Tags Posts tagged with "facebook"

facebook

Ilustrasi Facebook Stories 1

Snapchat sangat menginspirasi Facebook tahun ini. Setelah Instagram Stories, kini Facebook resmi meluncurkan Facebook Stories yang memungkinkan penggunanya berbagi foto dan video yang akan lenyap secara otomatis dalam waktu 24 jam.

Facebook pun berharap Facebook Stories mampu mendongkrak pendapatan iklan mereka, menyusul kepopuleran Instagram Stories yang berhasil mengalahkan Snapchat. Fitur ini telah diujicoba di beberapa negara, sebelum resmi dirilis hari ini.

Bahkan, banyak pengguna Snapchat yang “minggat” ke Instagram Stories dan membuat pertumbuhan pengguna Snapchat terhambat. Pengguna Instagram Stories mencapai 150 ribu orang setiap harinya, setara dengan total pengguna Snapchat.

Pengguna dapat memperbarui aplikasi Facebook di Play Store atau App Store untuk menggunakan fitur Facebook Stories. Cara kerjanya sangat mirip Snapchat atau Instagram Stories. Pengguna bisa menambahkan foto dan video pendek melalui Stories Bar yang tersemat di bagian atas aplikasi Facebook.

Anda pun bisa berkreasi dengan menambahkan beragam filter, efek bergerak, tulisan, dan coretan. Selain itu, Facebook Stories menyematkan aksesoris lainnya seperti stiker dan kemampuan mencorat-coret konten dengan beragam warna.

Ilustrasi Facebook Stories 2

Sebelum posting dikirim, Anda akan mendapatkan pilihan, apakah posting Anda akan dipublikasikan di timeline-nya. Sama seperti Instagram, Facebook Stories yang dibagikan oleh pengguna Facebook akan muncul tepat di bagian atas News Feed.

Jika Snapchat menampilkan berdasarkan kronologis, Facebook mengurutkannya berdasarkan teman terdekat yang sering berkomunikasi dengan Anda, seperti dikutip BBC.

Sebelumnya, Facebook sudah menghadirkan terlebih dahulu fitur Stories di Messenger, Instagram, dan WhatsApp. Sayangnya, Stories di WhatsApp tidak terlalu mendapat respons positif, alhasil WhatsApp menggantinya kembali dengan status teks.

Ladang Uang

Tak hanya itu, Facebook Stories juga bisa menjadi ladang uang baru bagi Facebook. Dengan 1,8 miliar pengguna, Facebook dapat memonetisasi layanan tersebut ke pengiklan seperti yang sudah dilakukan oleh Instagram Stories.

Sejumlah analis memperkirakan Facebook Stories merupakan strategi perusahaan melawan Snapchat.

Stories memungkinkan Facebook, Snapchat, dan jejaring sosial apa pun untuk memasukkan iklan ke messaging apps secara gratis. Pengguna pun tak bisa menolak iklan tersebut.

Jika iklan disisipkan ke Snapchat Stories di antara dua unggahan milik teman, tentu pengguna tak akan marah. Pengguna hanya akan menganggapnya sebagai gangguan sekilas, kemudian lanjut tap pada layar perangkatnya dan melihat-lihat Stories lainnya.

Live Location – Messenger

Facebook meluncurkan fitur terbaru Live Location yang membagikan lokasi Anda di Messenger dan sudah tersedia di iOS serta Android.

“Dengan Live Location, Anda bisa membagikan keberadaan Anda dengan teman-teman dan keluarga Anda,” kata Selena Wang (Product Manager Messenger) dalam siaran persnya, Rabu.

Wang mengatakan Facebook telah menguji coba fitur Live Action untuk beberapa lama dan Facebook sudah menuai feedback bahwa fitur Live Location sangat membantu mereka dalam berkoordinasi dengan teman-temannya.

“Anda bisa dengan mudah mengabarkan sudah seberapa dekat Anda saat dalam perjalanan. Anda juga bisa berbagi lokasi dengan teman sekamar di malam hari saat dalam perjalanan pulang,” ucapnya

Untuk berbagi Live Location untuk perangkat iOS, Anda bisa menekan ikon Lokasi atau tekan ikon “More” dan pilih lokasi. Dengan pembaruan itu, Anda bisa melihat peta lokasi terkini dan Anda bisa menekan sebuah baris biru untuk berbagi Live Location.

Jika Anda memilih untuk berbagai Live Location dengan teman atau group Anda, mereka akan melihat keberadaan Anda di peta selama 60 menit ke depan. Uniknya, Anda dapat melihat estimasi tentang berapa lama lagi untuk sampai ke lokasi lainnya dengan menggunakan mobil.

Kemudian, Anda dapat berhenti membagikan Live Location kapan saja dengan menekan “Stop Sharing” (Berhenti Berbagi). Kemudian, ada sebuah jam kecil di bagian kanan bawah pojok di peta yang menunjukkan berapa lama lagi Anda dapat membagikan lokasi Anda.

Untuk pengguna Android, Anda bisa menekan ikon Lokasi atau ikon “More” dan pilih Lokasi. Kemudian, Anda akan melihat sebuah peta dari lokasi terkini Anda dan pilihan untuk menekan sebuah garis biru untuk membagikan Live Location Anda selama 60 menit.

Seperti perangkat iOS, Anda memiliki pilihan untuk berhenti membagikan Live Location dengan menekan “Stop Sharing” (Berhenti Berbagi). Kemudian, Anda bisa melihat waktu yang tersisa untuk berbagi dengan Live Location melalui jam penghitung kecil yang berada di sebelah pojok kanan bawah dari peta tersebut.

Untuk informasi dan instruksi lebih lanjut mengenai bagaimana mengirimkan dan berbagi lokasi di Messenger, harap kunjungi Pusat Bantuan.

Ilustrasi pencegahan bunuh diri.

Belum lama ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kasus seorang pria yang menyiarkan langsung proses bunuh dirinya lewat Facebook. Rupanya, kasus ini bukan pertama kalinya terjadi.

Pada bulan Januari lalu, seorang gadis 14 tahun gantung diri di rumahnya di Florida, AS, dan seorang pria 33 tahun menembak dirinya di dalam sebuah mobil di jalanan Los Angeles, seperti dilansir USA Today. Aksi keduanya disiarkan secara langsung di Facebook.

Sedangkan pada Oktober tahun lalu, seorang pria Turki menayangkan curahan hatinya di Facebook Live setelah diputuskan kekasihnya, sebelum akhirnya bunuh diri–motif yang mirip dengan kasus bunuh diri live di Jakarta akhir pekan silam.

Merespons fenomena tersebut, Facebook bertindak dengan mengintegrasikan perangkat pencegahan bunuh diri secara real-time di dalam Facebook Live. Mulai awal Maret lalu, Facebook menawarkan layanan live chat dari organisasi pencegahan krisis seperti National Suicide Prevention Lifeline dan Crisis Text Line melalui Facebook Messenger.

Facebook juga mengembangkan sistem kecerdasan buatan yang mampu membaca, menganalisis, dan mengenali post dan komentar di wall seorang pengguna untuk mengenali gejala-gejala kecenderungan bunuh diri. Jika seseorang dicurigai berpotensi melakukan bunuh diri, sistem akan mengirim sinyal bahaya kepada Facebook sehingga Facebook bisa menawarkan dukungan berupa konseling dan live chat.

Cara Facebook mencegah usaha bunuh diri.

Bukan hanya Facebook yang bereaksi menanggapi fenomena bunuh diri live. Wired melaporkan bahwa tim peneliti di Florida State University telah menguji sistem berbasis machine learning untuk mempelajari rekam medis dari 2 juta pasien di kota Tennessee, AS.

Hasil uji coba tersebut membuktikan bahwa algoritma yang digunakan pada sistem machine learning itu berhasil mencapai tingkat akurasi 80 sampai 90 persen. Algoritma ini menggabungkan berbagai faktor, seperti penggunaan obat pereda nyeri dan jumlah kunjungan ke UGD setiap tahun, untuk memprediksi apakah seseorang punya potensi bunuh diri atau tidak dalam dua tahun ke depan.

Sementara itu, Cogito, pengembang asal Boston, AS, sedang membuat aplikasi Companion yang dapat menggambarkan kesehatan mental seseorang dengan cara menganalisis suara orang tersebut.

Aplikasi itu ditanamkan di smartphone dan berjalan di latar belakang untuk merekam semua kata dan kalimat yang pengguna ucapkan. Aplikasi itu kemudian akan mencoba mengenali intonasi, energi, dan elemen-elemen vokal yang menyiratkan perasaan depresi dan perubahan mood lainnya sepanjang hari. Aplikasi itu juga memakai accelerometer pada ponsel untuk mendeteksi seberapa aktif pengguna yang bisa dijadikan indikator kondisi mentalnya.

Aplikasi Companion sedang diujicoba kepada para pasien dengan kelainan jiwa di sebuah rumah sakit di Boston. Jika aplikasi mendeteksi adanya kecenderungan depresi pada seorang pasien, dokter dan tenaga medis lainnya akan diberitahu agar mereka dapat segera mengecek kondisi pasien yang bersangkutan.

WhatsApp Luncurkan Fitur Terbaru Status

WhatsApp meluncurkan fitur Status di layanannya. Fitur itu memungkinkan penggunanya memajang foto, video pendek, dan GIF, sebagai status mereka. Namun, status itu akan bertahan selama 24 jam dan lenyap, sepintas mirip dengan Snapchat.

“Ketika hilang, konten itu bakal benar-benar musnah sebab WhatsApp menggunakan sistem enkripsi end-to-end. “Fitur baru ini memungkinkan Anda berkabar dengan teman-teman menggunakan WhatsApp dengan cara mudah dan menyenangkan,” kata Jan Koum (CEO dan pendiri WhatsApp) dalam blog resmi WhatsApp.

Facebook selaku pemilik WhatsApp agaknya begitu mengidolai kemampuan Snapchat, sehingga menjiplaknya untuk dua layanan sekaligus yakni Instagram dan WhatsApp.

WhatsApp sudah memiliki fitur tab Status yang terletak antara tab Chats dan Calls. Di tab tersebut, pengguna dapat melihat status dari para kontaknya ataupun membuat status sendiri.

Cara membuat status dalam bentuk foto atau video pun mudah saja. Anda tinggal tekan ikon WhatsApp yang ada di tab status yang kemudian langsung mengarah ke kamera. Untuk status berupa video, tekan tombol kamera lebih lama. Sedangkan untuk status berupa foto, cukup tekan tombol kamera sekali.

Untuk video, pengguna bisa merekam gambar hingga 45 detik, durasi itu terhitung lama dibandingkan Instagram Stories yang hanya 15 detik, maupun Snapchat yang cuma 10 detik.

Anda juga dapat mengambil foto, video pendek, atau GIF, yang tersimpan di galeri smartphone. Sayangnya, WhatsApp Status belum menyediakan kemampuan untuk memberikan filter foto/video yang menggemaskan pada konten.

Serunya, saat melihat status dari pengguna lain, pengguna juga bisa langsung memberikan komentar. Anda juga memberikan pilihan mute jika tidak ingin melihat update status dari user tertentu.

“Fitur status terbaru ini memungkinkan kalian memasang update dengan cara yang sederhana dan fun. Kami berharap kalian menikmatinya,” ujarnya.

Fitur Status itu sudah bisa digunakan oleh pengguna WhatsApp di Indonesia. Pengguna harus meng-update aplikasinya melalui Google Play Store (Android) atau Apple App Store (iOS). WhatsApp akan memberikan update itu secara bergelombang oleh WhatsApp, sehingga tidak semua pengguna menerimanya dalam waktu yang bersamaan.

Vi

Mark Zuckerberg (Pendiri dan CEO Facebook) mengungkapkan visi dan misi Facebook untuk jangka panjang. Saat ini pengguna aktif Facebook menyentuh angka 1 miliar orang di seluruh dunia dan Facebook akan terus memfasilitasi interaksi di dunia nyata.

“Facebook fokus menghubungkan teman-teman dan anggota keluarga. Setelah itu, kami akan fokus mengembangkan infrastruktur sosial untuk komunitas yang mendukung kami,” katanya seperti dikutip Business Insider.

Facebook pun akan menjamin penggunanya harus tetap aman. Karena itu, Facebook meluncurkan fitur Safety Chech yang memungkinkan pengguna memberitahu kondisinya ketika wilayahnya dilanda bencana.

“Facebook akan terus mengidentifikasi risiko yang berkaitan dengan kesehatan mental, penyakit, atau kejahatan untuk meningkatkan pelayanannya terhadap pengguna,”ujarnya.

Ketiga, Facebook akan memastikan setiap penggunanya mendapatkan informasi. Karena itu, Facebook gencar memerangi berita hoax.

“Ini merupakan salah satu tanggung jawab Facebook untuk memberikan efek positif dan mengurangi yang buruk,” ucap Zuck.

Ilustrasi Fitur Facebook Discover People

Tidak hanya menghubungkan teman sejawat dan mitra kerja, kini Facebook meluncurkan fitur terbaru Discover People yang memungkinkan penggunanya menemukan teman kencan.

Tampaknya, Facebook ingin menandingi Tinder dalam pencarian jodoh.

Fitur Discover People terletak pada bagian navigasi Facebook dan sudah tersedia untuk sejumlah peranti berbasis iOS dan Android. Facebook sudah melakukan ujicobanya fitur barunya tersebut di Australia dan Selandia Baru pada akhir tahun lalu.

Di dalam fitur tersebut, para pengguna harus memperkenalkan diri terlebih dahulu dan memilih beragam profil orang dari peristiwa yang mereka hadiri dan menunjukkan ketertarikan. Kemudian, para pengguna bisa bertukar pesan.

“Setiap orang memiliki kekurangan. Ada orang yang sulit berinteraksi (tertutup) dengan orang-orang di sekitar, entah saat berada di lingkungan pekerjaan yang baru,
bergabung dengan kelompok yang baru, berencana menghadiri sebuah undangan, atau pindah ke tempat tinggal yang baru,” kata seorang juru bicara Facebook seperti dikutip TechCrunch.

Karena itu, Facebook memperkenalkan Discover People untuk membantu Anda menemukan lebih banyak orang-orang yang memiliki kesamaan dengan berselancar melalui profil orang-orang di komunitas terdekat. Facebook mengkonfirmasi hanya informasi publik yang dapat dilihat dalam fitur Discover People.

“Pengguna juga bisa melihat berbagai profil anggota Facebook yang tinggal di dekat mereka atau kolega kerja,” ujarnya.

Ilustrasi Fitur Pencari Kerja di Facebook

Selain media sosial, kini Facebook juga merangkap jadi situs karir untuk mencari dan memasang lowongan pekerjaan. Kini perusahaan sudah bisa mengandalkan Facebook untuk memasukkan lowongan perkerjaan di halaman resmi mereka.

Pembaruan itu memungkinkan pengguna untuk menemukan dan melamar pekerjaan langsung di Facebook. Kemudian, informasi lowongan pekerjaan akan dipublikasikan ke halaman perusahaan dan muncul di News Feed dari pengikut mereka.

“Halaman admin dapat mempublikasikan lowongan pekerjaan dalam hitungan menit,” tulis Facebook seperti dikutip CNBC.

Selain itu, perusahaan atau si pemasang iklan harus menyertakan foto, jabatan, lokasi, jenis pekerjaan (penuh waktu atau paruh waktu) dan penjelasan bersama dengan info opsional seperti ringkasan dan gaji.

Perusahaan juga akan memiliki opsi untuk meningkatkan pencarian dengan membayar premi. Nantinya, perusahaan bisa mendapatkan audiens dengan jumlah yang lebih besar.

Sementara itu, pengguna Facebook juga dapat mencari pekerjaan yang cocok dengan kriteria Anda berkat fitur filter pekerjaan. Anda juga dapat mencari pekerjaan secara manual dengan mengunjungi halaman perusahaan dan mengklik tab pekerjaan yang terletak di samping bagian lain seperti “rumah,” “posting,” dan “foto.”

Untuk mendaftarkannya, Anda bisa memilih tombol “mendaftar sekarang”. Kemudian, Anda bisa membuka aplikasi formulir yang harus diisi dengan info yang tersedia di profil Anda (seperti nama, kota, email).

Kemudian, Anda bisa mengirimkan aplikasi melalui Messenger. Pada halaman admin, Anda dapat meninjau informasi dan pesan untuk mengetahui soal status aplikasi Anda.

Karena itu, pengguna Facebook yang ingin mencari pekerjaan di Facebook untuk memperbarui profil pribadi mereka agar terlihat lebih profesional dan meng-upload lebih banyak foto, informasi pendidikan dan pengalaman kerja.

Facebook menyambut Hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari dengan merilis fitur pembuatan dan pengiriman kartu Valentine virtual.

Facebook menyambut Hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari dengan merilis fitur pembuatan dan pengiriman kartu Valentine virtual.

Mulai hari ini (13/2), seluruh pengguna Facebook akan melihat pesan saat membuka halaman news feed mereka yang berisi ucapan selamat Hari Valentine dari Facebook. Selain itu, pengguna juga diajak untuk berbagi dan mengirimkan kartu Valentine virtual kepada orang-orang yang disayangi. Nantinya, kartu virtual itu akan tampil di news feed orang yang dituju.

Ada beberapa desain kartu yang bisa dipilih. Semua desain itu dibuat oleh tim seniman dan ilustrator Facebook yang berkantor di New York dan London. “Kami memasukkan campuran dari berbagai gaya dan selera untuk mewakili makna Hari Valentine yang kira-kira tepat untuk Anda,” kata juru bicara Facebook.

Selain kartu Valentine virtual, pengguna Facebook dapat memeriahkan hari kasih sayang lewat filter bertema Valentine saat sedang bercakap-cakap di aplikasi Messenger.

Sebagai informasi, fitur kartu Valentine virtual baru diperkenalkan Facebook pada tahun ini. Alasannya, Facebook melihat statistik yang menunjukkan bahwa pada tahun lalu, terjadi peningkatan interaksi di antara penggunanya sebanyak 25% pada Hari Valentine dibandingkan dengan dua pekan sebelumnya. Artinya, para pengguna Facebook memang gemar merayakan hari kasih sayang secara online.

Jadi, kepada siapakah kartu Valentine virtual Anda akan dikirimkan?

Video kartu Valentine virtual di Facebook:

Bos Snapchat Evan Spiegel dan Miranda (Ki-Ka) resmi bertunangan

Supermodel Miranda Kerr yang juga tunangan bos Snap Inc Evan Spiegel meluapkan amarahnya kepada Facebook lantaran Facebook terlalu banyak mencuri ide dan layanan Snapchat seperti Instagram Stories yang sangat mirip dengan Snapchat.

“Saya tidak tahan dengan Facebook. Mengapa Facebook tidak berinovasi. Apakah mereka harus mencuri semua ide tunangan saya?,” kata Kerr seperti dikutip CNET.

Tidak jelas, apakah kekesalan Kerr itu mewakili Spiegel. Meski begitu, komentar itu memperlihatkan pendapat dari orang yang sangat dekat dengan Spiegel mengenai perilaku Facebook yang memang suka meniru fitur Snapchat untuk layanannya.

“Saya tidak bisa mendukung Facebook. Ketika kamu menyalin ide milik orang lain, itu bukan sebuah inovasi,” tutur Kerr.

Instagram Stories memang banyak menuai kritik karena sangat mirip dengan Snapchat, mulai dari penyimpanan video pendek selama 24 jam, desain, antarmuka, hingga penyematan stiker berbasis lokasi dan waktu.

“Saya tak habis pikir mereka (Facebook) bisa tidur pulas sepanjang malam,” ujar Kerr.

Miranda Kerr pun masih menggunakan Facebook dan Instagram. Page Facebook resmi Miranda Kerr menghimpun 8.264.208 like, sementara laman Instagram-nya diikuti 10,6 jutaan orang.

Snapchat punya 158 juta pengguna harian, tetapi setelah Instagram meluncurkan Instagram Stories terlihat adanya penurunan pengguna dalam jumlah cukup signifikan pada Snapchat.

Dengan fitur mirip Snapchat itu, Instagram Stories mampu unjuk gigi dan membuat semua kalangan beralih ke Instagram Stories. Bahkan, membuat jumlah views Snapchat Stories turun antara 15 – 40 persen dan pengunggah Snapchat pun semakin jarang memantau unggahannya.

Pengungsi Suriah Anas Modamani “Selfie” dengan Angela Merkel, Kanselir Jerman

Anas Modamani (seorang pengungsi Suriah) di Jerman menggugat Facebook karena kesal menjadi subjek berita bohong alias hoax oleh akun-akun anonim di laman media sosialnya.

Bahkan, ia dituding sebagai pelaku aksi teror di Bandara Brussel dan stasiun kereta Maalbeek, Maret tahun lalu, dan juga aksi teror dalam serangan di Berlin pada Desember 2016.

Dalam berita-berita palsu tersebut, terlihat gambar Modamani dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Foto itu diambil Modamani ketika Merkel mengunjungi tempat penampungan para pengungsi di Distrik Spandau, Berlin, pada September 2015.

“Selama lima bulan pertama, saya pikir foto itu adalah jimat keberuntungan. Tapi, kini saya rasa malah membawa kesialan,” ucapnya.

Sepintas wajah Modamani sangat mirip dengan salah satu tersangka keturunan Maroko, Najim Laachraoui, dan membuat foto dirinya kembali viral, tetapi dengan tajuk “Merkel selfie dengan teroris Brussels”.

Padahal, Modamani sudah hidup tenang dengan ibu angkatnya, Anke Meeuw, dan bekerja di gerai McDonald’s sebagai kasir. “Kami ingin hidup kami kembali. Itulah yang kami perjuangkan saat ini,” ujar Modamani.

Pengadilan pun menggelar sidang dengar pendapat pertama yang terkait gugatan tersebut.

“Gugatan utama terhadap Facebook karena perusahaan ini tidak berusaha menghentikan kabar bohong yang merugikan klien saya. Bagi Facebook, kabar bohong dan penghinaan bukan pelanggaran standar komunitas, melainkan pelanggaran hukum Jerman,” ujar Chan-jo Jun (Pengacara Modamani) dalam video yang diunggah dalam akun Facebook perusahaannya.

“Beberapa orang mencoba menghancurkan reputasi pengungsi seperti saya dan mereka menggunakan Facebook untuk menyebarkan kebencian terhadap kami,” kata Modamani seperti dikutip Venture Beat.

Juru Bicara Facebook mengatakan pihaknya sudah menghapus dua unggahan yang berisi fitnah terhadap Modamani. Namun, pihak Modamani meminta Facebook menghapus seluruh unggahan yang berhubungan dengan dirinya, termasuk juga berita hoax yang telah dibagikan berulang-ulang ke berbagai pihak.

“Kami sudah secepatnya menutup akses atas konten yang dilaporkan kepada kami oleh pengacara Modamani. Jadi, kami tidak yakin bahwa langkah hukum dibutuhkan ataupun dianggap sebagai jalan yang paling efektif untuk menyelesaikan masalah itu,” tegas pihak Facebook.