Tags Posts tagged with "Filipina"

Filipina

iwic-10-daftar-pemenang

Seluruh pemenang IWIC 10.

Para pemenang Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-10 telah diumumkan hari ini (2/11) dalam acara di Kantor Pusat Indosat Ooredoo, Jakarta. Salah satu finalis IWIC 10 asal Filipina, Rianna Patricia Cruz, berhasil menggondol salah satu gelar juara pertama, yaitu pada kategori Women & Girls Idea.

Sebagaimana diketahui, IWIC 10 melombakan enam kategori utama, yaitu Kids, Teens, University Students & Public, Developer, Special Category – Youth with Disabilities, dan Special Category – Women & Girls. Setiap kategori dibagi lagi menjadi dua subkategori, yakni Ideas (ide aplikasi) dan Apps (aplikasi yang sudah jadi), kecuali kategori Developer yang dibagi menjadi Apps dan Mobile Web.

Dari total 3.592 proposal ide dan aplikasi yang diterima pada penyelenggaraan IWIC 10 ini, panitia telah menyeleksi secara ketat dan menghasilkan 34 finalis yang kemudian diundang ke Jakarta untuk mengikuti bootcamp dan babak penjurian. Di antara 34 orang itu, terdapat tiga finalis yang datang dari luar Indonesia, yaitu Hiroto Aoki (Jepang), Rianna Patricia Cruz (Filipina), dan That Mon Aye (Myanmar).

Dewan juri yang terdiri dari perwakilan Indosat Ooredoo, Kompas Gramedia, Tech In Asia, Dicoding, dan HarukaEdu akhirnya memutuskan daftar pemenang IWIC 10 sebagai berikut:

Kategori Kids Idea:
Juara 1 Aisha Dinar Farahita (Pekanbaru) dengan ide aplikasi Let’s Find Alternative Energy
Juara 2 Muhammad Arya Bimasena (Bogor) dengan ide aplikasi Envy Troops
Juara 3 Aby Jenaki (Serang) dengan ide aplikasi Aby Go Clean

Kategori Kids Apps:
Juara 1 Ahmad Danesh (Serpong) dengan aplikasi Adventure of Revi
Juara 2 IGM Andhika Rai (Jakarta) dengan aplikasi Superhero Ball Fight
Juara 3 Nikeisha Ardhiona Dinari (Tangerang) dengan aplikasi Music Star

Pemenang IWIC 10 pada kategori Kids.

Pemenang IWIC 10 pada kategori Kids.

Kategori Teens Idea:
Juara 1 Nadiela Septiani (Bogor) dengan ide aplikasi Smart Vertical Garden
Juara 2 Septi Rachmawati (Depok) dengan ide aplikasi My Sensuss
Juara 3 Risma Nadia (Tangerang) dengan ide aplikasi Sampah? Capture!

Kategori Teens Apps:
Juara 1 Fara Alifa Iswandhani (Tangerang) dengan aplikasi Ordinary TeenBoy
Juara 2 Alif Akbar (Tangerang) dengan aplikasi Falling Ball
Juara 3 Benedictus Harris (Jakarta) dengan aplikasi Kegunaan Teknologi

Kategori University Student & Public Idea:
Juara 1 Rohhaji Nugroho (Yogyakarta) dengan ide aplikasi Owis (Ojek Wisata)
Juara 2 Hiroto Aoki (Jepang) dengan ide aplikasi Space Magical
Juara 3 Hamdan Fajri (Aceh) dengan ide aplikasi Meuge

Kategori University Student & Public Apps:
Juara 1 Fitrah Akbar Budiono (Serpong) dengan aplikasi FoodGasm
Juara 2 Taufan Arfianto (Tangerang) dengan aplikasi Pegi Haji
Juara 3 Agil Julio (Bandung) dengan aplikasi AR Belajar Binatang

Kategori Developers Mobile Web:
Juara 1 Mohammad Iqbal (Bandung) dengan web Bandros.co.id
Juara 2 That Mon Aye (Myanmar) dengan web Star Ticket
Juara 3 Ria Afrayani (Bekasi) dengan web Pembantu.com

Kategori Developers Apps:
Juara 1 Adam Ardisasmita (Bandung) dengan aplikasi Pippo Belajar Dinosaurus
Juara 2 Arrival Dwi Sentosa (Bandung) dengan aplikasi Uangku
Juara 3 Rudi Hartono (Bandung) dengan aplikasi Project Tarakan

Para pemenang IWIC 10 pada kategori khusus Youth with Disabilities atau kaum difabel.

Para pemenang IWIC 10 pada kategori khusus Youth with Disabilities atau kaum difabel.

Special Category – Youth with Disabilities Idea:
Juara 1 Fakhry Muhammad Rosa (Depok) dengan ide aplikasi Object Identifier
Juara 2 Ade Ismail (Balikpapan) dengan ide aplikasi Gobrak
Juara 3 Catur Sigit Nugroho (Kebumen) dengan ide aplikasi Aksesibilitas

Special Category – Youth with Disabilities Apps:
Juara Adrian Naufal R. (Tangerang) dengan aplikasi The Prototype

Special Category – Women & Girls Idea:
Juara 1 Rianna Patricia Cruz (Filipina) dengan ide aplikasi Mighty Her
Juara 2 Kurrotha A’yun Al-Ahdiyah (Depok) dengan ide aplikasi Meetink
Juara 3 Meike Rachmana (Bengkulu) dengan ide aplikasi Triviguide

Special Category – Women & Girls Apps:
Juara 1 Tiara Freddy Andika (Bandung) dengan aplikasi Twinniesamu
Juara 2 Siti Aisyah (Sidoarjo) dengan aplikasi Nutrikids Mobile Order
Juara 3 Inggrid Daneilla W. (Medan) dengan aplikasi Qoin

Para pemenang IWIC 10 kategori khusus wanita. Rianna Patricia Cruz (kiri) asal Filipina berhasil memboyong juara pertama.

Para pemenang IWIC 10 kategori khusus wanita. Rianna Patricia Cruz (kiri) asal Filipina berhasil memboyong juara pertama.

c88-group-fintech

Situs fintech milik C88 Group.

Perkembangan startup di bidang fintech yang dianggap akan menggoyang kemapanan bisnis keuangan tradisional ternyata menarik perhatian sejumlah pemegang modal.

Salah satunya Telstra Ventures, modal ventura asal Australia, yang baru-baru ini menanamkan investasi Seri-B pada C88 Financial Technologies Pte Ltd, pemilik dan pengelola tiga situs jasa keuangan di Asia Tenggara, yakni CekAja.com dan Premiro.com di Indonesia serta eCompareMo.com di Filipina.

Sebagai informasi, inilah investasi keempat Telstra Ventures di wilayah Asia dalam 12 bulan terakhir.

“Situs-situs milik C88 adalah situs finansial terbesar di negara masing-masing. Mereka menghubungkan institusi perbankan dan asuransi dengan pelanggan untuk berbagai jenis produk, seperti pinjaman, gadai, dan asuransi. Fungsionalitas mereka mempermudah pelanggan untuk menjadi nasabah institusi keuangan,” ujar Matthew Koertge (Managing Director, Telstra Ventures) dalam keterangan pers.

“Di seluruh platformnya, C88 menggabungkan pengalaman personal berbasis data sehingga memudahkan akses pelanggan dari web maupun mobile, serta melengkapi infrastruktur di balik layar, seperti call center dan jaringan penjualan untuk melayani transaksi,” sambung Koertge.

Bagi C88, selain memperoleh sokongan dana, keuntungan bagi mereka adalah kesempatan untuk berkolaborasi dengan layanan enterprise Telstra yang ditawarkan kepada institusi finansial di seantero Asia Pasifik, termasuk melalui perusahaan joint venture di Indonesia, Telkomtelstra.

“Investasi ini menyediakan cukup dana bagi kami untuk memperbesar kepemimpinan pasar di Indonesia dan juga Filipina. Kami akan mendorong pemasaran ke masyarakat luas dan melanjutkan upaya kami untuk membantu pelanggan, institusi finansial, dan pengambil kebijakan,” ujar J. P. Ellis (Co-Founder dan Group CEO, C88).

Di samping Telstra Ventures selaku pemimpin, tahap investasi Seri-B ini juga diikuti oleh investor sebelumnya antara lain Monk’s Hill Ventures, Kejora Ventures, Captii Ventures, Altitude Partners, Jasrag Investments, serta sejumlah grup investor maupun individu dari Indonesia dan Malaysia.

HP-ehealth

Mumbai adalah kota terbesar kedua di India setelah New Delhi. Berstatus kota metropolitan, Mumbai memiliki fasilitas publik yang relatif lengkap bagi warganya. Termasuk di dalamnya berbagai pilihan pelayanan medis, mulai dokter pribadi, klinik, sampai rumah sakit.

Namun, pada kenyataannya, rasio antara populasi dokter (dan tempat berobat) dan masyarakat di India tidaklah berimbang. Sebanyak 75% infrastruktur dan sumber daya medis di India berada di area urban, sementara 69% masyarakat India berdomisili di pelosok desa. Akibatnya, banyak kasus kematian di India yang terjadi karena warga yang sakit tidak bisa atau tidak sempat memperoleh tindakan medis yang memadai dari ahlinya.

Fakta inilah yang membuat HP berinisiatif untuk membangun eHealth Center guna membantu pelayanan medis bagi masyarakat pedesaan di India. Dengan fasilitas lengkap, termasuk peralatan diagnostik, workstation, dan teknologi HP Cloud untuk mendukung feature Health Cloud dan konferensi video, eHealth Center lebih murah untuk dibangun dan lebih mudah untuk ditempatkan di satu kontainer/peti kemas mobile.

Proyek yang dimulai di tahun 2012 ini mencatat sukses besar. Saat ini, ada enam eHealth Center HP di seantero India dengan 25 pasien baru setiap harinya. Inisiatif ini bakal diperluas ke lebih banyak desa melalui kemitraan HP dengan Narayana Health, jaringan rumah sakit terkemuka di India. Di samping itu, eHealth Center juga akan segera diperkenalkan di Bhutan dan Filipina.

Menjelang tengah tahun, banyak orang memanfaatkan kesempatan ini untuk melaksanakan liburan, baik ke objek-objek wisata di dalam maupun luar negeri. Sebelum bepergian, tidak ada salahnya untuk mengecek dulu program promosi dari LivingSocial ini.

Dinamakan “The Asian Summer Escapes”, program dari situs belanja diskon LivingSocial ini menawarkan berbagai paket akomodasi dengan harga spesial di lima negara Asia, yakni Indonesia, Thailand, Korea Selatan, Filipina, dan Malaysia. Negara-negara tersebut dipilih karena di sanalah jaringan grup LivingSocial berada. 

“Dengan program ini, kami menawarkan ide baru untuk menjelajahi Asia dengan cara yang menyenangkan, berbeda, dan hemat. Kami juga melakukan inovasi di model bisnis travel serta industri daily deals melalui kolaborasi [di tingkat] regional,” tutur Nazar Musa (General Manager Escapes Asia, LivingSocial) dalam keterangan persnya.

Program liburan di Asia ini berlangsung mulai 7 Mei hingga 20 Mei 2012 dan bisa ditemukan di alamat http://www.livingsocial.co.id/travel/asiansummer.html. Sebanyak 20 penawaran akan ditawarkan kepada konsumen secara bertahap selama periode tersebut, antara lain:

– Berbagai pilihan menginap di hotel-hotel termewah dan terbaru di Seoul, Korea, dengan harga mulai dari Rp1.539.000, seperti Art Nouveau City III Seocho Hotel.

– Akomodasi terjangkau di berbagai lokasi di Manila, Cebu, dan wilayah lainnya di Filipina mulai dari Rp1.089.000, seperti Hotel H2O di Manila dengan ruang Aqua-nya yang unik.

– Liburan romantis dengan berbagai pilihan vila mewah di Bali, Indonesia, mulai dari Rp888.000, seperti Nunia Villa.  

– Bermalam yang sempurna dengan variasi pilihan akomodasi di sekitar Penang dan Malaka, Malaysia, mulai dari Rp1.759.000, misalnya hotel termewah dan terkenal di Penang, Hard Rock Hotel.  

– Berbagai tipe akomodasi tersedia di jantung kota Bangkok dan pantai-pantai terbaik di dunia dari Thailand, termasuk Pattaya, Krabi, Samui, dan Phuket, mulai dari Rp449.000, seperti Woraburi Sukhumvit, Bangkok.

Kolaborasi tiga perusahaan besar ini menghadirkan solusi efisiensi biaya storage perusahaan hingga 50%

Menghadapi tuntutan efisiensi anggaran terkait krisis ekonomi saat ini, tiga perusahaan besar dalam bidang storage, virtualisasi, dan jaringan berkolaborasi untuk memberi solusi. NetApp, VMware, dan Cisco mengumumkan kerja sama guna membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia menekan biaya dan pemakaian storage hingga 50%.

Kolaborasi antara NetApp dan Cisco akan menghadirkan pendekatan yang menyeluruh agar jaringan dan aplikasi yang disediakan dapat mendukung cara kerja yang paling efisien. Sementara kolaborasi NetApp dan VMware dapat menyadarkan pelanggan terhadap potensi penuh dari lingkungan VMware. Melalui storage NetApp, pelanggan bakal punya fleksibilitas, tingkat ketersediaan yang tinggi, dan efisiensi yang diperlukan untuk pertumbuhan lingkungan desktop virtual mereka.

Dalam keterangan pers yang diterima InfoKomputer, Steven Law (Country Manager NetApp Indonesia, Vietnam, dan Filipina) berucap, “Teknologi efisiensi storage kami seperti thin provisioning, deduplication, RAID-DP, dan Snapshot dapat membantu pelanggan merealisasikan penghematan ruang yang dibutuhkan di lingkungan virtual sampai 50%.” Jim Lenox (General Manager VMWare ASEAN) menambahkan, “Melalui integrasi dengan teknologi dan solusi dari NetApp, pelanggan dapat menciptakan gabungan sumber daya komputasi, jaringan, dan storage yang dibutuhkan agar IT-as-a-Service dapat menjadi kenyataan.” Sementara Sanjay Rohatgi (Manager Director Cisco Indonesia) ikut berkomentar, “Bersama dengan NetApp dan VMware, Cisco mengedepankan solusi Unified Computing System untuk kemajuan data center di Indonesia menuju lingkungan TI yang lebih dinamis.”

Bersama VMware dan Cisco, NetApp mencoba menawarkan jajaran solusi storage dan manajemen data yang canggih dan sederhana dengan kemampuan untuk konsolidasi, integrasi, dan berbagi informasi di segala sistem, lokasi, dan organisasi. Akses yang cepat menuju informasi tersebut tersedia pula, baik secara internal maupun eksternal.

Untuk menguraikan keuntungan, nilai bisnis, dan juga teknis kerja sama antara tiga vendor tersebut, NetApp kemarin (27/10) menyelenggarakan seminar “Virtualized Dynamic Data Center” di Hotel Gran Melia, Jakarta. Dalam acara itu, dijelaskan cara mengatasi meningkatnya pengeluaran dan modal untuk data center serta risiko dari downtime system.

(Erry FP)