Apple MacBook (MB466LL/A) Tiap gesekan jari punya fungsi tersediri. Itulah salah satu inovasi brilian Apple di MacBook terbarunya ini.Tidak banyak produk yang kehadirannya begitu ditunggu seperti produk keluaran Apple. Alasannya beragam—mulai dari euforia ‘Mac is cool’ sampai kenyataan kalau ragam produk Apple memang tidak banyak—namun satu alasan yang tidak bisa dibantah adalah produk Apple selalu menghadirkan inovasi yang brilian. Hal itu telah kita lihat di iPhone, di MacBook Air, dan kembali bisa kita lihat di versi terbaru MacBook mereka. Sekilas melihat, perubahan terbesar dari MacBook baru ini adalah casingnya yang kini menggunakan aluminium; beda dengan versi sebelumnya yang berbahan plastik. Lebih istimewa lagi, bagian besar dari casing merupakan satu kesatuan yang nyaris tanpa sambungan (dalam istilah Apple disebut unibody). Dari sebuah balok aluminium utuh, casing dibentuk menggunakan proses fabrikasi yang canggih untuk menghasilkan casing unibody itu. Ini berbeda dengan casing notebook umumnya yang disusun dari berbagai komponen berbeda bentuk. Perubahan lain pada MacBook terbaru ini adalah kita tidak lagi menemukan tombol touchpad. Fungsi klik-klikan kini dilakukan pada touchpad yang kini berukuran 10,5x7,5 cm, atau 39% lebih besar dibanding MacBook generasi sebelumnya. Touchpad ini pun mendukung sistem multi-touch seperti yang kita lihat di iPhone atau iPod Touch. Sekadar mengingatkan, sistem multi-touch ini bisa mendeteksi beberapa gerakan jari berikut variasinya; tidak seperti touchpad konvensional yang cuma bisa mendeteksi satu gerakan. Bagi kami, touchpad multi-touch ini adalah fitur MacBook paling keren; bahkan membuat kami ketagihan menggunakannya. Contohnya jika kita geser dua jari ke bawah, ini akan menggulung halaman ke bawah. Jika dua jari tersebut melakukan gerakan mencubit, ini sama seperti melakukan zoom-out. Gerakan sebaliknya (dua jari menjauh), berarti zoom-in. Tidak cuma dua jari, tersedia pula kombinasi 3 dan 4 jari yang masing-masing memiliki fungsi berbeda. Enaknya, semua fungsi dan penggunaannya ditunjukkan dalam bentuk video pada menu Preferences>Trackpad, sehingga Anda bisa mudah mempelajarinya. Kami sendiri tidak butuh waktu lama untuk bisa melakukannya, dan seperti kami sebut di atas, benar-benar membuat kami ketagihan. Di sisi dalam, Apple juga melakukan perombakan. Meski tetap menggunakan prosesor Intel, MacBook kini tidak lagi menggunakan chip grafis onboard Intel seperti MacBook generasi sebelumnya. Sebagai gantinya, digunakan chip grafis nVidia, GeForce 9400GM. Perubahan ini tak pelak membuat performa grafisnya semakin istimewa. Ketika diuji di lingkungan Windows Vista, notebook ini berhasil meraih angka 2120—jauh di atas angka 600an yang biasa dicapai chip grafis Intel X3100. Namun tidak semua hal di MacBook ini memuaskan kami. Salah satu masalah klasik menggunakan MacBook adalah fasilitas video-out yang tidak standar. Jika MacBook generasi sebelumnya menggunakan video-out mini-DVI, di MacBook baru ini port-nya adalah Dispay Port. DisplayPort memang canggih, namun justru menjadi sulit untuk terkoneksi ke banyak proyektor yang masih menggunakan konektor D-sub 15 pin. Alhasil, Anda butuh adapter khusus seharga Rp. 500 ribu saat ingin melakukan presentasi. Fasilitas lainnya terbatas, seperti port USB yang cuma 2 buah, serta tidak adanya slot ekspansi Express Card atau card reader yang di notebook lain sudah menjadi standar. Kesimpulan: Meski terbatas dari sisi fasilitas, sulit untuk tidak menyukai Apple Macbook. Selain karena touchpad yang revolusioner, notebook ini memiliki performa 3D yang bagus dan desain yang sangat elegan. Namun menyukai memang bukan berarti bisa memiliki. Pasalnya MacBook baru ini dibandrol dengan harga Rp. 17 juta, jauh lebih tinggi dibanding MacBook sebelumnya (yang masih tersedia saat ini) seharga Rp. 13 juta. Namun mengingat penggemar Mac yang fanatik, harga setinggi itu mungkin bukan masalah. (Wisnu Nugroho) Plus : Desain keren; touchpad mendukung multi-touch; kinerja bagus. Minus: Tanpa Express Card dan slot memori; port USB cuma 2 buah
Skor Penilaian Kinerja : 3,85 Fasilitas : 3,85 Penggunaan : 4,8 Harga : 3,7 Skor Total : 4
Hasil Pengujian Jika kita bandingkan dengan notebook sekelas, BenQ Joybook S33, MacBook terlihat agak ketinggalan di aplikasi yang memanfaatkan kemampuan prosesor. Namun berkat kartu grafis mandiri yang digunakan, performa grafis notebook ini dapat diandalkan. Daya tahan batere MacBook pun terbilang bagus.
Spesifikasi Apple MacBook (MB466LL/A)
*Apple Store, http://store.apple.com/id
|




Tiap gesekan jari punya fungsi tersediri. Itulah salah satu inovasi brilian Apple di MacBook terbarunya ini.









