.0N dapat menjadi solusi alternatif wireless router untuk melakukan transfer berkas multimedia. Pasalnya, perangkat ini memiliki kinerja throughput istimewa. Untuk mengantisipasi kinerja firewall SPI yang belum maksimal, komputer client sebaiknya mengaktifkan personal firewall bawaan system operasi atau dari pengembang pihak ketiga. (Vincent Bayu Tapa Brata)
Spesifikasi Fonera 2.0N
| Standar | 802.11n. |
| Port | - 4 x port RJ45 LAN. |
| Kecepatan transfer data | 100 Mbps. |
| Feature | - Sistem WPS (Wi-Fi protected setup). |
| Dimensi | 30 x 158 x 128 mm. |
| Bobot | 216 gram. |
| Kelengkapan | - Adaptor power 9 Volt, 0,85 Ampere. |
| Garansi | 1 tahun |
| Kisaran harga* | Rp.900.000,- |
| Situs web |
*Kontak: A & N, telepon (021) 42900145.
Di bagian belakang badan wireless router ini terdapat 4 port kabel RJ45 untuk koneksi jaringan lokal (LAN) serta 1 port kabel RJ45 untuk koneksi internet (WAN) lewat modem.

Grafik hasil pengujian bandwidth dengan tool NetIQ Chariot.

Grafik hasil pengujian firewall SPI dengan fasilitas Shield Up di grc.com.

Antarmuka pengaturan konfigurasi sistem berbasis web dirancang dengan nuansa gaul dan dinamis.
Plus : Throughput istimewa; fasilitas bagi-pakai berkas; pengaturan konfigurasi mudah.
Minus: Kinerja firewall SPI belum maksimal; antena tidak dapat dilepas-tukar.
Skor Penilaian
Penggunaan : 4,25
Fasilitas : 4
Kinerja : 3,75
Harga : 3,25
Skor Total : 3,83
Review Rainer SVC110C4-3.1 SATA35NR
- Artikel Terkait

- Polling InfoKomputer

