Inspirasi Transformasi Teknologi Menjawab Pertanyaan Lanjutan Tentang Infrastruktur Cloud-Ready

Menjawab Pertanyaan Lanjutan Tentang Infrastruktur Cloud-Ready

hpe logo green

Redaksi InfoKomputer telah menerima beberapa pertanyaan lanjutan dari pembaca yang terkait dengan artikel “Pentingnya Infrastruktur Cloud-Ready untuk Mewujudkan Hybrid Cloud”.

Hendriyanto Zaki Nur Rahmat bertanya:

Bagaimana dengan masalah kompleksitas pengelolaan cloud yang sering menjadi kekhawatiran pengguna? Karena banyak yang mengatakan prosesnya terlalu kompleks, risiko biaya terlalu tinggi, dan kontrol yang tidak transparan.

Hewlett Packard Enterprise menjawab:

Pada saat awal perusahaan hendak mengimplementasikan Private/Hybrid Cloud, mereka perlu melakukan discovery workshop atau pertemuan dengan pihak vendor/konsultan/system integrator untuk memastikan kesiapan infrastruktur, proses bisnis, prosedur saat ini, dan melakukan analisa kesenjangan (gap) serta risiko implementasi, termasuk perubahan proses dan training yang mungkin dibutuhkan.

Kepastian kebijakan dan proses operasional TI juga menjadi pertimbangan transformasi menuju implementasi Private/Hybrid Cloud.

Muhammad Rizal bertanya:

  1. Apakah hybrid cloud di dalam era idea economy & digital seperti sekarang ini sudah menjadi “jalan alternatif” bagi perusahaan (startup) yang baru merintis & mengembangkan usahanya dalam menekan biaya investasi & efisiensi waktu ketimbang membangun infrastruktur fisik?
  2. Apakah hal yang perlu dicermati bagi startup jika memutuskan memilih menggunakan sumber daya TI mereka ke penyedia cloud?

Hewlett Packard Enterprise menjawab:

  1. Ada berbagai jenis perusahaan startup. Apabila perusahaan tersebut menggunakan layanan TI sepenuhnya atau dominan, solusi Hybrid Cloud bisa menjadi pertimbangan investasi. Kalkulasi secara finansial pun dapat dihitung untuk mendapatkan perhitungan investasi balik yang maksimum.
  2. Yang perlu diperhatikan oleh perusahaan startup adalah jenis layanan apa yang dibutuhkan, kualitas, dan SLA (Service Level Agreement) layanan yang ditawarkan, serta harga yang kompetitif sesuai kemampuan perusahaan.

Agus Nursidik bertanya:

Tolong jelaskan mengenai tingkat efisiensi dan perbandingan biaya dari layanan cloud computing, yaitu publicprivate, dan hybrid cloud. Karena hal itu bisa jadi pertimbangan penting saat pemilihan terhadap layanan terkait untuk diterapkan atau dipilih sebagai layanan/teknologi bagi perusahaan.

Hewlett Packard Enterprise menjawab:

Perbandingan efisiensi dan biaya dari layanan Public, Private, dan Hybrid Cloud tergantung dari penentuan biaya internal perusahaan dan faktor eksternal. Faktor eksternal masih bisa dicari tahu dari penyedia masing-masing layanan cloud tersebut. Tapi, penentuan biaya internal yang tidak bisa dipastikan karena setiap perusahaan memiliki penentuan biaya operasional yang berbeda-beda.

Untuk solusi HPE Private/Hybrid Cloud, penghematan yang bisa dicapai sekitar 30 – 40% tergantung hasil diskusi dengan perusahaan terkait mengenai biaya langsung dan tidak langsung dari internal perusahaan tersebut.

Rachmat Yuliardi bertanya:

Di artikel dikatakan “.. Pada umumnya, perusahaan enggan melakukan opsi kedua karena bisa langsung terbayang proses yang sangat panjang.”

Yang ingin saya tanyakan, bagaimana dengan perusahaan yang belum berpengalaman dengan cloud sebelumnya? Bukankah bekerjasama dengan vendor untuk membantu menyediakan jaringan yang cloud ready merupakan solusi terbaik? Bukankah ia harus melewati proses yang sangat panjang juga? 

Lalu, sebenarnya apa solusi ideal untuk perusahaan tersebut?

Hewlett Packard Enterprise menjawab:

Untuk perusahaan besar yang sudah beroperasi lebih dari 10 tahun di mana TI sudah menjadi bagian penting, maka transformasi proses akan memerlukan waktu dan diperlukan kajian lanjutan untuk penentuan kebijakan perusahaan. Namun, untuk perusahaan startup yang usianya kurang dari 10 tahun, bisa lebih cepat melakukan proses transformasi tersebut.

Kerja sama dengan penyedia layanan cloud bisa memperkecil risiko dan mempercepat transformasi karena mereka akan membantu melakukan peninjauan (assessment), menganalisis kebutuhan (gap analysis), dan melakukan transformasi TI yang dibutuhkan berdasarkan prioritas bisnis perusahaan dan operasional TI.

Nur Ika Diyati bertanya:

Pada bidang usaha home-made/handmade (mencakup pasar lokal & merambah pasar internasional), pemakaian jenis cloud apakah yang paling cocok untuk mendukung pengembangan usaha tersebut?

Hewlett Packard Enterprise menjawab:

Saat ini sudah banyak sekali layanan pasar digital (e-commerce) yang sudah menggunakan platform marketplace di mana produk home-made/handmade bisa langsung dipasarkan hanya dengan mendaftarkan identitas penjual dan mengunggah (upload) foto produknya, maka produk tersebut sudah bisa dipasarkan secara digital dan diakses oleh pembeli lokal maupun internasional.

Redy Oktabri bertanya:

Apakah Converged dan Hyper-converged merupakan solusi terbaik untuk mengelola compute, storage, dan network dalam sebuah perangkat?

Hewlett Packard Enterprise menjawab:

Converged & Hyper-converged merupakan solusi compute, storage, dan network dalam 1 form factor (ukuran tertentu) dan memiliki 1 (satu) management tool yang bisa memonitor dan mengatur semua komputasi dalam 1 form factor tersebut atau dalam satu cluster tertentu, serta memiliki software tambahan lainnya yang memudahkan proses operasi suatu layanan TI.

Hal ini memudahkan bagi tim TI dalam siklus proses TI mulai dari pembuatan, operasional, hingga penghapusan kebutuhan layanan komputasi tersebut. Solusi ini juga sangat membantu perusahaan yang memiliki kebutuhan TI di cabang atau lokasi terpencil.

Josua Asxtrad bertanya:

Apa saja kelemahan dari solusi converged dan hyper-converged dan bagaimana cara menanganinya?

Hewlett Packard Enterprise menjawab:

Penentuan penggunaan solusi Converged dan Hyper-converged kadang menjadi pertimbangan yang cukup panjang, terkait dengan risiko migrasi dan kesiapan adanya transformasi proses dan kebijakan operasional TI yang terkait. Hal ini dapat diminimalkan dengan pemilihan solusi Converged atau Hyper-converged yang diperuntukkan sistem/aplikasi baru atau dengan dibuatkannya workshop bersama dengan penyedia solusi agar risikonya bisa diketahui lebih awal dan terukur.

Jiko Damario bertanya:

Saya belum begitu paham, apa fungsi Converged dan Hyper Converged System? Apa saja kelebihannya? Dan bagaimana cara merawatnya?

Hewlett Packard Enterprise menjawab:

Fungsinya untuk meminimalkan risiko pengadaan, operasional TI karena Converged dan Hyper-Converged adalah solusi compute, storage, dan network dalam 1 form factor (ukuran tertentu) dan memiliki 1 (satu) management tool yang bisa memonitor dan mengatur semua komputasi dalam 1 form factor tersebut atau dalam satu cluster tertentu, serta memiliki software tambahan lainnya yang memudahkan proses operasi suatu layanan TI.

Sehingga kelebihannya selain feature yang ada adalah pengoperasiannya yang bisa dilakukan oleh teknikal TI yang lebih sedikit dan hanya memerlukan keahlian TI yang umum. Dengan adanya 1 (satu) management tool, maka semua proses monitoring dan pemeliharaan bisa dilihat dan dilakukan pada satu panel management saja.

Ridwan bertanya:

Bagaimana agar perusahaan bisa berkelanjutan (continuous) dalam menjalankan dan mengelola infrastruktur di cloud?

Hewlett Packard Enterprise menjawab:

Dengan adanya kebijakan dan pelaksanaan kebijakan TI yang jelas dan terukur, maka setiap bagian akan melakukan aktivitas dan prosesnya secara sinergi dan mengacu pada tujuan perusahaan dan operasional TI yang sudah ditentukan. Adanya program TI yang berkelanjutan serta sistem apresiasi bagi karyawan akan menambah efektif dan efisien kelangsungan operasional cloud yang ada.

Selamat untuk Hendriyanto Zaki Nur Rachmat, Muhammad Rizal, dan Agus Nursidik yang terpilih sebagai 3 (tiga) pengirim pertanyaan terbaik. Masing-masing akan memperoleh hadiah berupa pulsa Rp100.000.

Ikuti terus artikel-artikel edukasi menarik dan inspiratif selanjutnya dari Hewlett Packard Enterprise!

Comments

comments