- Fitur

Web Service Lokal: Potensi di Balik Lokasi - Urbanesia
| Indeks Artikel |
|---|
| Web Service Lokal: Potensi di Balik Lokasi |
| LewatMana |
| Urbanesia |
| Koprol |
| Apa Kata Mereka? |
| Semua Halaman |
Halaman 3 dari 5

Ratna merintis karier sebagai wirausaha dengan membuka toko kecil-kecilan di rumahnya. Jualannya cukup unik, beragam aksesoris wanita yang terbuat dari bahan daur ulang. Namun setelah beberapa bulan, usahanya belum menuai sukses. Padahal ia yakin barang-barang yang ia jual orisinal dan pasti menarik minat perempuan-perempuan muda.
Masalahnya ada di promosi. Ratna mengaku belum mengiklankan tokonya secara luas. Maklum, dananya terbatas. Bagaimana caranya untuk bereklame mudah dan murah tetapi efektif?
Manfaatkan dunia maya dan daftarkan usaha ke Urbanesia.com. Situs ini memang mengutamakan fungsi direktori bisnis dan memudahkan kita mencari toko atau usaha yang dibutuhkan. Tidak hanya mendaftar toko berdasarkan nama dan jenis usaha layaknya Yellow Pages, Urbanesia juga berbasis lokasi. Gunanya? Kita bisa tahu toko terdekat yang berada dalam jangkauan kita.
Bahkan tidak hanya toko. Urbanesia juga berguna sebagai direktori kota karena memiliki daftar SPBU, ATM, restoran, sekolah, halte busway, dan tempat publik lainnya.
Selina Limman, co-founder Urbanesia.com, bercerita kepada InfoKomputer. “Waktu itu aku nemu satu toko yang jual baju-baju lucu. Tapi sayang tempatnya agak susah diakses, jadi banyak orang yang nggak tahu,” kisahnya. Ia juga kerap mengalami kesulitan untuk saat ingin membeli sebuah barang yang spesifik di lokasi sekitar.
Berbekal pengalaman memanfaatkan situs-situs seperti Yelp! dan Citysearch saat studi di AS, ide situs direktori bisnis tercetus di otak Selina. Tak dinyana ketika mengobrol dengan rekannya, Natali Ardianto, ia juga punya konsep serupa. Perjumpaan pada tanggal cantik, 8-8-2008, tersebut melahirkan Urbanesia.com yang pertama meluncur bulan Mei 2009.
“Sampai saat ini anggota kami sudah 1300-an (akhir Februari. Red), padahal promosi kami baru mengandalkan mulut ke mulut,” ujar Natali. Sebagian besar anggota masih berstatus sebagai pengguna biasa, tapi tidak sedikit yang sudah mulai membuat profil bisnis milik mereka. “Setiap anggota boleh membuat beberapa bisnis yang berbeda dalam satu akun, tanpa membayar sepeser pun,” imbuh pria bergelar master teknologi informasi Universitas Indonesia ini.Konsep ini mereka sebut sebagai web berkekuatan user-generated content. Dengan profil usaha yang diunggah sendiri oleh pemiliknya, mereka dapat berkomunikasi dengan konsumen. Apalagi tersedia pula fasilitas testimonial toko. Fungsinya mirip kotak saran. Tapi di sini pemilik bisnis bisa membalas langsung komentar setiap pelanggan. “Inilah kelebihan kami dibanding direktori online lokal lainnya,” kata Selina.
Daya tarik sampingan Urbanesia terletak pada rubrik Urban's Notes yang berisi artikel-artikel seputar gaya hidup dan review tempat kiriman para anggota. Setiap artikel yang dimuat, pengirim bakal memperoleh sejumlah UrPoint. Poin ini juga dapat diperoleh kalau anggota membuat profil bisnis, mengisi testimonial, berbagi info promo, atau aktivitas lain. Nantinya poin yang terkumpul bisa ditukarkan dengan merchandise atau voucher belanja di toko-toko anggota Urbanesia.
Urbanesia juga sudah mulai diincar oleh staf online marketing beberapa perusahaan kelas korporat. Layanan bagi mereka tentu sifatnya tidak gratis, tapi dibarengi layanan bernilai lebih. Antara lain kustomisasi tampilan dan pengelolaan profil. Mereka juga diberi URL khusus, http://www.urbanesia.com/.
Ketika ditanya soal tantangan yang Selina dan Natali rasakan selama ini, jawabannya mirip dengan yang meluncur dari mulut Hendry Soelistyo. “Mengomunisasikan konsep promosi dan pemasaran baru ini kepada para pemilik bisnis,” ucap keduanya.
Namun rencana publikasi lebih besar telah direncanakan. Salah satunya dalam waktu dekat, Urbanesia akan berpartisipasi dalam launching sebuah raksasa layanan Internet asal AS di Indonesia. Setelah itu, Selina dan Natali bakal mengembangkan layanan situs ini. Misalnya, penyempurnaan mobile features dan penambahan fasilitas rute ke tempat tujuan. Mereka juga telah menyediakan API (Application Programming Interface) bagi web developer lain yang tertarik.
“Rencana kami masih banyak. Yang terealisasi saat ini baru 30% dari keseluruhan grand design,” ujar Natali menutup pembicaraan dengan nada optimis.
- Artikel Terkait

- Polling InfoKomputer

