Berita Bertemu Donald Trump, Jack Ma Tawarkan Alibaba untuk Bantu Pebisnis AS

Bertemu Donald Trump, Jack Ma Tawarkan Alibaba untuk Bantu Pebisnis AS

Jack Ma bertemu dengan Donald Trump di Trump Tower. [Kredit: Business Insider]

Jack Ma bertemu dengan Donald Trump di Trump Tower. [Kredit: Business Insider]

Alibaba siap membantu para pebisnis Amerika Serikat untuk memasarkan produk-produknya di Tiongkok. Dalam prosesnya, Alibaba berharap bisa turut menciptakan 1 juta lapangan kerja baru bagi warga AS.

Kira-kira itulah yang disampaikan oleh Jack Ma (Pendiri dan Executive Chairman, Alibaba) kepada Presiden AS terpilih Donald Trump saat keduanya bertemu di Trump Tower, New York, Senin (9/1).

Ma berada di New York untuk mematangkan rencana Alibaba untuk memperluas bisnis ke Negeri Paman Sam.

“Alibaba akan menciptakan 1 juta pekerjaan di AS dalam lima tahun ke depan dengan membantu 1 juta UKM dan petani di AS untuk menjual produk ke konsumen Tiongkok dan Asia,” kata juru bicara Alibaba.

Selama ini, Alibaba mengklaim sudah membantu sejumlah pengusaha asal AS untuk memasarkan produk bagi konsumen di Tiongkok, misalnya pakaian jadi, wine, dan buah-buahan.

Nantinya, Alibaba ingin berfokus pada segmen UKM di AS yang ingin menyasar 450 juta konsumen di Tiongkok dan juga negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Contoh perusahaan AS yang berjualan di platform Alibaba.

Contoh perusahaan AS yang berjualan di platform Alibaba.

Pada tahun lalu, sekitar 7.000 merek asal AS, antara lain Costco, P&G, Zara, dan Levi’s, sudah memanfaatkan Tmall, platform online retail milik Alibaba, untuk berjualan kepada pelanggan di Tiongkok. Hasilnya, mereka memperoleh total penjualan senilai US$15 miliar.

Saling Memuji

Seusai pertemuan, Donald Trump dan Jack Ma menemui pers dan saling melontarkan pujian.

“Pertemuan tadi luar biasa dan [Jack Ma] adalah seorang wirausahawan yang luar biasa, salah satu yang terbaik di dunia, dan dia mencintai negara ini [AS] dan dia juga mencintai Tiongkok. Jack dan saya akan melakukan hal-hal yang luar biasa,” ujar Trump seperti dilansir CNBC.

Sedangkan Ma membalas pujian itu dengan menyatakan, “Saya pikir presiden terpilih [Trump] sangat cerdas. Ia berpikiran terbuka dan mau mendengar. Saya menceritakan ide-ide saya kepadanya tentang cara meningkatkan perdagangan, terutama mendorong pebisnis kecil untuk berdagang lintas negara.”

Sebelumnya, Trump dipandang akan membatasi hubungan perdagangan antara AS dan Tiongkok terkait banyaknya produk Tiongkok yang masuk ke AS dan mengancam produk dalam negeri. Trump pun memaksa perusahaan teknologi seperti Apple untuk memindahkan produksinya dari Tiongkok ke AS demi menciptakan lapangan kerja.

Namun, Ma berupaya mendorong Trump agar memperkuat hubungan antara Tiongkok dan AS dan mempererat persahabatan di antara keduanya. “[Trump] punya kekhawatiran dan dia punya solusinya yang ingin ia diskusikan dengan kami dan Pemerintah Tiongkok,” tukasnya.