Tags Posts tagged with "HP"

HP

Ilustrasi penurunan penjualan komputer PC

Mimpi buruk masih terus menghantui penjualan PC di dunia ini. Bahkan, penurunan penjualan komputer PC sudah berlangsung dari lima tahun lalu. Dua lembaga riset ternama IDC dan Gartner yang mengungkapkan penurunan penjualan PC secara global.

Dari hasil penelitian, IDC memperkirakan pasar PC turun sebesar 1,6 persen pada kuartal keempat tahun 2016. Sementara Gartner memprediksi penurunan pasar PC sebesar 3,7 persen pada kuartal keempat tahun 2016 .

Menurut Gartner, penjualan PC sebanyak 269,7 juta pada tahun lalu dan 72,6 juta unit pada kuartal akhir 2016. Pencapaian itu turun 6,2 persen dari tahun 2015. Berbeda dengan Gartner, IDC melihat penjualan PC terus turun 1,6 persen dari tahun ke tahun dan pengapalan PC juga terus merosot 5,7 persen.

Sebagai perbandingan, total penjualan PC mencapai angka 365 juta unit pada 2011.

Mikako Kitagawa (Gartner Principal Analyst) mengatakan adanya perubahan di perilaku pembelian PC di kalangan konsumen. “Pasar PC yang besar kini menjadi statis dan perbaikan di sektor teknologi belum cukup untuk mendorong pertumbuhan pasar PC secara nyata,” katanya seperti dikutip Ubergizmo.

Lenovo masih menjadi pemimpin pasar PC saat ini dengan penurunan pengiriman sebesar 3 persen.

HP di posisi kedua dan Dell di posisi ketiga. HP dan Dell menorehkan catatan positif dengan pertumbuhan angka pengapalan masing-masing sebesar 1,3 persen dan 4,3 persen.

Penjualan Asus turun sebesar 0,8 persen. Penurunan terbesar dialami Apple, yakni menyusut 9,8 persen dibanding tahun sebelumnya.

Meski sejumlah segmen seperti bisnis, enthusiast, dan game mengalami kenaikan penjualan, Gartner memprediksi pasar PC akan kembali menurun pada 2017.

hp_produk

Guna memenuhi kebutuhan pelaku bisnis maupun kreatif, HP menghadirkan produk terbaru berupa PC desktop, notebook, dan workstation di Indonesia. Produk-produk tersebut terdiri dari HP Elite Slice, HP ProBook 400 G4 Series, dan HP Z2 Mini Workstation.

HP Elite Slice adalah desktop terkecil HP yang dibuat untuk kebutuhan komunikasi dan kolaborasi. Selain mungil, keunikan terlihat pada bentuk modul sehingga tidak memerlukan koneksi kabel dan memungkinkan penggunanya untuk merakit desktop sesuai keinginan.

Tersedia pilihan penutup standar pabrik atau pilihan penutup lain yang dapat menambah fungsi seperti Collaboration Cover atau Wireless Charging Cover, maupun pilhan Audio Module atau ODD (Optical Disk Drive) Module untuk menghadirkan PC yang tidak hanya indah tapi juga unik bagi setiap pelaku bisnis.

Untuk produk notebook, hadir HP ProBook 400 G4 series yang tersedia dalam tiga varian, HP ProBook 430, HP ProBook 440, dan HP ProBook 450. Lini HP ProBook 400 G4 hadir dengan desain elegan yang lebih tipis dan ringan, serta dilengkapi dengan prosesor Intel Core Generasi Ke-7 yang meningkatkan kinerjanya secara menyeluruh.

Lini HP ProBook 400 G4 memiliki kapasitas penggunaan baterai hingga 16 jam dan teknologi pengisian baterai yang cepat, sehingga sangat cocok bagi para pelaku bisnis yang sering bepergian. Disertai penyempurnaan fitur berorientasi bisnis lainnya seperti kemudahan berkonferensi dengan HP Audio Boost yang dapat meningkatkan volume suara dan bass untuk memberikan kualitas suara yang lebih baik.

Produk ketiga yang diluncurkan adalah sebuah workstation mini pertama di dunia yaitu, HP Z2 Mini. Dengan memberikan performa terbaik dalam bentuknya yang sangat kecil, 90% lebih kecil dari tower kelas bisnis lainnya. Kinerja Z2 Mini dua kali lebih baik dari produk mini PC komersil lainnya saat ini dan dapat digunakan untuk 6 layar sekaligus.

HP Z2 Mini dirancang untuk jutaan pengguna CAD yang menginginkan hardware yang lebih kecil tanpa mengorbankan akustik, kinerja, serta kebutuhan yang lebih kritis lainnya.

HP Elite Slice, ProBook 400 G4 Series, dan Z2 Mini Workstation akan tersedia di Indonesia pada kuartal pertama 2017. Detail resmi mengenai harga produknya belum diumumkan.

hp_01

HP mengumumkan tiga printer LaserJet Pro monokrom terbaru yang mendukung mobilitas dengan harga terjangkau bagi kegunaan individu maupun bisnis mikro. Ketiga seri yang lebih dulu hadir ini terdiri dari HP LaserJet Pro M12w, HP LaserJet Pro M203dn, dan HP LaserJet Pro MFP M130.

Seri HP LaserJet Pro M12 merupakan printer laser terkecil yang didesain untuk individual dan tim kerja skala kecil hingga tiga pengguna dengan jumlah pencetakan mulai dari 100 hingga 1.000 halaman tiap bulan, dengan kecepatan pencetakan hingga 18 halaman teks per menit.

Sedangkan seri HP LaserJet Pro MFP M130 dan HP LaserJet Pro M203dn didesain untuk tim kerja skala kecil hingga lima pengguna dengan jumlah pencetakan mulai dari 150 hingga 2.500 halaman per bulan, dengan kecepatan pencetakan 23 ppm (M130) hingga 30 ppm (M203dn).

Seri HP LaserJet Pro monokrom ini didesain ringkas dan memungkinkan pengguna untuk mencetak dari sebuah smartphone, tablet atau laptop saat mereka bepergian dengan memanfaatkan teknologi ePrint HP. Para pelanggan kini dapat mencetak langsung dari perangkat mobile mereka ke fitur Wi-Fi Direct printer tersebut, tanpa perlu mengakses jaringan internet kantor. Printer-printer terbaru ini juga memiliki sertifikat Mopria dan memungkinkan pencetakan yang lancer dari perangkat mobile dengan Apple Airprint atau Google Cloud Print.

Ditenagai oleh Jetintelligence,  toner cartridge Original HP ini memberikan pencetakan yang lebih ramping, lebih cepat dan lebih cerdas bagi perkantoran modern. HP juga meningkatkan kecepatan pencetakan pada tiap-tiap modelnya sebesar 15 hingga 20 persen. Printer-printer laser ini juga telah mengadopsi fitur HP Auto-On/Auto Off technology yang dapat membantu bisnis-bisnis untuk menghemat biaya penggunaan listrik.

HP LaserJet Pro M12 dan HP LaserJet Pro MFP M130 tersedia mulai bulan November dengan harga mulai dari Rp 1.500.000 dan Rp 3.250.000. Sedangkan HP LaserJet Pro M203dn baru tersedia mulai bulan Desember dengan harga mulai dari Rp.4.250.000.

Dominic Orr (kiri) dan Keerti Melkote (kanan) di panggung Aruba APAC Atmosphere 2016, Singapura, Selasa (27/9).

Dominic Orr (kiri) memaparkan perkembangan Aruba Networks selama satu tahun terakhir di panggung APAC Atmosphere 2016, Singapura, Selasa (27/9). [Foto: Erry FP/InfoKomputer]

Singapura, InfoKomputer – Aruba Networks mencoba mengubah cara pandang lama mengenai perangkat jaringan.

Sekitar sepuluh tahun yang lalu, perangkat jaringan, seperti switch, router, dan koneksi LAN/WAN, lebih banyak menghubungkan komputer desktop. Komputer-komputer itu bersifat statis dan terhubung lewat kabel (wired). Masih relatif lebih mudah bagi manajer divisi TI untuk mengatur dan mengelolanya.

Namun, sekarang ini teknologi telah berkembang sangat pesat. Begitu banyak jenis perangkat yang terhubung ke jaringan, mulai dari PC, laptop, smartphone, cloud, hingga peranti Internet of Things (IoT). Koneksi nirkabel (wireless) pun kini tidak kalah populer daripada jaringan kabel. Walhasil, manajer TI wajib membangun arsitektur yang lebih fleksibel karena siapa yang tahu kecepatan perkembangan teknologi dalam beberapa tahun ke depan?

“Kita melihat transformasi teknologi yang didorong tren mobile, cloud, dan IoT,” kata Dominic Orr (CEO, Aruba Networks) dalam acara Aruba APAC Atmosphere 2016 di Marina Bay Sands Expo & Convention, Singapura, Selasa (27/9).

“Perangkat jaringan pun ikut mengalami transformasi. Sifatnya bukan hanya infrastruktur dan hardware. Tapi, lebih fundamental lagi di lapisan software dan platform. Tujuannya untuk memberi layanan dan solusi berkualitas tinggi bagi pelanggan,” Dominic melanjutkan.

Didasari pemikiran itulah, Aruba memperkenalkan Mobile First Platform yang menjadi fondasi bagi para partner dan developer untuk mengembangkan aplikasi, layanan, dan solusi industri dengan memanfaatkan API (Application Programming Interface) yang disediakan Aruba.

Bermodal kelengkapan API ini, Aruba menggaet sekitar 200 partner dan pengembang aplikasi di Asia Pasifik, seperti Microsoft, MobileIron, Citrix, Palo Alto, Accenture, Deloitte, Robin, Kasada, dan Skyfii.

“Ada beberapa contoh kasus [pemakaian API Aruba Mobile First Platform]. Robin mengembangkan solusi intelligent spaces untuk mengatur pemesanan conference room secara cerdas; bisa tahu lokasi pemesan, menyiapkan workflow saat pemesan datang, dan menandai ruangan yang kosong,” papar Keerti Melkote (Founder, Aruba Networks).

“Di bidang retail, makin banyak toko memakai fasilitas Wi-Fi untuk menarik konsumen. Skyfii bisa membuatkan customized marketing promotion berdasarkan customer analytics yang diperoleh dari data perangkat Wi-Fi,” sambung Keerti.

Dominic Orr (kiri) dan Keerti Melkote (kanan) di panggung Aruba APAC Atmosphere 2016, Singapura, Selasa (27/9). [Foto: Erry FP/InfoKomputer]

Keerti Melkote (kanan) menjelaskan solusi Aruba Mobile First Platform di panggung APAC Atmosphere 2016, Singapura, Selasa (27/9). [Foto: Erry FP/InfoKomputer]

Aruba juga memamerkan solusi-solusi lainnya bagi industri pendidikan, perhotelan, dan kesehatan. Mereka pun menghadirkan eksekutif LTA (Land Transport Authority) Singapore yang menjelaskan visi smart transportation di negara itu, dengan kekuatan jaringan nirkabel, sensor cerdas, dan IoT.

Deretan Inovasi Aruba

Pada kesempatan ini, Dominic Orr juga menyampaikan pencapaian Aruba selama lebih dari satu tahun terakhir, khususnya setelah diakuisisi oleh Hewlett Packard Enterprise (HPE) pada Mei 2015 silam.

“Meskipun teknologi telah berubah, ada beberapa hal dari Aruba yang tidak kami ubah. Customer first, komitmen kepada partner untuk memberi penawaran open system dan terbaik di kelasnya, dan tingkat inovasi kami yang lebih maju dibanding kompetitor,” tukas Dominic.

Deretan inovasi Aruba selama lebih dari setahun ini antara lain peluncuran perangkat 802.11ac wave 2 dan multi-gig switching serta pengembangan ekosistem ClearPass Exchange yang didasari pendekatan mobile first pada perangkat jaringan dan solusi network access security. Ada pula location-based service dengan platform Meridian dan cloud networking dengan Aruba Central.

Kombinasi portofolio perangkat keras dan perangkat lunak itu berhasil membawa Aruba meraih pendapatan US$1 miliar di bisnis mobility. Jumlah anggota komunitas pengguna Aruba, AirHeads, pun bertambah menjadi 49 ribu orang pada tahun ini.

“Berkat merger dengan HPE dan berbagai partnernya, Aruba bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan skala besar yang sebelumnya berada di luar jangkauan kami,” kata Dominic.

Printer MFP A3

Printer MFP A3

HP memperkenalkan lini printer multifungsi (MFP) A3 yang menawarkan kesederhanaan, keandalan, kemampuan servis, dan keamanan untuk mengubah pencetakan bisnis. Seluruh portofolio HP MFP A3 sudah termasuk tiga platform PageWide dan 13 platform LaserJet yang akan tersedia dengan 53 SKU.

Richard Bailey (President, Asia Pacific, HP) mengatakan selama ini industri fotokopi tidak memiliki teknologi untuk meningkatkan efisiensi layanan dan menjamin keamanan serta membuat warna percetakan lebih terjangkau.

HP mengubah status quo dengan berbagai printer multifungsi A3 generasi terbaru untuk lingkungan cetak baru yang menawarkan keamanan tingkat dunia, uptime maksimal dan pencetakan warna yang terjangkau.

“Portofolio HP A3 dan program channel baru ini akan memberdayakan para mitra HP,” kata Bailey dalam siaran persnya.

Platform-platform HP PageWide Enterprise dan Pro akan membuat pencetakan warna lebih terjangkau, bersama-sama dengan kecepatan cetak dan konsumsi daya yang lebih rendah dibandingkan perangkat-perangkat laser.

Perangkat tunggal-fungsi dan multifungsi akan memiliki kecepatan cetak mulai dari 40 ppm hingga 60 pp (hingga 80 ppm dalam modus General Office). Perangkat-perangkat HP PageWide Pro akan tersedia di pertengahan tahun 2017 sementara perangkat-perangkat HP PageWide Enterprise akan tersedia di akhir tahun 2017.

HP LaserJet Managed MFP akan tersedia sebagai perangkat multifungsi dengan pencetakan warna atau monokrom dan kecepatan mulai dai 22 ppm hingga 60 ppm. LaserJet baru ini akan memiliki komponen yang awet, waktu reparasi yang cepat, dan akan tersedia di pertengahan tahun 2017.

HP Inc. juga memperkenalkan HP Smart Device Services untuk mengawasi dan memeriksa berbagai layanan yang dibutuhkan sekaligus meminimalkan downtime dan memotong biaya. Misalnya, layanan itu bisa mengantisipasi perbaikan suku cadang sebelum rusak dan mencegah penggantian tinta dan toner sebelum waktunya.

Perangkat-perangkat HP PageWide dan LaserJet Enterprise memiliki fitur-fitur keamanan tertanam yang terdepan termasuk Sure Start, deteksi intrusi run-time, dan whitelisting serta menjadikannya printer paling aman di dunia. Perangkat-perangkat HP PageWide Pro memiliki keamanan terbaik di kelasnya dengan fitur-fitur seperti boot aman dan pemeriksaan integritas firmware.

utama-2

Hewlett Packard (HP) resmi memiliki lini bisnis printer Samsung setelah membelinya dengan nilai US$1,05 miliar atau sekitar Rp13,8 triliun sekaligus menjadi akusisi terbesar dalam sejarah bisnis printer.

Industri printer sendiri merupakan segmen yang tak pernah berhenti berinovasi selama hampir satu dekade dan potensi bisnisnya mencapai US$55 miliar (Rp723 triliun).

“Teknologi mesin fotokopi sudah ketinggalan jaman dan sangat rumit sehingga perlu pergantian dan pemeliharaan,” kata HP seperti dikutip Tech Crunch.

Saat ini bisnis printer Samsung telah memiliki 6 ribu pekerja dan mampu mencatat transaksi mencapai US$ 1,8 miliar (Rp 23 triliun) pada 2015. Selain itu, HP juga akan mendapatkan lebih dari 6.500 paten Samsung yang terkait dengan printer, 1.300 insinyur dan peneliti.

Dalam perjanjian tersebut, Samsung akan membuat sebuah perusahaan baru pada 1 November 2016 dan sekitar 6.000 karyawan divisi printer akan dipindahkan ke perusahaan baru tersebut. Nantinya, perusahaan baru itu beserta seluruh karyawannya menjadi milik HP.

Samsung melepas bisnis printernya karena sudah tidak menjadi fokus perusahaan. Namun, Samsung pun tidak akan berhenti berjualan mesin printer walaupun akan mengambil stok dari HP.

Lembaga riset pasar IDC menempatkan Samsung di posisi kelima dengan pangsa pasar empat persen di pasar perangkat printer pada kuartal kedua tahun ini.

avnet-01

Setelah pertama kali di pamerkan pada ajang CES 2016 awal tahun 2016 lalu di Las Vegas, salah satu jajaran notebook keluaran HP yaitu EliteBook Folio G1 akhirnya hadir di Indonesia. Dan untuk distribusi di tanah air, HP menunjuk Avnet sebagai distributor resminya. Kerja sama eksklusif ini memungkinkan mitra Avnet untuk dapat melayani kebutuhan profesional eksekutif generasi masa kini.

“Avnet dan HP telah memperluas kerja sama untuk menyediakan notebook premium HP berkinerja tinggi. EliteBook mulai saat ini tersedia bagi para mitra kami di seluruh Indonesia yang membutuhkan notebook dengan tak hanya memiliki gaya yang terbaru dan menawarkan kinerja dan daya tahan tinggi, output audio premium serta keamanan baik untuk bisnis maupun personal,” kata Handoyo Singgih, Country General Manager Avnet Technology Solutions Indonesia.

“Avnet dan HP telah lama berkolaborasi lebih dari 22 tahun lalu di Indonesia dan kami berharap dapat mengembangkan kerja sama ini sembari menyediakan solusi yang terkemuka di industri bagi mitra kami.”

“Dengan Avnet sebagai distributor eksklusif di Indonesia, PC Notebook EliteBook Folio G1 HP akan dapat menjangkau jaringan mitra reseller secara lebih luas untuk memperoleh manfaat teknologi berkinerja tinggi sekaligus keahlian enterprise Avnet,” kata Vamsi Reddy, Country Commercial Category, PT. Hewlett- Packard Indonesia. “Kami akan dapat menjawab kebutuhan pelanggan kami dengan lebih baik dalam memberikan perangkat komersial dengan desain premium bagi pelanggan kami.”

Kerja sama ini juga akan memberikan dukungan kepada mitra reseller Avnet dalam menyediakan notebook bernilai tinggi bagi end user mereka yang memerlukan produk berkinerja, berdaya tahan dan berkeamanan tinggi. Dengan membeli notebook melalui Avnet Technology Solutions Indonesia, reseller sekarang dapat memperoleh manfaat unit demo Avnet, dukungan pre-sales, insentif dan masih banyak manfaat lainnya.

avnet-02HP EliteBook Folio G1 merupakan notebook bisnis terbaru terkecil di kelasnya yaitu hanya 12,4 mm saja. Dimensi ini lebih tipis dari batere AA dan memiliki bobot di bawah 1 kg sehingga menjadikannya sebagai notebook bisnis tertipis dan teringan di dunia. Dibuat menggunakan material dari aluminium CNC dengan diamond-cut yang halus memiliki daya tahan yang tinggi serta tampilan mewah.

Notebook ini dipersenjatai dengan pilihan prosesor generasi ke-6 Intel Core M vPro serta RAM sebesar 8 GB dan pilihan SSD hingga kapasitas 256 GB. Meski ramping notebook ini diklaim memiliki baterai yang mampu bekerja hingga lebih dari 10 jam sehingga cocok sebagai pilihan para professional dan eksekutif yang membutuhkan produktifitas dan kinerja sepanjang hari.

Untuk konektivitas telah disertakan dua port USB-C dengan Thunderbolt 3 untuk transfer data yang cepat dan layar 4K. Pengguna juga dapat menyambungkan dongles dengan pilihan HP USB-C Travel Dock.

Tidak hanya itu, notebook ini juga telah dilengkapi dengan fitur keamanan dan solusi pengaturan yang tersertifikasi dengan TPM, perlindungan tingkat BIOS yang lebih modern dengan HP Sure Start dengan Dynamic Protection.

EliteBook Folio kini tersedia di Avnet, mulai dari harga Rp 21.499.000, sudah termasuk PPN dan pengiriman Jakarta. Untuk pembelian Notebook HP EliteBook Folio G1 HP secara online, Anda bisa mengunjungi tautan di www.avnet.me/elitebook.

utama-2

Guna meminimalisasi penggunaan tinta isi ulang secara tidak resmi yang marak bagi pengguna di tanah air, HP menawarkan solusi melalui DeskJet GT 5820. HP DeskJet GT 5820 merupakan perangkat multifungsi dengan tinta isi ulang yang menawarkan beragam keunggulan.

Yang paling utama tentunya adalah bahwa secara keseluruhan cetak menjadi lebih banyak serta biaya operasional yang lebih rendah. Terdiri dari empat tangki tinta yang masing-masing berukuran 70 ml, HP DeskJet GT 5820 diklaim mampu mencetak sampai lima ribu lembar menggunakan warna hitam saja dan sampai delapan ribu lembar menggunakan seluruh warna. Dengan perhitungan setiap tinta memiliki harga Rp85.000 per botolnya, perangkat ini memiliki biaya cetak sekitar Rp17 per lembarnya. Selain itu, dengan menggunakan tinta isi ulang asli, kualitas cetak serta daya tahan printer tetap terjaga.

Bagi pengguna yang belum mengetahui cara pengisian tinta serta pemasangan printhead, pada paket penjualannya telah disertakan buku manual yang menjelaskan langkah-langkah pemasangan dan pengisian. Pengguna mesti mengikuti prosedur yang telah ditetapkan jika tidak ingin mengalami masalah saat mencetak.

Tidak ketinggalan fitur mencetak melalui mode nirkabel. Ada dua metode yang digunakan, yakni secara langsung menggunakan bantuan aplikasi ePrint maupun melalui perantaraan router. Kedua metode ini bisa diterapkan bagi perangkat mobile berbasis iOS dan Android. Sementara, jika pengguna ingin menghubungkan secara nirkabel melalui komputer, cara kedua yang lebih cocok digunakan.

GT 5820 cukup gegas saat mencetak, namun hanya pada mode teks hitam. Kecepatan akan menurun saat mencetak teks warna. Hal ini makin terasa saat mencetak dokumen warna yang menampilkan banyak kombinasi antara gambar serta warna. Hal serupa juga terjadi pada proses pemindaian dokumen. Pada resolusi tiga ratus dot per inch ke bawah kecepatannya terbilang baik. Kecepatan akan turun drastis saat memindai dokumen warna ataupun hitam putih pada resolusi enam ratus dot per inch ke atas. (lihat tabel).

Meski terbilang hemat, kualitas cetak yang dihasilkannya ternyata tidak sembarangan. Hasilnya cukup baik dan cocok digunakan untuk mencetak segala jenis dokumen, mulai dari teks sampai foto. Namun ada yang sedikit mengganjal, yaitu tinta hasil cetak tidak cepat kering dan pengguna mesti berhati-hati jika langsung memegang hasilnya setelah tercetak karena akan meninggalkan bekas di tangan.

Pengisian tinta Prosedur pemasangan serta pengisian tinta cukup mudah, serta mampu meminimalisasi tinta tumpah.

Pengisian tinta
Prosedur pemasangan serta pengisian tinta cukup mudah, serta mampu meminimalisasi tinta tumpah.

 

Cetak nirkabel Cetak dari smartphone atau komputer tablet bisa juga menggunakan bantuan plugin sehingga lebih mudah dan praktis tanpa menggunakan aplikasi khusus.

Cetak nirkabel
Cetak dari smartphone atau komputer tablet bisa juga menggunakan bantuan plugin sehingga lebih mudah dan praktis tanpa menggunakan aplikasi khusus.

tabel

Plus: Kualitas cetaknya bagus, jenis tinta isi ulang, kapasitas tangki tinta besar, bisa cetak ribuan lembar, proses isi ulangnya mudah, dukung koneksi nirkabel.

Minus: Kecepatan tidak konsisten saat mencetak warna, kecepatan lambat saat memindai enam ratus dot per inch ke atas, hasil cetak tidak cepat kering.

SpesifikasiHP DeskJet GT 5820
FungsiPrint, copy, scan, wireless
Teknologi printerInkjet warna (HP Thermal)
Resolusi4.800 x 1.200 dpi
Kapasitas kertas (input/output)60/25 lembar
DuplexYa (manual)
Jenis kertasPlain, photo paper, brochure
Teknologi scannerCIS flatbed
Resolusi scanner (optik)Sampai 1.200 dpi
Format fileJPEG, TIFF, PDF, BMP, PNG
Kedalaman warna24 bit
Resolusi copy (hitam/warna)Sampai 600 x 300 dpi
Fasilitas copyMultiple copy sampai 9 lembar
KoneksiWi-Fi b/g/n, USB 2.0 Hi-Speed
Dukungan kartu memoriTidak ada
Sistem operasiWindows, Mac OS, Android, iOS
Bobot5,88 kg
Dimensi (plt)52,5 x 55,35 x 25,66 cm
Konsumsi daya (off/sleep/standby/aktif)0,07/0,08/2,1/10 W
Situswww.hp.com, www.hpshopping.id
Harga tinta*GT51 Black/GT52 (Cyan, Yellow, Magenta): @ Rp85.000
Harga kisaran*Rp2.575.000 (termasuk 4 botol tinta)

Hewlett Packard Enterprise

Hewlett Packard Enterprise

Hewlett Packard Enterprise mengakuisisi pabrikan server, penyimpanan data, dan software Silicon Graphics International, Corp. (SGI) dengan nilai akuisisi senilai US$275 juta atau Rp3,6 triliun.

“Akuisisi ini akan menguatkan posisi HPE dan meningkatkan performa finansial,” kata perwakilan HP Enterprise seperti dilansir Venture Beat.

Akuisisi ini juga akan meningkatkan kehadiran HPE dalam pasar data analytics dan high performance computing (HPC) yang saat ini memiliki valuasi US$11 miliar. Sebagian besar pelanggan mereka adalah perusahaan korporasi raksasa dan lembaga-lembaga pemerintahan.

Antonio Neri (Executive VP & General Manager, HP Enterprise) menyatakan bahwa SGI memiliki sistem dengan kapasitas memori besar untuk memproses database berukuran besar dengan lebih cepat daripada menggunakan disk drive konvensional. “Kami melihat momentum kebutuhan yang besar untuk sistem tersebut,” tukas Neri seperti dikutip Wall Street Journal.

Crawfor Del Prete (analis IDC) pun memuji akuisisi SGI oleh HP Enterprise ini sebagai langkah untuk memperkaya portofolio di industri dengan margin profit yang besar.

Jim Clark dan Marc Andreessen mendirikan SGI atau Silicon Graphics pada 1982. Mereka mengawali gelombang produksi komputer workstation dan perangkat komputasi lainnya yang digunakan para ilmuwan untuk kepentingan rekayasa gambar 3 dimensi. Kemudian, SGI juga meluncurkan produk server dan komputer super.

Pada tahun 1995, nilai perusahaan SGI sempat mencapai US$7 miliar. Namun, bisnis SGI semakin melemah seiring kehadiran perusahaan perangkat keras lainnya seperti Nvidia dan Intel yang mampu memproduksi prosesor dengan kinerja setara, tapi dengan harga lebih murah.

Pendapatan SGI turun dalam beberapa tahun terakhir, tercatat sebesar US$767 juta pada 2013. Tahun lalu, SGI hanya membukukan pendapatan US$521 juta dengan kerugian hampir US$39 juta.

Tas HP Powerup Backpack

Tas HP Powerup Backpack

Di era yang serba digital dan mobile, kebutuhan power bank sudah tidak terelakan lagi. Laptop, smartphone, dan komputer tablet membutuhkan pasokan listrik yang besar terutama jika kita dalam perjalanan.

Hewlett Packard (HP) menciptakan tas ransel Powerup Backpack yang dapat mengisi baterai segala perangkat mobile dengan kapasitas baterai penyimpanan mencapai 22.400 mAh. Selain itu, tas itu juga mampu membawa berbagai jenis barang Anda.

Tas Powerup Backpack memiliki kantong ventilasi, heat sensor monitor, dan regulator untuk mencegahnya panas berlebihan di dalamnya. Kapasitas baterai yang mencapai 22.400 mAh cukup untuk mengisi baterai sebuah laptop dan smartphone hingga 10 kali.

Tas itu memiliki dua kabel microUSB untuk mengisi baterai smartphone Android serta satu kabel charger yang kompatibel dengan kebanyakan laptop HP.

Tas HP Powerup Backpack

Tas HP Powerup Backpack

Untuk menjaga keamanan perangkat elektronik yang ada di dalamnya, HP mendesain Powerup Backup dengan bahan kanvas khusus sehingga air tidak mudah meresap ke sisi dalam. Tak hanya itu, HP turut menyediakan rain cover untuk menghadapi salju atau hujan lebat.

Anda juga bisa membawa Powerup Backpack bepergian menggunakan pesawat karena kapasitas baterainya masih berada di bawah 100 Wh dan Federal Aviation Administration (FAA) tidak melarangnya.

HP baru akan menjual tas Powerup Backpack itu pada 1 Oktober mendatang dan telah membuka pemesanannya melalui laman Amazon dengan harga US$200 atau sekitar Rp2,6 juta.

TERBARU

Ilustrasi keamanan iPhoneTidak ada perangkat yang aman, menyusul bocornya dokumen CIA yang menyebutan tidak ada satupun perangkat yang bisa selamat dari serangan siber....