Berita Mundur dari Indonesia, Zalora Akan Dibeli MAP Group?

Mundur dari Indonesia, Zalora Akan Dibeli MAP Group?

Zalora dikabarkan bakal segera menarik diri dari pasar Indonesia. Seperti dilansir TechCrunch, situs e-commerce yang mengkhususkan diri di bidang fashion dan aksesoris itu sedang dalam proses pembicaraan dengan MAP, grup retail raksasa di Indonesia, terkait pembelian saham mayoritas atau akuisisi.

Jika berita ini benar-benar terjadi, Indonesia akan menjadi negara keempat di Asia Tenggara yang ditinggalkan Zalora.

Pada tahun lalu, Zalora telah menjual bisnisnya di Vietnam dan Thailand kepada Central Group, pemilik retail fashion terbesar asal Negara Gajah Putih. Sedangkan kemarin (23/2), Zalora mengumumkan penjualan 49% saham di Filipina kepada Ayala Corporation.

MAP sendiri sebetulnya sudah memiliki situs e-commerce sendiri, yaitu MAPEmall.com. Namun, produk-produk yang dijual di MAPEmall.com masih terbatas pada merek-merek yang memang hak pemasarannya di Indonesia dikuasai oleh MAP, seperti Zara, Mango, Marks & Spencer, Levi’s, dan Hush Puppies.

Selain itu, MAP menjalankan situs belanja online PlanetSports.net yang menawarkan produk-produk olahraga dari Nike, Reebok, Adidas, dan sebagainya.

Dengan mengakuisisi Zalora, MAP dapat memperkaya portofolio produknya dengan merek-merek di luar itu, sekaligus menambah jumlah pelanggan potensial di ranah belanja online.

Zalora Indonesia menawarkan ribuan koleksi merek busana lokal dan internasional serta lebih dari 90.000 produk pakaian, sepatu, tas, aksesoris, busana muslim, serta kosmetik untuk pria dan wanita.

Dikutip dari TechCrunch, Zalora mulai mengalami perlambatan bisnis pada tahun 2014 ketika Rocket Internet, inkubator bisnis yang mendirikan Zalora, membentuk GFG (Global Fashion Group) untuk mengelola bisnis e-commerce fashion di seluruh dunia.

GFG terdiri dari Zalora di Asia, Namshi di Timur Tengah, The Iconic di Australia dan Selandia Baru, Lamoda di Eropa Timur, dan Dafiti di Amerika Selatan. Kinerja dan prospek bisnis Zalora dipandang tidak secemerlang bisnis e-commerce di kawasan yang lebih dewasa, misalnya Timur Tengah. Walhasil, GFG memutuskan untuk menutup cabang-cabang Zalora satu per satu.

Saat ini, Zalora beroperasi di tujuh negara di Asia, yaitu Filipina, Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Taiwan, dan Hong Kong.