- Uji Produk

Canon HV30
Merekam gambar dengan baik pada modus HDV ke kaset miniDV.Camcorder Canon ini agak berat ke sisi kanan. Maklum, di situlah tempat kaset miniDV-nya, yang juga akan kita cengkeram saat mengoperasikan camcorder.
Seperti biasa pada produk Canon, menu on-screen-nya jelas, dan tataletak tombolnya cukup baik. Tombol Record dan Play diberi pengenal, sementara tombol-tombol lain yang sering dipakai mudah dicapai. Untuk review cepat, pengaturan audio dan exposure, tersedia sebuah joystick kecil. Port mikropon eksternal dan lampu video juga tersedia. Konektor HDMI, FireWire, USB, Hotshoe? Juga ada.
LCD camcorder ini cukup terang dilihat pada kondisi cahaya matahari. Namun jika terasa kurang jelas, kita tinggal menambah tingkat brightness – walaupun ini berarti menguras daya batere sekitar 10 menit.
HV30 menggunakan kendali otofokus InstantAF yang menggunakan sensor eksternal kedua di bagian depan camcorder untuk menyesuaikan fokus kasar sehingga prosesor utama cuma perlu mengurusi fokus secara halus. Alhasil fokus HV30 cukup cepat, kendati belum tentu sesuai dengan yang kita inginkan. Jika tidak membutuhkannya, nonaktifkan saja fasilitas itu. Toh, kita bisa mengatur fokus secara manual dengan tombol Focus. Namun menurut kami penempatan tombol yang di depan layar LCD yang terbuka itu kurang tepat. Sebab saat dibutuhkan, kita harus meraba-raba untuk memutarnya ke atas/bawah.
Yang menarik, kita bisa merekam klip ala bioskop – 25 frame progresif per detik - di sini. Dikombinasikan dengan modus Cine, wah hasilnya - efek motion blur ala film - bisa menakjubkan. Namun jika kita menyerahkan segalanya ke modus rekam default HDV, hasil rekamannya akan menjadi 1920x1080i.
Pada modus makro maupun dengan zoom optikal 10X-nya, hasil bidikan tampak sangat baik. Warna tampak seimbang dan sesuai aslinya. Detailnya tajam. Graininess atau noise absen/kurang kendati kondisi cahaya kurang mendukung. Pada kondisi ini, otofokusnya agak kurang baik bekerja.
***
Canon HV30 merupakan camcorder konsumer yang sangat bagus, seimbang dengan harganya. Kita bisa memilih merekam HDV (high definition video) di kaset miniDV dengan durasi normal 60 menit. Atau memotret ke miniSD, yang juga memberikan hasil baik O ya, baterenya mampu bertahan sekitar 80 menit. (Wiwiek Juwono)
Plus : HD; mudah dioperasikan; fokus manual bagus; Focus Assist; modus Cine; konektivitas lengkap; hotshoe cover.
Minus: Viewfinder bersifat fixed; tombol fokus manual agak sulit dijangkau; tanpa bundel software video editing.
Skor Penilaian
-Kinerja : 4,2
-Fasilitas : 4,3
-Penggunaan : 4,2
-Harga : 4
Skor Total : 4,19
Spesifikasi Canon HV30
Resolusi sensor | 2.960.000 pixel CMOS |
Resolusi foto (min/max) | 640x480/2048x1536 pixel |
Resolusi video (min/max) | 720x480/1920x1080 pixel |
Media perekaman | Kaset miniDV dan kartu miniSD |
Format file (gambar/video) | JPG /HD & MPEG1 |
Ukuran lensa ekivalen-35mm (mm) | 43,6 - 436 (foto)/43,6 - 436 (video, 16:9) |
Setting aperture (wide/tele) | F1.8 – F3.0 |
Ekivalen ISO | – |
Zoom | Optical 10x/Digital 200x |
Kecepatan shutter (detik) | ½ - 1/500 (foto) / ½ - 1/960 (video) |
Fokus terdekat terbaik (cm) | - |
Diagonal LCD | 2,7” wide TFT, 211.000 pixel |
Viewfinder | 0,27”, wide TFT 123.000 pixel |
Metode koneksi | USB, IEEE1394, HDMI |
Tipe batere/isi ulang | Li-Ion 7,4V 1200mAh/Ya |
Dimensi (plt) | 13,8x8,2x8,8 cm |
Bobot | 595 gram (dengan batere) |
Situs Web | www.canon.com.sg |
Garansi | 1 tahun |
Harga kisaran* | US$ 1295 |
* Minggu pertama Oktober 2008.
* Datascrip, (021) 654-4515.
- Artikel Terkait

- Polling InfoKomputer

