Inspirasi Transformasi Teknologi Menjawab Pertanyaan Lanjutan Tentang Hybrid Cloud

Menjawab Pertanyaan Lanjutan Tentang Hybrid Cloud

 

Kredit: Hewlett Packard Enterprise

Kredit: Hewlett Packard Enterprise

Redaksi InfoKomputer telah menerima beberapa pertanyaan lanjutan dari pembaca yang terkait dengan artikel “Hybrid Cloud, Fondasi Kelincahan Perusahaan di Era Idea Economy”.

Inilah jawaban dari para pakar yang berasal dari tim Hewlett Packard Enterprise.

Jack bertanya:

Bagaimana kinerja hybrid cloud untuk Virtual Private Network (VPN)?

Hewlett Packard Enterprise menjawab:

Kinerja hybrid cloud pada koneksi VPN bisa berjalan dengan baik karena melalui VPN, user hanya bisa mengakses Self Service Portal (website layanan TI yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan user. Red), sedangkan koneksi antara public cloud dan private cloud dilakukan via data center internal perusahaan yang seharusnya memiliki koneksi yang jauh lebih baik dan aman.

Alan Saumulandi Rosan bertanya:

Saya belum mengerti jelas terkait hybrid cloud. Apakah terdapat dampak negatifnya?

Hewlett Packard Enterprise menjawab:

Hybrid cloud adalah kombinasi private cloud dan public cloud. Cara kerjanya, user meminta layanan TI melalui Self Service Portal di private cloud, lalu di latar belakang, admin TI akan melakukan koneksi ke public cloud untuk memenuhi kebutuhan user, sesuai dengan peraturan perusahaan.

Dampak negatif atau lebih pada tantangan dari hybrid cloud adalah kebutuhan koneksi internet pita lebar (broadband) untuk terhubung ke public cloud akan bertambah. Tapi, di sisi lain, dampak positifnya atau keuntungannya adalah fleksibilitas dan kecepatan layanan TI ke user akan jauh meningkat.

Apriyanto bertanya:

Kenapa harus memilih hybrid cloud di antara tiga terminologi: Private, Public, dan Hybrid Cloud?

Hewlett Packard Enterprise menjawab:

Hybrid cloud dapat memberikan fleksibilitas bagi perusahaan sesuai kebutuhan TI-nya. Apabila kapasitas atau jenis layanan saat ini tidak bisa mengakomodasi kebutuhan perusahaan yang cepat, perusahaan dapat menggunakan layanan public cloud dengan sesegera mungkin sesuai kebutuhan perusahaan dan tetap bisa dimonitor dan terjaga keamanannya.

Pitra Aktora bertanya:

1. Dalam memanfaatkan cloud computing, risiko apa saja yang bisa terjadi?
2. Apakah perbedaan antara cloud computing dan startup?

Hewlett Packard Enterprise menjawab:

1. Risiko yang mungkin terjadi bisa diprediksi dan dikendalikan, tergantung perusahaan dan rencana adopsi layanan cloud nantinya. Untuk itu, sebelum penerapan cloud, perusaaan bisa berkonsultasi dengan tim ahli dari Hewlett Packard Enterprise.

2. Cloud computing adalah layanan cloud/internet yang bisa digunakan oleh startup untuk menjalankan dan mengembangkan bisnisnya, sedangkan startup adalah perusahaan yang baru memulai bisnisnya, baik yang menggunakan layanan cloud computing maupun tidak.

Julio Vivaldi Muhajir bertanya:

Bagaimana dengan keamanan data-data kita yang ada di dalam cloud tersebut? Apakah ada enkripsi sehingga terjamin keamanannya?

Hewlett Packard Enterprise menjawab:

Keamanan data di cloud akan tetap terjaga, bergantung pada solusi keamanan data yang diterapkan saat ini oleh perusahaan. Karena solusi private dan hybrid cloud ini adalah solusi on-premise/internal yang terpasang pada data center milik perusahaan tersebut.

Arip bertanya:

Apakah data yang disimpan di cloud lebih aman daripada disimpan secara fisik? Lalu, apa maksudnya startup Go-Jek yang dimaksud tidak punya aset [pada artikel ini]?

Hewlett Packard Enterprise menjawab:

Secara teknologi, private atau hybrid cloud memungkinkan user untuk melakukan langkah-langkah pengamanan data, seperti clustering, backup, dan high availability, sehingga data masih tersimpan meskipun ada keadaan bencana tertentu. Apabila data disimpan secara fisik saja, tentu ada kemungkinan alat penyimpanan rusak/error dan proses untuk restorasi/pemulihan data secara fisik akan lebih sulit, terlebih kalau jumlah datanya sangat banyak.

Untuk implementasi private/hybrid cloud, bagi perusahaan tersedia pilihan model pembiayaan berupa refinancing, artinya perusahaan tidak harus membayar di muka (capital expense/capex), melainkan secara mengangsur atau membayar biaya berlangganan bulanan (operational expense/opex). Pada model pembiayaan ini, ada pilihan infrastruktur TI yang dibeli tidak tercatat sebagai aset perusahaan. Sebagai gantinya, perusahaan tetap akan memggunakan layanan TI tersebut sesuai jangka waktu kontrak yang dibayarkan secara opex per bulan.

Sedangkan yang dimaksud dengan startup Go-Jek tidak memiliki aset, berbeda dengan perusahaan transportasi konvensional seperti Garuda Indonesia dan Blue Bird, adalah dalam operasionalnya, Go-Jek tidak mengandalkan kendaraan milik sendiri (perusahaan), melainkan kendaraan milik pengemudi (sopir ojek/mobil sewaan). Artinya, Go-Jek tidak harus mengeluarkan uang untuk membeli sepeda motor dan mobil. Berbeda dengan Garuda Indonesia yang harus berinvestasi dalam jumlah besar untuk membeli pesawat terbang dan Blue Bird yang membeli mobil-mobil untuk armada taksinya.

Eka Nugraha bertanya:

Apakah sistem cloud yang mengutamakan jaringan internet aman dari serangan hacking?

Hewlett Packard Enterprise menjawab:

Untuk layanan private/hybrid cloud, semua koneksinya melalui jaringan internal perusahaan atau VPN, tergantung dari kebijakan TI perusahaan, sehingga seharusnya lebih aman dari serangan hacking internal maupun eksternal.

Rachmat Yuliardi bertanya:

Setelah saya membaca artikelnya, saya berkesimpulan hybrid cloud ini dapat membantu perusahaan mencapai skalabilitas sesuai permintaan, mengurangi infrastruktur peranti keras, serta menyederhanakan biaya sumber daya. Pertanyaannya, apakah bisa kita menganggap adopsi ini sebagai investasi strategis jangka panjang? Alasannya?

Hewlett Packard Enterprise menjawab:

Hybrid cloud sangat bisa digunakan sebagai investasi strategis untuk jangka panjang karena ada kemungkinan perusahaan menambah atau mengganti infrastruktur/platform TI lainnya atau akan mengadopsi layanan public cloud lain. Solusi hybrid cloud milik HP Enterprise juga bisa diintegrasikan dengan beberapa platform lainnya dan dikoneksikan dengan beberapa penyelenggara public cloud.

Prastyo Budi Wicaksono bertanya:

Apakah dengan adanya bisnis baru berbasis digital akan memberikan dampak jangka panjang bagi perusahaan yang sudah mapan ataukah hanya berdampak jangka pendek?

Hewlett Packard Enterprise menjawab:

Bisnis berbasis digital sudah mulai berdampak pada beberapa sektor bisnis konvensional, misalnya manufaktur, retail, distribusi, telekomukasi, dan sebagainya. Dalam jangka panjang, dengan adanya bisnis digital, maka kemudahan, kecepatan, dan biaya yang lebih bersaing akan menjadi tantangan bagi perusahaan konvensional yang sudah mapan untuk bisa tetap menguasai pangsa pasar.

Nadziroh bertanya:

Mungkin hybrid cloud bisa sangat membantu dalam hal berbisnis untuk masyarakat perkotaan. Namun, bagaimana dengan masyarakat pedesaan yang sama sekali tidak tahu tentang teknologi (gaptek)? Bagaimana solusi hybrid cloud bisa membantu para pebisnis di wilayah pedesaan agar tidak kalah bersaing dengan masyarakat perkotaan?

Hewlett Packard Enterprise menjawab:

Saat ini, memang belum semua layanan dan sektor industri terlayani di public cloud. Ini adalah peluang bagi pebisnis di pedesaan yang ingin mengembangkan usahanya ke luar wilayahnya, baik ke area perkotaan atau bahkan ke luar negeri, dengan mulai mengadopsi layanan public cloud.

Selama ada koneksi internet, misalnya melalui smartphone, para pebisnis tetap bisa menggunakan layanan cloud untuk mengembangkan bisnisnya. Misalnya untuk membuat website, blog, memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Twitter untuk mempromosikan produknya, ataupun bergabung dengan situs-situs e-commerce/belanja online seperti Tokopedia dan Bukalapak.

Selamat untuk Arip, Rachmat Yuliardi, dan Nadziroh yang terpilih sebagai 3 (tiga) pengirim pertanyaan terbaik. Masing-masing akan memperoleh hadiah menarik berupa pulsa Rp100.000.

Ikuti terus artikel-artikel edukasi menarik dan inspiratif selanjutnya dari Hewlett Packard Enterprise!

Comments

comments