All-in-One PC ViewSonic VPC100 Awalnya merek ViewSonic lebih dikenal di tanah air dengan produk monitor mereka yang khas dengan logo tiga burung. Di kemudian hari kemunculan All-in-One (AiO) PC seperti sekarang ini membuat ViewSonic juga ingin terlibat, mengingat modal dasar sebagai produsen displai sudah mereka tekuni sebelumnya. Untuk itulah, ViewSonic menawarkan AiO yang sepintas juga terlihat seperti monitor LCD kebanyakan.
Sebagai awal, ViewSonic menawarkan 2 AiO (seri VPC100 dan VPC101), ditenagai oleh prosesor Intel Atom yang umumnya dipakai pada netbook. Keduanya memiliki spesifikasi yang cukup mirip. Namun VPC100 yang kami coba memiliki penopang seperti monitor kebanyakan. Karena hanya memakai CPU kelas netbook, pangsa pasar yang dituju AiO seperti ini jelas hanyalah para pengguna yang membutuhkan komputasi sederhana yang tidak berat (semacam aplikasi office, Internet, dan hiburan multimedia standar). Jangan paksakan komputer model ini untuk menjalankan aplikasi 3D berat jika tak ingin mendapatkan kinerja sangat lambat. Karena banyak orang mulai suka dengan monitor LCD ukuran 19”, VPC100/101 juga ditawarkan dalam ukuran serupa dengan rasio layar lebar 16:9 (dengan ukuran diagonal layar sekitar 18,5”). Namun layar selebar ini hanya menawarkan resolusi 1366 x 768 pixel yang mungkin belum optimal untuk keperluan gaming. Namun tentu ini sudah cukup menyenangkan untuk memutar film HD misalnya. Untuk mendukung faktor multimedia ini, VPC100 sudah menanamkan speaker stereo internal 2 x 3 watt RMS yang mungkin masih kurang kuat untuk menghadirkan audio yang mantap. VPC100 bisa disandingkan dengan produk serupa semacam Advan Deskbook, BenQ nScreen, Dell Studio One, atau Lenovo IdeaCentre yang intinya menyederhanakan sebuah komputer desktop. PC ringkas dengan monitor terintegrasi dilengkapi koneksi input-output seperti ini perlahan mulai digemari sebagian orang meski ceruk pasarnya terbatas. Dalam hal desain memang kami akui model PC seperti VPC100 sangat irit tempat, enak dilihat, dan praktis dikemas. Namun, kinerjanya menjadi faktor berikutnya yang bisa dikompensasi. *** Seperti sudah kami duga, kemampuan VPC100 yang mirip dengan netbook berbasis Atom N270 1,6 GHz memang biasa saja. Anda akan bisa menggunakannya untuk menjalankan aneka aktivitas komputasi harian yang sederhana mulai dari office hingga Internet. Tak ada kinerja istimewa pada VPC100 ini. Namun dalam hal desain dan fasilitas, kami anggap hal ini sudah sangat memadai. Anda yang membutuhkan komputer serba praktis dengan fasilitas standar tak akan kecewa pada produk ini kecuali bila Anda mengharapkan kinerja yang tinggi. (Deny Prasetyo)
Baik EEE Top dari Asus maupun ViewSonic VPC100 memiliki spesifikasi dapur pacu yang setara. Tak heran catatan skor keduanya tak jauh berbeda termasuk juga skor grafis dalam platform DX9 yang tidak menggembirakan. Angka-angka yang ditampilkan merupakan ciri khas rata-rata kinerja komputer berbasis Intel Atom N270 1,6 GHz. Memang kurang cekatan namun sudah cukup untuk menjalankan keperluan komputasi sehari-hari.
* Sempurna Komputindo Lestari, (021) 612-0123 Plus : Bentuk fisik ramping; hemat daya; bobot ringan; koneksi cukup lengkap; ada LCD dan speaker terintegrasi. Minus : Kinerja kurang mantap. Skor Penilaian |
- AspireRevo: Nettop Acer Berbasis Ion
- Asus Eee Top ET 1602: Sentuhan untuk Keluarga
- Awas! Waledac Gerogoti PC Tersayang
- BenQ nScreen i221
- Cegah Pencurian Data dengan M File Anti-Copy
- Cek PC dengan Kalkulator Power Supply
- Conficker Berhasil Ditangkap!
- Copernic Desktop Search: PC juga Punya Mesin Pencari
- Desktop Kompak Gaya Lenovo
- Ditelepon Scammer? Waspadalah!





Awalnya merek ViewSonic lebih dikenal di tanah air dengan produk monitor mereka yang khas dengan logo tiga burung. Di kemudian hari kemunculan All-in-One (AiO) PC seperti sekarang ini membuat ViewSonic juga ingin terlibat, mengingat modal dasar sebagai produsen displai sudah mereka tekuni sebelumnya. Untuk itulah, ViewSonic menawarkan AiO yang sepintas juga terlihat seperti monitor LCD kebanyakan.












