Tags Posts tagged with "BlackBerry"

BlackBerry

BlackBerry meluncurkan smartphone flagship BlackBerry Z10 yang berbasis sistem operasi BlackBerry 10 pada 2013. Kala itu, BlackBerry Z10 merupakan amunisi BlackBerry untuk mengalahkan smartphone berbasis Android dan Apple iPhone.

Sayangnya, smartphone berbasis BlackBerry 10 tidak berdaya dan terus terpuruk melawan smartphone berbasis Android dan Apple iPhone seperti dikutip Engadget.

Kini, perusahaan riset Gartner melaporkan bahwa BlackBerry 10 hampir lenyap dari pasaran smartphone dunia. Bahkan, pangsa pasar BlackBerry 10 terus menyusut hingga 0,0481 persen pada kuartal terakhir 2016.

Berbanding terbalik dengan pangsa pasar smartphone berbasis Android yang mencapai 81,7 persen dan iOS berada urutan kedua dengan pangsa pasar 17,9 persen. Pangsa pasar Windows Phone besutan Microsoft pun juga terus menyusut hingga tinggal 0,3 persen pada akhir tahun lalu.

Pada kuartal akhir 2016, perangkat BlackBerry 10 yang terjual secara global hanya 207.900 unit, terus turun dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat 377.800 unit dengan pangsa pasar 0,1 persen.

Namun, BlackBerry masih mendukung konsumen BlacBerry 10, khususnya pengguna di sektor enterprise. BlackBerry sudah “sadar” dan beralih ke sistem operasi Android yang memiliki pangsa pasar besar.

Mantan raja smartphone asal Kanada itu sedang bersiap meluncurkan smartphone “Mercury” yang berbasis Android dalam ajang Mobile World Congress, Barcelona, Spanyol.

Mampukah, BlackBerry “Mercury” meningkatkan penjualan BlackBerry?. Kita tunggu saja!.

BlackBerry melanjutkan langkahnya di bisnis enterprise software dengan memperkenalkan BBM Enterprise SDK (Software Development Kit).

Dengan paket pengembangan ini, para pembuat aplikasi komunikasi enterprise di seluruh dunia bisa memanfaatkan platform BBM Enterprise ke dalam solusi mereka. Tujuannya, menciptakan solusi komunikasi enterprise yang andal, aman, dan terpercaya.

BBM Enterprise SDK meliputi kemampuan berkirim pesan teks, video, dan suara yang dilindungi dengan metode pengamanan enkripsi, dalam percakapan satu lawan satu, banyak pengguna, ataupun group chatting. Fitur yang ada di BBM standar pun ada di sini, seperti mengutip pesan, menarik pesan terkirim, mengedit, dan menghapus pesan.

Kemampuan lainnya mencakup file sharing dan kolaborasi serta notifikasi real-time.

“Kami akan selalu berinovasi dan mencari terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan warisan serta keahlian kami dalam keamanan mobile yang mampu menyelesaikan permasalahan dan tantangan bisnis nyata,” ujar Marty Beard (Chief Operating Officer, BlackBerry).

“Kami membuka jalur penghasilan baru dengan menggunakan layanan komunikasi yang berbasis cloud secara keseluruhan, yang dirancang untuk membimbing para developer, Pengembang Software Independen (Independent Software Vendor), dan perusahaan dalam memenuhi persyaratan keamanan dan kepatuhan yang paling ketat sekalipun,” lanjut Beard.

Dengan menggunakan BBM Enterprise SDK, pengembang aplikasi dan perusahaan dapat mengandalkan komunikasi internal mereka pada infrastruktur global BlackBerry dengan dukungan pusat data di seluruh dunia. BlackBerry menawarkan jaringan global dan built-in redundancy untuk memastikan kinerja yang optimal, fleksibilitas, kualitas layanan, dan ketersediaan produk yang dibangun untuk skala besar.

BBM Enterprise SDK segera tersedia bagi pengguna perangkat berbasis iOS dan Android. Informasi lebih lanjut akan disampaikan pada akhir bulan ini.

BlackBerry Limited mengumumkan BlackBerry AtHoc akan menangani keamanan sebuah perusahaan dari endpoint dan membantu perusahaan melindungi seseorang dalam keadaan krisis tanpa khawatir halangan bahasa.

Selain memberikan solusi delapan bahasa, BlackBerry AtHoc juga menambahkan fitur seperti peningkatan fungsi peringatan seluler, peningkatan penggunaan layanan berdasarkan peta bagi operator darurat, serta peningkatan dan perubahan kinerja lainnya yang cukup signifikan.

Ly Tran (Senior Vice President, BlackBerry AtHoc Sales) mengatakan banyak sekali perusahaan, dari perusahaan minyak dan gas di Timur Tengah hingga pusat transportasi di Eropa, memerlukan sebuah platform yang mampu meningkatkan efektivitas untuk berkomunikasi dengan tim global lainnya.

“Selain menemukan platform untuk meningkatkan produktivitas tinggi, kini para konsumen juga menuntut solusi keamanan yang terbaik dan paling aman di pasar global,” katanya dalam siaran persnya.

Pembaruan untuk produk BlackBerry AtHoc termasuk:

1. Delapan Bahasa Baru yaitu dukungan bahasa lokal melalui pusat data di seluruh dunia yang menyasar para pelanggan internasional untuk mempercepat tanggapan dan meningkatkan keamanan saat krisis

2. Penargetan Geografis yang Ditingkatkan. Peta baru itu memiliki lapisan yang dapat diubah sehingga lebih cepat dan mudah untuk organisasi global yang rumit.

3. Operasi Mobile yang Fleksibel. Penyederhanaan untuk pengalaman selular mampu mengoptimalkan kemampuan pengiriman dan penerimaan informasi penting selama masa krisis, hanya dengan menggunakan aplikasi seluler AtHoc.

4. Penambahan Performa. AtHoc akan terus meningkatkan kinerjanya seperti mampu memuat 50 persen lebih cepat halaman produk-produk yang sering digunakan.

5. Peningkatan Keamanan dan Privasi. AtHoc akan terus berinvestasi dalam pembuatan platform yang paling aman dan sekaligus mengikuti standar global dalam privasi.

“Menyampaikan pesan dan berkomunikasi saat dan setelah krisis adalah sebuah tantangan universal,” ujar Oded Shekel (Vice President of Product Management at BlackBerry AtHoc).

“Kami mempermudah para pelanggan di Eropa dan Amerika Latin untuk melindungi orang-orang dengan mengirim pesan dan memantau setiap kegiatan dalam bahasa lokal,” tukasnya.

Akhirnya, BlackBerry akan meluncurkan smartphone terbarunya BlackBerry Mercury dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2017, Barcelona, Spanyol pada 25 Februari 2017. Hal itu terungkap dari tweet akun BlackBerry Mobile, @BBMobile, di Twitter yang disertai video singkat (teaser) BlackBerry Mercury.

Tak lupa, BlackBerry menyertakan gambar berformat GIF yang memperlihatkan handset BlackBerry dengan keyboard fisik di bagian bawah. Namun tidak dijelaskan secara rinci mengenai produk yang akan dipamerkan.

Berdasarkan video teasernya, desain Mercury masih sama dengan BlackBerry Mercury yang muncul dalam ajang CES 2017, seperti dilansir IB Times.

Sayangnya, BlackBerry belum mau membeberkan nama smartphone terbarunya tersebut, mengingat nama Mercury adalah kode. Sejumlah pengamat memprediksi nama smartphone terbaru BlackBerry itu adalah DTEK70 untuk melanjutkan dua seri sebelumnya yang sudah terlebih dahulu hadir.

Video teaser BlackBerry PRESS atau Mercury.

Bocoran spesifikasinya, BlackBerry Mercury akan mengusung layar 4,5 inci dengan resolusi 1620×1080 pixel, chipset Snapdragon 625, RAM 3 GB, dan media penyimpanan 32 GB, serta sistem operasi Android 7.0 Nougat.

Untuk kamera, Mercury memiliki kamera utama 18 megapixel dan kamera depan 8 megapixel. BlackBerry sendiri belum mengumumkan harga BlackBerry Mercury tetapi kemungkinan besar tidak jauh berbeda dengan banderol DTEK50, mengingat BlackBerry DTEK50 dan Mercury menyasar pasar menengah.

Sekadar informasi, DTEK50 dibanderol dengan harga US$299 atau Rp 3,9 jutaan.

BlackBerry sendiri sekarang telah menyerahkan urusan produksi BlackBerry Mercury kepada TCL. Selain Mercury, TCL sudah membuat dua produk BlackBerry sebelumnya yaitu DTEK50 dan DTEK60.

Steve Jobs membandingkan iPhone dengan smartphone lain di pasaran tahun 2007.

Steve Jobs membandingkan iPhone dengan smartphone lain di pasaran tahun 2007.

Peluncuran iPhone generasi pertama oleh Apple pada 9 Januari 2007 mendapat respons beragam dari publik, media, maupun para kompetitor. Cukup banyak yang menyangsikan iPhone bisa berjaya dan sanggup bersaing dengan smartphone yang sudah lebih dulu ada.

iPhone memang hadir dengan sejumlah inovasi, khususnya layar sentuh tanpa keyboard fisik sama sekali dan bisa dioperasikan dengan jari tangan. Namun, beberapa pengamat teknologi ragu konsumen bakal tertarik dengan fitur itu dan meninggalkan kebiasaan mengetik pada keyboard.

Pengamat juga berpendapat bahwa Apple sedang memasuki industri yang memiliki margin keuntungan rendah dan harus memenuhi selera konsumen yang sangat cepat berubah. iPod memang sukses besar menggeser popularitas walkman, tetapi iPhone belum tentu bisa menggantikan smartphone QWERTY.

“Apple bisa saja bermain di industri ini seperti pemain lainnya, tetapi belum ada bukti kalau Apple mampu bergerak dengan cukup cepat. Smartphone datang dan pergi dengan sangat cepat, sehingga kecuali Apple punya setengah lusin varian di lini produksinya, iPhone, walau mungkin bisa cepat meraih sukses, tetap akan usang dalam tiga bulan,” ujar John Dvorak (kolumnis teknologi) seperti dikutip dari The Telegraph.

“Tidak ada kemungkinan Apple bisa sukses di bisnis yang demikian kompetitif ini. Bahkan di bisnis yang jelas-jelas Apple adalah pionirnya, yaitu pasar PC, Apple harus berkompetisi dengan Microsoft dan hanya mampu meraih pangsa pasar 5 persen,” lanjut Dvorak yang kemudian menyarankan Apple menyerahkan urusan desain kepada Samsung.

Sedangkan situs teknologi TechCrunch memprediksi iPhone bakal terpuruk di pasaran. Situs itu menganggap iPhone terlalu cepat dirilis sebelum benar-benar siap dan mengkritik layar sentuh yang dirasa tidak berguna.

Keyboard virtual [di iPhone] untuk menulis e-mail dan pesan teks akan sama-sama tidak ada gunanya seperti telepon kuno dengan tombol putar. Jangan kaget kalau sebagian pembeli iPhone akan menyesal karena telah meninggalkan BlackBerry mereka,” tulis jurnalis TechCrunch saat itu.

Microsoft yang Arogan, Nokia dan BlackBerry Main Aman

Selain mengutip opini kolumnis dan media teknologi, The Telegraph juga merangkum beberapa komentar dari petinggi perusahaan teknologi yang menjadi pesaing terbesar Apple kala itu, antara lain Microsoft, Nokia, dan BlackBerry.

Steve Ballmer (mantan CEO Microsoft).

Steve Ballmer (mantan CEO Microsoft).

Steve Ballmer (CEO Microsoft saat itu) menyatakan bahwa iPhone hanya akan disukai oleh ceruk pasar yang sempit, sedangkan dominasi smartphone akan dipegang Microsoft.

“Tidak mungkin iPhone bisa mendapat pangsa pasar yang signifikan. Tidak mungkin. Itu perangkat seharga US$500 yang disubsidi,” ujar Ballmer.

“Apple mungkin bisa meraup banyak uang. Tetapi, dengan mempertimbangkan 1,3 miliar unit ponsel yang terjual, saya lebih memilih sistem operasi kami [Windows] bisa berada di 60 – 70 persen perangkat, daripada hanya di 2 – 3 persen perangkat yang Apple mungkin akan raih,” lanjutnya.

Kenyataannya, prediksi Ballmer yang terasa arogan itu sangat keliru. Pada kuartal ketiga tahun 2016, iPhone mencatat pangsa pasar 11,5%, sedangkan Windows Phone hanya 0,4%.

Sementara itu, petinggi Nokia dan BlackBerry lebih diplomatis dan enggan melontarkan komentar searogan Ballmer.

“Apa yang kami lihat sejauh ini [dari penawaran Apple] tidak akan mengubah cara berpikir kami tentang keterbukaan dan pendekatan kami terhadap bisnis dan perangkat lunak. Fakta bahwa Apple masuk ke bisnis ini, pada umumnya akan menstimulasi pasar. Itu akan baik bagi industri dan saya menyambut dengan baik,” papar Olli-Pekka Kallasvuo (CEO Nokia saat itu).

Pada tahun 2007, Nokia merupakan pabrikan smartphone terbesar di dunia dengan Nokia E Series-nya, seperti Nokia E50, E65, dan E70. Pada tahun 2014, Nokia diambil alih oleh Microsoft, menjadi pengusung utama Windows Phone, gagal, dan akhirnya dijual kembali ke HMD Global pada tahun 2016.

rim-office

Terakhir, Jim Balsillie (Co-CEO RIM/BlackBerry saat itu) berkomentar singkat, “iPhone hanya salah satu pemain baru di ruang yang sudah sangat padat dan dihuni banyak pilihan bagi konsumen. Terlalu berlebihan jika [iPhone] dianggap sebagai perubahan besar dari BlackBerry.”

Kabar terakhir, BlackBerry berhenti memproduksi smartphone sendiri mulai tahun 2016 dan menyerahkan bisnis perangkat kerasnya kepada TCL Communication dan PT Tiphone Mobile Indonesia.

Aplikasi BBM di berbagai smartphone.

Aplikasi BBM di berbagai smartphone.

Teknologi chatbot diperkirakan bakal menjadi salah satu teknologi paling populer dikembangkan pada tahun 2017.

Google, Facebook, dan LINE sudah menyediakan API (Application Program Interface) bagi para pengembang yang ingin membangun chatbot di atas platform komunikasi teks dan pesan instan mereka. Begitu pula dengan BlackBerry melalui aplikasi BBM-nya.

Matthew Talbot (CEO, BBM) percaya bahwa bot akan mendorong kemajuan besar di dunia teknologi. Hal ini tak lain karena aplikasi pesan telah menjadi aplikasi “pembunuh” (killer app) yang membuat orang menghabiskan sebagian besar waktu di ponsel mereka.

Pada saat yang sama, berbagai merek dan perusahaan mulai beralih dari aplikasi milik mereka sendiri, karena membangun dan memelihara aplikasi terlalu rumit dan membutuhkan biaya besar, tidak seimbang dengan pendapatan yang terlalu kecil.

Inilah alasan BBM meluncurkan chatbot API pada awal tahun ini.

“Kami ingin menjadikan BBM pusat kehidupan digital Anda: sebagai pemberhentian pertama Anda untuk chatting, game, berita, hiburan, belanja, perjalanan, melakukan pembayaran, dan banyak lagi. Kami menganggap chatbot sebagai bagian penting dari pembangunan ekosistem social commerce ini,” pungkas Matthew.

Kegunaan Chatbot

Saat ini, chatbot dapat digunakan untuk melakukan berbagai hal berbeda. “Pengguna dapat memesan pizza, memesan Uber, mendapatkan kopi dari gerai kopi hanya dengan satu aplikasi. Pada dasarnya, bot menggantikan peran panggilan telepon atau wujud jaringan sederhana,” ujar Talbot.

Akan tetapi, yang menarik adalah chatbot menciptakan sebuah jenis tatap muka baru dan membuka berbagai kemungkinan tentang bagaimana bisnis dapat berinteraksi dengan pelanggan mereka.

Ilustrasi percakapan BBM.

Ilustrasi percakapan BBM.

Sebagai contoh, ShopBot milik eBay dapat membantu pengguna mencari hal yang mereka inginkan dalam sebuah pasar online dengan menggunakan foto dan teks (diketik ataupun via pengenalan suara).

Bot juga akan menanyakan beragam pertanyaan untuk membantu menyaring pencarian, bertindak lebih seperti asisten pribadi ketimbang sebuah fitur pencarian. Banyak situs e-commerce dapat memanfaatkan bot serupa, membantu pelanggan mencari apa yang mereka butuhkan lebih cepat.

Absa, sebuah bank Afrika Selatan, memiliki chatbot pionir yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi perbankan sederhana. Chatbot juga siap mengubah cara pemesanan tiket perjalanan dan akomodasi secara online.

Ilustrasi platform BlackBerry QNX untuk mobil pintar

Ilustrasi platform BlackBerry QNX untuk mobil pintar

BlackBerry Limited mengumumkan sistem operasi (OS) BlackBerry QNX yang paling canggih dan aman untuk industri otomotif.

Software QNX Software Development Platform 7.0 adalah OS 64-bit yang dibangun atas teknologi QNX dan terbukti dapat meningkatkan standar keamanan dan performa pada mobil.

BlackBerry pun mendemonstrasikan kemampuan teknologi QNX SDP 7.0 pada Jaguar XJ dan mobil konsep 2017 Lincoln MKZ dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2017.

John Wall (Senior Vice President and Head of BlackBerry QNX) mengatakan QNX SDP 7.0 tidak hanya sesuai untuk mobil, tetapi juga hampir semua aplikasi keamanan atau aplikasi mission-critical yang membutuhkan performa 64-bit dan keamanan canggih. Hal ini mencakup robot bedah, pengendali di pabrik dan kereta kecepatan tinggi.

“Untuk mengembangkan sistem baru ini, pelanggan otomotif kami membutuhkan OS 64-bit yang aman dan mampu mengoperasikan perangkat lunak yang sangat rumit, termasuk jaringan neural dan algoritma yang cerdas,” katanya dalam siaran persnya, Selasa.

Platform QNX SDP 7.0 menawarkan performa tinggi dan fitur keamanan termasuk arsitektur microkernel, enkripsi berkas, adaptive time partitioning, framework, deteksi anomali, dan akses kendali bertingkat berdasarkan kebijakan.

OS itu juga menawarkan safety pedigree yang terbukti oleh sertifikat ISO 26262 ASIL D ( tingkat tertinggi yang dapat dicapai) untuk otomobil dan IEC 61508 SIL 3 untuk otomatisasi sistem industri, dan IEC 62304 untuk alat kesehatan life-critical Kelas III.

“BlackBerry QNX dapat menjaga perangkat dari kerusakan sistem, malware, dan serangan dunia maya,” ujarnya.

Ilustrasi platform BlackBerry QNX untuk mobil pintar 1

Ilustrasi platform BlackBerry QNX untuk mobil pintar 1

Wall mengatakan produsen mobil ingin menggabungkan fungsi domain seperti infotainment, telematika, dan instrumen digital kedalam sebuah virtual cockpit controller, QNX SDP 7.0 menyediakan OS yang dapat mendukung 64-bit untuk ARMv8 dan Intel x86-64, bersama dengan kemampuan virtual.

“QNX SDP 7.0 dapat memastikan sistem otomatis ini mengoperasikan semua proses dan tindakan secara pasti,” ucapnya.

BlackBerry akan memamerkan mobil konsep Jaguar XJ dengan desain kokpit digital terbaru yang mengkombinasikan infotainment dan instrument cluster functionality. Hal itu menunjukkan dua sistem operasi yang berjalan secara aman pada prosesor System-on-Chip (SoC) tunggal.

BlackBerry juga bekerjasama dengan Rightware Cluster UI untuk membangun QNX cluster graphics monitor yang dapat mendeteksi kegagalan pada sistem keamanan.

Jaguar XJ concept car juga memiliki BlackBerry’s QNX Acoustics Management Platform (AMP) untuk komunikasi high-definition yang jernih dalam mobil, active noise control, dan peningkatan suara mesin.

Tampak depan prototipe BlackBerry Mercury di CES 2017. [Kredit: Android Authority]

Tampak depan prototipe BlackBerry Mercury di CES 2017. [Kredit: Android Authority]

Sebagaimana telah dibocorkan oleh eksekutif TCL North America pekan lalu, BlackBerry dan TCL menggunakan kesempatan pameran di CES 2017 Las Vegas untuk mempertunjukkan smartphone Android terbaru mereka yang selama ini dikenal dengan nama sandi BlackBerry Mercury.

Sejumlah awak media diperkenankan untuk melihat, menyentuh, dan mengulas secara singkat smartphone BlackBerry Mercury yang tersedia di arena pameran.

Namun, mereka tidak diperbolehkan untuk menulis informasi detail yang mencakup spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunaknya. Pasalnya, unit yang dipamerkan baru bersifat prototipe fase alpha atau fase awal, sehingga masih bisa terjadi perubahan sebelum versi finalnya dirilis.

Dikutip dari PhoneArena, desain BlackBerry Mercury ini merupakan gabungan dari layar sentuh dan keyboard QWERTY fisik. Terdapat garis-garis lurus dan kurva-kurva melengkung yang membuatnya tampil elegan. Mercury bahkan disebut-sebut mirip BlackBerry Passport, tetapi hadir dengan bodi yang lebih langsing.

Sedangkan dalam video review-nya, Android Authority menyatakan bahwa BlackBerry model anyar ini sangat nyaman digenggam. Alasannya karena kombinasi dua material, yaitu bahan metal di bagian depan dan bahan kulit imitasi di bagian belakang. Tetapi, dibandingkan smartphone lainnya di pasaran, bodi BlackBerry ini terlihat sedikit lebih tebal.

Yang menarik, keyboard QWERTY fisik pada perangkat ini juga mengusung kemampuan sentuhan kapasitif sehingga pengguna dapat melakukan gesture control. Pengguna juga bisa berinteraksi dengan layar tanpa menyentuhnya, cukup membuat gestur tertentu di atas keyboard, seperti menyapukan jari ke kiri dan ke kanan.

Tampak belakang prototipe BlackBerry Mercury di CES 2017. [Kredit: Android Authority]

Tampak belakang prototipe BlackBerry Mercury di CES 2017. [Kredit: Android Authority]

Kendati belum ada detail spesifikasi resmi yang muncul, sudah bisa dipastikan bahwa BlackBerry Mercury akan membenamkan sistem operasi Android 7.0 Nougat.

Rumor yang beredar terakhir menyebutkan smartphone ini mengusung layar 4,63 inci dengan resolusi 1.620 x 1.080 pixel, prosesor Snapdragon 625, RAM 3 GB, dan memori internal 32 GB. Bahkan, smartphone ini katanya bakal dirilis untuk pertama kalinya di Indonesia.

Namun, satu hal yang pasti, BlackBerry Mercury ini bakal menjadi perangkat BlackBerry terakhir yang dilengkapi keyboard QWERTY fisik.

Video hands-on BlackBerry Mercury oleh Android Authority:

Video teaser BlackBerry PRESS atau Mercury.

Video teaser BlackBerry PRESS atau Mercury.

BlackBerry dipastikan akan mengumumkan smartphone terbarunya, diprediksi akan diberi nama resmi BlackBerry PRESS, pada ajang CES 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat.

Kabar peluncuran smartphone anyar BlackBerry ini diinformasikan langsung oleh Steve Cistulli (President & General Manager, TCL North America) lewat akun Twitter-nya. Seperti diketahui, TCL merupakan pabrikan yang memproduksi dua perangkat BlackBerry terakhir, yakni DTEK50 dan DTEK60.

“imPRESSively designed. distinctly different. ” kata Cistulli, seperti dilansir Slashgear.

Melihat penekanan Cistulli pada kata PRESS, muncul asumsi bahwa BlackBerry terbaru ini akan diberi nama BlackBerry PRESS, alih-alih BlackBerry Mercury seperti selama ini diberitakan. Di samping itu, BlackBerry tampaknya gemar menamai perangkat-perangkatnya dengan huruf kapital, seperti PRIV dan DTEK.

Selain menampilkan video teaser, Cistulli tidak menjelaskan lebih lengkap soal perangkat BlackBerry teranyar itu. Rumor yang beredar terakhir menyebutkan smartphone ini mengusung layar 4,63 inci dengan resolusi 1.620 x 1.080 pixel, prosesor Snapdragon 625, RAM 3 GB, dan memori internal 32 GB. Bahkan,smartphone ini katanya bakal dirilis untuk pertama kalinya di Indonesia.

Namun, satu hal yang pasti, BlackBerry PRESS atau Mercury ini bakal menjadi perangkat BlackBerry terakhir yang dilengkapi keyboard QWERTY fisik.

Galaxy Note 7 Tanpa Logo Samsung di Jepang 2

Galaxy Note 7 Tanpa Logo Samsung di Jepang 2

Setiap tahunnya, ada kisah suka dan duka di industri teknologi. Kisah suka berkutat pada peluncuran gadget-gadget terbaru seperti kelahiran iPhone 7 dan Google Pixel.

Namun, ada juga kisah dukanya seperti “kematian” BlackBerry di bisnis hardware dan kasus recall Samsung Galaxy Note 7. Berikut adalah 6 produk teknologi yang “tewas” tahun lalu seperti dikutip CNNMoney:

Ilustrasi Kaset VCR

Ilustrasi Kaset VCR

1. VCR (video-cassette recorder)

Funai Electric mengumumkan penghentian produksi kaset video itu pada Juli lalu sekaligus menjadi pabrikan VCR terakhir di dunia. Rekornya, perusahaan asal Jepang dan berdiri tahun 1960 itu pernah menjual 15 juta keping VCR dalam setahun.

Penjualan VCR turun drastis ketika DVD, keping Blu-ray, dan terutama layanan streaming yang mengandalkan Internet muncul.

Ilustrasi Google Picasa

Ilustrasi Google Picasa

2. Picasa

Google secara resmi menutup layanan penyimpanan dan berbagi foto andalannya, Picasa pada Maret lalu, menyusul Google telah memperkenalkan layanan Google Photos. Pengguna sangat menyukai Picasa karena memudahkannya untuk menyunting dan menyimpan foto-foto digital.

Google membeli Picasa dari Lifescape pada Juli 2004.

Motorola RAZR

Motorola RAZR

3. Motorola

Lenovo menghapus nama Motorola dan menggantinya dengan merek Moto tahun lalu. Motorola adalah perusahaan yang pertama kali memperkenalkan walkie-talkie dan perintis telepon seluler di dunia.

Google pun membeli Motorola senilai 12,5 miliar dolar Amerika Serikat pada 2012 dan Google gagal menaikan penjualan dan pamor Motorola kala itu. Kemudian, Google menjual Motorola kepada Lenovo dengan nilai 2,9 miliar dolar AS.

Aplikasi video pendek Vine.

Aplikasi video pendek Vine.

4. Vine

Twitter menutup aplikasi video singkatnya, Vine pada Oktober lalu. Sebagai gantinya, Twitter mengumumkan Vine Camera, sebuah aplikasi yang bisa dimanfaatkan pengguna untuk memotret, membuat video singkat, untuk diunggah langsung ke aplikasi Twitter. Twitter membeli Vine senilai 30 miliar dolar AS pada 2012.

blackberry-classic

5. Blackberry

Blackberry pun telah berhenti memproduksi smartphone tahun lalu dan fokus menggenjot pasar software. Perusahaan yang bermarkas di Kanada itu akan menyerahkan produksi smartphone-nya kepada pihak ketiga.

Samsung Galaxy Note 7 Meledak

Samsung Galaxy Note 7 Meledak

6. Samsung Galaxy Note 7

Sempat digadang-gadang sebagai salah satu smartphone paling keren dan canggih di dunia, nasib Samsung Galaxy Note 7 berakhir tragis. Kasus ledakan baterai Galaxy Note 7 yang masif membuat Samsung menghentikan produksi dan penjualan Samsung Galaxy Note 7 di dunia.

Akibat skandal itu, Samsung telah merugi sekitar 5 miliar dolar AS. Samsung pun berjanji akan menjelaskan penyebab masalah pada Galaxy Note 7 pada Desember tahun lalu.