Tags Posts tagged with "Apple"

Apple

Ilustrasi Apple Clips

Selain iPhone 7 warna merah dan iPad 9,7 inci terbaru, Apple memperkenalkan aplikasi Clips untuk membuat gabungan foto dan video yang ekspresif, tanpa melalui proses editing yang rumit.

Clips memungkinkan penggunanya untuk mengombinasikan video, foto, dan musik dengan caption animasi serta efek visual.

Pengguna cukup menekan satu tombol untuk merekam video dan foto atau mengambilnya dari Photo Library. Setelah itu, pengguna dapat menambahkan filter artistik, speech bubbles, shapes, atau emoji–aneka efek yang mirip dengan aplikasi populer Snapchat.

Clips juga menawarkan deretan filter yang bisa ditambahkan secara real-time saat pengguna merekam video, termasuk filter lukisan mirip Prisma serta efek visual lainnya.

Tak hanya itu, Apple menyediakan fitur Live Tiles yang memungkinkan pengguna menambahkan latar belakang animasi atau musik pada video serta menambahkan judul maupun teks lain, hanya dengan mengucapkannya. “Clips menyediakan beragam musik soundtrack yang dapat disesuaikan dengan durasi video,” ujarnya.

Apple memastikan bahwa pengguna Clips bisa menciptakan video yang terdiri dari beberapa klip sekaligus tanpa perlu memusingkan aspek editing seperti timeline dan sebagainya.

Sepintas, Clips memang mirip dengan fungsi edit video dalam aplikasi Instagram dan Snapchat. Perbedaannya, pengguna dapat langsung mengunggah hasil karya Clips ke akun media sosial.

Fungsi sharing ini akan lebih menarik lagi, jika pengguna menggunakan iMessage karena Clips akan memberi rekomendasi nama-nama orang yang muncul dalam video, sehingga kemudian pengguna bisa memprioritaskan mereka ketimbang yang lain.

Sayangnya, aplikasi Clips belum tersedia di App Store dan baru akan hadir pada April mendatang.

Kabar baiknya, pengguna perangkat Apple dengan iOS 10.3 ke atas dapat mengunduh aplikasi Clips secara cuma-cuma. Clips hanya bisa dipasang di iPhone 5S ke atas, iPad 9,7 inch terbaru, semua iPad Air dan iPad Pro, iPad mini 2 ke atas, serta iPod Touch 6th generation.

Berbarengan dengan peluncuran iPhone 7 dan iPhone 7 Plus warna merah, Apple mengumumkan pembaruan pada portofolio iPad. Kali ini, Apple merilis iPad 9,7 inci generasi terbaru yang diposisikan untuk mengganti iPad Air 2 yang disetop penjualannya.

iPad 9,7 inci generasi terbaru ini mengusung prosesor yang lebih cepat daripada iPad Air 2 serta dibanderol dengan harga yang lebih murah, mulai US$329 (Rp4,3 jutaan) untuk versi 32 GB/Wi-Fi only atau US$459 (Rp6 jutaa) untuk versi 32 GB/Wi-Fi + 4G LTE.

Dengan banderol seperti itu, iPad 9,7 inci keluaran 2017 ini menjadi varian iPad dengan harga paling murah saat ini di seluruh portofolio iPad. Pasalnya, Apple telah menghentikan penjualan iPad mini 2 yang sebelumnya dijual US$269 (Rp3,5 jutaan) dan iPad Air 2 yang dihargai US$399 (Rp5,3 jutaan).

Dari sisi spefisikasi, iPad 9,7 inci versi 2017 memang sangat mirip dengan iPad Air 2. Perbedaannya hanya terletak pada prosesor yang lebih cepat karena memakai chip Apple A9 yang juga digunakan oleh iPhone 6s dan 6s Plus. Komponen dan fitur lainnya sama saja, antara lain: layar 9,7 inci dengan Retina Display, kamera utama 8 MP, kamera FaceTime 1,2 MP, Touch ID, Siri, Apple Pay, dan koneksi Lightning.

Namun, layar iPad 2017 tidak dilaminasi penuh dan tidak dilengkapi lapisan antireflektif. Dimensinya pun sedikit lebih tebal ketimbang iPad Air 2, yaitu 7,5 mm vs 6,1 mm.

Dalam pengumuman lain, Apple juga meningkatkan kapasitas penyimpanan iPad mini 4 dari 32 GB menjadi 128 GB dengan harga yang sama, US$399 (Wi-Fi only) dan US$529 (Wi-Fi + 4G LTE).

Dengan demikian, portofolio iPad yang resmi dimiliki Apple adalah iPad 2017, iPad mini 4, iPad Pro 9,7 inci, dan iPad Pro 12,9 inci.

Portofolio resmi iPad saat ini (kiri ke kanan): iPad mini 4, iPad (2017), iPad Pro 9,7 dan 12,9 inci.

Toko penjual produk-produk Apple di Selandia Baru. [Kredit: Mac Observer]

Apple lagi-lagi tersangkut kontroversi terkait pembayaran pajak. Kali ini, media Selandia Baru menuding Apple mangkir bayar pajak meski telah menjual produk-produknya senilai NZ$4,2 miliar (sekitar Rp39 miliar) di negara tersebut.

Surat kabar New Zealand Herald mengungkapkan bahwa Apple selama ini tidak membayar pajak penghasilan sama sekali kepada Pemerintah Selandia Baru. Herald menghitung, berdasarkan estimasi total keuntungan yang didapat Apple di Selandia Baru, Apple seharusnya membayar pajak sebesar NZ$356 juta.

Apple memang mengklaim bahwa mereka sudah mengeluarkan pajak sebesar NZ$37 juta atas penghasilannya di Selandia Baru. Tetapi, uang itu mereka serahkan kepada Pemerintah Australia, lokasi kantor Apple yang menangani operasional di Negeri Kiwi itu.

Dikutip dari Ars Technica, kesepakatan pembayaran pajak seperti ini (dari Selandia Baru ke Australia) memang lazim dipraktikkan oleh para pebisnis di Selandia Baru. Bukan hanya Apple yang melakukannya, melainkan juga sejumlah pengusaha ekspor impor setempat.

“Mereka beroperasi secara legal sepenuhnya. Ini hanya dilema yang sudah berlangsung menahun antara legalitas dan moralitas,” ujar Deborah Russell (dosen perguruan tinggi lokal).

Ironisnya, di Australia sendiri Apple pernah dirundung masalah pajak. Pada tahun lalu, Apple dipertanyakan pemerintah setempat karena hanya membayar pajak penghasilan AU$85 juta. Padahal, total penjualan produk Apple di Australia mencapai AU$8 miliar.

Apple berdalih bahwa sebagian besar pajak yang mereka bayar diberikan kepada Pemerintah AS karena “produk dan layanan kami dibuat, dirancang, dan direkayasa di AS,” kata juru bicara Apple kepada New Zealand Herald.

Namun, pada kenyataannya, Apple pun diduga mengakali besaran pajak yang harus mereka bayar di AS dengan cara mengalihkan pemasukan mereka di AS ke Irlandia, salah satu negara Eropa yang menawarkan keringanan pajak.

Sebuah kelompok advokasi di AS memperkirakan bahwa Apple masih berutang pajak US$59 miliar kepada Pemerintah AS jika menghitung seluruh pemasukan dari hasil penjualan di AS.

Sedangkan Komisi Persaingan Usaha Uni Eropa menuduh tawaran keringanan pajak dari Irlandia kepada Apple sebagai sesuatu hal yang ilegal dan Apple mesti membayar pajak terutang sebesar 13 miliar Euro.

Melihat banyaknya kontroversi soal pajak yang dituduhkan kepada Apple, tak heran apabila James Shaw (pemimpin Partai Hijau Selandia Baru) berkomentar seperti ini, “Sepertinya pegawai departemen pajak mereka [Apple. red] jauh lebih kreatif dibandingkan desainer produk mereka.”

Sang pemilik tidak menekan bagian layar terlalu kuat, ponsel tetap meledak.

Kasus ledakan iPhone 6 Plus terjadi di Queensland, Australia. Sebuah pasangan asal Australia mengunjungi sebuah pusat reparasi iPhone di Queensland untuk memperbaiki iPhone 6 Plus yang rusak akibat keretakan pada layar dan permasalahan pada daya tahan baterai.

Teknisi yang memperbaiki iPhone 6 Plus tersebut mengungkap insiden ini terjadi setelah ia memindahkan casing Otterbox dari smartphone tersebut dan bersiap untuk memeriksa perangkat dengan lebih saksama.

Kemudian pemilik smartphone itu mengambil iPhone 6 Plus dan menekan bagian layar. Meskipun sang pemilik tidak menekan bagian layar terlalu kuat, smartphone tetap meledak. Ledakan itu membuat layar terlepas dari iPhone 6 Plus.

Ilustrasi iPhone 6 Plus yang meledak 1

Pasangan itu cukup beruntung karena mereka bisa menghindari bahaya ledakan ponsel ketika berada di tangannya, seperti dikutip Telegraph.

Akhirnya, pemilik pusat reparasi itu harus memanfaatkan pemadam api untuk meredam asap dari smartphone tersebut dan mengevakuasi pegawainya serta menutup toko mereka sepanjang hari.

Apple akan meluncurkan iPhone 8 pada pertengahan tahun ini dengan banderol USD1.000 atau Rp13 juta. Apple juga mempertimbangkan akan kembali menggunakan bahan kaca sebagai rangka iPhone 8, mengingat penggunaan bahan metal kurang kompatibel dengan teknologi pengisian daya nirkabel.

Apple iPad dengan berbagai ukuran layar.

Apple dikabarkan bakal merilis empat varian iPad terbaru pada akhir Maret atau awal April 2017. Rumor paling aktual menyebutkan bahwa salah satu dari keempat iPad itu adalah iPad mini Pro.

Dikutip dari TechValue, keempat iPad terbaru yang akan diperkenalkan Apple dalam waktu dekat ini adalah iPad Pro 2 dengan layar 9,7 inci dan 12,9 inci, iPad Pro baru dengan layar 10,5 inci, dan iPad mini Pro yang benar-benar baru.

Desas-desus mengenai iPad Pro varian 10,5 inci sudah diketahui lebih dulu, bahkan sejak tahun lalu.

Lembaga pemasaran Fiksu mengungkapkan bahwa Apple sedang menguji empat model iPad, meliputi dua model iPad Pro yang meneruskan generasi sebelumnya, yaitu iPad Pro 9,7 inci dan 12,9 inci, serta dua model iPad Pro berukuran layar baru, yaitu iPad Pro 10 inci dan 10,5 inci.

Keempat iPad ini bakal dipasarkan dengan pilihan memori 32 GB, 128 GB, dan 256 GB serta tersedia dalam warna Space Grey, Silver, Gold, and Rose Gold.

Jika dikaitkan dengan rumor yang beredar sekarang, bisa jadi iPad Pro 10 inci yang dimaksud yaitu iPad mini Pro. Tetapi, layar 10 inci ini memang lebih besar dibandingkan dengan iPad biasa atau iPad Pro 9,7 inci, sehingga kurang sesuai kalau digolongkan sebagai “mini”.

Apple pertama kali memperkenalkan varian iPad mini pada tahun 2012. Saat ini, iPad mini telah memasuki generasi keempat. iPad versi mungil ini mengusung layar 7,9 inci, prosesor Apple A8, kamera iSight 8 MP, fitur Touch ID, iOS 10, dan ketebalan 6,1 mm. Harganya di kisaran US$399 – 729, bergantung kapasitas memori dan konektivitas.

Ilustrasi iPhone vs Samsung Galaxy. [Kredit: Digitalspy]

Pertarungan antara Samsung dan Apple akan makin alot tahun ini. Masing-masing mengandalkan smartphone flagship yang lebih inovatif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yakni Samsung Galaxy S8 dan iPhone 8/iPhone X.

Namun, Apple diprediksi bakal memenangi pertarungan di pasar smartphone premium ini. Setidaknya, itulah analisis yang disampaikan Ming-Chi Kuo (analis KGI Securities) kepada sejumlah investor.

Kuo mengaku telah membandingkan fitur-fitur dari Samsung Galaxy S8 dan iPhone 8/X dan menganggap iPhone 8 lebih unggul daripada Galaxy S8.

“Galaxy S8 kurang memiliki daya jual yang cukup menarik (di luar desain layar yang lebih luas). iPhone dengan layar OLED-nya sepertinya akan lebih memikat hati konsumen,” Kuo beralasan, seperti dikutip 9to5Mac.

[BACA: Inilah Deretan Fitur Canggih di Samsung Galaxy S8]

Kuo memproyeksikan angka penjualan Galaxy S8 sepanjang tahun fiskal 2017 hanya akan mencapai 40 – 45 juta unit, lebih rendah ketimbang penjualan Galaxy S7 sebanyak 52 juta unit pada tahun 2016. Hal ini dikarenakan rentang waktu penjualan Galaxy S8 satu bulan lebih sedikit daripada S7. Selain itu, angka penjualan Galaxy S7 juga didongkrak oleh insiden meledaknya baterai Galaxy Note 7.

Sedangkan tahun ini, Galaxy S8 diperkirakan tidak akan tampil sendirian membawa nama Samsung. Pasalnya, Samsung juga akan merilis Galaxy Note 8 sekitar pertengahan tahun ini sehingga pilihan konsumen lebih luas.

Sayangnya, Kuo belum mengungkapkan proyeksinya mengenai angka penjualan iPhone 8/X. Hal ini kemungkinan disebabkan Apple baru akan meluncurkan iPhone 8/X pada paruh kedua atau ketiga 2017. Sementara itu, Samsung mencuri start dengan mengumumkan Galaxy S8 pada 29 Maret 2017 nanti di New York.

Sebagai informasi, Ming-Chi Kuo dikenal sebagai analis yang kerap membocorkan fitur-fitur terbaru dari produk Apple, seperti iPhone dan iPad. Cukup banyak bocorannya yang terbukti akurat dalam beberapa tahun terakhir ini.

Belum lama ini, Apple berhasil mengungguli Samsung sebagai pembuat smartphone nomor satu di dunia.

Menurut Strategy Analytics, Apple meraih 18 persen dari pangsa pasar global dan telah menjual 78,3 juta iPhone pada kuartal keempat tahun 2016. Kesuksesan Apple itu didorong oleh penjualan iPhone 7 dan iPhone 7 Plus.

“Ini adalah performa terbaik Apple selama lebih dari setahun,” kata Neil Mawston (Direktur Eksekutif, Strategy Analytics) seperti dikutip CNET.

Samsung sendiri menjual smartphone sebanyak 77,5 juta unit di seluruh dunia pada kuartal keempat, turun 5 persen dari pengiriman 81,3 juta unit ponsel pada kuartal terakhir 2015.

Empat model iPad Pro terbaru dikabarkan sedang diuji di wilayah sekitar Cupertino, AS, kota tempat markas Apple berada. Bukan tidak mungkin, iPad Pro generasi baru ini siap diluncurkan dalam waktu dekat, bisa jadi minggu depan.

Seperti dilansir IBTimes, lembaga pemasaran Fiksu menyebutkan bahwa program pengujian ini meliputi dua model iPad Pro yang meneruskan generasi sebelumnya, yaitu iPad Pro 9,7 inci dan 12,9 inci, serta dua model iPad Pro berukuran layar baru, yaitu iPad Pro 10 inci dan 10,5 inci.

Fiksu mengetahui proses pengujian ini setelah melacak SDK (Software Development Kit) mereka yang dipakai dalam beberapa aplikasi di empat prototipe iPad Pro dengan nama sandi 7.3, 7.4, 7.2, dan 7.1.

Namun, Fiksu mengingatkan bahwa Apple belum bisa dipastikan bakal merilis keempat model iPad itu seluruhnya. Berdasarkan pengalaman tahun 2015, Fiksu juga pernah melacak pengujian empat model iPad yang pada akhirnya hanya dirilis dua model, yakni iPad Pro 9,7 dan 12,9 inci generasi pertama.

Ming-Chi Kuo (analis KGI Securities) yang kerap melontarkan prediksi soal produk-produk Apple juga menyebut Apple akan membekali iPad Pro terbaru dengan prosesor A9 dan A10X yang diproduksi TSMC dan Samsung.

Sementara itu, Digitimes memberitakan bahwa Apple sedang mempersiapkan sebuah acara di Apple Park, markas baru Apple, pada awal April. Bisa jadi deretan iPad Pro terbaru bakal diumumkan pada acara tersebut atau malah lebih awal, pada akhir Maret.

Apple pun telah memindahkan jadwal produksi iPad Pro 10,5 inci ke bulan Maret dari perkiraan Mei atau Juni. iPad Pro varian baru ini menyasar pengguna bisnis dan pendidikan serta ditargetkan terjual 1 juta unit pada bulan pertama dan 1,2 juta unit pada bulan-bulan berikutnya.

Apple dikabarkan akan mengganti porta Lightning pada iPhone generasi terbaru–mungkin diberi nama iPhone 8 atau iPhone X–dengan koneksi USB Type-C. Dengan demikian, iPhone 8 bakal lebih kompatibel dengan perangkat Apple lainnya, seperti MacBook dan MacBook Pro.

Kabar tersebut dilansir oleh Wall Street Journal pada hari Selasa (28/2) yang mengutip sumber yang dirahasiakan namanya.

“Apple akan memperkenalkan pembaruan pada iPhone, termasuk sebuah porta USB-C untuk mengisi ulang baterai dan keperluan koneksi lainnya, ketimbang mempergunakan konektor Lightning. iPhone terbaru juga tidak akan menyematkan tombol home fisik,” tulis WSJ. “Pembaruan itu akan melengkapi iPhone dengan fitur yang sudah ada di smartphone lainnya,” lanjutnya.

Saat ini, iPhone memang menggunakan porta Lightning untuk keperluan pengisian ulang daya baterai dan transfer data. Sementara itu, perangkat komputasi Apple seperti MacBook sudah memakai porta USB Type-C. Walhasil, pengguna membutuhkan kabel adaptor untuk menghubungkan iPhone ke MacBook atau sebaliknya.

Rumor lain juga menyebutkan bahwa Apple akan memasarkan aksesoris charger nirkabel yang mendukung iPhone generasi terbaru.

Apple pun telah mengonfirmasi kepada CNBC bahwa mereka sudah bergabung dengan Wireless Power Consortium untuk berpartisipasi dan berkontribusi kepada pengembangan standar charging nirkabel di masa depan.

Terkait iPhone 8, inilah beberapa rumor yang sudah beredar selama ini:

  • iPhone tahun 2017 akan terdiri dari tiga model. Dua model menjadi pembaruan dari iPhone yang sudah ada sekarang (iPhone 7s dan 7s Plus) dan satu model menjadi iPhone generasi baru (iPhone 8/iPhone X).
  • iPhone 8/X akan mengusung layar OLED berukuran 5,8 inci yang hadir nyaris tanpa bingkai (bezel-less).
  • Ketiga iPhone itu akan dilengkapi fitur wireless charging.
  • iPhone 8 akan menghilangkan tombol home fisik dan membenamkan tombol home serta sensor sidik jari ke bawah lapisan layar.
  • Kamera iPhone 8 bakal menggunakan lensa ganda, seperti halnya iPhone 7 Plus.
  • iPhone 8 mungkin menggunakan teknologi pemindai wajah 3D.
  • Apple dijadwalkan merilis ketiga iPhone terbaru mulai September 2017.

Apple Park terinspirasi dari bahasa desain produk Apple

Apple akan memindahkan sebanyak 14 ribu karyawannya secara bertahap ke markas barunya, Apple Park, yang berbentuk piring terbang di Cupertino, California. Pembangunan Apple Park itu melibatkan sebanyak 13 ribu kontraktor dan menghabiskan investasi senilai USD 5 miliar.

Reuters melaporkan markas baru Apple Park memiliki desain yang unik dan estetik di setiap aspeknya, terlihat dari gedung utamanya tidak memiliki satu pun kabel atau pipa listrik, atapnya menggunakan panel solar matahari, dan semua dindingnya menggunakan kaca.

Tampilan Apple Park sangat minimalis dan futuristis, mirip dengan desain iPhone 7 dan iPhone 7 Plus yang bersih, berkotak putih, dan tanpa debu. Hal itu akan meninggalkan pengalaman yang berkesan di mata masyarakat.

Desain toilet Apple Campus 2

Desain Apple Park berbentuk lingkaran mirip dengan donat dengan tepian kaca yang melengkung.

“Ini bukan masalah memaksimalkan ruang terbuka tetapi menciptakan simbol dan ikon untuk perusahaan,” kata Louise Mozingo (Kepala Arsitektur dan Lingkungan, Universitas Berkeley California) seperti dikutip Quartz.

German de la Torre (Arsitek Apple Park) mengatakan Apple menerapkan bahasa desain produknya ke dalam pembangunan Apple Park hingga ke toiletnya. Misal, tombol lift gedung Apple Park mirip dengan tombol home iPhone. Bahkan, desain kloset pada toilet di bangunan Apple Park mirip dengan desain iPhone.

“Membangun markas besar Apple seperti membangun karya seni. Para pekerja konstruksi pun harus memakai sarung tangan agar tidak meninggalkan sidik jari dan bekas pada barang-barang,” ucapnya.

“Ini seperti lukisan yang Anda tidak boleh sentuh, hanya boleh dilihat,” kata Brett Davis (Kepala Asosiasi Tukang Cat) yang dipekerjakan Apple.

Spesifikasi Apple Park

Apple Park akan menempati lahan seluas 70 hektar dan bangunan sebesar 260 ribu meter per segi. Di dalam kompleks ini, akan terdapat sebuah teater yang dinamakan Steve Jobs Theater, kemungkinan akan digunakan untuk acara-acara seremonial Apple. Terdapat pula visitor center yang dilengkapi Apple Store dan kafe yang terbuka untuk umum.

Apple Park dirancang oleh Apple bekerjasama dengan konsultan Foster + Partners dan dihuni oleh lahan rumput yang sangat luas serta lebih dari 9.000 pohon. Seluruh kompleks bakal ditenagai oleh 100% energi terbarukan yang berasal dari panel surya dengan pasokan daya 17 megawatt.

Dengan demikian, Apple Park akan menjadi salah satu pemilik instalasi energi matahari terbesar di dunia serta bangunan terluas dengan ventilasi alami.

iPhone 7 Plus milik Olivas yang meledak

Baru-baru ini, seorang remaja Brianna Olivas mengunggah sebuah video terbakarnya smartphone miliknya iPhone 7 Plus dengan warna rose gold.

Olivas menceritakan iPhone 7 Plus meledak pada Rabu pagi dan pacarnya langsung merekam kejadian itu secara spontanitas. Video iPhone 7 Plus terbakar itu telah dilihat 1.3 million juta kali.

Belum jelas, penyebab terbakarnya iPhone 7 Plus tetapi kemungkinan besar disebabkan baterai ion lithium. Olivas mengatakan ia selalu menggunakan charger Apple asli untuk mengisi daya, bukan charger yang KW.

Sebagian besar, penyebab iPhone terbakar lantaran penggunanya menggunakan charger palsu. “Kami akan melakukan investigasi terkait masalah ini. Kami akan menghubungi dan bertemu dengan Olivas,” kata Juru Bicara Apple seperti dikutip Forbes.

Olivas membeli iPhone 7 Plus dari toko Sprint pada Januari lalu.

“Pada pagi hari, saya sedang tidur dan iPhone 7 Plus saya sedang dicharge di samping kepala saya. Dari kamar mandi, pacar saya melihat smartphone saya mengeluarkan asap dan mengeluarkan suara berisik. Ketika, ia mau mengambil smartphone saya, iPhone 7 Plus sudah mengeluarkan api,” ujarnya.

“Pacar saya, langsung mengambil iPhone 7 Plus itu dan melemparkannya ke dalam kamar mandi. Lalu, iPhone itu meledak dan mengeluarkan asap,” ucapnya.

Kejadian ini bukan yang pertama kalinya, Apple telah menginvestigasi iPhone 7 yang meledak pada Oktober 2016 dan September 2016. Tak hanya Apple, Samsung pun mengalami kasus serupa bahkan harus me-recall Samsung Galaxy Note 7 pada tahun lalu.