Inspirasi Transformasi Teknologi Pentingnya Infrastruktur Cloud-Ready untuk Mewujudkan Hybrid Cloud

Pentingnya Infrastruktur Cloud-Ready untuk Mewujudkan Hybrid Cloud

Pada artikel edukasi sebelumnya, kita sudah mengenalkan aneka konsep cloud computing dan segala manfaatnya bagi perusahaan. Khususnya untuk menjadikan perusahaan lebih gesit dalam berinovasi dan menghadapi kebutuhan bisnis modern di era Idea Economy.

Sekadar mengingatkan, ada tiga opsi dalam memilih layanan cloud computing, yaitu public, private, dan hybrid cloud. Dua jenis layanan terakhir, terutama hybrid cloud, bisa dibilang paling populer karena perusahaan masih memiliki level kontrol dan kustomisasi cukup besar terhadap infrastruktur cloud dan data yang disimpan di dalamnya.

Permasalahan kemudian timbul jika perusahaan tidak memiliki infrastruktur existing yang punya fleksibilitas untuk mewujudkan hybrid cloud. Artinya, perusahaan butuh “jembatan” yang bisa menghubungkan infrastruktur tradisional dan cloud ini, tentu dengan segala keterbatasan. Opsi lain yang lebih disarankan, perusahaan harus berinvestasi pada infrastruktur baru yang cloud-ready.

Pada umumnya, perusahaan enggan melakukan opsi kedua karena bisa langsung terbayang proses yang sangat panjang. Mulai dari perancangan infrastruktur, pemilihan vendor atau tender pengadaan barang, konsultasi, negosiasi, sampai tahap implementasi. Bisa memakan waktu berbulan-bulan. Padahal, di era Idea Economy ini, kecepatan adalah kuncinya.

Untuk membantu perusahaan menghadapi tantangan itu, Hewlett Packard Enterprise telah menyediakan solusi infrastruktur terintegrasi, berupa Converged dan Hyper Converged System.

“Solusi Converged dan Hyper Converged dapat membantu pelanggan ‘meloncat’ langsung ke era virtualisasi, sekaligus menambahkan kapabilitas untuk membangun hybrid cloud dengan sistem yang sama,” kata Ray Christian (Product Manager, Hewlett Packard Enterprise).

Mengenal Converged dan Hyper-converged Infrastructure

Secara tradisional, infrastruktur TI merupakan gabungan dari berbagai sistem yang terpisah satu sama lainnya. Fungsi compute, storage, dan network, misalnya, hadir sebagai sistem tersendiri. Karena terpisah, sering timbul masalah tentang pengaturan, perawatan, dan penugasan sumber daya manusia yang mengurusnya.

Pada converged infrastructure, berbagai sistem yang terpisah tadi digabungkan ke dalam satu paket. Fungsi compute, storage, dan network diintegrasikan ke dalam satu perangkat dan bisa di-pre-configured terlebih dahulu sesuai keperluan.

Karena datang sebagai satu paket, manajemen dan perawatannya menjadi lebih mudah. Berhubung berasal dari satu vendor (bersama mitranya), kompatibilitasnya pun lebih terjamin. Begitu pula dengan urusan pembelian dan peningkatan kapasitas yang tentunya turut dimudahkan. Converged infrastructure juga bisa menghemat ruang, kabel, daya, dan pendingin yang dibutuhkan.

HPE Converged System for Cloud.

HPE Converged System for Cloud.

Converged infrastructure selanjutnya berevolusi menjadi hyper-converged infrastructure. Hyper-converged infrastructure adalah infrastruktur yang ditentukan oleh software (software-defined). Semua pemakaian resource diatur oleh software. Pada hyper-converged infrastructure, integrasi berbagai komponen tadi lebih erat sehingga tidak bisa dipisahkan satu sama lain dan digunakan tersendiri. Kadang, fungsi yang diintegrasikan pun lebih banyak dari converged infrastructure.

Berbeda dengan converged infrastructure yang masih menggunakan storage controller secara fisik, storage controller di hyper-converged adalah software alias virtual storage appliance (VSA) yang bisa dijalankan pada virtual machine (VM).

VSA memungkinkan beragam direct-attached storage (DAS)  digabungkan dan digunakan untuk membentuk virtual storage pool yang kemudian bisa dimanfaatkan oleh aneka virtual server. Dengan kata lain, VSA bisa memberikan fungsi yang menyerupai SAN maupun NAS tanpa hadirnya SAN atau NAS secara fisik.

“Dengan infrastruktur TI tradisional, proses implementasi bisa dalam hitungan bulan. Jika menggunakan solusi converged, bisa dipersingkat jadi hitungan hari. Bahkan dengan hyper-converged, implementasi bisa selesai dalam hitungan menit!” ungkap Ray.

Setelah memiliki infrastruktur HPE ConvergedSystem dan HPE Hyperconverged, perusahaan dapat dengan mudah menghubungkannya ke cloud melalui HPE Helion CloudSystem serta mengelola private dan hybrid cloud dari satu konsol saja.

Ray juga menyebutkan bahwa berdasarkan riset Gartner, tren TI terbaru nantinya malah akan bergeser ke solusi composable infrastructure, suatu arsitektur baru yang sebagian besar komponennya on-premise, tapi mengusung kemampuan layaknya cloud. Lebih dalam tentang solusi ini, akan kita bahas pada artikel edukasi selanjutnya.

Berbekal infrastruktur cloud-ready inilah, perusahaan akan mampu bergerak lebih gesit, mewujudkan inovasi lebih cepat, dan menghadapi kebutuhan bisnis modern dengan lebih sigap di era Idea Economy.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai solusi-solusi Hewlett Packard Enterprise di bidang infrastruktur cloud-ready, jangan lewatkan artikel edukasi selanjutnya di rubrik Inspirasi Transformasi Teknologi.

Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut mengenai solusi infrastruktur cloud-ready dari Hewlett Packard Enterprise? Kirim pertanyaan Anda ke alamat: redaksi@infokomputer.com, lengkap dengan nama, jabatan, dan perusahaan, atau isi formulir pertanyaan di bawah ini. Kami menyediakan hadiah menarik bagi respons terbaik.

Nama*
E-mail*
No. Telepon*
Perusahaan
Pertanyaan