- Fitur

Web Service Lokal: Potensi di Balik Lokasi - Koprol
| Indeks Artikel |
|---|
| Web Service Lokal: Potensi di Balik Lokasi |
| LewatMana |
| Urbanesia |
| Koprol |
| Apa Kata Mereka? |
| Semua Halaman |
Halaman 4 dari 5

Koprol
Anda penggemar situs media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Plurk? Pernah membayangkan jika beberapa feature andalan ketiganya digabungkan ke dalam satu situs? Kurang lebih seperti itulah Koprol.
Namun tidak sekadar itu. Koprol justru punya feature unggulan yang sampai saat ini belum dimiliki tiga media sosial tersebut: informasi lokasi. Pengguna dapat check-in ke suatu tempat, memberitahu posisinya kepada teman-teman, sekaligus mengetahui orang-orang yang sedang berada di tempat tersebut. Review singkat juga bisa ditulis pengguna. Beberapa kota besar di Indonesia sudah memiliki daftar tempat yang cukup lengkap. Tapi jika tempat yang dituju belum ada dalam daftar, kita tinggal mengusulkan kepada admin.
“Inspirasi datang dari kebiasaan masyarakat kita, terutama di kota-kota besar, yang mobilitasnya tinggi. Rajin berpindah posisi dari satu tempat ke tempat lainnya,” ujar Satya Witoelar (Chief Creative Officer) ketika ditemui InfoKomputer. Ia terjun di SkyEight, software house yang membidani lahirnya Koprol, setelah diajak Fajar A. Budiprasetyo (Chief Executive Officer) dan Daniel Armanto (Chief Technical Officer), kedua rekannya yang baru pulang dari studi di Amerika Serikat.
Koprol bisa dibilang proyek idealisme pribadi ketiga pria ini. Sejak awal konsepsi tahun 2008 dan peluncuran secara bertahap ke publik Februari 2009, situs ini belum dikomersialkan. Sumber dana mereka peroleh dari proyek-proyek utama SkyEight, seperti ERP, aplikasi web, dan aplikasi Facebook. “Setelah sekian lama 'disetir' oleh kebutuhan klien, di Koprol kamilah yang memegang kendali,” kata Fajar.
Biarpun idealis, tentu saja tetap ada konsep bisnis yang mereka rancang untuk memberi pemasukan pada masa depan. “Targeted advertising, itulah tawaran kami bagi para pemilik bisnis,” ungkap Satya.
Ya, 35 ribu lebih pengguna Koprol (akhir Februari. Red) merupakan target empuk para pengiklan. Namun bukan dengan cara standar seperti memasang banner atau spot iklan yang mengganggu kenyamanan pengguna. Para chief Koprol menjanjikan cara promosi yang lebih tepat sasaran bagi pemilik bisnis sekaligus penawaran yang lebih bermanfaat bagi pengguna.
“Jika seseorang check-in di Pondok Indah Mal, ia akan memperoleh pesan atau SMS otomatis mengenai promosi atau event yang sedang berlangsung di situ,” Fajar memberi contoh. Pesan yang dikirimkan pun bisa disesuaikan tergantung jenis kelamin, usia, kesukaan, atau kebiasaan pengguna tertentu. Hal ini mungkin tercapai berkat user profiling yang sudah dikerjakan sejak beberapa waktu lalu.
Bagi para pemilik usaha yang ingin beriklan di Koprol, nanti akan disediakan akun khusus berlabel business account. Tersedia variasi akun, mulai dari yang gratis – diutamakan bagi UKM dan pebisnis pemula – hingga berbayar. Tentu fasilitasnya akan berbeda.
Business account cuma satu dari banyak target Fajar, Daniel, dan Satya pada tahun 2010. Selain itu, mereka berambisi menambah jumlah anggota dan merilis native apps untuk BlackBerry dan J2ME. “Pengembangan ke depan bakal terfokus kepada versi mobile karena memang itulah tujuannya. 40% akses Koprol saat ini dilakukan dari ponsel,” ungkap Satya.Hanya diakui, perkembangan mereka kerap terhambat oleh masalah klasik: kekurangan sumber daya manusia dan finansial. Sekarang saja tim pengembang Koprol yang tergolong 'pasukan inti' hanya berjumlah enam orang.
Oleh karena itu, mereka membuka pintu kerja sama bagi web developer lokal lain. “Kita harus mau saling belajar, dari sisi model bisnis, teknis, dan cara memahami kemauan pengguna,” tukas Fajar.
Pertanyaan pamungkas: kenapa memilih nama Koprol? Rupanya nama unik ini dipilih karena faktor bahasa yang netral, tidak identik dengan bahasa Indonesia ataupun Inggris, sehingga bisa dipahami pengguna dari negara manapun. “Tapi alasan lainnya sih, koprol sebetulnya bahasa slang yang akrab dipakai warga Jakarta untuk menunjukkan aktivitas berpindah tempat,” tutur Satya.
“Kalau kata orang: koprol aja nyampe,” pungkas Fajar.
- Artikel Terkait

- Polling InfoKomputer

