Uji Produk Notebook Asus Transformer Pad TF103CG: Android Berciri Laptop

Asus Transformer Pad TF103CG: Android Berciri Laptop

Dok.Asus

Dok.Asus

Pengguna komputer tablet seringkali merasa terhambat untuk melakukan pengolahan dokumen disebabkan ketiadaan keyboard fisik seperti halnya laptop. Untuk mengatasi hal ini, umumnya mereka membeli keyboard eksternal yang banyak dijual saat ini. Sayangnya, banyak pengguna malas membawa keyboard tambahan ini karena akan terkesan membawa dua barang. Juga karena keyboard tersebut kurang serasi dengan komputer tabletnya.

Nah bagi yang memiliki masalah seperti itu, mungkin lebih baik menggunakan notebook convertible dengan desain yang bisa diubah menjadi komputer tablet ataupun laptop. Salah produk semacam ini adalah Transformed Pad TF103CG dari Asus. Produk ini merupakan varian dari model sebelumnya (TF300TG) yang juga bersistem Android. Oh ya, untuk platform Android, Asus menjulukinya Transformer Pad, sedangkan untuk Windows disebut Transformer Book.

Paket Asus Transformer Pad TF103CG terdiri dari sebuah komputer tablet berlayar IPS 10,1” dengan lapisan anti-fingerprint dan modul keyboard/docking. Namun demikian, bila jari Anda terlampau kotor/berminyak, jejaknya masih terlihat cukup jelas di layar. Tombol-tombol modul keyboard memiliki tata letak layaknya keyboard standar QWERTY. Namun, tombol “Esc” diubah menjadi logo “Back”. Keyboard ini tidak membutuhkan baterai. Koneksi ke komputer tablet dilakukan melalui port khusus pada engselnya.

AsusPad_2-min

Kami menyukai desain back cover matte pada komputer tablet yang membuatnya tak mudah kotor. Layar HD komputer tablet berbobot 55 gram ini juga enak dilihat. Sayangnya, layar ini tak bisa menyesuaikan level kecerahan secara otomatis akibat ketiadaan sensor cahaya. Rupanya sensor di komputer tablet ini memang sangat dibatasi (hanya tersedia empat sensor). Hal ini dilakukan mungkin agar harganya lebih murah.

Untuk mendukung koneksi internet, selain Wi-Fi, juga tersedia koneksi seluler 3G. Namun dukungan 3G ini hanya untuk koneksi data alias tak mendukung telepon dan SMS.

Menu antarmuka ZenUI Asus cukup menyenangkan dengan tampilan yang sederhana dengan sedikit pengaturan. Widget yang tersedia untuk notifikasi membuat pengguna selalu mengetahui pesan atau jadwal yang sudah dibuat untuk segera ditindaklanjuti. Asus pun tetap menyajikan aplikasi default-nya seperti PC Link, Splendid, hingga SuperNote untuk membuat dokumen. Semua aplikasi pun bisa dikelompokkan ke dalam grup tertentu secara otomatis.

Bagi yang terbiasa menggunakan pengolah kata atau spreadsheet, keberadaan keyboard dalam perangkat ini tentu akan membantu. Tersedia juga touchpad layaknya laptop sehingga kita bisa melakukan seleksi teks, melakukan operasi drag-and-drop, hingga menggambar dengan panduan pointer yang muncul di layar. Hanya saja, cursor ini memiliki beberapa perbedaan fungsi dibandingkan dengan yang ada di sistem Windows.

Di antara kemudahan yang kami dapati, fungsi kamera agaknya perlu dikritik. Sebenarnya setting pengaturan dan pilihan foto kreatif yang ditawarkan cukup menarik. Hanya saja, semua ini menjadi terlihat tak sempurna akibat kualitas foto yang biasa saja. Itu pun dengan resolusi maksimal dua MP.

Guna mendukung fungsinya, TF103CG ditenagai CPU Intel Z2560 1,6 GHz yang merupakan generasi CPU Clover Trail yang masih menggunakan chip grafis PowerVR. Model berbeda yang ada di luar Indonesia sudah ada yang mengusung CPU Bay Trail yang lebih hemat. Namun, kemampuan komputer tablet ini sendiri sudah sangat lumayan untuk menjalankan sistem Android KitKat. Untuk penggunaan normal sendiri, baterainya sanggup bertahan sekitar sembilan jam terus-menerus.

Docking Kuat Tampak struktur sambungan antara komputer tablet dan keyboard/ dengan koneksi khusus. Dua buah kait di kiri-kanan port membuat dudukan komputer tablet menjadi lebih stabil.

Docking Kuat
Tampak struktur sambungan antara komputer tablet dan keyboard/ dengan koneksi khusus. Dua buah kait di kiri-kanan port membuat dudukan komputer tablet menjadi lebih stabil.

Skema Foto Disediakan sebelas skema foto menarik. Sayang feature ini kurang ditunjang kemampuan kamera untuk menghasilkan gambar yang berkualitas.

Skema Foto
Disediakan sebelas skema foto menarik. Sayang feature ini kurang ditunjang kemampuan kamera untuk menghasilkan gambar yang berkualitas.

Direktori Kelompok Agar rapi dan mudah dijelajahi, antarmuka ZenUI membuat semua aplikasi bisa dipilih secara mandiri maupun dikelompokkan dalam “Smart Group”.

Direktori Kelompok
Agar rapi dan mudah dijelajahi, antarmuka ZenUI membuat semua aplikasi bisa dipilih secara mandiri maupun dikelompokkan dalam “Smart Group”.

Koneksi USB Modul keyboard menyediakan port USB untuk mempermudah koneksi ke perangkat lain. Cara ini membuat penggunaan komputer tablet menjadi seperti laptop umumnya.

Koneksi USB
Modul keyboard menyediakan port USB untuk mempermudah koneksi ke perangkat lain. Cara ini membuat penggunaan komputer tablet menjadi seperti laptop umumnya.

Hasil Pengujian

[ws_table id=”240″]

*skor makin tinggi makin bagus

PLUS: Desain hibrida yang fleksibel, kualitas display menarik, antarmuka bagus, kinerja lumayan, ada aplikasi pendukung.

MINUS: Kulitas kamera kurang, sensor minim.

[ws_table id=”239″]

Comments

comments