Berita Pembuat Hadoop Buka Suara Soal Masa Depan Teknologi Open Source

Pembuat Hadoop Buka Suara Soal Masa Depan Teknologi Open Source

Doug Cutting (Pembuat Hadoop dan Pengelola Apache Software Foundation).

Doug Cutting (Pembuat Hadoop dan Pengelola Apache Software Foundation).

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi open source telah melakukan terobosan yang luar biasa ke dalam arus utama bisnis enterprise. Seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi big data, makin banyak perusahaan di dunia yang mempergunakan Apache Hadoop sebagai salah satu kekuatan utama.

Melihat kenyataan tersebut, Doug Cutting (pembuat Hadoop dan pengelola Apache Software Foundation) melontarkan pendapatnya mengenai inovasi selanjutnya untuk teknologi open source.

Dalam opininya, Cutting menekankan bahwa teknologi open source selalu terbuka terhadap perubahan yang konstan. Inilah salah satu pembeda terbesar open source dari software tradisional.

“Sifat open source mudah membaur dan fleksibel dengan proyek-proyek baru yang terus diciptakan untuk kasus-kasus penggunaan tertentu. Siklus yang dinamis ini mendorong produk untuk menjadi lebih baik dengan lebih cepat,” ujar Cutting.

“Jadi, agar dapat meraih manfaat penuh dari open source, perusahaan harus terbuka terhadap perubahan ini,” imbuhnya.

Cutting mencontohkan evolusi alami di teknologi open source: MapReduce merupakan mesin 1.0 untuk ekosistem data open source, Spark merupakan mesin 2.0, dan suatu hari nanti akan ada mesin 3.0 yang akan menjadikan Spark sebagai mesin lawas.

Kemudian, Cutting mengingatkan pentingnya mendapatkan dukungan tingkat tinggi dalam sebuah perusahaan saat ingin memperkenalkan manajemen data baru.

“Saya juga merekomendasikan untuk membangun suatu budaya baru tentang beberapa aplikasi baru secara bertahap daripada menggantikan semuanya sekaligus guna membantu pengguna menyesuaikan diri, dan dimulai dengan satu kasus penggunaan tertentu,” tukasnya.

Ilustrasi Apache Spark vs Hadoop.

Ilustrasi Apache Spark vs Hadoop.

Pesan Cutting selanjutnya adalah menghindari ketergantungan pada penyedia cloud dengan memilih software open source. “Dengan membangun pada sebuah platform open source, perusahaan dapat menggunakan arbitrase cloud-vendor untuk menghemat biaya, menggunakan cloud yang berbeda di wilayah yang berbeda, atau menggunakan kombinasi antara sistem berbasis cloud dan on-premise,” kata dia.

Menguasai Keseluruhan Ekosistem

Cutting juga menyarankan para pencari kerja di bidang TI, pemrograman, dan ilmu data untuk tidak terpaku pada penguasaan teknologi individual, tetapi berfokus pada pemahaman penggunaan terbaik dari setiap komponen ekosistem data open source dan bagaimana mereka dapat saling terhubung guna mengatasi masalah.

Terakhir, Cutting memprediksi bahwa kesenjangan keterampilan dalam big data akan relatif konstan di tahun 2017. Namun, hal ini seharusnya tidak menghalangi para pengguna untuk mengadopsi Hadoop dan teknologi-teknologi open source lainnya.

Kesimpulannya, ekosistem open source dan implementasinya dalam proyek-proyek penting akan terus meluas di tahun-tahun mendatang.

“Sebagai pendorong kolaborasi, ekosistem open source menyatukan pemikir-pemikir cerdas masa kini guna memajukan pengembangan software dalam tingkat kecepatan yang tidak mungkin terjadi sepuluh tahun yang lalu. Jika Anda memiliki ide untuk meningkatkan teknologi yang ada saat ini atau ingin mendukung pemikiran ini guna mengubah keadaan yang ada, di sinilah tempatnya,” pungkas Cutting.

Comments

comments