- Berita

Akuisisi Like.com, Google Permudah Cara Belanja

Lebaran tinggal hitungan belasan hari lagi. Bagi yang merayakan, mungkin kita sedang bersiap mencari pakaian baru untuk dikenakan di hari raya.
Kebiasaan jelang lebaran ini dijadikan masa panen oleh pengusaha ritel dan pusat belanja. Semua menawarkan diskon besar-besaran. Bahkan, untuk produk yang sama, potongan harga yang ditawarkan satu toko dengan toko lain bisa berbeda. Rasanya melelahkan kalau kita harus mengelilingi seluruh mal demi mencari harga termurah.Akan lebih mudah kalau ceritanya seperti berikut. Kita cukup mengambil foto produk incaran menggunakan kamera ponsel. Unggah foto tersebut ke mesin pencari di internet, lantas tunggu sampai hasilnya keluar. Kita bakal bisa melihat deretan produk yang sama atau serupa modelnya, lengkap dengan informasi harga dan toko yang menjualnya. Sederhana, kan?
Skenario di atas bukan tidak mungkin terjadi. Gelagatnya terlihat dari akuisisi Google terhadap situs Like.com, pertengahan bulan lalu. Nilai akuisisi tidak diumumkan secara gamblang, walau situs TechCrunch menyebut angka US$ 100 juta.
Google, seperti kita tahu, adalah raksasa internet pemilik mesin pencari paling populer. Sementara itu, Like.com akhir-akhir ini menanjak namanya di Amerika Serikat sebagai situs "belanja visual".
Pengguna Like.com bisa mengetikkan ciri-ciri pakaian atau aksesoris yang diminati, misalnya "butterfly red leather handbag". Hasilnya, daftar tas wanita berbahan kulit, berwarna merah, dan bermotif kupu-kupu dari berbagai merek dan toko. Di setiap barang juga ada tombol Visual Search yang berfungsi mencari barang-barang bermodel mirip, berdasarkan koleksi gambar milik Like.com. Situs ini bahkan memiliki fungsi uji kecocokan busana menurut tren mode dan selera personal pengguna.
"Sejak 2006, Like.com telah melangkah lebih depan di dunia e-commerce. Kamilah yang pertama membawa konsep pencarian visual untuk belanja dan mengembangkan sistem kecocokan-silang untuk setelan busana," ujar Munjal Shah (pendiri dan CEO Like.com).
Konsep pencarian visual semacam ini yang memikat hati Google. Apalagi, salah satu kompetitornya, Microsoft Bing, telah lebih dahulu mengembangkan Visual Search di web. Berbeda dengan Microsoft, sepertinya Google akan menerapkan konsep ini ke dalam peranti bergerak.
Medianya lewat Google Goggles, aplikasi pencarian visual berbasis Android yang mereka perkenalkan sejak akhir 2009. Menurut Andrew Hickey (analis CRN), para pengembang Like.com diharapkan mampu memperkaya kapabilitas Goggles sehingga mampu mengenali produk-produk fesyen dan menjadi panduan belanja visual.
- Artikel Terkait

- Polling InfoKomputer

