Berita Riset Opera: Banyak Aplikasi Belanja Hobi Kumpulkan Informasi Pribadi Pengguna

Riset Opera: Banyak Aplikasi Belanja Hobi Kumpulkan Informasi Pribadi Pengguna

opera-max

Pada akhir September 2015 lalu, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa pada tahun 2014 dan 2015, kejahatan dunia maya di Indonesia meningkat secara dramatis menjadi 389 persen dan sebagian besar serangan ini berada di sektor bisnis e-commerce.

Fakta ini perlu diperhatikan oleh penggiat maupun pengguna aplikasi e-commerce di Indonesia. Opera telah melakukan penelitian kepada 60 aplikasi belanja peringkat teratas di Android dan menemukan bahwa lebih dari setengahnya mengumpulkan informasi pribadi pengguna melalui pelacak (tracker).

Temuan ini berasal dari penilaian risiko privasi di Opera Max, aplikasi manajemen data dan penghematan data milik Opera untuk Android. Opera meneliti 60 aplikasi belanja online di sepuluh negara, yakni Brazil, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Rusia, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Inggris, dan Vietnam

Sebanyak 60 aplikasi belanja paling populer ditinjau menggunakan modus privasi di aplikasi ini. Penelitian lain menunjukkan bahwa informasi pribadi pengguna, seperti nama, alamat e-mail, lokasi, istilah pencarian, dan nomor telepon dibagikan kepada pihak ketiga melalui pelacak.

Beberapa aplikasi belanja yang paling “bocor”, seperti Amazon, BestBuy, JC Penney dan Newegg, mengirimkan pelacak dalam jumlah yang relatif tinggi. Sedangkan untuk Indonesia, dua situs e-commerce populer yaitu Bukalapak dan OLX masuk dalam daftar 12 aplikasi belanja online dengan jumlah pelacak terbesar.

aplikasi-belanja-bocor-identitas-pelacak

Penelitian juga menunjukkan sebanyak 96% dari aplikasi belanja tidak menggunakan enkripsi penuh untuk menghubungkan aplikasi ke server mereka. Hal ini menimbulkan risiko privasi untuk pembeli online ketika mereka menggunakan aplikasi ini.

Data pribadi dapat dibagikan kepada pihak ketiga melalui pelacak pada aplikasi belanja atau koneksi HTTP yang tidak terenkripsi melalui koneksi operator seluler. Sementara itu, data sensitif seperti nomor rekening bank dan informasi keuangan lainnya yang disimpan di rekening pengecer atau aplikasi belanja online, dapat dicegat dan dibaca oleh pencuri identitas melalui jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman.

“Kebanyakan orang tidak akan memberitahukan informasi rinci kartu kredit mereka atau nama lengkap dan alamat mereka kepada karyawan di sebuah toko tempat mereka berbelanja atau melihat-lihat produk. Tapi, ketika menggunakan aplikasi belanja online, orang melakukan hal ini dan tidak menyadari bahwa informasi-informasi seperti ini dapat dibagikan ke pihak lain,” tegas Sergey Lossev (Head of Product, Opera Max).

Comments

comments