Inspirasi Transformasi Teknologi Composable Infrastructure: Untuk Semua Jenis Aplikasi

Composable Infrastructure: Untuk Semua Jenis Aplikasi

Dalam sebuah survei yang dilakukan Forrester Research, eksekutif dari berbagai perusahaan memperkirakan 47% dari total pendapatan perusahaan mereka akan diperoleh via digital pada tahun 2020 nanti. Angka ini menunjukkan, setiap perusahaan kini dituntut mengembangkan bisnisnya ke ranah digital. Dengan kata lain, transformasi digital kini menjadi faktor krusial yang akan menentukan kemampuan perusahaan dalam bersaing di era Idea Economy yang akan kita jalani.

Namun bagi banyak perusahaan, transformasi digital memiliki banyak tantangan, termasuk soal infrastruktur TI. Di satu sisi, perusahaan harus tetap menjalankan legacy application yang saat ini mereka gunakan di backend. Di sisi lain, perusahaan juga harus menyambut datangnya teknologi baru seperti big data, mobility, sampai cloud.

Dua hal tersebut membutuhkan infrastruktur dengan karakteristik berbeda. Legacy application membutuhkan infrastruktur yang stabil dan menitikberatkan pada standar dan pengawasan yang kuat. Sementara cloud, big data, dan mobility membutuhkan infrastruktur yang lincah dan scalable secara cepat.

Dilema inilah yang kini dihadapi divisi TI di tiap perusahaan. Mereka harus menyediakan infrastruktur yang stabil untuk legacy application sambil tetap beradaptasi dengan datangnya teknologi baru. Tantangan semakin besar karena perusahaan harus bisa menjawab dilema tersebut secara cepat agar tetap kompetitif di era seperti sekarang.

Kebutuhan inilah yang kemudian dijawab HP Enterprise dengan platform baru yang disebut Composable Infrastructure.

Luwes dan Cepat

Composable infrastructure pada dasarnya adalah framework yang menjadikan semua kapasitas server, storage, dan network sebagai satu pool alias kesatuan. Ketika ingin membuat sebuah aplikasi baru, administrator tidak perlu secara manual mengkonfigurasi hardware yang dibutuhkan. Mereka hanya perlu menentukan konfigurasi yang dibutuhkan lalu memasang profile di atas konfigurasi tersebut. Hanya dalam hitungan detik, aplikasi baru tersebut sudah terpasang dan siap digunakan.

Yang lebih istimewa, kecepatan juga dirasakan jika perusahaan ingin mengurangi atau membuang aplikasi lama. Seluruh kapasitas server, storage, dan network yang tersisa akan kembali ke dalam pool dan siap dimanfaatkan untuk aplikasi lain.

Keluwesan composable infrastructure ini mirip seperti converged atau hyperconverged infrastructure yang kami bahas di sini. Namun implementasi converged infrastructure terbatas pada workload virtualisasi. Pada composable infrastructure, workload yang bisa ditangani mencakup virtualisasi, container, sampai physical.

Dengan kata lain, composable infrastructure mampu menangani kebutuhan perusahaan terkait tradisional apps maupun modern apps. Anda bisa memasang enterprise apps (seperti ERP, DB), hybrid cloud (Iaas, bare metal portal), Big Data, Cloud Native Apps, bahkan menjadi hyper-converged infrastructure.

Dengan fleksibilitas seperti itu, Anda memiliki kemampuan melayani semua tipe kebutuhan infrastruktur TI yang diinginkan perusahaan.

Hitungan Detik

Secara fisik, composable infrastructure hadir dalam bentuk frame yang disebut HP Enterprise Synergy. Synergy ini sendiri memiliki dua komponen utama yaitu Composer dan Image Streamer. Composer berfungsi sebagai manajemen operasional, sementara Image Streamer menyimpan server profiles yang telah Anda siapkan sebelumnya.

Ketika Anda ingin memasang salah satu profile, Composer akan memerintahkan Image Streamer untuk memasang profile tersebut ke dalam compute modul yang tersedia. Hanya butuh 15 detik bagi composable infrastructure untuk membuat server siap digunakan.

composable-infrastructure-hpe

HPE Synergy Composable Infrastructure.

Compute module sendiri terdiri atas blade server, storage, dan network (di sisi belakang). Dalam satu frame composable infrastructure, tersedia 10 selot untuk blade server dan satu selot untuk storage (bisa menampung 40 drive). Akan tetapi, komposisi ini sendiri fleksibel dan bisa diatur sesuai kebutuhan. Jika kebutuhan perusahaan banyak melibatkan penyimpanan data, Anda bisa mengurangi porsi server dan menambah storage sampai 200 drive. Hal ini menjadi keuntungan lain composable infrastructure jika dibandingkan hyper-converged yang memiliki rasio tetap.

Tentu saja, composable infrastructure harus bekerja sama dengan komponen lain di sebuah data center. Karena itu HP Enterprise merancang API yang kompetibel dengan berbagai solusi terkemuka seperti Eaton, Emerson, Schneider Electric, Microsoft, dan F5. HP Enterprise juga menjalin kerja sama melalui Project Synergy untuk membangun ekosistem composable infrastructure dengan Ansible, Docker, OpenStack, dan VMware.

Inspirasi untuk pembaca InfoKomputer:

  • Setiap perusahaan kini harus melakukan transformasi digital agar tetap bisa bersaing di era Idea Economy
  • Transformasi digital seringkali membutuhkan kemampuan infrastruktur TI yang bisa menjalankan aplikasi tradisional sekaligus aplikasi baru.
  • Agar luwes dan cepat dalam menjalankan aplikasi tradisional maupun baru, perusahaan bisa memanfaatkan composable infastructure yang sejak awal dirancang untuk melayani semua jenis aplikasi.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai solusi-solusi Hewlett Packard Enterprise di bidang infrastruktur cloud-ready, jangan lewatkan artikel edukasi selanjutnya di rubrik Inspirasi Transformasi Teknologi.

Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut mengenai solusi Composable Infrastructure¬†dari Hewlett Packard Enterprise? Kirim pertanyaan Anda ke alamat: [email protected], lengkap dengan nama, jabatan, dan perusahaan, atau isi formulir pertanyaan di bawah ini. Kami menyediakan hadiah menarik bagi respons terbaik.

Nama*
E-mail*
No. Telepon*
Perusahaan
Pertanyaan

Comments

comments