- Uji Produk

Review Notebook Intel Core i3
Karir Gilberto Silva seperti berada di jalur menurun ketika ia hanya bermain 18 kali di kompetisi Liga Primer Inggris musim 2007-2008. Arsene Wenger lebih memilih Mathieu Flamini untuk mendampingi Cesc Fabregas di lini tengah Arsenal. Tahun berikutnya, ia pun ditransfer ke klub Yunani, Panathinaikos. Dengan usia 34 tahun, Silva dianggap sudah tidak bisa lagi bersaing di liga elit dunia.
Namun Dunga berpendapat lain. Pelatih Brazil ini tetap memanggil Silva untuk Piala Dunia kali ini, bahkan menjadikannya sebagai pemain inti. Bersama Lucio dan Kaka, Silva adalah tiga pemain yang tersisa dari pasukan Brazil saat menjadi juara dunia di tahun 2002. Dan sepertinya karena Silva juga, Brazil menjadi tim dengan rata-rata usia tertua di Piala Dunia 2010 ini.
Dunga sepertinya adalah pelatih yang percaya adigium lama: don’t change the winning team. Toh meski rata-rata pemainnya gaek, materi tim inilah yang berhasil menjuarai Copa America 2007 dan Piala Konfederasi 2009.
Dalam konteks yang mirip, hal itulah yang dilakukan Intel untuk mengembangkan mikroarsitekturnya. Setelah kesuksesan Nehalem, pengembangan mikroarsitektur Intel praktis mengambil formula yang sama: masukkan sebanyak-banyaknya komponen ke dalam prosesor. Pada Nehalem, Intel memasukkan memory controller ke dalam prosesor. Pada mikroarsitektur penerus yang disebut Westmere, Intel memasukkan chip grafis ke dalam prosesor.
Ada banyak keuntungan yang didapat dari strategi “kumpulkan semua di prosesor” ini. Pertama, alur kerja antar komponen bisa berjalan lebih cepat karena semua komponen berkumpul di satu area. Keuntungan lain, kebutuhan akan komponen lain di luar prosesor akan semakin minim sehingga tercipta platform yang lebih sederhana dan hemat daya.
Dari bahan dasar Westmere inilah, lahir Arrandale.
Arrandale sendiri hadir dengan nama produk Core i3, Core i5, dan Core i7. Penamaan ini menurut kami lebih ringkas dibanding prosesor sebelumnya yang terbagi-bagi dengan nama Core Duo dan Core 2 Duo. Segmentasinya pun jelas: Core i3 untuk segmen entry-level, Core i5 untuk mid-level, dan Core i7 untuk high-level.
Perbedaan ketiganya lebih kepada kecepatan dan kemampuan Turbo-nya. Sedikit mengingatkan, Turbo adalah kemampuan prosesor untuk secara otomatis menaikkan kecepatan saat ada inti prosesor yang tidak bekerja. Kemampuan turbo ini ada pada Core i5 dan Core i7, namun tidak ada di Core i3.
Namun karena mikroarsitekturnya sama, spesifikasi dasar ketiga kelas prosesor ini serupa. Contohnya adalah inti prosesor yang ada dua dan mendukung Hyperthreading. Akan tetapi perubahan paling signifikan tentu saja dimasukkannya chip grafis onboard ke dalam prosesor, mengikuti cetak biru Westmere.
Chip grafis tersebut (yang disebut Intel HD) pada dasarnya adalah pengembangan dari GMA X4500 yang digunakan generasi sebelumnya. Namun Intel HD memiliki performa grafis yang lebih baik, setidaknya dapat digunakan untuk memutar film format HD atau memainkan game-game ringan. Hal lain yang perlu dicatat adalah Intel HD menyediakan keluaran HDMI, sehingga tidak heran jika semua notebook berbasis Core i3/i5/i7 memiliki port HDMI.
Meski memiliki chip grafis tersendiri, Intel tetap menyediakan PCI Express Controller di dalam prosesor. Artinya, produsen notebook tetap bisa memasangkan notebook berbasis Core i3/i5/i7 dengan kartu grafis mandiri (add-on). Bahkan keduanya bisa digunakan secara bersamaan secara hibrida. Intel HD digunakan saat beban grafis ringan (seperti mengetik), sementara kartu grafis mandiri bekerja hanya ketika beban grafis tinggi (seperti saat memainkan game).
Mencari yang Terbaik
Untuk membantu Anda memilih notebook berbasis Core i, kami menguji 8 notebook terbaru yang menggunakan Intel Core i3. Parameter lain yang kami ambil adalah harga notebook tidak lebih dari angka Rp.7 jutaan, yang dapat menggambarkan segmen notebook untuk orang kebanyakan. Performa Core i3 sendiri kira-kira sekelas dengan Core 2 Duo P8600, sehingga notebook terbaik di segmen ini pada dasarnya juga menggambarkan notebook terbaik di kelas notebook Rp.7 jutaan.
Di akhir artikel kami akan merekomendasikan notebook terbaik pilihan kami, namun dari awal kami harus bilang persaingan terjadi begitu ketat. Apalagi, sebagian notebook memasangkan Core i3 dengan kartu grafis mandiri. Namun ada juga notebook yang menawarkan performa menggiurkan dengan harga hanya Rp.5 jutaan.
Diakah yang terbaik? Simak saja artikel ini sampai tuntas.
Anggota Keluarga Arrandale
Karena menggunakan arsitektur yang sama, spesifikasi dasar masing-masing prosesor terlihat sama. Perbedaannya lebih kepada frekuensi standar dan frekuensi turbo. Perlu dicatat kalau pada Core i3, tidak ada fasilitas turbo.
|
| Frekuensi | Turbo (maks) | Core/Thread | Cache | TDP |
| Core i3-330M | 2,13GHz | Tidak ada | 2/4 | 3MB | 35 Watt |
| Core i3-330UM | 1,2GHz | Tidak ada | 2/4 | 3MB | 18 Watt |
| Core i3-350M | 2,26GHz | Tidak ada | 2/4 | 3MB | 35 Watt |
| Core i5-430M | 2,26GHz | 2,53GHz | 2/4 | 3MB | 35 Watt |
| Core i5-520M | 2,4GHz | 2,93GHz | 2/4 | 3MB | 35 Watt |
| Core i5-540M | 2,53GHz | 3,06GHz | 2/4 | 3MB | 35 Watt |
| Core i7-620M | 2,66GHz | 3,33GHz | 2/4 | 4MB | 35 Wat |
Cara Membaca Hasil Uji
Untuk memberikan gambaran kinerja yang maksimal, kami melakukan serangkaian pengujian. Seluruh pengujian menggunakan aplikasi standar kami, namun ada beberapa pengujian yang membutuhkan penjelasan berikut. Sysmark 2007: menggambarkan kemampuan notebook menjalankan aplikasi populer seperti Photoshop atau Flash. HD Test, PCMark Vantage: menggambarkan kecepatan harddisk.
- 3DMark Vantage: menguji kemampuan grafis.
- Daya tahan baterai:
- Memutar video HD: kami mengujinya dengan menjalankan video 720p secara terus-menerus. Pengujian ini dapat menunjukkan daya tahan baterai pada penggunaan aplikasi berat.
- Text Mode: pengujian dilakukan dengan menjalankan teks secara terus menerus menggunakan program Battery Eater. Pengujian ini dapat menunjukkan daya tahan baterai saat menjalankan aplikasi ringan.
Perbaikan Generasi
Acer harus mendapat kredit tersendiri atas keseriusan mereka menggarap desain produk notebook mereka. Setiap generasi notebook selalu dibarengi perbaikan desain, seperti terlihat pada Acer Aspire 4741 ini.
Keyboard-nya sendiri masih menggunakan desain “melayang” warisan Acer Timeline yang kami suka itu. Namun tombolnya tidak lagi menggunakan bahan glossy. Sebagai gantinya, keyboard tersebut menggunakan bahan bertekstur yang anti sidik jari. Desain punggung notebook ini juga anti kotor karena menggunakan casing bertekstur berwarna perak. Selain fungsional, desain tersebut juga membuat penampilan notebook ini terasa kokoh.
Perubahan lain yang kami cermati adalah layarnya yang semakin tipis; hanya sekitar 3mm. Hal ini merupakan buah penggunaan layar LCD berbasis LED. Selain lebih tipis, layar tersebut juga berhasil menghasilkan kualitas gambar yang bagus. Kami melihat ketajaman dan akurasi kualitas warna yang prima, baik saat menampilkan teks maupun film. Saat kami tes menggunakan aplikasi LCD Test di www.lagom.nl, layar tersebut dapat membedakan tiap gradasi warna, mengindikasikan contrast ratio yang tinggi.
Performa notebook ini juga bagus, utamanya dari sisi daya tahan baterai. Pada pengujian Reading Test, notebook ini berhasil mencatat waktu 4,5 jam, atau terbaik pada pengujian kali ini. Sedangkan pada pengujian kecepatan, notebook ini tampil cukup bagus utamanya pada pengujian Cinebench R10.
Namun tidak semua hal dari notebook ini memuaskan kami. Satu hal yang agak mengganggu adalah area sandaran tangan yang terasa hangat (sekitar 31oC) ketika digunakan beberapa lama.
Hasil Uji Acer Aspire 4741
| Sysmark 2007 | 125 |
| HD Test, PCMark Vantage | 2418 |
| Cinebench R10 | 5915 |
| Encoding Video | 12 menit 2 detik |
| Encoding Audio | 1 menit 39 detik |
| 3DMark Vantage | 172 |
| Daya Tahan Batere | |
| Memutar HD Video | 1 jam 52 menit |
| Battery Eater (Text, Balance) | 4 jam 36 menit |
Spesifikasi Acer Aspire 4741
| Ukuran Layar, resolusi | 14 inci, 1366x768 pixel |
| Prosesor | Core i3 350M |
| Harddisk | 320GB |
| Kartu grafis | Intel HD (762MB) |
| Koneksi Nirkabel | WiFi, Bluetooth |
| Koneksi Kabel | HDMI, USB (2x) |
| Fasilitas lain | DVD Writer, webcam, slot memori |
| Baterai | 48Wh |
| Sistem operasi | Windows 7 Basic |
| Bobot/dimensi | 2,21 kg/ 34,3 X 24,5 X (3,2 - 3,5) cm |
| Harga* | US$689 |
| Garansi | 1 tahun |
*Acer Indonesia, (021) 574-5888
Kesimpulan
Desain elegan, kenyamanan keyboard, serta performa yang bagus merupakan daya tarik utama Acer Aspire 4741 ini. Dan seperti notebook Acer pada umumnya, notebook ini dibandrol dengan tawaran harga kompetitif: US$689 atau sekitar Rp. 6,5 juta. Harga tersebut sudah termasuk Windows 7 Basic, WiFi, Bluetooth, dan HDMI meski minus eSATA.
Plus : Desain bagus; ada Bluetooth; daya tahan baterai tinggi; harga kompetitif
Minus : Sandaran tangan terasa panas; tanpa eSATA
Skor Penilaian
Kinerja : 4,2
Fasilitas : 3,45
Penggunaan : 4,45
Harga : 4,35
Skor Total : 4,6
Jaminan Prima
Asus A42J adalah satu dari tiga notebook yang memasangkan Core i3 dengan kartu grafis mandiri. Kartu grafis yang digunakan adalah ATI Radeon HD5145 (1GB), atau sama dengan Toshiba Satellite L645. Alhasil skor 3DMark Vantage kedua notebook tersebut mirip, meski Toshiba unggul dengan margin tipis.
Selain impresif dari sisi performa, penampilan notebook ini juga layak diacungi jempol. Asus merancang A42J dengan lekukan keren dan modern, yang dibalut casing glossy yang elegan. Keyboard-nya pun telah menggunakan desain chiclet, dengan ukuran tombol sekitar 16x16mm dan jarak antar tombol 4mm. Kombinasi tersebut menghasilkan notebook yang tidak saja enak dilihat, namun juga enak digunakan.
Agar lebih memanjakan pengguna, Asus memasang speaker dari produsen speaker terkenal, Altec Lansing. Saat memutar Piknik ’72-nya Naif, speaker tersebut berhasil memproduksi suara David yang keras dan jernih. Kualitas layarnya pun terbilang bagus. Gradasi warna bisa ditampilkan dengan sempurna, meski kami mengharapkan brightness yang lebih kuat.
Ketika kami melakukan burning-test untuk menguji kemampuan pendingin notebook ini, semua berjalan normal. Area keyboard memang sedikit hangat (sekitar 29oC), namun masih dalam konteks wajar. Putaran kipas pun tetap terdengar lirih sehingga tidak mengganggu alunan suara David Naif.
Hasil Uji Asus A42J
| Sysmark 2007 | 129 |
| HD Test, PCMark Vantage | 2628 |
| Cinebench R10 | 5875 |
| Encoding Video | 13 menit 7 detik |
| Encoding Audio | 2 menit |
| 3DMark Vantage | 1158 |
| Daya Tahan Batere | |
| Memutar HD Video | 1 jam 53 menit |
| Battery Eater (Text, Balance) | 3 jam 23 menit |
Spesifikasi Asus A42J
| Ukuran Layar, resolusi | 14 inci, 1366x768 pixel |
| Prosesor | Core i3 350M |
| Harddisk | 320GB |
| Kartu grafis | ATI Radeon HD4145 (1024MB) |
| Koneksi Nirkabel | WiFi |
| Koneksi Kabel | HDMI, USB (2x) |
| Fasilitas lain | DVD Writer, webcam, slot memori |
| Baterai | 47 Wh |
| Sistem operasi | Windows 7 Basic |
| Bobot/dimensi | 2,21 kg/ 34,3 X 24,5 X (3,2 - 3,5) cm |
| Harga* | Rp 6.300.000,- |
| Garansi | 1 tahun |
*Asus Indonesia, (021) 458-65050
Kesimpulan
Asus A42J dibandrol dengan harga Rp.6,3 juta tanpa sistem operasi, yang terbilang kompetitif untuk notebook dengan kartu grafis mandiri. Yang juga menyenangkan, Asus memberikan global waranty selama 2 tahun untuk notebook ini. Ditambah performa bagus dan desain cantik, notebook ini adalah salah satu pilihan terbaik di kelasnya.
Plus : Nyaman digunakan; fasilitas Bluetooth dan harddisk 500GB; performa grafis bagus; garansi 2 tahun.
Minus : Tanpa eSATA
Skor Penilaian
Kinerja : 4,2
Fasilitas : 3,5
Penggunaan : 4,4
Harga : 4,35
Skor Total : 4,06
Solusi Hiburan
Dengan harga Rp. 5 juta, Axioo Neon CNC.3.125 adalah notebook paling murah dalam pengujian kali ini. Harga itu memang belum termasuk sistem operasi, namun Axioo menyertakan Linux Klixs untuk Anda yang berani keluar jalur sedikit. Sayangnya untuk soal desain, notebook ini relatif berada di jalur standar. Tidak ada yang istimewa dari notebook ini, termasuk desain keyboard-nya yang belum menggunakan desain chiclet. Hentakan keyboard juga terasa pendek, sehingga butuh waktu bagi kami untuk terbiasa.
Namun hal paling mengganggu saat menggunakan notebook ini adalah panas yang timbul setelah menggunakannya beberapa lama. Area paling panas terjadi di sisi kiri atas (dekat tombol Function), yang mencapai temperatur 37oC. Untungnya di sandaran tangan, atau area yang sering Anda gunakan, temperaturnya hanya sekitar 31oC.
Sepertinya notebook ini memang lebih cocok untuk menikmati hiburan. Hal ini terlihat dari kualitas layar dan speaker yang bagus. Layarnya memiliki kontras dan rentang warna yang luas, sehingga mampu menampilkan detail film Shutter Island dengan komplit. Sedangkan speakernya yang berada di sisi bawah notebook menghasilkan suara yang jernih dan kuat, semakin menambah dramatis film yang digarap Martin Scorsese itu.
Performa notebook ini sendiri terbilang biasa saja. Hal ini tampaknya disebabkan kapasitas memorinya yang hanya 1GB, padahal notebook lain menyediakan 2GB. Alhasil, hampir pada setiap hasil pengujian, performa Axioo Neon agak tertinggal. Kalaupun ada yang menonjol adalah pada kecepatan harddisk-nya yang mencatat skor 2777 pada pengujian HDD Suite PCMark Vantage; atau hanya kalah dari Byon Alverstone.
Hasil Uji Axioo Neon CNC C14
| Sysmark 2007 | 115 |
| HD Test, PCMark Vantage | 2777 |
| Cinebench R10 | 5831 |
| Encoding Video | 13 menit 19 detik |
| Encoding Audio | 2 menit |
| 3DMark Vantage | 99 |
| Daya Tahan Batere | |
| Memutar HD Video | 1 jam 15 menit |
| Battery Eater (Text, Balance) | 3 jam 23 menit |
Spesifikasi Axioo Neon CNC C14
| Ukuran Layar, resolusi | 14 inci, 1366x768 pixel |
| Prosesor | Core i3 350M |
| Harddisk | 250GB, 5400rpm |
| Kartu grafis | Intel HD (7251MB) |
| Koneksi Nirkabel | WiFi |
| Koneksi Kabel | eSATA, HDMI, USB (3x) |
| Fasilitas lain | DVD Writer, webcam, slot memori |
| Baterai | 48Wh |
| Sistem operasi | Windows 7 Basic |
| Bobot/dimensi | 2,22 kg/ 34 x 24,1 x (3,5 - 4) cm |
| Harga* | Rp 5.000.000,- |
| Garansi | 1 tahun |
*Terra Computer, (021)652-0929
Kesimpulan
Jika Anda memilih Axioo Neon CNC.3.125, pastikan untuk menambah kapasitas memorinya menjadi 2GB. Toh dengan harga memori sekitar Rp. 800 ribuan, harga total notebook ini tetap lebih mruah dibanding mayoritas pesaingnya.
Plus : Harga sangat kompetitif; Dilengkapi eSATA
Minus : Keyboard kurang nyaman; sandaran tangan terasa panas.
Skor Penilaian
Kinerja : 4
Fasilitas : 3,25
Penggunaan : 3,5
Harga : 4,5
Skor Total : 3,77
Setelah selesai menguji notebook ini, harus kami bilang Byon Alverstone M2341 adalah notebook Byon terbaik yang pernah kami uji. Hampir semua hal di notebook ini dipikirkan dengan serius, sehingga tercipta notebook yang optimal dalam hal kinerja, fasilitas, dan harga yang optimal.
Kita mulai dari sisi kinerja. Jika Anda menilik tabel hasil pengujian, jelas terlihat kalau notebook ini berhasil menjadi yang teratas pada pengujian berbasis prosesor seperti Sysmark 2007 atau Cinebench R10. Sedangkan di pengujian berbasis grafis, performanya juga terbaik dibandingkan notebook lain yang menggunakan grafis onboard Intel HD. Keunggulan ini sepertinya disebabkan penggunaan harddisk gegas Seagate Momentus (cache 8MB), yang diindikasikan lewat hasil pengujian HDD Suites PCMark Vantage yang unggul signifikan.
Bicara harddisk, Byon juga royal dengan menyediakan kapasitas 500GB. Fasilitas lain yang tersedia juga komplit. Selain fasilitas standar seperti WiFi, card reader, dan webcam, tersedia pula fasilitas Bluetooth, eSATA, dan HDMI. Penggunaan notebook ini juga menyenangkan berkat kualitas layar yang bagus serta panas yang tetap terjaga meski kami gunakan terus-menerus selama jam kerja.
Kalaupun ada yang kurang adalah akurasi keyboard-nya. Sebenarnya tombol yang memiliki perbedaan tegas membuat jari kami dengan mudah membedakan tiap tombol. Namun kami merasakan tolakan yang tidak konsisten karena sisi tengah keyboard (seperti F, H, J) memiliki tolakan lebih dalam dibanding tombol di sisi samping. Bukan masalah serius, namun kami perlu waktu untuk membiasakan diri.
Hasil Uji Byon Alverstone M2341
| Sysmark 2007 | 131 |
| HD Test, PCMark Vantage | 2917 |
| Cinebench R10 | 5920 |
| Encoding Video | 12 menit 55 detik |
| Encoding Audio | 1 menit 59 detik |
| 3DMark Vantage | 173 |
| Daya Tahan Batere | |
| Memutar HD Video | 1 jam 54 menit |
| Battery Eater (Text, Balance) | 3 jam 21 menit |
Spesifikasi Byon Alverstone M2341
| Ukuran Layar, resolusi | 14 inci, 1366x768 pixel |
| Prosesor | Intel Core i3 M330 |
| Memori | 2GB DDR3-533 (PC8500) |
| Harddisk | 500GB, 5400rpm |
| Kartu grafis | Intel HD (730MB) |
| Koneksi Nirkabel | WiFi, Bluetooth |
| Koneksi Kabel | eSATA, HDMI, 3 USB |
| Fasilitas lain | DVD Writer, webcam, slot memori |
| Baterai | 48Wh |
| Sistem operasi | Tidak ada |
| Bobot/dimensi | 2,15kg / 34,3x24x(3,6-3,8)cm |
| Harga* | Rp.5,19 juta |
| Garansi | 1 tahun |
*Astrindo Senayasa, (021) 612-1330
Kesimpulan
Performa bagus dan fasilitas komplit sebenarnya sudah memikat hati kami, namun pesona Byon Alverstone M2341 tidak sampai situ. Notebook ini ternyata juga dapat dimiliki dengan dana Rp. 5,3 juta, kedua termurah pada pengujian kali ini. Harga itu memang belum termasuk sistem operasi, namun tidak menggoyang Byon Alverstone sebagai satu pilihan terbaik di kelasnya.
Plus : Performa bagus; dilengkapi Bluetooth dan harddisk 500GB; harga kompetitif
Minus : Keyboard tidak konsisten.
Skor Penilaian
Kinerja : 4,3
Fasilitas : 3,45
Penggunaan : 4,15
Harga : 4,45
Skor Total : 4,05
Grafis Buas
Pada pengujian ini, ada 3 notebook yang memasangkan Intel Core i3 dengan kartu grafis mandiri, yaitu Asus, Toshiba, dan Forsa FS-7681 ini. Namun di antara ketiga notebook tersebut, Forsa terbilang paling agresif dengan menggunakan kartu grafis nVidia GeForce GT335M yang tergolong kelas mid-end. Keagresifan tersebut terbayar dari hasil pengujian 3DMark Vantage yang berhasil mencatat angka 3050; tertinggi dalam pengujian kali ini. Dengan angka tersebut, notebook ini bisa lancar menjalankan game lumayan baru seperti Need for Speed Shift.
Namun kartu grafis berkekuatan besar pasti membutuhkan daya yang juga besar, dan hal itu juga terjadi pada notebook ini. Saat kami gunakan memutar video HD, notebook ini hanya bisa bertahan 1,5 jam atau paling pendek dari semua notebook yang kami uji kali ini. Sementara untuk menampilkan teks, catatan waktunya lebih bagus dengan mencatat waktu 3,5 jam. Artinya, notebook ini tidak bisa diajak jauh-jauh dari sumber listrik jika Anda berniat menggunakannya untuk aplikasi kelas berat.
Anda sepertinya memang tidak sering membawa notebook ini kemana-mana karena bobotnya yang berat, yaitu mencapai 2,8 kg. Maklum, ia merupakan notebook 15,6 inci. Namun ukurannya yang besar membuatnya leluasa menanamkan keyboard dengan tombol numerik. Alhasil jika pekerjaan Anda banyak melibatkan angka, notebook ini memiliki kelebihan yang patut Anda lirik.
Hasil Uji Forsa FS-7618
| Sysmark 2007 | 130 |
| HD Test, PCMark Vantage | 2298 |
| Cinebench R10 | 5793 |
| Encoding Video | 13 menit 5 detik |
| Encoding Audio | 2 menit |
| 3DMark Vantage | 3050 |
| Daya Tahan Batere | |
| Memutar HD Video | 1 jam 31 menit |
| Battery Eater (Text, Balance) | 3 jam 29 menit |
Spesifikasi Forsa FS-7618
| Ukuran Layar, resolusi | 15,6 inci, 1366x768 pixel |
| Prosesor | Intel Core i3 M350 |
| Memori | 2GB DDR3-533 (PC8500) |
| Harddisk | 500GB, 5400rpm |
| Kartu grafis | Nvidia GeForce GT335(1GB) |
| Koneksi Nirkabel | WiFi |
| Koneksi Kabel | eSATA, HDMI, USB (2x) |
| Fasilitas lain | DVD Writer, webcam, slot memori |
| Baterai | 48Wh |
| Sistem operasi | Tidak ada |
| Bobot/dimensi | 2,59kg / 37,4x25,8x(3,6-4,3)cm |
| Harga* | Rp.7,1 juta |
| Garansi | 1 tahun |
*Kent Komputer, (021) 567-1887
KesimpulanDengan kartu grafis kelas menengah dan ukuran layar 15,6 inci, Forsa FS-7681 praktis beda kelas dengan mayoritas notebook Core i3 yang kami uji kali ini. Namun dengan harga Rp.7 juta, notebook ini tetap satu kelas dari sisi harga. Alhasil jika Anda mencari notebook besar dan andal untuk bekerja sekaligus bersenang-senang, notebook ini layar dilirik.
Plus : Kinerja grafis terbaik; layar 15,6 inci
Minus : Berat; daya tahan baterai tidak sebaik pesaingnya
Skor Penilaian
Kinerja : 4,3
Fasilitas : 3,45
Penggunaan : 4,15
Harga : 4,45
Skor Total : 4,05
Warisan ThinkPad
Lenovo sepertinya tahu salah satu daya tarik notebook seri ThinkPad adalah keyboard-nya yang sangat nyaman. Karena itulah Lenovo mengadopsi desain keyboard tersebut pada notebook seri IdeaCentre G460 yang sebenarnya tergolong notebook entry-level. Alhasil, Anda akan mendapatkan kenyamanan ala ThinkPad di notebook seharga US$609 (Rp. 5,7 juta) ini. Ditambah area touchpad yang dibuat bergerigi, notebook ini terasa optimal dari sisi penggunaan.
Selain nyaman, notebook ini juga menyajikan beberapa feature yang memudahkan. Salah satunya adalah OneKey Recovery yang diwakili tombol di bagian atas keyboard. Jika Anda menekan tombol tersebut, akan muncul aplikasi OneKey Recovery yang berfungsi melakukan backup maupun restore sistem operasi Anda. Ada pula tombol Energy Management untuk mengatur manajemen baterai, sehingga kita bisa memilih apakah ingin berdurasi lama atau berkinerja tinggi. Feature ini memang disediakan oleh Windows 7, namun akses cepat ini membuat prosedur tersebut terasa lebih mudah.
Kontribusi Energy Management tersebut jelas terlihat pada pengujian daya tahan baterai yang kami lakukan. Untuk memainkan film HD, notebook yang menggunakan daya baterai 48Wh ini mampu bertahan 2 jam. Sementara pada pengujian Battery Eater (Text), IdeaCentre G460 berhasil bertahan 4 jam. Dengan catatan waktu tersebut, notebook ini berhasil menjadi 3 besar dalam hal daya tahan baterai.
Dari sisi multimedia, notebook ini mampu menghadirkan pengalaman musik yang lumayan berkat speaker yang nyaring dan tajam. Namun kami mencatat layarnya yang kurang optimal. Rentang warnanya terasa sempit, membuat film The Lovely Bones terlihat tidak seindah aslinya.
Fasilitas yang ditawarkan notebook ini termasuk komplit. Selain koneksi standar (WiFi, HDMI, dan eSATA), notebook ini memiliki koneksi Bluetooth. Anda yang hobi koleksi film pun akan terpuaskan berkat kapasitas harddisk-nya yang mencapai 500GB.
Hasil Uji Lenovo IdeaPad G460(06774BU)
| Sysmark 2007 | 127 |
| HD Test, PCMark Vantage | 2685 |
| Cinebench R10 | 5514 |
| Encoding Video | 14 menit 3 detik |
| Encoding Audio | 2 menit 7 detik |
| 3DMark Vantage | 173 |
| Daya Tahan Batere | |
| Memutar HD Video | 1 jam 58 menit |
| Battery Eater (Text, Balance) | 3 jam 58 menit |
Spesifikasi Lenovo IdeaPad G460
| Ukuran Layar, resolusi | 14 inci, 1366x768 pixel |
| Prosesor | Intel Core i3 M330 |
| Memori | 2GB DDR3-533 (PC8500) |
| Harddisk | 500GB, 5400rpm |
| Kartu grafis | Intel HD (731MB) |
| Koneksi Nirkabel | WiFi, Bluetooth |
| Koneksi Kabel | eSATA, HDMI, 3 USB |
| Fasilitas lain | DVD Writer, webcam, slot memori |
| Baterai | 48Wh |
| Sistem operasi | DOS |
| Bobot/dimensi | 2,19 / 34,1x23,2x(3,3-3,9)cm |
| Harga* | US$609 |
| Garansi | 1 tahun |
*Metrodata, (021) 252-4555
Kesimpulan
Lenovo IdeaPad G460 adalah pilihan bagus jika Anda mencari notebook dengan fasilitas komplit. Penggunaan notebook ini juga optimal berkat keyboard ala ThinkPad dan touchpad bergerigi. Harganya yang sekitar Rp. 6,5 jutaan sendiri termasuk kompetitif, meski perlu dicatat kalau harga tersebut belum termasuk sistem operasi.
Plus : Daya tahan baterai bagus; nyaman digunakan; ada Bluetooth; harddisk 500GB.
Minus : Layar kurang tajam.
Skor Penilaian
Kinerja : 4,1
Fasilitas : 3,45
Penggunaan : 4,3
Harga : 4,4
Skor Total : 4,00
Untuk Pelalang Buana
Melihat hasil uji MSI CR420, kita memang tidak menemukan hasil yang istimewa dari sisi performa. Maklum, notebook ini hanya bermodalkan kapasitas memori 1GB. Namun bukan berarti performanya bisa dipandang sebelah mata. Jika Anda melihat hasil pengujian, notebook ini berhasil bertahan 4 jam 24 menit pada pengujian Text Mode; masuk tiga besar dalam pengujian kali ini. Keberhasilan tersebut sepertinya merupakan hasil manajemen baterai yang optimal berkat Engine Power Management. Melalui feature ini, kita bisa mengatur profil baterai sesuai kebutuhan.
Ada 5 profil yang disediakan, mulai dari Turbo Battery, Movie, Office, sampai gaming.
Mengikuti trend masa kini, MSI CR420 hadir dengan casing berbahan glossy. Agar tampil lebih manis, ada lapisan tipis dengan dengan pola garis-garis yang sekaligus bertugas melindungi casing tersebut. Menurut MSI, lapisan tersebut anti-gores (scratch-resistant). Kami pun sedikit mencoba klaim itu dengan menggoreskan kuku ke lapisan tersebut, dan memang terbukti tidak meninggalkan goresan.
Konsep modern juga ditunjukkan dengan tombol keyboard yang berdesain chiclet. Tombol tersebut terasa empuk dan memiliki kedalaman yang pas, membuat kami tanpa kesulitan mencapai kecepatan ketik standar. Sedangkan di sisi atas, Anda akan menemukan dua tombol shortcut. Satu tombol berfungsi untuk menyalakan browser, sementara satu tombol bisa kita atur untuk aplikasi favorit kita.
Notebook dengan layar 14 inci memiliki resolusi 1366x768 pixel, yang mampu menampilkan kualitas gambar yang memuaskan. Sedangkan dari sisi fasilitas, Anda akan menemukan standar notebook berbasis Core i3 seperti HDMI, WiFi, DVD Writer, card reader, Bluetooth, dan webcam. Tidak ada eSATA di notebook ini, namun Anda akan menemukan slot Express Card—fasilitas yang tidak ada di notebook yang kami uji kali ini.
Hasil Uji MSI CR420
| Sysmark 2007 | 108 |
| HD Test, PCMark Vantage | 2628 |
| Cinebench R10 | 5543 |
| Encoding Video | 14 menit |
| Encoding Audio | 2 menit 9 detik |
| 3DMark Vantage | Tidak jalan |
| Daya Tahan Batere | |
| Memutar HD Video | 1 jam 31 menit |
| Battery Eater (Text, Balance) | 3 jam 29 menit |
Spesifikasi MSI CR420
| Ukuran Layar, resolusi | 14 inci, 1366x768 pixel |
| Prosesor | Intel Core i3 M330 |
| Memori | 1GB DDR3-667 (PC10700) |
| Harddisk | 250GB, 5400rpm |
| Kartu grafis | Intel HD (214MB) |
| Koneksi Nirkabel | WiFi, Bluetooth |
| Koneksi Kabel | Dial-up, HDMI, USB (3x) |
| Fasilitas lain | DVD Writer, webcam, slot memori |
| Baterai | 48Wh |
| Sistem operasi | DOS |
| Bobot/dimensi | 2,08kg/34,5 x 22,2 x (3,7 - 4,2) cm |
| Harga* | Rp. 5,45 juta |
| Garansi | 1 tahun |
*Alfa Artha Andhaya, (021) 622-00000
Kesimpulan
Dengan harga Rp.5,45 juta, daya tarik utama MSI CR420 tentu saja dari sisi harga. Kinerjanya sendiri biasa saja, yang banyak disebabkan oleh kapasitas memorinya yang hanya 1GB. Namun dengan manajemen baterai yang bagus dan bobotnya yang relatif ringan, notebook ini cocok bagi Anda yang sering bepergian.
Plus : Daya tahan baterai lama; harga terjangkau; dilengkapi Bluetooth.
Minus : Spesifikasi standar; memori hanya 1GB.
Skor Penilaian
Kinerja : 4
Fasilitas : 3,45
Penggunaan : 4,1
Harga : 4,4
Skor Total : 3,93
Representasi Kemewahan
Dari awal, Toshiba menjanjikan Satellite L645 sebagai representasi kemewahan notebook Toshiba namun dengan harga terjangkau. Hal ini terlihat dari penampilan notebook ini yang mengilat karena menggunakan lapisan Fusion Finish yang biasanya hanya digunakan pada notebook kelas atas Toshiba. Kami sendiri awalnya suka penampilan Fusion Finish, namun belakangan mendapati kalau lapisan tersebut cenderung mudah menangkap sidik jari.
Notebook ini sendiri satu dari sedikit notebook yang menggabungkan Core i3 dengan kartu grafis mandiri, dalam hal ini ATI HD Radeon 5145 (512MB). Performanya cukup bagus meski tidak secepat Nvidia GeForce GT335 yang digunakan Forsa FS-7618. Namun berbeda dengan Forsa, notebook ini ternyata dapat bertahan lama dalam mode baterai. Pengujian kami menunjukkan notebook ini dapat menjalankan Test Mode Battery Eater selama 4 jam 25 menit; atau hanya kalah dari Acer Aspire 4741.
Ada banyak aplikasi yang disertakan Toshiba di notebook ini. Contohnya Toshiba eco Utility yang dapat menampilkan konsumsi daya notebook secara real-time, termasuk pilihan untuk menghemat daya menggunakan eco Mode. Utility lain yang kami suka adalah PC Health Monitor yang menampilkan temperatur prosesor dan kesehatan baterai. Aplikasi ini muncul setiap kali Anda menyalakan komputer, sehingga memudahkan akses ke menu informatif tersebut.
Layarnya sendiri menimbulkan perasaan bercampur. Di satu sisi, layar tersebut mampu menghasilkan warna yang akurat. Namun di sisi lain, lapisan anti-glare-nya mudah memantulkan bayangan, utamanya pada lingkungan yang terang.
Hasil Uji Toshiba Satellite L645
| Sysmark 2007 | 127 |
| HD Test, PCMark Vantage | 2465 |
| Cinebench R10 | 5512 |
| Encoding Video | 12 menit 53 detik |
| Encoding Audio | 1 menit 59 detik |
| 3DMark Vantage | 1200 |
| Daya Tahan Batere | |
| Memutar HD Video | 1 jam 55 menit |
| Battery Eater (Text, Balance) | 4 jam 5menit |
Spesifikasi Toshiba Satellite L645
| Ukuran Layar, resolusi | 14 inci, 1366x768 pixel |
| Prosesor | Intel Core i3 M350 |
| Memori | 2GB DDR3-553 (PC8500) |
| Harddisk | 500GB, 5400rpm |
| Kartu grafis | ATI Radeon HD5145 |
| Koneksi Nirkabel | WiFi |
| Koneksi Kabel | eSATA, HDMI, Ethernet, USB (3x) |
| Fasilitas lain | DVD Writer, webcam, slot memori |
| Baterai | 48Wh |
| Sistem operasi | Win7 Home Premium 32-bit |
| Bobot/dimensi | 2,18kg/ 33,9 x 23,2 x (3,5 - 4,5) cm |
| Harga* | Rp. 7,9 juta |
| Garansi | 1 tahun |
* Techking Enterprises Indonesia, (021) 638-56188
Kesimpulan
Setelah terbiasa dengan harga premium notebook Toshiba, sejujurnya kami cukup skeptis saat menerima Satellite L645. Namun meski murah, notebook ini ternyata memberikan kinerja yang memuaskan. Harganya yang Rp.7,9 juta memang menjadi yang termahal di pengujian ini, namun hal itu sudah termasuk Windows 7 Home Premium, kartu grafis Radeon HD5145, eSATA, serta harddisk dengan kapasitas 500GB.
Plus ; Kinerja grafis bagus; daya tahan baterai lama; banyak utility bermanfaat.
Minus : Casing-nya mudah kotor;
Skor Penilaian
Kinerja : 4,3
Fasilitas : 3,45
Penggunaan : 3,45
Harga : 4,15
Skor Total : 4,08
Biasanya, kami hanya mencantumkan satu angka di belakang koma saat mencantumkan skor penilaian notebook. Namun khusus untuk pengujian kali ini, kami mencantumkan dua angka di belakang koma karena ingin menunjukkan betapa ketatnya persaingan. Hampir semua produk menawarkan kelebihan di satu sisi, sehingga skor total yang didapat nyaris serupa.
Karena alasan tersebut, rekomendasi kami pun melibatkan lebih dari satu produk. Jika harga menjadi faktor terpenting, Byon Alverstone M2341 adalah pilihan terbaik. Dengan harga Rp. 5,19 juta, ia adalah salah satu notebook paling murah dalam pengujian kali ini. Meski murah, fasilitasnya sangat komplit, meliputi HDMI, eSATA, Bluetooth, serta harddisk 500GB. Namun perlu diingat kalau notebook ini tidak menyertakan sistem operasi, sehingga Anda butuh keluar uang sekitar Rp. 1 jutaan untuk mendapatkan Windows 7 Home Basic.
Jika ingin notebook langsung pakai, Acer Aspire 4741 adalah pilihan yang tepat. Fasilitas yang diberikan notebook ini persis seperti Byon, hanya saja harddisk-nya cuma 320GB. Namun Acer memiliki daya tahan baterai yang lebih lama, sehingga cocok bagi Anda yang sering bepergian. Menurut kami Acer juga menawarkan keyboard serta penampilan yang lebih solid, meski penilaian tersebut tentu saja berpulang pada selera Anda.
Sedangkan di segmen notebook dengan kartu grafis mandiri, ketiga notebook (Forsa FS-7618, Toshiba Satellite L645, serta Asus A42J) bersaing ketat menjadi yang terbaik. Forsa memiliki performa lebih bagus berkat kartu grafis Nvidia GeForce GT335 yang digunakannya. Namun Asus A42J menawarkan harga yang lebih murah dengan kelebihan di fasilitas Bluetooth namun minus eSATA dan kapasitas harddisk-nya hanya 320GB. Sedangkan Toshiba Satellite L645 tidak memiliki Bluetooth namun dilengkapi harddisk 500GB dan Windows Home Premium (yang harga retailnya sekitar 1,2 jutaan).
Kesimpulannya?
Jika Anda tidak terlalu butuh eSATA, Asus adalah pilihan yang tepat. Meski jika harus membeli Windows 7 Home Premium, harga notebook ini masih lebih murah dibanding Toshiba. Namun Toshiba dan Forsa adalah pilihan bagus jika Anda ingin mendapatkan semua kelebihan platform Core i3.
- Artikel Terkait

- Polling InfoKomputer

