- Uji Produk

BenQ nScreen i221
iMac wannabe, mungkin bisa disematkan kepada BenQ nScreen i221. Bagaimana tidak? Melihat wujudnya yang sama-sama ringkas dan sama-sama putih, mau tidak mau orang bakal langsung tergiring ke produk populer besutan Apple tersebut.
Di satu sisi, langkah ini memang potensial mencuri perhatian calon konsumen. Bagi mereka yang belum sanggup menebus iMac, produk ini bisa diibaratkan pengganti. Namun di sisi lain, hal seperti itu justru dapat menjadi bumerang. Bisa saja orang malah menyangka BenQ tidak percaya diri menampilkan desain yang original. Untung saja BenQ nScreen juga tersedia dalam warna hitam sehingga agak menyamarkan similaritas yang ada.
Di luar faktor penampilan tersebut, kami mencoba menilik lebih jauh performa PC ringkas ini. BenQ nScreen i221 merupakan saudara kandung dari seri nScreen lainnya, i91. Perbedaannya terletak pada layar i221 yang lebih lega seluas 21,5 inci dengan rasio 16:9, sementara i91 hanya 18,5 inci. Lapangnya layar i221 mestinya sangat cocok untuk memutar film-film berkualitas tinggi. Apalagi produk ini klaimnya telah mendukung format Full-HD 1080. Penasaran, kami pun memainkan sebuah film high-definition. Hasilnya? Ternyata mengecewakan. Gambar berjalan tidak begitu mulus, sementara suara yang dihasilkan putus-putus. Namun untuk memutar berkas video biasa memang tidak masalah.
Selain layar, kelengkapan lain yang tersedia di BenQ nScreen i221 ialah handset Skype. Feature yang unik karena jarang didapati di produk-produk kompetitor. Perangkat mirip gagang telepon mini ini, beserta webcam 1,3 MP, ditujukan guna memermudah komunikasi video call lewat Skype. Aplikasinya sendiri sudah tertanam di dalam OS Windows XP bawaan i221. Saat dicoba, handset ini mampu berfungsi baik serta menghasilkan suara yang jernih dan nyaring.
Sebagaimana PC ringkas lainnya, BenQ nScreen i221 tidaklah mewah dari segi komponen. Modalnya hanya AMD Sempron 210U 1,5 GHz dan memori DDR2 1GB. Wajar jika hasil uji PCMark 2005 dan Sysmark 2007 yang kami lakukan menunjukkan angka tak terlalu tinggi, masing-masing 1923 dan 52 saja. Capaian poin seperti itu menunjukkan kalau PC ini di segmen menengah. Oke jika dipakai menjalankan operasional sehari-hari seperti mengedit dokumen dan berselancar di internet, tetapi tidak ideal untuk aplikasi berat. Memainkan game 3D kelas atas pun pas-pasan karena kartu grafisnya cuma ATI Radeon X1200 onboard berkapasitas 128 MB.
***
Pihak Galva Technologies (distributor resmi BenQ) membandrol BenQ nScreen i221 di harga US$ 650. Cukup beralasan mengingat monitor 21,5" milik BenQ saja harganya mencapai Rp2,5 juta rupiah lebih. Sayang, dibanding beberapa pesaing di kelas harganya, BenQ nScreen i221 punya sedikit kekurangan yang cukup mengganggu. Antara lain ketiadaan optical drive (internal maupun eksternal) serta WiFi yang hanya opsional. (Erry FP)

Tombol multifungsi
Jika ditekan, tombol ini berguna sebagai tombol power on/off. Sementara jika diputar, fungsinya berubah sebagai pengatur volume. Di sisi, terdapat tombol pengatur pencahayaan.

Slot input/output
Tancapkan kartu memori, flashdisk, atau perangkat audio di bagian samping monitor. Kartu memori yang bisa dibaca meliputi: MS, MS-Pro, SD, dan MMC.
Posisi repot
Letak 4 port USB, LAN, dan RJ-45 merepotkan pengguna karena posisinya di bagian bawah belakang monitor.
Hasil Pengujian
Kami membandingkan BenQ nScreen i221 dengan Lenovo IdeaCentre C300 karena keduanya punya layar lebar (Lenovo 20" dan BenQ 21,5"). Layar ini sebetulnya sangat sesuai untuk menampilkan film-film HD, apalagi BenQ terang-terangan mengedepankan dukungan Full HD. Namun saat dijajal, performa keduanya tergolong mengecewakan. Faktor kelapangan layar rupanya sia-sia belaka bila tidak didukung komponen yang memadai.
| Pengujian | Lenovo IdeaCentre C300 | BenQ nScreen i221 |
| Sysmark 2007 | 47 | 52 |
| PCMark 2005 | 2740 | 1923 |
| 3DMark 2006 | 2413 | 262 |
| Cinebench | 1561 | 1193 |
| Encoding Video | 32 menit 42 detik | 44 menit 44 detik |
| Encoding Audio | 9 menit 37 detik | 4 menit 19 detik |
Spesifikasi BenQ nScreen i221
| Prosesor | AMD Sempron 1,5GHz |
| RAM | 1GB, DDR2 800 MHz |
| Chipset | AMD M690 |
| Kartu Grafis | ATI Radeon X1200 128MB |
| Harddisk | Toshiba 160GB SATA-II 5400RPM |
| Optical Drive | Tidak ada |
| Fasilitas | LAN 10/100 Mbps, 6 port USB, port audio, port RJ45, 4-in-1 card reader, webcam 1,3 MP + mic, built-in speaker, handset Skype, keyboard, mouse |
| Layar/Monitor | LCD 21,5”, 16:9 Full-HD 1080 |
| Kartu Suara | Realtek ALC269 |
| Sistem Operasi | Windows XP Home Edition SP3 |
| Dimensi | 45 x 3,6 x 61 cm |
| Bobot | 4,6 kg |
| Garansi | 1 tahun |
| Situs Web | http://www.benq.co.id |
| Kisaran Harga* | US$ 650 |
* Galva Technologies, (021) 345-6650
* Minggu pertama Desember 2009
Plus : Layar lebar, mendukung format Full-HD 1080, sudah terinstalasi aplikasi Skype dan dilengkapi handset-nya
Minus : Tidak ada optical drive, tidak ada WiFi
Skor Pengujian
Kinerja : 3,6
Fasilitas : 3,75
Penggunaan : 4
Harga : 3,5
- Artikel Terkait

- Polling InfoKomputer

