Tags Posts tagged with "dell"

dell

Dell memperkenalkan Wyse 5060, komputer thin client baru berkinerja tinggi dan sangat efisien serta sepenuhnya dapat digunakan di lingkungan kerja virtual Citrix, Microsoft, dan VMware.

Solusi ini dirancang untuk para profesional di sektor ilmu pengetahuan yang menginginkan desktop virtual berkinerja tinggi dan dukungan untuk berbagai solusi komunikasi tunggal seperti Skype for Business.

Komputer thin client Wyse 5060 ini mampu menghadirkan fleksibilitas, efisiensi dan keamanan yang dibutuhkan sebuah organisasi untuk lingkungan cloud mereka dengan pengalaman pengguna yang luar biasa, sesuai kebutuhan para profesional tersebut.

“Komputer thin client quad core Wyse 5060 menghadirkan kinerja dan kemampuan yang dibutuhkan para profesional di sektor ilmu pengetahuan dalam lingkungan desktop tervirtualisasi dengan biaya kepemilikan rendah dan kemudahan pengelolaan yang dibutuhkan divisi TI,” ujar Steve Lalla (SVP, Commercial Client Software & Solutions, Dell).

Komputer thin client Wyse 5060 dilengkapi prosesor quad core AMD 2.4GHz yang mendukung flash hingga 8GB RAM dan 64GB, menawarkan kinerja hingga 30 persen lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Beberapa fitur tambahan lainnya termasuk mendukung beragam sistem operasi, inovasi keamanan, konektivitas yang lebih beragam, serta kemudahan pengelolaan.

Komputer thin client Wyse 5060 ini dapat digunakan dengan semua perangkat lunak virtualisasi utama, termasuk Citrix XenDesktop, Microsoft RDS dan VMware Horizon. Protokol remote VMware Blast Extreme juga dapat digunakan di versi WES dan ThinLinux.

Memiliki lebih dari 430 paten inovasi komputasi cloud-client dan desain, pengelolaan dan keamanan thin client, Dell adalah pakar virtualisasi client dan pelopor pemberdayaan pelanggan dalam perjalanan mereka menuju transformasi digital dalam lingkungan virtual, baik di cloud pribadi, publik, ataupun hibrida.

Dell memelopori penekanan biaya dan kompleksitas virtualisasi desktop, sembari menghadirkan kinerja yang lebih baik dan membuatnya semakin mudah untuk merancang, menginstal dan menjalankan VDI dibandingkan sebelumnya.

Komputer thin client tingkat enterprise dengan mudah dapat diperbanyak hingga mencapai puluhan ribu perangkat, dan menawarkan total biaya kepemilikan yang rendah dengan mengurangi waktu yang dihabiskan divisi TI melakukan kegiatan pengaturan dan pemeliharaan reguler.

 

 

Dell EMC memperkenalkan ProDeploy Client Suite, sebuah solusi yang memungkinkan pelanggan melakukan implementasi PC dengan lebih cepat, mudah, dan terkendali. Dengan tiga tingkatan layanan, pelatihan dan sertifikasi, pelanggan bebas untuk memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Riset IDC menunjukkan bahwa organisasi yang bekerja sama dengan penyedia layanan implementasi desktop dapat menghemat biaya, mengimplementasi sistem dengan lebih cepat dan menghadirkan pengalaman penggunaan sistem yang lebih baik2 secara signifikan.

Dengan ProDeploy Client Suite, pelanggan dapat mempercayakan seluruh aspek implementasi kepada para ahli dari Dell EMC dan mitranya, mulai dari perencanaan, konfigurasi dan instalasi hingga migrasi data dan transfer pengetahuan.

Seorang manajer akan menjadi kontak tunggal untuk mengelola aktivitas implementasi dan menerima akses ke TechDirect, situs layanan mandiri untuk mendapatkan informasi terbaru tentang konfigurasi dan status implementasi kapan pun dibutuhkan. Memenuhi semua kebutuhan, dari proses sederhana hingga yang rumit, ProDeploy Client Suite ini hadir dengan tiga pilihan yang dapat dipilih sesuai dengan skenario implementasi umum diterapkan.

ProDeploy Client Suite juga memberdayakan mitra channel Dell EMC dengan sebuah framework yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan mereka, meningkatkan pendapatan dari layanan dan menyajikan pengalaman implementasi terbaik kepada para pelanggan mereka. Para mitra memiliki fleksibilitas untuk menjadi reseller atau ikut terlibat dalam menyediakan layanan implementasi.

Dengan akses pelatihan dan sertifikasi melalui TechDirect, para mitra yang lulus uji Deployment Services Competency akan menerima akses ke seluruh metodologi dan perangkat Dell EMC, sekaligus berhak untuk terlibat dalam menyediakan layanan ProDeploy Plus dan ProDeploy.

ProDeploy Client Suite tersedia untuk sistem Dell Latitude, OptiPlex dan Precision di 70 negara. Untuk informasi lebih lanjut terkait ketersediaan layanan, Anda bisa mengunjungi situs resmi ProDeploy.

Ilustrasi penurunan penjualan komputer PC

Mimpi buruk masih terus menghantui penjualan PC di dunia ini. Bahkan, penurunan penjualan komputer PC sudah berlangsung dari lima tahun lalu. Dua lembaga riset ternama IDC dan Gartner yang mengungkapkan penurunan penjualan PC secara global.

Dari hasil penelitian, IDC memperkirakan pasar PC turun sebesar 1,6 persen pada kuartal keempat tahun 2016. Sementara Gartner memprediksi penurunan pasar PC sebesar 3,7 persen pada kuartal keempat tahun 2016 .

Menurut Gartner, penjualan PC sebanyak 269,7 juta pada tahun lalu dan 72,6 juta unit pada kuartal akhir 2016. Pencapaian itu turun 6,2 persen dari tahun 2015. Berbeda dengan Gartner, IDC melihat penjualan PC terus turun 1,6 persen dari tahun ke tahun dan pengapalan PC juga terus merosot 5,7 persen.

Sebagai perbandingan, total penjualan PC mencapai angka 365 juta unit pada 2011.

Mikako Kitagawa (Gartner Principal Analyst) mengatakan adanya perubahan di perilaku pembelian PC di kalangan konsumen. “Pasar PC yang besar kini menjadi statis dan perbaikan di sektor teknologi belum cukup untuk mendorong pertumbuhan pasar PC secara nyata,” katanya seperti dikutip Ubergizmo.

Lenovo masih menjadi pemimpin pasar PC saat ini dengan penurunan pengiriman sebesar 3 persen.

HP di posisi kedua dan Dell di posisi ketiga. HP dan Dell menorehkan catatan positif dengan pertumbuhan angka pengapalan masing-masing sebesar 1,3 persen dan 4,3 persen.

Penjualan Asus turun sebesar 0,8 persen. Penurunan terbesar dialami Apple, yakni menyusut 9,8 persen dibanding tahun sebelumnya.

Meski sejumlah segmen seperti bisnis, enthusiast, dan game mengalami kenaikan penjualan, Gartner memprediksi pasar PC akan kembali menurun pada 2017.

Ilustrasi Surface Phone versi Blass

Ilustrasi Surface Phone versi Blass

Saat ini Microsoft sedang mengerjakan Surface Phone yang akan berbasis Windows 10, bukan Windows 10 Mobile seperti yang ada di perangkat Lumia. Sebelumnya, beredar spekulasi Microsoft akan meluncurkan Surface Phone bersamaan dengan peluncuran Surface Book i7 dan Surface Studio.

Seorang wartawan teknologi kawakan Evan Blass membagi sebuah gambar smartphone berbasis Windows 10 di akun Twitter-nya. Evan Blass memang kerap membagikan bocoran smartphone terbaru dan terbukti tepat informasinya.

Belum jelas, apakah itu smartphone Microsoft Surface Phone atau Windows Phone Dell. Blass pun telah mengonfirmasi kepada Tom Warren dari The Verge bahwa smartphone itu bukanlah sekadar konsep.

Belum ada informasi terbaru yang bisa dibagikan, tetapi banyak pihak memprediksi Surface Phone akan menggunakan prosesor Intel.

Sedangkan situs Tech Times mencoba mengonfirmasi bahwa gambar yang dibagikan oleh Evan Blass itu bukanlah Surface Phone, melainkan rancangan smartphone Dell yang sempat dikembangkan beberapa waktu lalu. Tapi, proyek itu batal dilanjutkan.

161001000002

Austin, InfoKomputer – Dell Technologies memiliki lini produk yang terbilang sangat lengkap. Mulai dari solusi untuk konsumen umum hingga kelas enterprise. Mulai dari notebook hingga server berskala besar.

Namun, masih ada satu produk yang saat ini belum masuk dalam portofolio Dell Technologies, yaitu smartphone.

Walaupun sebelumnya pernah mencoba merilis smartphone pada beberapa tahun lalu, Dell Technologies tak ingin mencoba peruntungannya kembali di pasar yang begitu padat dengan berbagai produsen tersebut.

Dalam sebuah sesi tanya jawab di sela-sela gelaran Dell EMC World 2016, Michael Dell (CEO, Dell Technologies) mengatakan tidak berminat untuk kembali ke pasar smartphone.

“Tidak!” jawabnya singkat saat ditanya mengenai kemungkinan Dell untuk kembali merilis smartphone.

Sebelumnya, Dell memang tercatat pernah merilis beberapa varian smartphone dan tablet. Salah satunya adalah Dell Streak yang sempat hadir di Indonesia beberapa tahun yang lalu.

Dell mengatakan, pihaknya bisa saja kembali merilis smartphone baru ke pasaran. Namun, ia menyatakan tak ingin melakukannya karena dinilai membuang-buang uang saja. “Dunia tidak perlu lagi produsen smartphone baru,” katanya.

Dell menjelaskan, daripada menjual hardware, Dell Technologies lebih suka menghadirkan solusi yang bisa membantu pengguna mengelola smartphone-nya.

Maksudnya, setiap smartphone yang digunakan, baik digunakan secara mandiri atau dikelola oleh perusahaan, akan menghasilkan data yang akan disimpan ke dalam sebuah server. Nah, Dell akan berfokus untuk menghadirkan perangkat-perangkat untuk data center yang akan menyimpan data-data yang dihasilkan oleh smartphone tersebut.

Selain itu, Dell Technologies juga saat ini memiliki AirWatch, sebuah aplikasi mobile device management (MDM) yang menjadi bagian dari VMware yang kini juga berada di bawah Dell Technologies.

Dengan semakin banyaknya penggunaan smartphone, Dell percaya bahwa aplikasi MDM seperti AirWatch akan mampu mengambil tempat untuk membantu mengelola banyaknya smartphone tersebut.

161001000003

Austin, InfoKomputer – Bergabungnya Dell dan EMC membuat Dell Technologies menjadi sebuah perusahaan teknologi enterprise terbesar di dunia saat ini. Bergabungnya kedua raksasa teknologi tersebut membuat Dell Technologies memiliki portofolio produk dan solusi yang lengkap untuk berbagai kebutuhan.

Namun di samping segmen enterprise, Dell juga memiliki fondasi yang sangat kuat di pasar konsumen. Ya, di pasar konsumen, Dell merupakan salah satu produsen yang memiliki pangsa pasar yang besar, salah satunya di bisnis komputer atau PC.

PC memang menjadi cikal bakal Dell Technologies saat ini. Pada acara pembukaan Dell EMC World 2016 hari Rabu (19/10) waktu setempat, Michael Dell (CEO Dell Technologies) sempat mengenang kembali saat ia memulai bisnis komputernya di sebuah asrama di University of Texas, tiga puluh dua tahun lalu.

Dell mengatakan, untuk saat ini pun, bisnis PC tetap menjadi fokus utama dalam strategi bisnis Dell Technologies.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, walaupun Dell mungkin bukan merupakan perusahaan nomor satu untuk volume penjualan PC, namun Dell masih menjadi perusahaan dengan untung yang paling besar. “Saya tak peduli walaupun pesaing kami menjual lebih banyak. Tapi, untuk urusan keuntungan, kami yang nomor satu,” katanya.

Lebih lanjut Dell menjelaskan, PC akan terus dibutuhkan oleh orang-orang. Terutama karena akan semakin banyaknya perangkat yang terkoneksi ke internet.

Saat ini saja tercatat ada delapan miliar perangkat yang terkoneksi dan akan terus membengkak menjadi dua ratus miliar selama lima belas tahun mendatang.

Perangkat yang terkoneksi ini bukan hanya perangkat-perangkat seperti notebook, smartphone, dan tablet, namun juga perangkat-perangkat yang menjadi bagian dari ekosistem internet of things (IoT).

161001000001

Michael Dell (CEO, Dell Technologies) di panggung Dell EMC World 2016.

Austin, InfoKomputer – Acara Dell EMC World 2016 baru saja dimulai di Austin, Texas pada hari Rabu (19/10) waktu setempat. Pada acara ini, Michael Dell (CEO, Dell Technologies) kembali secara resmi mengumumkan akuisisi EMC yang pertama kali diumumkan pada bulan Oktober 2015 lalu dan telah difinalisasi pada 7 September 2016.

Go big or go home,” kata Michael Dell saat mengingat kembali keinginannya menggabungkan Dell, EMC, dan VMware pada gelaran Dell World setahun silam. Hasilnya, Dell Technologies kini menjadi sebuah perusahaan teknologi enterprise terbesar di dunia.

Berbekal teknologi-teknologi terbaik yang dimiliki oleh Dell, Dell EMC, dan unit lainnya di bawah bendera Dell Technologies, Michael Dell menyatakan perusahaannya siap untuk membantu perusaaan dalam melakukan transformasi digital.

Dell menyebutkan, transformasi digital tersebut bisa dilakukan dalam tiga langkah. Mulai dari modernisasi data center, otomasi TI, dan mentransformasi TI agar bisa bekerja seperti penyedia layanan.

Dell Technologies memiliki solusi yang lengkap untuk membantu setiap langkah transformasi digital tersebut.

Michael Dell juga mengatakan, transformasi digital tersebut akan masuk ke seluruh perusahaan di setiap segmen industri.

Ia menyebutkan, perusahaan akan bertransformasi dengan cepat untuk menyambut era baru yang disebut sebagai sebuah fajar digital. “Anda tidur sebagai sebuah perusahaan software dan bangun sebagai sebuah perusahaan data dan analitik,” kata Dell.

Mengelola Multi-Cloud

Layanan cloud tentunya menjadi salah satu bagian dari fajar digital baru tersebut.

Namun Dell menegaskan, bukan hanya satu layanan cloud saja, melainkan terdiri dari berbagai penyedia layanan yang bisa dipilih oleh sebuah perusahaan untuk keuntungan mereka.

Dell menambahkan, cloud kini telah menjadi model operasi untuk TI. “Layanan public cloud telah dan akan terus bertumbuh karena layanan public cloud bisa memberikan sebuah layanan otomatis. Namun perusahaan yang hanya mengandalkan satu layanan cloud saja akan mengalami kesulitan berkompetisi.”

“Anda akan hidup di dunia dengan multi-cloud dan kami akan menyediakan aplikasi untuk membantu Anda mengelolanya,” kata Dell.

Di bawah Dell Technologies, terdapat Pivotal, VMware, dan Virtustream yang bisa membantu perusahaan dalam mengelola beban kerja antara layanan private cloud dan layanan public cloud seperti AWS, Google, dan Microsoft Azure.

Joe Tucci (kiri) dan Michael Dell (kanan) berjabat tangan dalam sebuah acara. Kerja sama antara EMC dan Dell sudah jauh dilakukan sebelum akuisisi terjadi.

Joe Tucci (kiri) dan Michael Dell (kanan) berjabat tangan dalam sebuah acara. Kerja sama antara EMC dan Dell sudah jauh dilakukan sebelum akuisisi terjadi.

Dell Inc. telah merampungkan akuisisi EMC Corp dan mengganti nama menjadi Dell Technologies. Dell merupakan vendor hardware asal Amerika Serikat (AS) dan EMC adalah perusahaan yang fokus pada solusi TIK, seperti cloud, big data, dan storage.

Saat ini perusahaan gabungan itu memiliki sebanyak 140 ribu anggota tim secara global dan akan tetap menjalankan operasionalnya dari Hopkinton dan Massachussets, Amerika Serikat. Kolaborasi Dell dan EMC menjadi sebagai perusahaan teknologi swasta terbesar dunia dengan nilai valuasi sebesar USD74 miliar secara keuntungan.

Sebelumnya, Dell mengakuisisi EMC senilai US$ 67 miliar atau setara Rp 909 triliun (sesuai kurs dolar 2015) pada tahun lalu sekaligus menjadi akuisisi terbesar dalam sejarah di jagat teknologi. Kesepakatan baru dapat tercapai dua tahun setelah Michael Dell kembali mengubah Dell menjadi perusahaan tertutup di 2013.

Michael Dell (CEO Dell Technologies) mengatakan Dell Technologies akan fokus menggarap termasuk klien, infrastruktur, dan layanan.

“Dell mengunggulkan segmen perusahaan menengah dan EMC lebih menyasar ke perusahaan besar. Kedua perusahaan ini menawarkan produk yang sama, namun dengan kisaran harga berbeda,” katanya seperti dikutip TechCrunch.

Dell mengungkapkan keuntungan penjualannya mencapai USD25,26 miliar selama enam bulan. Keuntungan tersebut menurun sebesar 1 persen dari tahun lalu. Sedangkan, penjualan di segmen enterprise mencapai USD3,8 miliar pada kuartal kedua setara dengan penjualan unit PC tahun lalu.

“Dunia menjadi lebih pintar dan terhubung setiap menitnya. Pada akhirnya, kita akan terhubung dengan Internet of Things (IoT). Ini alasan kami menciptakan Dell Technologies untuk menjadi perubahan dan memandu pelanggan dalam perjalanan digital mereka,” jelas Dell.

Saat ini bisnis Dell meliputi penyedia solusi Boomi, Pivotal, RSA, SecureWorks, Virtustream dan juga VMware. Skala itu memungkinkan Dell bisa menghadirkan lebih banyak inovasi dan investasi di segmen riset dan pengembangan, penjualan dan pemasaran, serta layanan.

“Kami memiliki produk, layanan, SDM dan skala global untuk menjadi katalis bagi perubahan dan memandu pelanggan, baik dari bisnis skala besar dan kecil, dalam perjalanan digital mereka,” pungkas Dell.

EMC sendiri dulunya adalah raksasa di bisnis TI korporat. Mereka termasuk penyedia hardware storage terbesar di dunia. EMC juga membuat server dan memiliki perusahaan sekuriti RSA.

Aset besar EMC yang akan turut dimiliki Dell adalah VMWare, perusahaan yang menguasai jagat software virtualisasi, yang memungkinkan para pebisnis menjalankan bermacam sistem operasi di perangkat mereka. EMC mempunyai sekitar 81 persen saham VMWare.

160901000001

Menghadirkan smart city bukan hanya memerlukan inisiatif dari pemerintah, melainkan juga perlu didukung oleh pihak-pihak lain seperti masyarakat, dan yang tak kalah penting, perusahaan swasta sebagai vendor penyedia teknologi.

Pada gelaran Indonesia Smart City Forum (ISCF) 2016 @Bandung, selain pemaparan dari pemimpin kota serta para ahli, para produsen teknologi pun turut serta memamerkan beragam solusi smart city yang bisa diaplikasikan untuk menghadirkan smart city.

Siemens Indonesia

Sebagai perusahaan yang telah lama berkonsentrasi di segmen perangkat-perangkat industrial, Siemens menghadirkan solusi smart city yang menyeluruh.

Siemens menghadirkan solusi transportasi seperti traffic control system hingga kendaraan yang telah dilengkapi dengan beragam teknologi pintar seperti bis dan kereta pintar. Selain itu, Siemens juga menyediakan solusi lain seperti teknologi manajemen gedung untuk menghadirkan teknologi yang lebih lengkap di sebuah bangunan, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energinya.

Pihak Siemens menyatakan, solusi-solusi yang ditawarkannya bisa diadopsi sesuai dengan keperluan spesifik suatu kota, serta bisa diintegrasikan dengan solusi lainnya.

Lintasarta

Penanganan masalah dalam sebuah smart city umumnya dilakukan dengan menghadirkan aplikasi untuk mengatasi masalah-masalah spesifik.

Untuk memudahkan integrasi berbagai aplikasi serta pemantauan, Lintasarta menghadirkan sebuah dashboard dengan dukungan dari IBM Intelligent Operations Center. Dashboard ini akan menggabungkan aplikasi-aplikasi yang ada ke dalam satu tampilan yang lebih lengkap untuk memudahkan pemantauan. Dashboard ini juga akan menampilkan notifikasi apabila terdapat suatu hal atau masalah yang muncul.

Indosat Ooredoo

Operator telekomunikasi Indosat Ooredoo menyediakan beragam solusi untuk mewujudkan smart city di sebuah kota. Sebagai contoh, Indosat Ooredoo menyediakan solusi untuk e-government. Solusi tersebut terdiri dari portal pemerintahan dan dilengkapi dengan berbagai aplikasi untuk berbagai kebutuhan seperti aplikasi untuk warga, aplikasi untuk RT/RW, aplikasi untuk kelurahan atau desa, serta aplikasi untuk kecamatan hingga kota. Selain itu Indosat Ooredoo juga menyediakan dashboard untuk smart city monitoring.

Indosat Ooredoo juga bekerjasama dengan Lintasarta untuk menyediakan solusi City-care yang berbasis cloud. Arsitektur solusi ini sudah lengkap, meliputi lapisan infrastruktur seperti jaringan dan data center, lapisan data dengan pemodelan data yang dikenal umum (open data), dan lapisan API (Application Program Interface) yang bisa dibuka kepada para pengembang aplikasi. Di atasnya, ada lapisan aplikasi-aplikasi yang dibuat oleh pihak ketiga dengan memanfaatkan data-data milik pemerintah.

Dell

Mendukung berbagai inisiatif dari pengembang dan produsen teknologi lainnya, Dell bekerjasama dengan beberapa mitranya menghadirkan solusi-solusi untuk mendukung perwujudan smart city. Sebagai contoh, Gorilla Technology menggunakan solusi perangkat keras dari Dell dalam menghadirkan perangkat untuk video monitoring dan analytics.

Andrew Gotama (Project Manager, Southeast Asia, Gorilla Technology) mengatakan bahwa solusi video monitoring dan analytics ini bisa digunakan untuk mengidentifikasi wajah manusia serta pelat nomor kendaraan bermotor. Ia mencontohkan, solusi ini bisa dimanfaatkan pemerintah untuk melancarkan program pembatasan pelat nomor ganjil dan genap yang mulai diaplikasikan di Jakarta.

Photo 2- Dell Inspiron 2-in-1 Launch

Dell Indonesia memperkenalkan jajaran Inspiron 2-in-1 terbaru yang cocok bagi para pelajar, pengusaha pemula dan keluarga yang mencari solusi komputasi sehari-hari yang hemat biaya. Jajaran Inspiron 2-in-1 terbaru ini termasuk Dell Inspiron 11 3000 2-in-1 dan Inspiron 13 5000 2-in-1.

Perangkat-perangkat terbaru ini tersedia dengan beragam pilihan konfigurasi prosesor dan fitur, yang membantu pelajar, keluarga dan pengguna yang mencari solusi dengan harga terbaik untuk berinteraksi, belajar, dan meraih prestasi yang lebih baik.

“Dengan perangkat Inspiron 2-in-1 ini, konsumen kami di Indonesia dapat leluasa bekerja dan bermain kapan pun dan di mana pun,” ujar Martin Wibisono (Consumer Country Director, Dell Indonesia).

Inspiron 11 3000 2-in-1 ditujukan bagi pelajar dan cocok untuk seluruh keluarga. Dengan desain ultraportable, laptop ini menggabungkan fungsi laptop dan tablet yang terdiri dalam beberapa pilihan warna menarik. Beberapa fitur andalannya mencakup penggunaan prosesor Intel terbaru, dukungan layar resolusi HD (1366×768), serta ketersediaan port USB 3.0 dan card reader Micro SD membuat pengguna dapat dengan mudah mengatur koleksi multimedia miliknya.

Dengan daya tahan baterai hingga 8 jam, Inspiron 11 3000 2-in-1 bisa menjadi teman ideal bagi pengguna pemula yang membutuhkan perangkat komputasi dari kelas-ke-kelas, saat berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, menghabiskan waktu saat terjebak macet, atau bersantai di rumah.

dell-inspiron

Sedangkan Inspiron 13 5000 2-in-1 hadir dengan pilihan fitur yang lebih kaya serta memiliki kinerja lebih tinggi. Dengan desain ramping dan dukungan resolusi layar full HD,  Inspiron 2-in-1 seri 5000 ini memiliki beragam fitur dan pilihan yang mudah digunakan. Di antaranya opsi kamera inframerah dapat digunakan menggunakan fitur Windows Hello sehingga pengguna dapat mengaktifkan sistem hanya dengan memindai wajahnya. Pilihan konfigurasi SSD memungkinkan daya tahan baterai lebih lama, kinerja aplikasi lebih responsif, dan daya tahan terhadap goncangan yang lebih baik dibandingkan dengan konfigurasi HDD konvensional.

Bentuknya yang kompak dan ringan membuat laptop 2-in-1 berukuran 13 inci ini ideal untuk menemani perjalanan sehari-hari. Dengan berat mulai dari 1.62 kg untuk konfigurasi layar FHD 13 inci, dan memori DDR 4 dual channel hingga 16GB, Inspiron 5000 2-in-1 ini adalah perangkat yang tepat untuk multi-tasker yang kerap membuka beberapa aplikasi sekaligus dan menggunakannya secara bergantian.

“Konsumen mengakui fleksibilitas yang ditawarkan perangkat 2-in-1 dan dengan memilih prosesor Intel Core generasi ke-6 mereka akan mendapatkan kinerja luar biasa dari sebuah laptop dan mobilitas dan keseruan menggunakan tablet dalam satu perangkat,” ujar Yohan Wijaya, MNC Sales Director, Intel Indonesia.