• Fitur

Aksi Vokal Mobile Apps Lokal


Indeks Artikel
Aksi Vokal Mobile Apps Lokal
Better B (Kemal Arsjad)
In Touch (Kendro Hendra)
I Moov (Andry)
7Langit, Jagoan, Domikado
Semua Halaman

180 juta pengguna. Itulah jumlah pelanggan seluler di tanah air hingga pertengahan tahun 2010, berdasarkan data Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI).

Fakta tersebut sangat menarik, mengingat angka penduduk Indonesia yang mencapai 240 jutaan. Artinya, kini sekitar 80% penduduk telah memiliki ponsel.

Padahal, telekomunikasi seluler di Indonesia baru mulai tumbuh 15 tahun lalu, tapi penetrasinya sudah mencapai angka yang sangat tinggi. Coba bandingkan dengan jumlah pelanggan fixed line/PSTN. Walau lahir jauh sebelum berkembangnya layanan seluler, penetrasinya, masih menurut ATSI, hanya sebesar 5%.

Sangat jauhnya tingkat adopsi antara telepon fixed line dan seluler memang berhulu pada beberapa faktor. Di antaranya, lebih tingginya biaya investasi untuk pengembangan jaringan fixed line  dibanding seluler. Waktu pembangunan infrastruktur pun relatif lebih lama.

Selain dari sisi penyedia jasa, melesatnya industri seluler juga didorong oleh kebutuhan pasar. Masyarakat Indonesia saat ini sepertinya lebih mendambakan komunikasi tanpa batas tempat dan waktu. Memang pada dasarnya, bangsa kita dikenal guyub alias suka bersosialisasi. Apalagi, sejak lahirnya layanan chatting dan jejaring sosial via Facebook, Twitter, mig33, eBuddy, dan BlackBerry Messenger, mulai beberapa tahun lalu.

Hal-hal tersebut tidak mampu diakomodasi oleh telepon rumahan. Sebaliknya, teknologi seluler justru mampu memfasilitasi semua itu.

Kini, bagi banyak orang, ponsel telah menjelma menjadi kebutuhan primer. Fungsinya bukan cuma sebatas alat komunikasi, melainkan juga peranti yang sangat bertenaga. Apa saja bisa dilakukan di situ, didukung inovasi platform yang kian beragam. Symbian, webOS, Windows Mobile, iPhone OS, BlackBerry OS, dan yang paling hangat tahun ini, Android besutan Google.

Awalnya, vendor ponsel dan pengembang platform merasa cukup percaya diri dengan aplikasi-aplikasi bawaan. Toh, pengguna belum menuntut macam-macam pada waktu itu. Namun, seiring bergesernya prioritas penggunaan ponsel dari komunikasi suara dan teks ke komunikasi data (internet), kalangan industri pun tak bisa bergeming. Mereka harus membuka diri terhadap aplikasi-aplikasi bergerak (mobile apps) buatan pihak ketiga, baik untuk keperluan bisnis, sosial, ataupun sekadar hiburan.

Apple adalah contoh pertama. Mereka menampung karya-karya pengembang luar, menyeleksi, kemudian menjualnya di toko online bernama App Store. Hanya dalam waktu setahun setelah diluncurkan tahun 2008, App Store mencatat angka dua miliar unduhan terhadap 85.000 aplikasi iPhone dan iPod Touch yang terdapat di dalamnya.

Kisah sukses Apple kemudian diikuti vendor ponsel lain, seperti Research In Motion (RIM) dengan BlackBerry App World dan Nokia dengan Ovi Store. Di Indonesia, langkah berjualan aplikasi semacam ini bahkan dilakukan pula oleh operator seluler, misalnya XL dengan XL Mall. Baru-baru ini, Telkomsel juga hadir dengan AppZone dan Indosat dengan iStore khusus aplikasi Android.

Mayoritas aplikasi mobile yang ditawarkan pada toko-toko online tersebut memang berasal dari pengembang asing. Tapi, jangan kira pengembang Indonesia belum mampu menyumbang konten. Sudah cukup banyak aplikasi mobile buatan anak bangsa yang lolos seleksi dan diterima masuk dalam ke Apple App Store dan BlackBerry App World. Beberapa pengembang lokal bahkan telah terdaftar sebagai iPhone Developer Member dan BlackBerry Alliance Member – masing-masing komunitas pengembang elit bentukan Apple dan RIM.

Membanggakan? Pastinya. Apalagi, bulan Agustus ini kita akan merayakan hari jadi kemerdekaan Indonesia. Mengetahui kiprah vokal para pengembang aplikasi mobile lokal bisa menjadi salah satu cara untuk memperingatinya. (Erry FP)

 

(Artikel ini telah dimuat di dalam majalah InfoKomputer edisi Agustus 2010. Semua data dan hasil wawancara dinyatakan benar per Juli 2010.)




 
  • Artikel Terkait
  • Polling InfoKomputer
Apa yang paling Anda butuhkan dari InfoKomputer Online?
Copyright © Info Komputer, All Rights Reserved 2011.
Tentang KamiGramedia AppsGramedia Widget
logoKG