- Uji Produk

Review AMD Llano A8-3850
Inilah
serangan terbaru AMD di pasar desktop kelas entry. Produk ini
menawarkan keseimbangan kinerja secara keseluruhan.
Teknologi Fusion milik AMD sudah cukup lama berjalan semenjak dirilisnya E-350 yang bisa dikatakan merupakan uji coba pertama teknologi yang disebut APU ini. Integrasi antara CPU dan GPU dalam sebuah die adalah konsep dasar dari APU.
Selang beberapa waktu, hadirlah Llano, yang menawarkan kinerja jauh lebih baik ketimbang Zacatte. Setelah sebelumnya hadir di mobile (notebook), akhirnya Llano mendarat di desktop. Llano versi desktop tidak banyak berbeda dengan varian mobilenya.
Secara desain arsitektur, Llano merupakan sebuah prosesor quad-core yang sayangnya masih menggunakan arsitektur lama prosesor generasi K10.5 (Athlon II).
Bedanya, pada Llano, AMD memberikan tambahan L2 cache sehingga menjadikannya berjumlah total 1 MB untuk setiap core. Selain itu, proses produksi Llano sudah menggunakan basis 32 nm. AMD juga mengatakan bahwa Llano memiliki peningkatkan kinerja hingga 6% bila dibandingkan dengan pendahulunya.
Pada Llano juga terdapat feature TurboCore yang mulai diperkenalkan pada prosesor AMD Phenom II X6. Versi terbaru dari TurboCore ini lebih maju dan berbeda terutama karena impementasinya pada APU. Berdasarkan pengukuran faktor beban kerja, daya dan suhu, kecepatan CPU bisa berubah.
Misalnya ketika suatu aplikasi lebih membutuhkan sumber daya CPU, kecepatan CPU akan naik. Namun ketika GPU-nya ikut bekerja dan menghasilkan panas tertentu (dalam batas TDP), TurboCore tidak akan diaktifkan. Sayangnya feature TurboCore ini tidak tersedia untuk semua varian APU.
Berikutnya, GPU yang terdapat dalam APU yang baru ini merupakan modifikasi rancangan GPU yang pernah digunakan oleh Radeon HD5570. Berkode nama “Sumo”, GPU ini memiliki spesifikasi yang sama yaitu dengan 400 unit shader dan 128-bit memory controller.
Desain dasar ini kemudian disesuaikan berdasarkan varian unit APU-nya. Misalnya pada A8-3850, GPU yang ada didalamnya memiliki spesifikasi penuh. Sementara untuk varian A6, shaderunit hanya berjumlah 320. Menariknya, GPU pada APU ini sudah mendukung modus crossfire dengan VGA terpisah seri 6 tipe tertentu.
Modifikasi desain arsitektur GPU yang paling signifikan adalah interface memori. GPU pada Llano mengakses memori melalui northbridge yang terintegrasi juga di dalam APU. Jadi CPU dan GPU pada Llano berbagi memori pool yang sama. Secara default, GPU akan otomatis mengalokasikan ruang sebesar 512 MB dari memori utama sebagai frame-buffer.
Di sinilah batasan APU muncul. Meskipun GPU-nya bertenaga di atas kertas, karena terjadi bottleneck pada bandwidth, kinerjanya juga terpengaruh dari kecepatan memori utama. Tapi untungnya, desain arsitektur Sumo memungkinkan GPU mengakses memori secara langsung tanpa harus melewati CPU terlebih dahulu.
Selain itu, unit UVD yang ada pada Sumo menggunakan versi 3 yang juga digunakan pada Radeon seri 6. Keuntungan menggunakan versi 3 ini adalah sudah mampu mengakselerasi konten HD termasuk codec MVC (Multi-View Codec) yang biasa digunakan untuk 3D Video (misalnya Blu- Ray 3D).
Karena itu pula, output HDMI dari Llano bisa menghadirkan konten 3D untuk dinikmati di HDTV yang mendukung. UVD3 juga mampu bekerja lebih efisien karena bisa bekerja secara independen dari GPU (sehingga unit shader pada GPU bisa dinonaktifkan ketika memutar video).
Untuk saat ini Llano yang tersedia di pasaran barulah varian A6 dan A8. Namun tak lama lagi varian paling rendah, A4, akan menyusul. Selain pemangkasan jumlah core baik pada CPU dan GPU-nya, dukungan memorinya pun ikut dipangkas menjadi hanya DDR3-1600. Sementara saudara quad-core-nya sudah mendukung penggunaan memori DDR3-1866. Feature TurboCore pun absen di varian dual-core dari APU ini.
Bersamaan
dengan Llano, AMD juga meluncurkan platform baru yang disebut Lynx,
kombinasi antara APU seri A dengan chipset seri A. Ya sebuah platform
baru yang menggunakan Socket FM1 dan chipset baru FCH (Fusion
Controller Hub) berfungsi layaknya sebuah Southbridge, menyediakan dukungan
SATA-III dan USB 3.0. Tersedia dua
varian FCH, yakni A75 dan A55 (yang lebih murah). Perbedaannya, dukungan A55 terhadap
SATA-III dan USB 3.0 ditiadakan. (Karuna)
****
AMD selama ini memang masih belum mampu bersaing secara langsung dengan Intel dalam hal kinerja komputasi. Hal ini pun terlihat pada Llano yang secara kasar masih menggunakan arsitektur lama. Akan tetapi, sepertinya target AMD untuk Llano dan Fusion ini adalah menghadirkan sebuah prosesor yang memiliki kinerja cukup baik hampir di semua lini. Solusi semacam ini amat menarik terutama bagi pasar desktop AIO, sehingga mampu memberikan keseimbangan kinerja dan harga yang lebih baik.
Hasil
Pengujian
Bersaing
langsung dengan Core i3 2100 (yang hanya memiliki dua inti), Llano
terlihat agak kewalahan pada uji yang menekankan kinerja komputasi CPU. Tetapi,
ketika uji GPU dilakukan, Llano menunjukkan tajinya dengan kemenangan telak di
semua segmen pengujian.
Hasil Uji Kinerja
|
Prosesor |
AMD “Llano” A8-3850 |
Intel Core i3 2100 |
|
Clock |
2,9 GHz |
3,1 GHz |
|
SYSmark 2012 1.0.0.54 (64bit) |
91 |
119 |
|
PCMark 7 Professional Edition 1.0.4 Score |
2022 |
2424 |
|
3DMarkVantage Score |
P3916 |
P1091 |
|
DiRT2 Demo 1280 x 1024 High DirectX 9 |
36,77 fps |
12,85 fps |
|
Audio Encoding (menit:detik)* |
2:08 |
1:27 |
|
Video Encoding (menit:detik)* |
20:48 |
20:57 |
*Lebih rendah lebih baik
Platform Uji :
AMD:
Asus F1A75-V Pro (BIOS 1102)
Intel:
Asus P8Z68-V Pro (BIOS 0606)
Kingston
DDR3-1333 2GB x2 (9-9-9-24-1T, @ 1600 9-9-9-27-1T)
Seagate
7200.11 320 GB SATA
Samsung
DVD 16x
SilverStone
Olympia 650 W
LG
E2250V
Windows
7 Ultimate 64bit SP1
DirectX
Juni 2010
Intel
Inf 9.2.0.1030
AMD
Catalyst 11.8
Intel
HD Graphics Driver 15.22.50.64.2509
Realtek HD CODEC Driver R2.64
Spesifikasi AMD “LLANO” A8-3850
|
Seri |
A8-3850 |
|
Soket |
FM1 (937 pin) |
|
Clock speed (MHz) |
2900 |
|
TDP |
100 W |
|
Nama core |
Llano |
|
Jumlah core |
4 |
|
FSB (MHz) |
100 |
|
Multiplier |
29x |
|
L1 size |
128 KB x4 |
|
L2 size |
MB x4 |
|
L3 size |
- |
|
Harga kisaran |
US$135 |
Plus : Kinerja grafis tinggi
Minus : Masih menggunakan arsitektur lama.
Skor
penilaian
- Kinerja : 4
- Fitur : 4
- Harga : 4
- Skor total : 4
Review Asus EN GTX 560 DC II TOP
- Artikel Terkait

- Polling InfoKomputer

