Berita Hulaa Ingin Mempermudah Booking Tiket Pesawat dan Kamar Hotel

Hulaa Ingin Mempermudah Booking Tiket Pesawat dan Kamar Hotel

hulaa-homepage

Satu lagi pemain baru yang ingin mencoba peruntungan di pasar online travel booking yang sebetulnya sudah cukup ramai. Namanya Hulaa, didirikan oleh Maria Suzanna Roesli yang pernah bekerja lebih dari enam tahun di Silicon Valley, bersama dengan rekannya, Budiyono Salim, web developer yang berpengalaman membangun bisnis startup.

Seperti halnya situs pemesanan travel online lainnya, Hulaa menawarkan fasilitas bagi pengguna untuk mencari dan memesan tiket pesawat serta kamar hotel.

Di situsnya, Hulaa mencantumkan 17 maskapai nasional sebagai partner resmi mereka. Di samping nama-nama besar sekelas Garuda Indonesia, AirAsia, Lion Air, dan Citilink, terdapat juga maskapai-maskapai yang lebih kecil seperti Kalstar Aviation, NAM, dan XpressAir. Sayangnya, saat diklik, hanya delapan dari 17 maskapai itu yang sudah tersedia profilnya di Hulaa.

Sementara itu, untuk database hotel, Hulaa mengaku memiliki data lebih dari 3.000 hotel di wilayah Indonesia dan Asia Pasifik.

“Walau kami berdiri dan beroperasi sendiri, Hulaa memperoleh dukungan dari Bayu Buana Travel untuk menghubungkan kami dengan pihak maskapai dan jaringan hotel terkemuka,” kata Maria Soezanna Rusli melalui surat elektronik kepada InfoKomputer.

Hulaa pertama kali diluncurkan kepada publik pada 18 Maret 2015 lalu. Sebelumnya, mereka telah mengadakan pre-launch contest di bulan Agustus 2014 yang menghasilkan database lebih dari 150 ribu pengguna hanya dalam waktu satu setengah bulan. Basis data inilah yang kemudian digarap lebih lanjut sebagai bekal awal peluncuran Hulaa.

Menurut pengakuan Maria yang juga pernah bekerja di Groupon Indonesia ini, sejak diluncurkan sampai sekarang, Hulaa mencatat sekitar 2.000 pengguna dan transaksi aktif yang terjadi setiap hari.

“Saya dan Budi ingin membuat Hulaa sebagai platform travel masa depan yang memungkinkan pengguna untuk membuat keputusan yang lebih baik tentang travel. Tujuan Hulaa adalah menjadikan proses booking terasa simpel dan efisien,” tukasnya.

hulaa-airlines

Sebagai faktor diferensiasi dengan pemain yang sudah ada, Maria menyatakan bahwa Hulaa lebih berfokus pada smooth booking experience. Data yang ia punyai, rata-rata waktu yang dihabiskan pengguna untuk memesan kebutuhan travel secara online mencapai 32,6 menit. Hulaa ingin memangkas durasi tersebut melalui proses yang terdiri dari empat langkah saja: Cari, Pilih, Bayar, dan Terima e-Ticket.

“Hulaa juga memahami bahwa pelaku travelling asal Indonesia sangat sensitif terhadap budget. Maka dari itu, kami akan menyematkan price algorithm (algoritma harga) yang dapat menentukan dan membantu pengguna untuk merencanakan perjalanan berdasarkan budget yang mereka miliki,” imbuh Maria.

Masih berbicara soal persaingan di bisnis online travel booking, Maria mengutip riset yang menyebutkan di tahun 2010, dana sebesar US$6,2 miliar dihabiskan orang Indonesia untuk bepergian. Diperkirakan pada tahun 2030, jumlah tersebut meningkat hampir empat kali lipat sampai US$23 miliar.

“Melihat data itu, jelas terlihat bahwa kebutuhan dan gairah untuk travelling bertumbuh pesat di Indonesia. Oleh karena itu, kami meyakini meskipun pasar online travel sudah ramai, porsi pangsa pasarnya masih cukup besar untuk semua pemainnya,” jelas Maria.

Comments

comments