Tags Posts tagged with "Google"

Google

Ilustrasi Google Maps ride sharing

Kamu pasti memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan ketika menunggu teman yang suka “ngaret” atau datang telat. Kini,Google Maps memiliki fitur terbaru pembagian titik lokasi atau share-location yang memungkinkan pengguna bisa berbagi lokasi teman atau saudara Anda secara langsung alias real-time pada layanan.

Dengan kemampuan real-time, Anda dapat memantau teman atau kekasih Anda secara langsung. Fitur pelacakan real-time itu akan hadir di dua platform mobile populer, Android dan iOS.

Sepintas, fitur ini mirip dengan fitur ride-sharing ketika Anda melakukan pemesanan. Anda dapat memantau driver Go-Jek, Uber, atau Grab baik posisi dan estimasi waktunya. Selain mempermudah komunikasi, fitur itu juga menenangkan hati keraguan keluarga, pacar dan istri Anda karena mereka akan tahu keberadaan Anda secara real-time.

Cara kerjanya, Anda cukup membuka aplikasi Maps yang sudah diupgrade dan pilih menu yang terletak di samping atau ketuk lingkaran kecil berwarna biru yang menunjukkan lokasi Anda berada.

Selanjutnya, ketuk “Berbagi Lokasi” (share location) dan pilih orang yang ingin Anda bagikan lokasi. Namun, Anda harus pastikan orang itu sudah terhubung sebagai kontak pada akun Google Anda.

Kemudian, atur berapa lama durasi waktu berbagi lokasi. Anda bisa memilih dalam kurun menit hingga jam. Begitu durasi selesai, teman tak bisa lagi memantau lokasi Anda secara real-time.

Di layar aplikasi ada sebuah ikon, tepatnya di atas kompas yang akan mengingatkan bahwa Anda sedang aktif berbagi lokasi. Anda juga dapat mengatur kapan harus berhenti berbagi lokasi, meski durasi yang disetel belum berakhir.

Sejumlah perusahaan besar di Amerika Serikat dan Eropa ramai-ramai menarik iklannya dari mesin pencari Google dan YouTube dan berniat memboikot platform iklan digital Google.

Faktor pemicunya karena algoritma iklan Google memunculkan iklan-iklan dari para perusahaan itu secara berdampingan atau berdekatan dengan konten-konten berisi ujaran kebencian (hate speech), rasisme, terorisme, dan ekstremisme.

Jelas saja, para pemasang iklan menolak hal tersebut karena khawatir produk mereka dikaitkaan atau dianggap mendukung aksi-aksi ekstremisme semacam itu.

Dikutip dari Forbes, surat kabar Inggris The Times merekam bahwa iklan penyedia jasa liburan Sandals Resorts diletakkan pada video di YouTube yang mempromosikan kelompok jihad Al-Shabaab asal Afrika Timur. Sedangkan iklan milik Disney, John Lewis, dan Waitrose dimunculkan pada video propaganda homofobia dan nasionalis kulit putih.

Daftar perusahaan yang menarik iklan mereka dari Google dan YouTube meliputi nama-nama besar berikut ini: Johnson & Johnsin, AT&T, Verizon, L’Oreal, HSBC, RBS, BBC, The Guardian, Marks & Spencer, Lloyd’s, Audi, WPP, Havas, Tesco, Volkswagen, Sainsbury, dan Pemerintah Inggris.

Salah satu pernyatan protes yang diajukan Pemerintah Inggris berbunyi, “Pembekuan iklan ini bersifat sementara sampai Google bisa meyakinkan kami bahwa pesan-pesan pemerintah bisa disampaikan dalam cara yang aman dan pantas.”

Pernyataan lainnya dari agen periklanan WPP dan Havas bernada lebih kejam.

“Kami selalu mengatakan bahwa Google, Facebook, dan lainnya adalah perusahaan media yang punya kesamaan tanggung jawab dengan perusahaan media lainnya. Mereka tidak bisa berdalih bahwa mereka adalah perusahaan teknologi, terutama ketika mereka menaruh selot iklan,” ujar Sir Martin Sorrell (CEO, WPP).

“Google tidak mampu menjamin secara spesifik bahwa iklan display atau video mereka bisa diklasifikasikan dengan cepat atau dengan filter yang tepat,” kata juru bicara Havas.

Google Mohon Maaf

Menanggapi kejadian dan berbagai protes ini, Google mengeluarkan permohonan maaf lewat sebuah pernyataan dari Ronan Harris (Managing Director, Google UK).

“Dengan jutaan situs di dalam jaringan mesin pencari kami dan 400 jam video diunggah ke YouTube setiap menit, kami sadar bahwa kami tidak selalu benar [dalam menempatkan iklan]. Tetapi, kami tahu bahwa kami bisa dan harus bekerja lebih baik,” kata Harris.

Tak lupa, Harris menambahkan bahwa kejadian itu hanya terjadi dalam persentase yang sangat kecil dan iklan-iklan terkait sudah dicopot dari konten-konten negatif.

Google juga berjanji akan menyediakan anggaran lebih banyak untuk menegakkan kebijakan tentang konten negatif serta membantu pemasang iklan untuk melindungi iklan mereka dari kemunculan di konten-konten yang menyinggung SARA.

Ilustrasi Android Oreo

Google resmi merilis Android versi terbarunya, Android O, untuk para pengembang. Tetapi, Google masih bungkam terkait nama resmi sistem operasinya tersebut.

Android O diketahui menawarkan kemampuan manajemen baterai yang lebih baik, pengoperasian notifikasi yang jauh lebih mudah, serta modus picture-in-picture.

Android O juga akan membatasi jumlah aplikasi yang aktif di latar belakang sehingga dapat mengurangi konsumsi daya yang tidak disadari pengguna.

“Melanjutkan apa yang sudah dimulai di Nougat, prioritas utama Android O adalah meningkatkan daya tahan baterai pengguna,” kata David Burke (Vice President of Engineering for Android).

Android O juga memiliki update Android WebView yang meningkatkan keamanan perangkat pengguna dan membuat codec berbahaya semakin sulit mencuri informasi pribadi pengguna, seperti dikutip The Verge.

Rencananya, Google akan meluncurkan dan mengungkapkan nama resmi Android O dalam ajang Google I/O 2017, Mei mendatang.

Sistem operasi Android terakhir, Android Nougat, sendiri baru terpasang 2,8 persen dari seluruh Android yang aktif. Sedangkan ada 85 persen pengguna yang masih menggunakan tiga versi sebelumnya yaitu Android Marshmallow, Lollipop, dan KitKat.

Jaket Pintar Levis

Wearable gadget tak hanya smartwatch, fitness tracker, atau kacamata pintar. Google dan Levi’s membuat konsep jaket pintar Project Jacquard yang bisa dikendalikan melalui smartphone.

Levi’s menyebut jaket pintarnya itu dengan nama Commuter Trucker. Anda akan menemukan sebuah panel sentuh tipe kapasitif di bagian lengan kiri jaket yang bisa merespons perintah berupa ketukan atau usapan di permukaanya.

Jaket Pintar Levis 2

Panel sentuh itu memiliki baterai yang dapat diisi ulang dan dapat bertahan hingga dua hari dalam sekali pengisian. Panel sentuh itu hanya bisa dipakai menjalankan aplikasi tertentu di smartphone seperti memulai atau menghentikan aplikasi musik, menjawab panggilan telepon, membaca pesan teks, dan menjalankan aplikasi Google Maps dan Calendar.

“Anda harus mengunduh aplikasi terlebih dahulu untuk menyambungkan panel dengan smartphone sekaligus memanfaatkan berbagai fitur. Untuk mengatur, ada dua ketukan di panel sentuh untuk menyalakan aplikasi musik,” kata Ivan Poupyrev (Leader of Project Jacquard di Google) seperti dikutip CIO.com.

Google pun akan mendesain jaket pintar Project Jacquard untuk bisa digunakan oleh berbagai aplikasi pihak ketiga. Sayangnya, jaket Commuter Trucker hanya bisa berfungsi pada smartphone Android.

Goole pun telah memamerkan jaket ini pada konferensi I/O tahun 2016. Rencananya, Levi’s akan menjual jaket Commuter Trucker tersebut dengan pilihan ukuran untuk pria dan wanita.

Harga Commuter Trucker dibanderol 350 dollar AS atau sekitar Rp 4,6 juta.

Ilustrasi Google Wallet

Ada kabar gembira bagi pengguna smartphone Android di Amerika Serikat. Kini, pengguna Android sudah bisa mengakses Google Wallet yang terintegrasi dengan aplikasi Gmail. Walhasil, mereka bisa mengirim uang lewat e-mail.

Google Wallet adalah sistem pembayaran mobile buatan perusahaan raksasa teknologi tersebut. Dalam layanan itu, pengguna dapat menyimpan informasi kartu debit, kartu kredit, dan kartu hadiah (gift card).

Pengguna pun tidak perlu memasang aplikasi Wallet di telepon seluler karena mereka cukup membuka Gmail, memasukkan alamat e-mail penerima (tidak perlu alamat Gmail asalkan punya akun Google Wallet), dan menambahkan wallet seperti memasang lampiran.

Satu hal yang menarik dari layanan mengirim uang via Gmail adalah kemudahan prosesnya. Untuk mengirimkan uang, pengguna hanya perlu melakukan proses yang sama seperti mengirimkan e-mail dengan lampiran (attachment).

Untuk melampirkan uang ke dalam e-mail, pengguna cukup mengeklik ikon “$” yang ada di bagian menu, lalu memasukkan jumlah uang yang ingin ditransfer. Setelah itu, pengguna tinggal menekan tombol “Send“, seperti dikutip dari Digital Trends.

Sayangnya, Google baru memberlakukan kemampuan mengirim dan menerima uang lewat Gmail di AS, baik di desktop web maupun Android. Jadi, pengguna di luar AS harus bersabar dan menanti kapan Google akan menghadirkan fitur serupa di negara lain.

Pemandangan kawah gunung berapi Marum di Google Street View.

Bagi Anda yang suka petualangan dan mencintai alam, Google menawarkan sesuatu yang menantang: perjalanan masuk ke dalam kawah gunung berapi. Tetapi, tentu saja perjalanan ini bukan mendatangi kawah secara langsung, melainkan perjalanan virtual lewat Google Street View.

Pada hari Rabu (15/3), Google merilis objek wisata baru ke katalog Street View-nya, yaitu kawah Marum yang berada di pulau Ambryn, Vanuatu. Kawah ini terletak 400 meter di bawah puncak gunung Marum dengan luas sekitar dua buah lapangan sepakbola.

Sebagai informasi, gunung Marum adalah satu dari sembilan gunung berapi aktif di Vanuatu. Uniknya, posisi gunung Marum berdampingan dengan gunung berapi lainnya, Benbow, di sebuah kaldera seluas 101 kilometer per segi.

Untuk mengabadikan perjalanan ini, Google menggandeng petualang Geoff Mackley dan Chris Horsley yang dibekali kamera 360 derajat. Perjalanan ini dilakukan pada bulan September 2016.

“Berdiri di tepi kawah dan merasakan panas yang menjilat kulit Anda rasanya fenomenal. Dengan menaruh tempat ini di peta, saya berharap masyarakat akan menyadari betapa indahnya bumi yang kita tinggali ini,” tukas Horsley dalam blog resmi Google.

“Anda akan menyadari betapa kecilnya manusia saat berdiri di sisi sebuah danau besar yang penuh berisi magma membara,” imbuh Mackley.

Sebagai bagian dari perjalanan virtual ini, Google juga merekam suasana 360 derajat di Endu, desa kecil di kaki gunung yang menjadi titik awal pendakian ke puncak Marum. Endu dihuni lebih dari 7.000 warga yang kebanyakan bekerja sebagai petani, mengingat suburnya tanah di sekitar gunung berapi.

Melalui inisiatif Google ini, Moses (Kepala Desa Endu) berharap makin banyak wisatawan yang mau berkunjung ke Vanuatu untuk mengagumi keindahan alam, mempelajari budaya lokal, serta ikut menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar.

Jadi, sudah siapkah Anda masuk ke dalam kawah gunung Marum secara virtual? Silakan berkunjung ke alamat ini.

Ilustrasi Google Pixel 2

Para vendor terus berlomba-lomba untuk menghadirkan seri smartphone flagship. Sebut saja Huawei dengan P10, LG dengan G6, Apple dengan iPhone 7 dan iPhone 7 Plus, Sony dengan Xperia XZ Premium dan Samsung yang segera merilis Galaxy S8.

Google akan kembali meluncurkan varian Google Pixel 2 pada tahun ini, mengingat Google telah meluncurkan Google Pixel pada Oktober tahun lalu. Google pun menggandeng vendor smartphone untuk memproduksi HTC untuk memproduksi dua smartphone pertama dari lini Google Pixel, yaitu Pixel dan Pixel XL.

“Kami melihat ada ritme tahunan di Industri untuk menghadirkan smartphone flagship tiap tahunnya. Jadi, kami akan mengikutinya dan Anda bisa melihat penerus (Pixel) tahun ini, meski belum ada tanggal pastinya,” kata Rick Osterloh (Senior Vice President Hardware Google) seperti dikutip Mashable.

Kisaran harganya, Google Pixel generasi kedua dibanderol 650 dollar AS atau sekitar Rp8,7 juta seperti versi Pixel dengan media penyimpanan 32 GB yang beredar sekarang.

Banyak pelanggan yang mengeluhkan harga Google Pixel yang mahal. Namun, Osterloh memastikan Google Pixel 2 akan tetap mahal dengan banderol model sebelumnya karena smartphone itu menyasar pasar premium.

“Pixel akan tetap premium,” ujarnya.

Soal tanggal kemunculannya, apabila Google benar-benar mengikuti siklus tahunan, maka Google akan meluncurkan Google Pixel 2 akan muncul pada Oktober 2017. Bocoran spesifikasinya, Google Pixel 2 akan mengusung prosesor Qualcomm Snapdragon 835.

Ilustrasi Google Doodle Komodo

Hari ini, Google ikut merayakan ulang tahun Taman Nasional Komodo dengan merilis sebuah doodle unik bergambarkan Komodo yang sedang tidur. Tanggal 6 Maret 2017, Taman Nasional Komodo yang berlokasi di antara Pulau Sumbawa dan Pulau Flores genap berusia 37 tahun.

Kali ini, Google tidak hanya membuat gambar bergerak yang membawa pengguna ke laman pencarian tentang komodo tetapi Google juga membuat kuis. Anda cukup klik ikon “play” pada huruf “O” di Google Doodle komodo, pengguna secara otomatis akan dibawa ke laman berikutnya yang berisi pertanyaan.

Google akan menguji pengetahuan Anda seputar Komodo. Misal, seberapa banyak yang Anda tahu tentang komodo?.

Ada juga pertanyaan lainnya seperti “Berapa cepat komodo dapat berlari?” dan “Berapa berat komodo?”.

Kuis singkat dengan tipe jawaban “true or false” itu berisi lima pertanyaan seputar komodo dan skor pengguna akan muncul usai pertanyaan terakhir.

Taman Nasional Komodo memiliki luas 173.300 hektar dan meliputi daratan dan lautan dengan lima pulau utama, yakni Pulau Komodo, Padar, Rinca, Gili Motang, dan Nusa Kode. Jumlah Komodo di taman nasional sekitar 3.000 ekor. Habitatnya tersebar di empat pulau besar di Taman Nasional Komodo, kecuali Pulau Padar.

Taman nasional yang menjadi habitat asli komodo itu pada 1991 dinobatkan sebagai situs warisan dunia dan menjadi salah satu dari New7Wonders of Nature berdasarkan jajak pendapat global yang digagas yayasan Swiss New7Wonders of Nature tentang keindahan alam.

Sementara itu, penghuninya, yang juga disebut sebagai “komodo dragon”, selain berukuran besar, rata-rata komodo dewasa sepanjang 3 meter dengan bobot mencapai 91 kilogram, juga terkenal memiliki indra penciuman yang sangat tajam, terutama untuk mengenali darah.

Ilustrasi YouTube

Pamor YouTube kian mengancam televisi. Pada hari Senin (27/2), YouTube mengumumkan bahwa setiap hari, video-video di YouTube ditonton selama 1 miliar jam oleh para pengguna internet di seluruh dunia.

Sebagai perbandingan, siaran televisi di Amerika Serikat ditonton selama 1,25 miliar jam setiap hari, berdasarkan riset Nielsen. Namun, durasi itu terus berkurang setiap tahun. Sedangkan statistik durasi tontonan YouTube malah selalu mencatat kenaikan.

“Satu miliar jam menonton YouTube sama dengan lebih dari 100 ribu tahun. Bayangkan, 100 ribu tahun yang lalu, leluhur kita masih berada di zaman batu dan hidup berdampingan dengan mammoth dan mastodon (hewan purbakala),” kata Cristos Goodrow (VP of Engineering, YouTube) seperti dilansir IBTimes.

YouTube mengungkapkan bahwa angka satu miliar jam tontonan setiap hari itu telah diraih pada tahun lalu. Jadi, bisa saja tahun ini angka itu akan meningkat, seiring makin banyaknya para pembuat video yang mengunggah konten menarik di situs video online itu. Ditambah lagi adanya fitur live streaming yang baru diperluas ke aplikasi mobile beberapa waktu lalu.

Namun, dari sisi kontribusi bagi bisnis Alphabet secara keseluruhan, YouTube belum memberi porsi yang signifikan. YouTube memang diperkirakan menghasilkan pemasukan kotor lebih dari US$9 miliar per tahun. Tetapi, nilai tersebut masih harus dibagi kepada para pembuat video, sekitar US$5 miliar. Artinya, YouTube “hanya” menyumbang pemasukan US$4 miliar kepada Alphabet.

Bandingkan dengan bisnis iklan yang menyumbang US$22 miliar, hanya dalam satu kuartal, yaitu kuartal keempat tahun 2016.

Ilustrasi Google Assistant

Google mengumumkan asisten virtualnya Google Assistant sudah bisa beroperasi pada smartphone yang berbasis Android Marshmallow dan Nougat. Sebelumnya, hanya Google Pixel yang bisa merasakan Google Assistant.

Google akan menggulirkan Google Assistant secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan. Untuk tahap pertama, Google akan menggulirkan update Google Assistant melalui sistem Over-The-Air (OTA) di beberapa negara saja.

“Google Assistant baru bisa digunakan untuk pengguna berbahasa Inggris di Amerika Serikat, disusul Australia, Kanada, dan Inggris,” kata Google seperti dikutip The Verge.

Namun, tidak semua smartphone bisa menggunakan fitur Google Assistant lantaran Google menyebutkan pembaruan Google Assistant akan hadir pada perangkat yang sesuai tanpa menyebut spesifikasinya.

Sebelumnya, beberapa pengembang menemukan pembaruan asisten virtual Google Assistant pada versi alpha dari aplikasi Google Now (versi 6.13).

Google Assistant

Google Assistant sendiri merupakan pembaruan Google Now yang mendukung percakapan dua arah dan pencarian lebih akurat. Fitur itu memungkinkan pengguna Pixel membuat janji, bertanya soal informasi apa pun, termasuk terhubung dengan perangkat Google lain seperti Google Home.

“Google Assistant merupakan asisten virtual yang dirancang begitu conversational, yang benar-benar bisa merespons dialog dengan baik antara penggunanya dengan Google. Ia juga dapat membantu menyelesaikan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari,” Sundar Pichai (CEO Google Pichai).

Contoh, ketika pengguna bertanya ke Google Assistant ‘siapa yang menjadi sutradara film The Revenant?’, Google Assistant akan menjawab siapa sutradaranya. Nah, di saat yang bersamaan, akan muncul pertanyaan komplemen seperti ‘film apa saja yang sutradara itu buat selain The Revenant?’, atau ‘kapan film tersebut dirilis?’.

Kecerdasan Google Assistant tak sampai di situ. Pichai menjelaskan Google Assistant juga dapat merespons konteks dari permintaan penggunanya. Google Assistant akan hadir di semua layanan Google yang Anda gunakan, seperti Gmail, Google Calendar, hingga layanan pesan instan terbaru Google, Allo dan Duo.

Untuk melengkapi pengalaman menggunakan Google Assistant, Google juga menawarkan perangkat Google Home speaker agar pengguna bisa memberikan instruksi lebih praktis di rumah.

TERBARU

Instagram mengungkap jumlah pengiklan aktif bulanannya telah mencapai angka sekitar 1 jutaan, meningkat dua kali lipat sejak September 2016 lalu.