Berita Layanan Cloud dan Analytics Dorong Pertumbuhan Bisnis IBM

Layanan Cloud dan Analytics Dorong Pertumbuhan Bisnis IBM

Berdasarkan neraca keuangan untuk kuartal keempat yang berakhir 31 Desember 2016, IBM mencatat penurunan pendapatan dalam 19 kuartal berturut-turut.

Pada kuartal itu, pendapatan IBM menurun 1,3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi US$21,77 miliar. Namun, angka itu masih di atas estimasi analis yang memperkirakan pendapatan sebesar US$21,64 miliar.

Sedangkan pemasukan bersih alias keuntungan IBM pada kuartal ini meningkat jadi US$4,5 miliar.

Meski demikian, IBM mengalami pertumbuhan di beberapa sektor bisnis yang disebut “strategic imperatives”, mencakup layanan cloud dan mobile, analitik data, serta perangkat lunak keamanan dan sosial. Pemasukan dari sektor bisnis itu meningkat 11 persen menjadi US$9,5 miliar dari kuartal sebelumnya.

Secara keseluruhan, bisnis cloud dan analytics IBM menyumbang 41 persen pada total pemasukan IBM sepanjang tahun 2016.

Laporan keuangan ini sekaligus membuktikan bahwa strategi Ginni Rometty (CEO, IBM) yang berfokus pada Cognitive Computing terbilang jitu. Dalam beberapa tahun terakhir, Rometty melakukan transisi bisnis IBM dari berjualan hardware dan infrastruktur menjadi layanan cloud, SaaS, dan kecerdasan buatan.

Solusi IBM SoftLayer semakin populer digunakan oleh para perusahaan berskala kecil dan menengah, seperti juga platform cloud BlueMix. Sementara itu, sistem kecerdasan buatan IBM Watson terus menunjukkan keahliannya dan meraih pelanggan baru di berbagai segmen.

Walhasil, harga saham IBM meningkat 30,2 persen dalam satu tahun terakhir dan berada di posisi US$171,64 pada penutupan perdagangan hari Kamis (19/1).

Comments

comments