Fitur Buatkontrak.com, Cara Rieke Caroline Melindungi ‘Keluarga’

Buatkontrak.com, Cara Rieke Caroline Melindungi ‘Keluarga’

Rieke Caroline (Founder dan CEO BuatKontrak.com

Rieke Caroline (Founder dan CEO, BuatKontrak.com)

Ada alasan tersendiri mengapa seorang Rieke Caroline memilih menuntut ilmu di dunia hukum. Saat ia kecil, ayahnya yang merupakan pengusaha mobil bekas menandatangani kontrak kredit dengan sebuah institusi keuangan. Siapa nyana, surat perjanjian tersebut mengandung aturan-aturan menjebak yang tidak dipahami ayah Rieke yang minim pengetahuan hukum. Akibatnya sebagian besar aset keluarga habis disita. Sejak itulah Rieke membulatkan tekad untuk menjadi ahli hukum. “Awalnya saya ingin melindungi keluarga saya,” ungkap Rieke.

Dari keinginan sederhana itu, Rieke kemudian kuliah di UPH dan UI sampai akhirnya mengantongi gelar Master di bidang notaris. Keinginan melindungi keluarga ternyata masih kuat berkobar, bahkan dalam konteks yang lebih luas, yaitu UKM Indonesia. Wanita yang juga presenter di Metro TV ini pun mendirikan Teras Perjanjian Digital yang membawahi solusi Buatkontrak.com.

Platform Hukum

Buatkontrak.com pada dasarnya adalah platform online yang menghubungkan UKM dengan para penasehat hukum. Melalui Buatkontrak.com, pemilik UKM bisa meminta pembuatan maupun peninjauan (review) surat hukum kepada ahli hukum. “Buatkontrak.com mirip seperti Go-jek di bidang hukum,” ujar Rieke menganalogikan.

Untuk memanfaatkan layanan ini, pengguna cukup masuk ke situs Buatkontrak.com dan menyebutkan jenis kontrak yang ingin Anda buat. Nanti pihak penasehat hukum akan menanyakan dengan detail mengenai hal-hal yang ingin diatur di surat hukum tersebut. Kontraknya bisa meliputi perjanjian kerjasama, kontrak kerja karyawan, perjanjian waralaba, sampai surat kuasa.

Setelah itu, Buatkontrak.com akan membuatkan kontrak sesuai kebutuhan konsumen. Jika dirasa belum pas, pihak Buatkontrak memberikan kesempatan dua kali untuk revisi. “Menurut pengalaman kami, dua kali revisi itu sudah lebih dari cukup,” ujar Rieke. Rieke juga menjamin, surat hukum yang dibuat di Buatkontrak.com benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. “Kami tidak pernah membuat template untuk surat perjanjian yang kami buat,” tambah Rieke.

Konsumen yang tidak terlalu paham bahasa hukum pun bukan menjadi soal. Dari setiap pasal yang dibuat, pihak Buatkontrak.com akan mencantumkan legal opinion. “Legal opinion ini dibuat dengan bahasa sehari-hari sehingga mudah dimengerti,” ungkap Rieke.

Untuk pembuatan surat dokumen, Buatkontrak mengenakan biaya sebesar Rp.1 juta rupiah dengan jumlah halaman maksimal 10 halaman (di atas itu, dikenakan biaya tambahan Rp.500 ribu per 5 halaman). Sementara untuk surat peninjauan kontrak, biayanya Rp.900 ribu rupiah. Jika dibandingkan dengan skema tradisional, angka itu memang jauh lebih terjangkau. “Konsultasi dengan lawyer itu paling murah sekitar Rp.2,5 juta per jam” ungkap Rieke mencontohkan. Setelah konsultasi, konsumen pun harus membayar biaya pembuatan dokumen yang nilainya tidak sedikit.

Dengan biaya yang jauh lebih terjangkau, Rieke yakin Buatkontrak.com bisa menjadi solusi ideal bagi UKM di bidang dokumen hukum. Apalagi, UKM sebenarnya membutuhkan surat hukum dari setiap langkah bisnisnya. Ketika mendirikan bisnis dengan modal patungan, misalnya, seharusnya dibuat surat perjanjian yang mengatur sistem patungan tersebut. Atau ketika usaha tersebut masuk ke mal, pihak UKM seharusnya mempelajari dulu kontrak yang disodorkan pihak mal.

Dengan jumlah UKM di Indonesia yang mencapai 55 juta unit usaha, pasar potensial bagi Buatkontrak.com terbilang sangat besar. Namun Rieke mengakui, tantangan terbesar bagi Buatkontrak.com adalah masih rendahnya pemahaman tentang hukum di kalangan UKM. “Toh selama ini tidak pakai perjanjian juga baik-baik saja,” ungkap Rieke menirukan alasan yang sering ia dengar. Kebutuhan soal perjanjian hitam di atas putih baru terasa ketika terjadi konflik. “Ketika itu terjadi, mereka terpaksa menggunakan lawyer yang membutuhkan biaya jauh lebih tinggi,” tambah Rieke.

Untuk melakukan edukasi ke pasar, Buatkontrak.com saat ini sering menyelenggarakan workshop hukum bersama dengan institusi pemerintah maupun swasta. Namun Rieke menegaskan, tujuan utama edukasi ini tidak semata-mata agar UKM menggunakan jasa Buatkontrak.com. “Kami sudah happy jika bisa memberi pencerahan mengenai hal-hal yang perlu mereka perhatikan dari sisi hukum,” tambah Rieke.

Ingin Berbagi

Buatkontrak.com sendiri resmi beroperasi sejak Maret 2016. Rieke mendirikan perusahaan ini bersama Billy Boen yang dikenal sebagai entrepreneur di bidang digital. Ide untuk membuat Buatkontrak.com muncul berdasarkan pengalaman Billy Boen yang pernah mengalami modal macet akibat ketidakjelasan kontrak. Keduanya pun berpikir, masalah ketidakjelasan kontrak itu sangat mungkin dialami UKM lain di Indonesia. “Jika kita bisa membuat UKM setara dalam hal kontrak, ada banyak UKM yang bisa kita bantu,” ungkap Rieke menjelaskan dasar pemikirannya dulu.

“Jika kita bisa membuat UKM setara dalam hal kontrak, ada banyak UKM yang bisa kita bantu”

“Jika kita bisa membuat UKM setara dalam hal kontrak, ada banyak UKM yang bisa kita bantu”

Meski baru lima bulan berjalan, Rieke mengaku Buatkontrak.com sudah membantu pengerjaan dokumen hukum dari berbagai wilayah di Indonesia. “Contohnya salah satu perusahaan di Medan yang mengerjakan perkebunan orang lain namun belum memiliki kontrak kerja,” Rieke mencontohkan. Permintaan surat hukumnya pun bermacam-macam, seperti surat perjanjian antar pemilik kos dengan penyewa. “Ini memang seperti prediksi kami di mana jenis perjanjiannya sederhana namun dibutuhkan,” tambah Rieke.

Di luar akuisisi pengguna, Rieke saat ini juga fokus pada akusisi ahli hukum. “Akhir tahun ini target kami adalah memiliki 100 lawyer,” ungkap Rieke. Buatkontrak.com mensyaratkan ahli hukum tersebut memiliki pengalaman bekerja selama dua-tiga tahun di firma hukum dan memiliki keahlian di bidang dokumen hukum. Para ahli hukum yang akan tergabung akan diseleksi berdasarkan keahliannya di berbagai jenis dokumen hukum.

Namun di luar kemampuan teknis, ada satu hal esensial yang Rieke tekankan kepada ahli hukum yang ingin bergabung di Buatkontrak.com. “Saya selalu bilang, hati mereka harus ke UKM,” ungkap Rieke. Dengan mengenakan biaya yang terjangkau, Buatkontrak.com tidak menawarkan banyak dari sisi materi. “Yang lebih penting adalah berapa banyak UKM yang terproteksi ketika kita [ahli hukum. red] bisa memberikan surat perjanjian yang bagi kita terbilang sederhana,” tambah Rieke.

Dengan latar belakang pendidikannya yang tinggi, Rieke sebenarnya bisa dengan mudah bergabung dengan firma hukum ternama. Lalu, mengapa ia mau repot-repot merintis usaha dengan tantangan besar seperti Buatkontrak.com? Dengan suara bergetar, Rieke mengungkapkan alasannya. “Saya ingin UKM itu sadar bahwa mereka punya hak yang sama di muka hukum,” ujar Rieke.

Saat melakukan workshop, Rieke sering mendapat pertanyaan-pertanyaan mendasar seputar hukum, yang menunjukkan pelaku UKM di Indonesia masih sangat awam soal ini. “Mereka selama ini tidak punya akses soal hukum, padahal itu pengetahuan yang bisa kami bagi,” ungkap Rieke. “Jadi saya sangat bersyukur bisa melakukan hal seperti ini. Ini passion saya,” tambah Rieke.

Artikel ini adalah bagian dari InfoKomputer edisi September 2016. Jika ingin membaca lebih banyak artikel berkualitas seperti ini, Anda bisa berlangganan InfoKomputer di sini. Anda juga bisa mendapatkan InfoKomputer versi digital di Scoop.

Comments

comments