Fitur Kawal Harga: Upaya Menjegal Tengkulak dengan Aplikasi

Kawal Harga: Upaya Menjegal Tengkulak dengan Aplikasi

Aplikasi Kawal Harga/Pantau Harga.

Aplikasi Kawal Harga/Pantau Harga di Google Play Store.

Kenaikan harga kebutuhan pokok di masyarakat beberapa kali menjadi isu utama di negara ini.

Contohnya setiap menjelang bulan Ramadan atau mendekati akhir tahun, masyarakat selalu dibuat panik dengan harga-harga bahan pokok yang melambung. Ironisnya, kenaikan ini justru disebabkan ulah tengkulak yang nakal dengan memainkan harga.

Masyarakat sudah pasti sangat terbebani oleh kenaikan harga kebutuhan pokok yang begitu drastis. Sementara itu, Pemerintah (sebagai pihak yang bertanggung jawab atas berbagai kelangkaan barang kebutuhan pokok) juga kerap dibuat kaget saat media sudah memberitakan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Permasalahan inilah yang lantas mendorong Arki Rifazka bersama beberapa temannya untuk membuat aplikasi pemantauan harga kebutuhan pokok yang real time dari seluruh wilayah Indonesia. Walhasil, harga kebutuhan dapat terkontrol. Demikian pula kelangkaan barang dapat terantisipasi, pun menjadi rujukan masyarakat serta Pemerintah.

Tak ayal lagi, aktivitas petani dalam menjual hasil produksinya pun dapat lebih terbantu. Dari sisi petani, mereka dapat memberitahukan lokasi komoditasnya melalui aplikasi. Sementara itu, calon pembeli dapat memperoleh informasi penjual dan harga komoditas terdekat dari lokasinya.

Hackathon Merdeka

Hackathon Merdeka bisa dibilang menjadi cikal bakal lahirnya aplikasi Kawal Harga. Pada sekitar setahun lalu, Arki bersama beberapa temannya mengikuti kompetisi Hackathon Merdeka 1 yang diselenggarakan oleh Ainun Najib (Founder Kawal Pemilu).

Dari sana, aplikasi buatan Arki yang awalnya bernama Pantau Harga ini kemudian mendapat tempat di hati para juri sehingga terpilih menjadi tiga terbaik dalam kompetisi Hackathon Merdeka pada 22 – 23 Agustus 2015 lalu. Karena keberhasilan tersebut, Arki beserta tim Kawal Harga memperoleh kesempatan untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo, pada tanggal 24 Agustus 2015 di Istana Bogor.

Pembuatan aplikasi Kawal Harga tergolong cukup singkat. “Pembuatannya kurang lebih memakan waktu satu bulan hingga diluncurkan ke publik melalui Google Play Store,” tutur Arki. Meskipun Arki mengaku baru mengembangkan untuk versi Android, mereka beruntung karena Kawal Harga mendapatkan sumbangan aplikasi untuk platform iOS dari para developer yang bersimpati dengan gerakan mereka.

Arki Rifazka (kedua dari kiri) adalah jebolan Telkom University.

Arki Rifazka (kedua dari kiri) adalah jebolan Telkom University.

Pengembangan aplikasi Kawal Harga masih menjadi perhatian utama para pembuatnya. Alasannya karena struktur pasar bahan pokok yang jauh berbeda dari e-commerce pada umumnya. “[Namun] kami sangat tertarik untuk mendalaminya sampai dengan mengetahui kebiasaan para petani sehari-hari,” sebut Arki. Ia pun tak menampik jika role model Kawal Harga berasal dari Kawal Pemilu.

Hingga artikel ini ditulis, Kawal Harga telah diunduh ribuan kali melalui Google Play Store. Terdapat informasi harga lebih dari lima puluh jenis bahan pokok yang bisa diperoleh melalui aplikasi Kawal Harga.

Sebagai informasi, ada dua versi aplikasi Kawal Harga di Play Store. Versi pertama adalah saat aplikasi ini masih bernama Pantau Harga Mobile (update terakhir 6 April 2016), sedangkan versi kedua dan terbaru adalah saat aplikasi sudah diberi nama Kawal Harga (update terakhir 13 Mei 2016).

Mimpi Kawal Harga

Meski hingga saat ini belum ada investor yang menjatuhkan hatinya, dalam menjalankan kegiatan operasional sehari-hari, Kawal Harga sudah didukung oleh Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel). Lebih dari itu, Kawal Harga juga telah mendapat dukungan dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kominfo, Kemenko Perekonomian, Kantor Staf Presiden, serta Code4Nation.

Kawal Harga diharapkan dapat terus mengembangkan fiturnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat, di mana seluruh masyarakat bisa menjadi penjual dan pembeli bahan pokok dalam waktu yang bersamaan. Sementara itu untuk jangka panjang, “kami bermimpi Kawal Harga bisa berkembang sebagai e-commerce & price monitoring apps for agricultural product yang paling besar di Indonesia,” sebut Arki.

Metode pemantauan harga pada aplikasi Kawal Harga.

Metode pemantauan harga pada aplikasi Kawal Harga.

Arki pun berencana untuk mengembangkan model bisnis revenue sharing yang berasal dari transaksi penjualan melalui aplikasi Kawal Harga. Sebagai informasi, saat ini aplikasi Kawal Harga masih bisa dipakai secara gratis (free to use). Nantinya, selain dilakukan pengembangan pada aplikasi untuk para pengguna seluler berbasis iOS, juga akan ditambahkan fitur pada payment channel, yang akan membantu memberikan kemudahan dalam bertransaksi.

Selain pengembangan dan penambahan pada aplikasi, akan dibangun pula kerja sama dengan kelompok tani/aggregator komoditas. Selain itu, juga akan dilakukan langkah untuk meneruskan dan meningkatkan promo aplikasi dengan membangun fan base melalui media sosial.

Diharapkan, para konsumen dapat melakukan transaksi langsung dengan para petani. Dengan menggunakan aplikasi Kawal Harga, tidak akan ada lagi perantara, sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi jauh lebih ekonomis.