Tags Posts tagged with "cognitive computing"

cognitive computing

Ilustrasi machine learning. [kredit: Shutterstock]

Kurang dari sebulan, ajang tahunan CTI IT Infrastructure Summit 2017 akan digelar. Untuk tahun ini, ajang prestisius tersebut akan mengangkat tema Machine Learning: Capitalizing the Information of Everything to Drive Your Digital Business.

Machine learning sendiri adalah salah satu cabang computer science yang memungkinkan komputer menganalisa data tanpa harus dipogram secara spesifik. Hal ini berbeda dengan aplikasi pada umumnya yang harus secara detail memperhitungkan segala kemungkinan. Aplikasi berbasis machine learning memungkinan komputer mempelajari pola dari semua data yang ia miliki, untuk kemudian memberikan insight yang bisa membantu kita mengambil keputusan.

Dalam konteks yang lebih luas, machine learning adalah bagian dari konsep Artificial Intelligence dan cognitive computing yang kini dikembangkan banyak perusahaan teknologi dunia.

Ada alasan tersendiri mengapa CTI IT Infrastructure Summit 2017 mengambil tema machine learning. Dalam beberapa tahun terakhir, machine learning telah menjadi bagian penting dari akselerasi perusahaan dunia. Perusahaan seperti Amazon, SoftBank, atau PayPal adalah beberapa contoh perusahaan yang telah memanfaatkan machine learning.

Akan tetapi, machine learning, AI, dan cognitive computing memang belum terlalu populer di dunia IT Indonesia. Hal ini diakui Gunawan Susanto (President Director, IBM Indonesia) yang menjadi salah satu pendukung acara CTI Infrastructure Summit 2017. “Cognitive computing adalah salah satu cara Indonesia mengejar ketertinggalan dengan negara lain,” ungkap Gunawan.

Apalagi, beberapa negara tetangga sudah mulai memanfaatkan cognitive computing sebagai competitive advantage. Bumrungrad Hospital di Thailand, misalnya, menggunakan cognitive computing untuk membantu dokter spesialis kanker (oncologist) dalam memberikan perawatan yang tepat bagi pasien kanker. Dengan menganalisis literatur medis mengenai kanker dari seluruh dunia, cognitive computing bisa memberikan saran kepada dokter mengenai perawatan terbaik bagi sang pasien.

Contoh lain adalah perusahaan akomodasi Starwood Hotels & Resorts yang terkenal dengan jaringan hotel Sheraton dan Westin. Mereka telah menggunakan machine learning pada Revenue Optimization System (ROS ) mereka atau sistem pengaturan harga kamar. Sistem ini mampu mempelajari aneka data dalam menentukan harga kamar secara real-time menggunakan berbagai data internal, seperti jumlah ketersediaan kamar, tingkat pemesanan, pembatalan, tipe kamar, dan harga kamar harian. ROS juga menganalisis data eksternal seperti harga hotel pesaing, cuaca di sekitar, dan acara-acara besar yang diselenggarakan di dekat lokasi hotel. Hasilnya, lebih dari 1.000 hotel milik Starwood bisa mengubah harga kamar setiap menitnya demi menentukan harga yang paling efisien untuk meningkatkan pemasukan dan keuntungan perusahaan.

Dua contoh di atas menunjukkan, cognitive computing mampu memberikan keunggulan unik bagi perusahaan. Peluangnya pun terbilang tak terbatas karena pemanfaatan cognitive computing bisa dilakukan untuk berbagai skenario. Perusahaan retail, misalnya, bisa memanfaatkan cognitive computing untuk memprediksi stok sebuah produk berdasarkan pola pembelian konsumen selama ini. Nelayan pun bisa memanfaatkan sistem pintar ini untuk memperkirakan area laut yang padat ikan berdasarkan data cuaca dan pola arus laut.

Pendek kata, semua kebutuhan bisnis bisa memanfaatkan machine learning. Namun karena prinsip dasar dari machine learning adalah “belajar”, tiap skenario membutuhkan data dan proses pembelajaran yang berbeda. Karena itulah Gunawan Susanto mengajak semua pihak di ekosistem IT Indonesia untuk memanfaatkan machine learning berdasarkan kebutuhan unik bangsa ini. “Jangan sampai kita cuma menikmati service [berbasis machine learning]-nya, namun player-nya dari negara lain,” ujar Gunawan.

Ingin mengetahui lebih jauh mengenai pemanfaatan machine learning di berbagai industri? Daftarkan diri Anda di alamat ini untuk mengikuti CTI IT Infrastructure Summit 2017. Akan ada pembicara dari Grab, Singtel, DBS, dan berbagai perusahaan lain yang akan membahas bagaimana mereka memanfaatkan machine learning.

Rachmat Gunawan (Direktur, CTI Group) dan Gunawan Susanto (Presiden Direktur, IBM Indonesia) dalam konferensi pers kick off CTI IT Infrastructure Summit 2017.

CTI Group kembali akan menggelar seminar dan pameran infrastruktur CTI IT Infrastructure Summit 2017 pada tanggal 8 Maret 2017 di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta.

Penyelenggaraan kali ini telah memasuki tahun keempat dan akan mengangkat topik “Machine Learning: Capitalizing the Information of Everything to Drive Your Digital Business”. Harapannya, para peserta dapat memahami peran teknologi machine learning dalam membantu organisasi mengolah data dan informasi menjadi insight berharga demi pertumbuhan bisnis.

Mengapa machine learning dipilih oleh CTI Group sebagai tema besar tahun ini?

“Dengan begitu dahsyatnya pertumbuhan data di seluruh dunia, di mana sekitar 2,5 quintillion data digital tercipta per hari, bisnis tidak lagi mampu menganalisis data tersebut secara tradisional untuk memperoleh insight penting. Di sinilah kehadiran machine learning diperlukan untuk menganalisis data secara otomatis dan memprediksi masa depan untuk mendongkrak pemasukan,” jelas Rachmat Gunawan (Direktur, CTI Group) dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/2).

IDC mencatat 75% enterprise dan pengembang software akan menerapkan fungsi machine learning dengan tool analitik bisnis yang lengkap, minimal dalam satu aplikasi perusahaan. Sedangkan Gartner memperkirakan pada tahun 2018, lebih dari separuh perusahaan enterprise di dunia akan meningkatkan daya saing melalui implementasi advanced analytics dan algoritma yang nantinya mampu mendisrupsi seluruh industri.

Machine learning juga diprediksi akan mengalami peningkatan dalam sisi service market dari US$613,4 juta di 2016 menjadi US$3,755 juta pada 2021 dengan Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (CAGR) sebesar 43,7%.

“IBM memiliki solusi pendekatan Cognitive yang mampu menganalisis, memberikan rekomendasi di seluruh industri. IBM Watson merupakan produk dari solusi Cognitive kami yang memiliki kemampuan untuk membuka data-data yang tidak teridentifikasi,” jelas Gunawan Susanto (Presiden Direktur, IBM Indonesia).

“Melalui CTI IT Infrastructure Summit 2017, kami ingin menjadi mitra industri dalam menerapkan teknologi cognitive computing untuk mendorong keberhasilan bisnis di era transformasi digital saat ini,” imbuh Rachmat.

Seleksi iCIO Awards 2017

Seperti tahun-tahun sebelumnya, CTI IT Infrastructure Summit 2017 bakal menghadirkan beragam solusi TI terkini dan sharing best practice, tidak hanya bagi profesional di bidang TI, tetapi juga pemasaran, keuangan, produksi, dan sektor lainnya dari lintas industri di Indonesia.

Pada acara ini, juga akan diumumkan para CIO dan IT leader yang memenangi penghargaan iCIO Awards 2017 sebagai “The Most Influential CIO”, “The Most Intelligent CIO”, dan “The Most Innovative CIO”.

Saat ini, sembilan CIO dari berbagai latar belakang industri, yakni keuangan, pemerintahan, e-commerce, edukasi, dan transportasi berhasil lolos dalam tahapan seleksi formulir aplikasi dan akan mengikuti tahap akhir dari proses pemilihan, yakni wawancara dan presentasi dengan Dewan Juri.

Dewan Juri iCIO Awards 2017 terdiri dari Hasnul Suhaimi (Executive & Business Coach, mantan CEO XL Axiata), Hendra Godjali (CEO, Ernst & Young), Prihadiyanto (Managing Director, Accenture Indonesia), Arif Budisusilo (Pemimpin Redaksi Harian Bisnis Indonesia), dan Richardus Eko Indrajit (Kepala Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer/APTIKOM).

“iCIO Community memberikan penghargaan setinggi-tingginya untuk para CIO yang telah mengikuti proses seleksi iCIO Awards 2017. Kami berharap mereka nantinya dapat menjadi role model bagi para praktisi TIK, khususnya para CIO lain, dalam mengatasi berbagai tantangan penerapan TIK di organisasinya serta memberikan kontribusi peningkatan kinerja bisnis dan membangun daya saing organisasi secara berkelanjutan.” ujar Harry Surjanto (Founder and Advisor, iCIO Community).

CTI IT Infrastructure Summit 2017 didukung oleh lembaga riset Gartner dan Grab Indonesia serta vendor-vendor TI terkemuka di dunia, seperti IBM, FireEye, Dell-EMC, Fujitsu, Hewlett-Packard Enterprise, Lenovo, F5, Hitachi Data Systems, Lexmark, Varonis, Data Spark, Samsung, Pure Storage, dan Progress Software.

Untuk registrasi atau mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai CTI IT Infrastructure Summit 2017, silakan kunjungi: www.itinfrastructuresummit.com.

Berdasarkan neraca keuangan untuk kuartal keempat yang berakhir 31 Desember 2016, IBM mencatat penurunan pendapatan dalam 19 kuartal berturut-turut.

Pada kuartal itu, pendapatan IBM menurun 1,3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi US$21,77 miliar. Namun, angka itu masih di atas estimasi analis yang memperkirakan pendapatan sebesar US$21,64 miliar.

Sedangkan pemasukan bersih alias keuntungan IBM pada kuartal ini meningkat jadi US$4,5 miliar.

Meski demikian, IBM mengalami pertumbuhan di beberapa sektor bisnis yang disebut “strategic imperatives”, mencakup layanan cloud dan mobile, analitik data, serta perangkat lunak keamanan dan sosial. Pemasukan dari sektor bisnis itu meningkat 11 persen menjadi US$9,5 miliar dari kuartal sebelumnya.

Secara keseluruhan, bisnis cloud dan analytics IBM menyumbang 41 persen pada total pemasukan IBM sepanjang tahun 2016.

Laporan keuangan ini sekaligus membuktikan bahwa strategi Ginni Rometty (CEO, IBM) yang berfokus pada Cognitive Computing terbilang jitu. Dalam beberapa tahun terakhir, Rometty melakukan transisi bisnis IBM dari berjualan hardware dan infrastruktur menjadi layanan cloud, SaaS, dan kecerdasan buatan.

Solusi IBM SoftLayer semakin populer digunakan oleh para perusahaan berskala kecil dan menengah, seperti juga platform cloud BlueMix. Sementara itu, sistem kecerdasan buatan IBM Watson terus menunjukkan keahliannya dan meraih pelanggan baru di berbagai segmen.

Walhasil, harga saham IBM meningkat 30,2 persen dalam satu tahun terakhir dan berada di posisi US$171,64 pada penutupan perdagangan hari Kamis (19/1).

IBM Cognitive

IBM memecahkan rekor yang mereka pegang sendiri dengan membukukan 8.088 paten di Amerika Serikat atas penemuan-penemuan yang diajukan sepanjang tahun 2016.

Inilah pertama kalinya sebuah perusahaan bisa memperoleh lebih dari 8.000 paten dalam satu tahun.

Pencapaian ini juga membuat IBM mempertahankan posisi pertama sebagai perusahaan terdepan dalam perolehan hak paten di AS selama 24 tahun berturut-turut. Di posisi kedua, Samsung menyusul dengan 5.518 hak paten. Posisi-posisi selanjutnya diisi Canon, Qualcomm, Google, Intel, LG Electronics, Microsoft, TSMC (Taiwan Semiconductor), dan Sony.

“Memimpin inovasi selama 24 tahun berturut-turut adalah hasil dari komitmen tak tertandingi IBM terhadap inovasi dan litbang (R&D). Kami sangat bangga atas kontribusi unik para penemu kami kepada dunia iptek yang mendorong perkembangan bisnis dan sosial serta membuka era baru cognitive business,” papar Ginni Rometty (CEO, IBM) seperti dilansir Venture Beat.

Hak paten IBM sepanjang tahun 2016.

Hak paten IBM sepanjang tahun 2016.

Dari 8.808 paten yang diraih IBM, sekitar 2.700 di antaranya adalah penemuan terkait kecerdasan buatan, cognitive computing, dan cloud computing.

Di area kecerdasan buatan dan cognitive computing, penemu IBM mematenkan lebih dari 1.000 penemuan yang membantu mesin untuk belajar, berargumen, dan memproses aneka jenis tipe data secara efisien sembari berinteraksi dengan manusia dalam cara yang alami. Paten-paten itu mencakup machine learning untuk menjawab pertanyaan dan merencanakan rute perjalanan terbaik.

Di bidang kesehatan, IBM menemukan cara memanfaatkan foto atau gambar untuk menentukan kondisi kesehatan jantung. Ada pula alat bantu dengar yang bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan pengguna. IBM pun mematenkan drone yang bisa memetakan mikroba di rumah sakit, pabrik pengolahan makanan, dan lahan pertanian.

IBM juga mematenkan lebih dari 1.000 penemuan yang dapat membantu pengembangan cloud computing dan keamanan siber.

Setiap tahunnya, IBM mendedikasikan dana US$5,4 miliar untuk keperluan riset dan pengembangan. Mereka mempekerjakan lebih dari 8.500 penemu di 47 negara di seluruh dunia.

IBM Watson

IBM Watson

Perusahaan teknologi IBM memprediksi Cognitive Computing akan mengubah wajah dan tren teknologi terutama big data di masa depan. Perkembangan data akan terus tumbuh setiap tahunnya, menyusul berkembangnya jejaring sosial dan penjualan perangkat mobile yang tinggi. Bahkan, IBM memprediksi konsumsi data bisa tembus zettabyte pada 2020.

Nugroho Gito (Software Client Architect, IBM Indonesia) melihat sebuah ledakan data yang masif akan menuntun perusahaan teknologi untuk mengembangkan cognitive computing untuk membantu produktivitas dan menyelesaikan permasalahan manusia.

Cognitive computing (CC) merupakan platform teknologi yang menggabungkan berbagai disiplin ilmu seperti machine learning, natural language processing (NLP), speech and image recognition, dan sebagainya.

Cognitive computing adalah bagaimana manusia memindahkan kemampuan kognitif manusia ke dalam komputer sehingga komputer dapat berpikir lebih cepat dan mendekati cara berpikir manusia. IBM telah mempelopori hal ini dengan menghadirkan IBM Watson,” katanya dalam ajang Konferensi Big Data Indonesia (KBI) 2016 dengan tema Tantangan dan Harapan Big Data di gedung BPPT, Jakarta, Rabu (7/12).

Konsep penciptaan mesin dengan kemampuan kognitif sudah ada sejak 1950-an, ketika pakar komputer Alan Turing mengajukan hipotesis Turing yang mempertanyakan kemungkinan adanya mesin sangat cerdas hingga bisa merespon layaknya seorang manusia.

Riset kecerdasan buatan (AI) mulai berjalan pada 1956 tetapi belum secanggih sekarang hingga IBM memperkenalkan supercomputer Deep Blue pada 1997. Dengan memadukan machine learning dan parallel computing, Deep Blue berhasil mengalahkan juara catur dunia dalam sebuah pertandingan.

“Hasil ini menjadi pijakan implementasi cognitive computing dalam wujud IBM Watson,” tuturnya.

Gito menjelaskan cognitive computing memiliki empat kemampuan utama yaitu pemahaman, pembentukan hipotesis, kemampuan belajar dan komunikasi dengan manusia. “Di masa depan, setiap keputusan manusia akan dibuat berdasarkan informasi dari sistem kognitif seperti Watson, dan kehidupan kita akan jadi lebih baik karenanya,” ucapnya.

Beberapa contoh aplikasi Watson di industri yang sudah berjalan yaitu membantu perusahaan minyak untuk mitigasi risiko dan meningkatkan keamanan operasional, membantu pengacara untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan hukum yang berat, membantu rumah sakit di Thailand untuk diagnosis penyakit dan perawatan pasien, membuat robot humanoid cerdas bernama Pepper yang ditugaskan untuk membantu panti-panti jompo di Jepang.

IBM Watson juga berperan besar dalam pengembangan chip buatan DARPA (badan riset pertahanan Amerika) bernama SyNAPSE. Chip itu memiliki prosesor 4096 core dan memiliki cara kerja menyerupai otak manusia.

“Di RS Kanker Burmrungrad, Thailand, sekelompok dokter ahli onkologi menginput atau mengajarkan IBM Watson tentang informasi kedokteran, jurnal-jurnal ilmiah, resep obat dan data penyakit dan berobat pasien (medical record). Hasilnya, IBM Watson dapat membantu dokter utnuk mendiagnosa penyakit pasien dengan tepat dan memberikan rekomendasi tentang penanganan dan pengobatannya,” pungkasnya.

“Keputusan yang tepat, berkat IBM Watson dapat menyelamatkan nyawa orang,” pungkasnya.

 idBigdata akan kembali menggelar Konferensi Big Data Indonesia (KBI2016) di Auditorium BPPT, Jl M. H. Thamrin, Jakarta pada tanggal 7 - 8 Desember 2016.

idBigdata akan kembali menggelar Konferensi Big Data Indonesia (KBI2016) di Auditorium BPPT, Jl M. H. Thamrin, Jakarta pada tanggal 7 – 8 Desember 2016.

Seputar KBI 2016

Acara Konferensi Big Data Indonesia (KBI) 2016 sendiri merupakan acara big data terbesar di Indonesia. KBI 2016 diselenggarakan pada tanggal 7 – 8 Desember 2016 bertempat di Auditorium BPPT, Jl M. H. Thamrin, Jakarta. Penyelenggaraan konferensi kali ini merupakan kerja sama dengan Kemenristekdikti dan Universitas Al Azhar Indonesia.

Dalam KBI 2016, peserta dapat memperoleh gambaran mengenai kesiapan Indonesia dalam teknologi big data, peluang dan kebutuhan baik dalam kerangka bisnis maupun penelitian, serta arah kebijakan dan perkembangan big data di Indonesia.

Topik KBI 2016 mencakup infrastruktur big data, framework pengolahan data, eksplorasi data, visualisasi, data mining, machine learning, serta implementasinya di berbagai sektor. Konferensi tahun ini merupakan yang ke-3 kalinya. Sebelumnya idBigdata telah menyelenggarakan KBI 2014 di Yogyakarta dan KBI 2015 di Bandung. KBI 2016 akan dihadiri oleh lebih dari 600 peserta.

ibm_watson

Dunia teknologi selalu menghadirkan miliaran data setiap harinya. Data-data tersebut sangat berguna bagi penemu, pengembang, dan para pemegang kebijakan dalam memberikan hasil yang terbaik untuk meningkatkan keuntungan bisnis.

Teknologi itu hadir dalam bentuk Cognitive Computing, sebuah sistem teknologi yang tidak diprogram tetapi dilatih untuk memproses data, menganalisis, dan memberikan pendapat untuk mendapatkan hasil terbaik.

Gunawan Susanto (Presiden Direktur, IBM Indonesia) mengatakan Indonesia memiliki potensi yang luar biasa sebagai pasar yang terus berkembang, mengingat penetrasi internet yang terus meningkat di Indonesia. Data-data interaksi digital akan terus bertambah setiap harinya.

Data-data itu juga dapat digunakan untuk mencerna, memahami, dan mengurai suatu permasalahan. Sayangnya, tidak banyak teknologi yang dapat mencerna dan memahami data tersebut selayaknya yang terjadi dalam proses kognitif manusia.

“Teknologi yang mampu untuk membaca dan memahami semua data tersebut adalah Cognitive System. Melalui platform IBM Watson, sistem kognitif ini dapat dilatih dan terus belajar setiap harinya,” kata Gunawan dalam acara jumpa media di Jakarta, Selasa (24/5).

Bukan hanya itu, kata Gunawan, IBM Watson juga dapat bertindak sebagai penasihat dan memberikan alasan dalam pengambilan sebuah keputusan.

“IBM Watson dapat memahami semua data yang ditemukan di buku, jurnal, gambar, video dan social media. Di negara yang beragam seperti Indonesia, Cognitive Computing dapat membantu menghadapi tantangan-tantangan di masa mendatang,” ujarnya.

Widita P. Sardjono (CTO, IBM Indonesia) memaparkan Cognitive Business IBM merupakan bagian dari inovasi IBM dalam mendukung perkembangan teknologi. Solusi cognitive system dapat membantu terwujudnya smart city yang mulai dilirik pelbagai pemerintah. “Rio de Janeiro, ibukota Brazil, telah mengadopsi cognitive system untuk smart city,” ucapnya.

Sementara itu, Nina K Wirahadikusuma (Country Manager Software Group IBM Indonesia) mengatakan penggunaan cognitive business memberikan dampak positif kepada perusahaan retail dan marketing di Indonesia.

Cognitive System dapat membantu pengusaha retail dan tenaga pemasaran untuk menemukan sasaran yang tepat dengan memahami transformasi cara dan pola kegiatan sosial manusia,” ucapnya.

IBM Watson membuktikan kemampuan kognitifnya saat memenangkan acara kuis Jeopardy! melawan para pemain terbaik di dunia. Beberapa perusahaan dan organisasi pun telah merasakan keunggulan IBM Watson.

Di Bumrungrad International Hospital, Watson Decision Advisor for Oncology dapat memberikan saran, menganalisis dan mengumpulkan lebih dari 1800 sumber medis, 20 tahun sejarah pasien kanker dan pengalaman dari para ahli onkologi dunia.

“IBM tawarkan portofolio kognitif terbanyak untuk digunakan para pengembang dan menawarkan 28 API yang dapat diakses oleh semua orang melalui Watson Developer Cloud,” tutup Gunawan.

IBM Cognitive

Belum lama ini, IBM mengumumkan kehadiran sebuah perusahaan konsultasi yang pertama di industri untuk membantu pelanggan merealisasikan manfaat komputasi kognitif yang sedang berkembang untuk bisnis.

Kognitif adalah suatu model komputasi baru yang meliputi berbagai inovasi teknologi di bidang analitik, pemrosesan bahasa alami (natural language), dan pembelajaran mesin (machine learning). Atau mudahnya, komputasi kognitif adalah simulasi proses berpikir manusia tetapi dalam model terkomputerisasi. Tujuan dari cognitive computing adalah menciptakan sistem TI terotomatisasi yang mampu menyelesaikan masalah tanpa bantuan manusia.

IDC meramalkan bahwa pada tahun 2018, 50% dari pelanggan akan secara rutin berinteraksi dengan layanan-layanan berbasis komputasi kognitif. Model komputasi ini dimanfaatkan untuk kebutuhan aplikasi Artificial Intelligence (AI), misalnya natural language programming, neural networks, robotics, dan virtual reality.

IBM Cognitive Business Solutions memberikan layanan konsultasi bagi bidang usaha kognitif dengan dukungan kecanggihan IBM Watson dan kemampun business analytics, ditambah pula dengan dukungan lebih dari 2.000 tenaga konsultan profesional di bidang pembelajaran mesin, analitik canggih, pengembangan dan ilmu data, serta tenaga ahli di bidang manajemen perubahan dan industri. Tujuannya adalah untuk mempercepat perjalanan para pelanggan ke bidang usaha kognitif.

“Kerja sama kami dengan para pelanggan di berbagai industri membuktikan bahwa komputasi kognitif adalah salah satu jalan menuju beragam peluang bisnis di waktu mendatang,” jelas Bridget van Kralingen, Senior Vice President, IBM Global Business Services.

“Para pelanggan menyadari bahwa mereka mengumpulkan dan menganalisis semakin banyak data, tetapi hanya 80 persen dari data yang ada—berupa gambar, suara, tulisan, rumus kimia, istilah sosial—tidak dapat dijangkau oleh sistem komputasi tradisional. Kami memanfaatkan berbagai keahlian untuk menjembatani kesenjangan ini dan membantu pelanggan-pelanggan kami menjadi bank, peritel, perusahaan otomotif, perusahaan asuransi, atau perusahaan perawatan kesehatan kognitif,” tandas van Kralingen.

Kognitif Jadi Prioritas

Sebuah survei terhadap 5000 eksekutif C-level yang akan dirilis musim gugur ini oleh IBM Institute for Business Value (IBV) menemukan bahwa para eksekutif dari berbagai perusahaan terbaik lebih memprioritaskan kemampuan kognitif dibanding pesaing mereka. Penelitian IBM menunjukkan bahwa:

  • Industri asuransi: 65% CxO di industri ini sedang membuat inovasi dalam hal model bisnis mereka, tetapi hampir 30% dari responden merasa kualitas, ketepatan, dan kelengkapan data perusahaan mereka tidak memadai. Hampir semua mengatakan bahwa mereka berencana untuk berinvestasi dalam kemampuan kognitif.
  • Industri ritel: 60% dari eksekutif di industri ritel merasa tidak yakin bahwa perusahaan mereka dapat menghantarkan pengalaman pribadi yang diinginkan pelanggan, dan 95% mengatakan bahwa mereka memiliki rencana di bidang kognitif dalam waktu lima tahun ke depan.
  • Industri perawatan kesehatan: Industri ini meramalkan bahwa akan terjadi kekurangan sekitar 13 juta tenaga kerja perawatan kesehatan pada tahun 2035, dan lebih dari 50% CxO industri ini melaporkan bahwa kendala dalam menggunakan informasi yang ada mengurangi kepercayaan diri mereka ketika mengambil keputusan bisnis strategis. 84% dari mereka percaya bahwa kognitif akan menjadi kekuatan dahsyat di industri ini dan 95% berencana untuk berinvestasi di bidang kognitif dalam kurun waktu lima tahun mendatang.

Hampir di semua industri, para eksekutif yang disurvei IBM menyatakan bahwa kelangkaan kecakapan dan keahlian teknis merupakan kendala utama untuk mengadopsi komputasi kognitif. Hal itu jauh melebihi kekhawatiran lain tentang keamanan, privasim atau kematangan teknologi.

“Tidak lama lagi kita akan melihat ke masa lalu dan bertanya bagaimana kita dapat mengambil keputusan penting atau menemukan peluang baru tanpa mempelajari semua data secara sistematis,” tutur Stephen Pratt , Global Leader, IBM Cognitive Business Solutions. “Di dekade mendatang, transformasi ini akan bersifat pribadi karena para profesional seperti kami meningkatkan kapasitas kami dengan menerapkan algoritma pembelajaran. Bagi pelanggan, sistem kognitif akan memungkinkan mereka untuk memenangkan persaingan.”

Contoh Inovasi Kognitif

Ada beberapa perusahaan yang telah bekerja sama dengan IBM untuk menjadi perusahaan kognitif. Apa saja inovasi di bidang kognitif yang mereka lakukan?

  • Untuk perusahaan retail besar, IBM mengambangkan solusi kognitif untuk menganalisis data pelanggan dari berbagai sumber eksternal, termasuk data cuaca setempat dan sentimen sosial terkini. Solusi ini dapat membantu perusahaan tersebut menentukan deviasi dalam permintaan produk tertentu, memberikan rekomendasi di berbagai bidang, mulai dari penggantian hingga penetapan harga.
  • Sistem kognitif sebuah perusahaan asuransi consumer menggunakan kemampuan natural language Watson untuk menjawab berbagai pertanyaan dan memberikan saran tentang produk dan layanan perusahaan agar pelanggan dapat menikmati pengalaman online yang lebih menarik.
  • IBM bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan perawatan kesehatan untuk menerapkan teknologi di bidang genomik untuk meningkatkan kecanggihan pengobatan kanker melalui percepatan proses analisis DNA, terutama untuk opsi pengobatan personal.
  • Di industri keuangan, IBM bekerja sama dengan pelanggan menerapkan kogitif untuk mengelola risiko dengan lebih baik, serta memberikan panduan dan opsi investasi yang lebih personal.
  • Di bidang pendidikan, teknologi kognitif digunakan untuk mempersonalisasi instruksi akademis dan mempercanggih pengalaman akademis, baik bagi siswa maupun guru.

Layanan baru IBM ini tentu saja memanfaatkan kemampuan belajar dan berpikir komputasional IBM Watson untuk meningkatkan kecanggihan inovasi kognitif di berbagai industri. IBM menghabiskan setidaknya USD 1 miliar untuk Watson. IBM juga akan melatih sekitar 25.000 konsultan dan praktisi IBM baru di bidang komputasi kognitif mulai musim gugur ini.

Tahun lalu, IBM menjalin kerja sama dengan Apple, Twitter, The Weather Channel dan Facebook guna menguak berbagai sumber data baru untuk kepentingan para pelanggan di seluruh dunia.

Watson Cognitive Cooking mengajak para juru masak berkolaborasi menciptakan resep-resep baru yang enak di lidah

Watson Cognitive Cooking mengajak para juru masak berkolaborasi menciptakan resep-resep baru yang enak di lidah

JAKARTA, InfoKomputer – Saus barbekyu ini bukan sembarang racikan. Ini adalah karya juru masak Chef Watson, alias sistem komputer kognitif IBM yang punya kemampuan belajar dan memproses bahasa manusia.

Watson, sistem berbasis cloud itu, dikembangkan IBM sejak lama, sekitar 10 tahun lalu. Namun baru beberapa tahun belakangan ini namanya muncul di kalangan umum. Adalah kuis Jeopardy! yang melejitkan nama IBM Watson. Dalam acara kuis TV di AS itu, Watson berhasil mengalahkan kontestan manusia. Watson sendiri sudah belajar macam-macam, antara lain penyakit-penyakit yang membahayakan jiwa manusia, khususnya kanker.

Namun bukan cuma urusan penyakit yang membahayakan jiwa yang dipelajari Watson. Saat ini Watson pun sudah merambah ke ajang kuliner! Watson bisa meracikkan berbagai resep makanan berdasarkan bahan makanan dan gaya masakan yang kita inginkan, sambil memperhitungan nilai gizi masakan nantinya, juga rasanya.

Watson akan meneliti kandungan rasa dalam setiap bahan masakan untuk mengukur tingkat rasa enak. Lalu dengan menggunakan data gizi dari FDA (food and drug association), para insinyur IBM menyodorkan resep baru racikan Watson ke para juru masak yang dibuat. IBM menyebutnya sebagai cognitive cooking.

desert chef watsonDengan menggunakan kombinasi rasa yang diciptakan Watson, tim IBM cognitive cooking membuat sebuah database berisi 30 ribu resep yang lezat di lidah. Salah satu racikan (Chef) Watson adalah saus barbekyu yang dibuat dengan kolaborasi dari Institute of Culinary Education New York. Konon rasanya enak sehingga saus barbekyu itu kini sudah dijual dalam botol.

Dalam ajang IBM Xcite 2014 di Singapura, InfoKomputer beruntung menjadi salah satu yang merasakan masakan pembuka, utama dan penutup karya (Chef) Watson di kawasan Asean. Dalam acara makan malam itu, InfoKomputer dan para tamu disuguhi hidangan hasil kolaborasi Watson dengan Chef Christie dari Marina Bay Sands Singapura.

Sebuah piring panjang berisi Swiss Thai Asparagus Flan, Turkish Bruschetta dan Seared Tilapia Fish Slider Ginger Pineapple Slaw with Horseradish Remoulade tampak cantik dan menggugah selera. Pembuka selera itu kemudian diikuti oleh makanan utama Bengali Butternut Barbecue Chicken Breast and Grilled Garlic Barley Sweeet Pea and Pumpkin Risotto. Hidangan penutupnya adalah Sustainable Javanese Chocolate Panna Cota Espresso Whipped Ganache and Caramelized Banana. Rasanya lumayan enak.

Mau mencoba racikan Watson? Bisa! Silakan menuju situs IBM Cognitive Cooking (http://www.ibm.com/smarterplanet/us/en/cognitivecooking/). Dari software itu, Anda bisa memilih dari daftar masakan yang bahan-bahannya sudah dipilihkan oleh Watson. Ada sejumlah resep yang bisa Anda coba, misalnya Indonesian Rice Chili Corn Carne yang sayangnya tak halal.

spore

JAKARTA, InfoKomputer –   Ada kabar menyenangkan bagi rakyat Singapura. Mereka segera bisa mendapatkan saran personal dan yang lebih mendalam terkait kebijakan dan layanan-layanan pemerintahnya. Ini dimungkinkan karena pemerintah Singapura telah berkolaborasi dengan IBM untuk menggunakan IBM Watson. Begitu diumumkan IBM pada ajang IBM XCITE 2014 di Singapura (14/10/2014).

Kemitraan ini istimewa sebab merupakan adopsi pertama IBM Watson di sektor pemerintahan. Sekadar info, IBM Watson adalah teknologi komputasi kognitif (cognitive computing) yang memahami bahasa manusia. Ia akan belajar seperti seorang manusia, bukan seperti robot yang diprogram seperti sekarang. IBM Watson ini menyerap informasi- informasi yang dimasukkan kepadanya oleh para pelatih dan para penggunanya. Usai dilatih, Watson tidak hanya mampu memahami subyeknya dan pertanyaan-pertanyaan. Dalam hitungan detik, kepada para penggunanya ia bisa memberikan jawaban berdasarkan pembelajarannya.

Pemerintah Singapura disebutkan akan bekerja dengan IBM dalam sejumlah area, yakni pajak penghasilan perorangan, ijin kerja dan tenaga kerja, perawatan kesehatan (healthcare) dan keamanan ruang kerja. Saat Watson go live tahun depan, penduduk Singapura dijanjikan bisa memanfaatkan aplikasi swalayan yang tersedia situs-situs pemerintah untuk mendapatkan jawaban yang lebih detil tentang pertanyaan mereka.

Bukan hanya penduduk Singapura yang diuntungkan, tapi juga lembaga pemerintahan. Di saat belajar dari pertanyaan-pertanyaan penduduk, Watson juga memungkinkan lembaga-lembaga pemerintah untuk dapat memahami prioritas dan konstituen-nya secara lebih baik. Dengan demikian keputusan yang diambil dan operasi responsif-nya akan menjadi lebih baik.

Selain kerjasama dengan pemerintah Singapura, IBM juga bekerjasama dengan pihak lain. DBS Bank Singapura, tutur  Kellar Nevill (General Manager, IBM Asean), mengadopsi IBM Watson Advisor untuk memahami kebutuhan para investor dan cara terbaik untuk menanamkan uang.

Sementara di Thailand, Watson dimanfaatkan di rumah sakit untuk mengobati penyakit kanker. “Ada jutaan kertas kerja, riset di perawatan kesehatan. Dokter tidak mungkin membaca semuanya. Watson bisa dilatih membacanya, kemudian bisa membantu memberikan diagnosis untuk pengobatan kanker,” kata Nevill.

Melalui  modul-,modul IBM Watson yang berbasis bahasa manusia,  National University of Singapore ingin para lulusannya siap akan masa depan.

Melalui modul-,modul IBM Watson yang berbasis bahasa manusia, National University of Singapore ingin para lulusannya siap akan masa depan.

JAKARTA, InfoKomputer – Pada acara IBM Xcite 2014 di Singapura (14/10/2014), IBM mengumumkan bahwa National University of Singapore (NUS) akan institusi pendidikan yang menawarkan modul-modul cognitive computing berbasis IBM Watson. “Ini merupakan yang pertama bagi dunia akademisi di Singapura,” kata Prof. Tan Chorh Chuan (President, NUS) bangga.

Chuan mengatakan, kerjasama dalam tajuk IBM Watson for Education tersebut akan membuat para mahasiswanya akan bisa mengakses informasi dan memecahkan masalah, juga membayangkan cara-cara pemecahan masalah. “Pendekatan tunggal saja tidak lagi memadai saat ini. Perlu cara holistik dan IBM Watson bisa melakukannya karena dibangun dengan pendekatan bahasa manusia,” tuturnya.

Menurut Chuan, melalui program IBM Watson for Education para lulusan NUS akan menjadi lulusan- yang-siap-akan-masa depan (future-ready graduates). “Kita harus mencelupkan diri ke masa depan, sehingga bisa mewakilik masa depan dan tantangannya. Kemitraan ini bisa mencelupkan diri di aplikasi berbagai sektor. Para mahasiswa akan mendapatkan paparan langsung (hands-on), juga mengembangkan kompleksitas yang ditawarkan dunia sebenarnya. Tidak cuma kemampuan teknis, tapi juga keterampilan.”

Para mahasiswa NUS akan belajar tentang Watson dan teknologi yang dibutuhkan untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi sistem kognitif. Mereka akan dikelompokkan dalam tim-tim yang mengembangkan aplikasi prototipe dan rancangan bisnis untuk industri Watson di bidang retail, banking atau komunikasi.  Modul berbasis Watson ini, akan ditawarkan pada mahasiswa undergraduate dan post-graduate dari NUS School of Computing, NUS Business School dan NUS Business Analytics Centre mulai awal tahun depan.

IBM Watson, terang Kellar Nevill (Generala Manager for IBM Asean), mewakili “era baru komputasi yang merupakan irisan dari supercomputing, nanoscience dan neuroscience. IBM Watson mampu berinteraksi dalam bahasa manusia, sehingga mampu memroses banyak data dalam berbagai bentuk dan belajar dari interaksi tersebut.