Tags Posts tagged with "Huawei"

Huawei

Booth Huawei dalam ajang 2017 Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Spanyol (28/2). Huawei memperkenalkan konsep ROADS (Real-time, On-demand, All-online,
DIY, and Social) yang dapat membantu operator telekomunikasi global untuk menerapkan konsep bisnis yang value-driven (fokus pada nilai yang diberikan kepada
pelanggan). Konsep ROADS mengedepankan pengalaman pelanggan, layanan yang inovatif serta memberikan layanan yang bernilai lebih bagi para pelanggan.

Saat ini industri telekomunikasi memasuki era transformasi digital yang fokus meningkatkan kepuasan pelanggan. Operator telekomunikasi global mulai mengganti konsep bisnis dari investment-driven (fokus pada investasi) menjadi value-driven (fokus pada nilai yang diberikan kepada pelanggan).

Operator telekomunikasi akan mengedepankan pengalaman pelanggan, layanan yang inovatif serta memberikan layanan yang bernilai lebih bagi para pelanggan. Huawei memperkenalkan konsep ROADS (Real-time, On-demand, All-online, DIY, and Social) dalam forum bertajuk Open ROADS to a Better Connected World pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2017 di Barcelona, Spanyol.

Huawei juga melakukan diskusi dengan para pelaku industri yang membahas tren terbaru di dunia TIK untuk membantu  operator telekomunikasi dan meningkatkan pertumbuhan bisnis mereka yang berfokus pada value-driven.

“Huawei berkomitmen membantu operator dalam meningkatkan mutu jaringan, meningkatkan pemasukan, dan menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” katanya dalam siaran persnya, Selasa.

Selain itu, Huawei juga membantu operator untuk memanfaatkan transmisi data agar dapat meyediakan layanan-layanan baru, seperti video sebagai layanan utama dan layanan cloud, yang dapat membuka peluang bisnis baru dengan nilai hingga mencapai triliunan dollar.

“Huawei fokus untuk memastikan kepuasan pelanggan dengan terus memberikan nilai lebih dan berusaha menjadi rekan bisnis yang handal bagi para pelanggan. Huawei mendorong para pelaku industri TIK untuk mengadopsi konsep ROADS sebagai parameter kesuksesan perusahaan dalam mengadopsi transformasi digital, “Ujar Eric Xu (Deputy Chairman dan Rotating CEO).

Selain konsep ROADS, Huawei juga memperkenalkan All Cloud Solutions yang membantu operator untuk bisa bersaing di era digital ini. All Cloud Solutions bisa mendukung operator untuk melakukan transformasi dengan pendekatan dinamis dan on-demand yang memungkinkan operator untuk dapat meningkatkan jumlah pelanggan dan memenuhi permintaan pelanggan secara cepat.

Huawei resmi meluncurkan smartphone flaghsip terbarunya P10 dan P10 Plus

Pabrikan smartphone terus berlomba-lomba meningkatkan spesifikasi smartphone-nya. Tidak hanya kemampuan chip prosesor-nya melainkan menambah kapasitas RAM-nya menjadi 6 GB.

Bahkan, OnePlus sudah meluncurkan smartphone OnePlus 3 dengan RAM 6 GB. Namun, apakah pengguna membutuhkan smartphone yang berkapasitas RAM 6 GB?.

RAM sendiri adalah singkatan dari Random Access Memory yang bisa digunakan untuk menyimpan aplikasi dan mempercepat akses prosesor. Lao Shi (Eksekutif Huawei) mengatakan penggunaan RAM 6 GB pada smartphone terlalu berlebihan karena kinerja smartphone hanya membutuhkan RAM 4 GB saja.

Smartphone Huawei justru lebih lancar dengan RAM 4 GB dibandingkan dengan RAM 6 GB,” katanya seperti dikutip Phone Arena.

Shi pun membuktikan Apple dapat mengoptimalkan kinerja sistem operasi sehingga dapat berfungsi dengan baik meski didukung oleh kapasitas memori lebih kecil. Performa iPhone 7 dengan RAM 2 GB atau iPhone 7 Plus dengan RAM 3 yang berjalan smooth dan setara dengan smartphone berbasis Android yang mengusung RAM lebih tinggi.

Smartphone dengan RAM 4 GB sudah cukup membuat smartphone kita menjalankan berbagai tugas dengan mulus,” ujarnya.

Malahan, Shi menyebutkan pengujian internal Huawei bahwa performa smartphone dengan chip Kirin 960 dan RAM 4 GB bisa lebih cepat dari RAM 6 GB. Untuk memuluskan kinerja ponsel, bukanlah menambah kapasitas RAM melainkan optimalisasi software.

“Penambahan kapasitas RAM hanya berdampak pada peningkatan harga perangkat,” ujarnya.

Sebagai upaya untuk menyatukan dunia teknologi dan warna, Huawei Consumer Business Group dan The Pantone Color Institute mengumumkan kemitraannya untuk menampilkan tren warna-warna terbaru dalam produk-produk Huawei mendatang yang diluncurkan dalam waktu dekat.

Dengan menggabungkan keahlian teknis dan keterampilan yang terdepan di industri dari Huawei dengan wawasan dan kepempimpinan perihal warna dari The Pantone Color Institute, para pelanggan dapat menantikan produk-produk baru yang secara mulus menggabungkan inovasi ground-breaking dengan keindahan yang mengaggumkan.

Sebagai produsen smartphone ketiga terbesar di dunia, Huawei CBG pertama kali masuk dalam daftar Interbrand Best Global Brands pada tahun 2014 dan naik ke peringkat 72 pada tahun 2016. Kemitraan dengan The Pantone Color Institute ini diyakini akan melanjutkan kesuksesan dari perangkat-perangkat sebelumnya, termasuk Huawei P9 dan P9 Plus dengan lebih dari 10 juta unit yang telah dikapalkan ke seluruh dunia.

The Pantone Color Institute berkolaborasi dengan berbagai brand di seluruh dunia untuk membantu mereka memanfaatkan kekuatan, psikologis, dan emosi dari warna dalam membangun strategi desain produk mereka. Sebagai destinasi unik dari warna, The Pantone Color Institute memproyeksikan arah tren warna di masa depan, mengungkapkan bagaimana warna dapat mempengaruhi emosi manusia melalui proyeksi-proyeksi tren musiman, kreasi warna yang unik dan pemaparannya, termasuk koleksi PANTONE Colour of the Year.

Melalui kemitraan bersama dengan Huawei, The Pantone Color Institute akan terus menelisik bahasa warna untuk dapat menghadirkan kombinasi warna yang paling istimewa dan fashionable dalam genggaman para pelanggan Huawei.

Richard Yu, CEO dari Huawei Consumer Business Group, mengatakan, “Sebagai ahli warna terdepan di dunia, kami sangat senang sekali dapat bekerja sama dengan The Pantone Color Institute dalam mengembangkan jajaran produk kami, untuk dapat menghadirkan tren paling terbaru bagi para pelanggan kami. Di Huawei, kami sangat percaya dengan kekuatan dari wawasan kolektif dan kolaborasi, dan kemitraan ini akan memungkinkan pelanggan kami untuk dapat mengekspresikan dirinya dengan lebih hidup melalui bahasa yang universal, yaitu warna.”

Huawei luncurkan smartwatch Huawei Watch 2 dalam ajang MWC 2017

Pabrikan komputer Huawei meluncurkan smartwatch terbarunya Huawei Watch 2 dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2017, Barcelona, Spanyol.

Smartwatch itu terdiri dari dua varian yaitu Huawei Watch 2 dan Huawei Watch 2 Classic. Keduanya, menawarkan sejumlah fitur menarik yaitu jaringan LTE, GPS, sensor detak jantung, NFC untuk pembayaran elektronik, dan Android Pay.

Huawei Watch 2 terdiri dari dua buah tombol yang terdiri dari mikrofon dan speaker. Huawei pun mengklaim Huawei Watch 2 memiliki baterai 420 mAh yang mampu bertahan hingga dua hari seperti dikutip Phone Arena.

Selain itu, Huawei Watch 2 menawarkan fitur Watch Mode yang mengaktifkan dua fungsi saja yaitu pemberitahuan jam dan menghitung langkah. Berkat fitur, jam pintar itu dapat bertahan selama 25 hari.

Selain model LTE, Huawei juga menyiapkan model Wi-Fi Only. Asyiknya, Anda bisa mengganti strap jam tangan yang terbuat dari metal tersebut.

Huawei membanderol jam tangan itu senilai USD 347 atau sekitar Rp4,6 jutaan tergantung fitur dan modelnya.

Huawei resmi meluncurkan smartphone flaghsip terbarunya P10 dan P10 Plus

Huawei resmi meluncurkan smartphone flaghsip terbarunya P10 dan P10 Plus sekaligus menjadi smartphone 4,5 G pertama di dunia dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2017, Barcelona, Spanyol.

“P Series merupakan salah satu seri terbaik di dunia,” kata Richard Yu (CEO of Huawei Consumer Business Group) seperti dikutip NDTV Gadgets.

Huawei P10 mengusung layar 5,1 inci dengan resolusi 1080p, chip prosesor Kirin 960, RAM 4 GB dan memori 64 GB serta kapasitas baterai 3.200 mAh. Sementara itu Huawei P10 Plus mengusung layar jumbo 5,5 inci dengan resolusi 2K, chip prosesor Kirin 960, RAM 6 GB dan memori internal 128 GB serta kapasitas baterai 3.750 mAh.

Huawei pun tetap melanjutkan kerjasamanya dengan Leica. Huawei P10 dan P10 Plus mengusung kamera utama dengan dual sensor kamera Leica yaitu sensor monochrome 20 megapixel dan sensor RGB 12 megapixel dengan aperture f/1.9. Hebatnya, kedua smartphone itu mampu merekam video 4K.

Huawei resmi meluncurkan smartphone flaghsip terbarunya P10 dan P10 Plus

Untuk P10 Plus, Huawei membenamkan lensa Leica premium yang menggunakan lensa SUMMILUX dengan f/1.8 sehingga dapat menangkap gambar dengan indah meskipun dalam keadaan pencahayaan minim.

Tidak hanya kamera utama yang menggunakan Leica, kamera depan kedua smartphone itu pun mengusung lensa Leica. Huawei pun membenamkan fitur “Adaptive Selfie” pada P10 dan P10 Plus yang memungkinkan smartphone dapat menyesuaikan sudut kamera sesuai kebutuhan pengguna.

Huawei membanggakan kedua smartphone-nya itu yang memiliki kapasitas baterai yang lebih besar dari iPhone 7 plus hanya memiliki baterai 2.900 mAh. Namanya smartphone flagship, Huawei memastikan kedua smartphone premiumnya itu sudah tahan air dan tahan debu.

“Kedua smartphone ini memiliki lapisan nano sebagai pelindung. Anda tidak perlu khawatir jika terkena air, kehujanan dan jatuh ke dalam air,” ujarnya.

Huawei P10 dan P10 Plus

Kedua smartphone flagship itu memiliki sensor pemindai sidik jari di bagian depan dan sensor itu berfungsi sebagai pengganti dari tombol Home, Back dan Recent Apps. Untuk masuk ke menu Home, Anda cukup menekan sensor selama beberapa waktu. Sementara tap berfungsi untuk Back dan swipe akan membawa Anda ke bagian Recent Apps.

Hebatnya, Huawei P10 dan P10 Plus menggunakan quad antenna bukan dual antenna sehingga menjanjikan konektivitas yang lebih cepat dan lebih stabil. “Teknologi ini mengurangi dropped-call rate hingga 60 persen,” ucapnya.

Kedua smartphone itu hadir dalam pilihan delapan opsi warna yaitu Prestige Gold, Rose Gold, Graphite Black, Mystic Silver, Greenery, Dazzling Blue dan Ceramic White.

Huawei membanderol P10 dengan banderol EUR649 atau setara dengan Rp9,1 juta dan Huawei P10 Plus senilai 699 Euro atau sekitar Rp9,8 jutaan.

Huawei akan luncurkan Huawei P10 dalam ajang MWC 2017

Huawei akan meluncurkan smartphone flagship Huawei P10 dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2017 di Barcelona, Spanyol pada 26 Februari 2017.

Sebelumnya, Huawei telah meluncurkan smartphone flagshipnya Huawei P9 tahun lalu dengan dua lensa kamera besutan Leica.

Huawei pun sudah membocorkan tanggal peluncurannya melalui video yang bertuliskan “change the way the world sees you“. Kemungkinan, smartphone P10 itu memiliki kemampuan kamera ganda seperti P9.

Tentunya, Huawei belum mengungkapkan harga Huawei P10, tetapi bocoran dari tim pemasarannya Huawei P10 dengan RAM 4GB/32GB dibanderol sekitar $510 atau Rp6,7 jutaan, Huawei P10 dengan 4GB/64GB dibanderol $595 atau Rp7,9 jutaan dan Huawei P10 varian premium dengan 6GB/128GB dibanderol $680 atau Rp9 jutaan.

Ada rumor Huawei akan meluncurkan tiga varian Huawei P10 yaitu P10, P10 Plus, dan P10 Lite. Namun, menurut bocoran tim pemasarannya, Huawei hanya akan menghadirkan P10 dan P10 Plus di Tiongkok.

Huawei P10 menawarkan dua pilihan yaitu RAM 4GB dengan media penyimpanan 32 GB atau 64 GB. Terakhir, Huawei P10 dengan RAM 6 GB dan media penyimpanan 128 GB. Huawei P10 mengusung chipset prosesor octa-core Kirin 960 2.3GHz, layar 5,5 inci dengan resolusi 2560 x 1440 pixel serta layar melengkung.

Desain Huawei seri P selalu terlihat stylish, elegan, sedap dipandang, dan berbalut bahan berkualitas, berbeda dengan Huawei seri Mate yang menyasar pasar bisnis. Huawei P10 kemungkinan sama dengan P9 yang mengusung bodi metal dan berlapis kaca.

Huawei pun memindahkan sensor pemindai sidik jari Huawei P10 dari belakang ke depan dan meletakan tombol home di bagian bawah layar. Huawei akan membenamkan sistem operasi Android Nougat pada Huawei P10 dengan antar muka EMUI 5 seperti dikutip Digital Trends.

Kemungkinan kamera smartphone Huawei P10 menggunakan kamera ganda Leica, mirip dengan Huawei Mate 9 generasi kedua. Kamera utama Huawei P10 akan mengusung resolusi 12 megapixel dan kamera depannya sebesar 8 megapixel.

Sebagai tambahan, Huawei pun akan membenamkan asisten digital Amazon Alexa pada smartphone Huawei P10.

Berdasarkan hasil survei kepuasan pelanggan yang dilaksanakan GfK, service center atau Pusat Layanan Huawei Devices Indonesia saat ini menempati posisi teratas di antara tujuh merek ponsel ternama di Indonesia. Peringkat tersebut merupakan hasil dari komitmen terhadap janji Huawei untuk menghadirkan kenyamanan bagi para konsumen di Indonesia.

Janji tesebut antara lain adalah untuk memberikan perbaikan singkat dalam waktu dua jam dengan waktu maksimal tiga hari. Apabila melebihi dari batas waktu perbaikan tersebut, maka Huawei menyediakan unit baru sebagai pengganti kepada pelanggan. Tidak berhenti di situ, Huawei pun menyediakan sistem pengiriman unit pengganti kepada pelanggan.

Pada awal tahun 2017 ini, Huawei Devices Indonesia kembali memperluas jangkauannya untuk meningkatkan kenyamanan para pecinta Huawei di Indonesia melalui kehadiran service center atau Pusat Layanan Eksklusif di Medan, Bandung dan Madiun.

“Pusat layanan eksklusif yang baru ini di rancang untuk memberikan layanan yang nyaman dan cepat. Kami sangat mengutamakan kenyamanan pelanggan kami dengan tidak lupa untuk menyediakan ruang tunggu yang dilengkapi dengan fasilitas koneksi internet, charging station serta fasilitas back-up data,” kata Erwin Setiawan (Service Director of Huawei Device Indonesia).

Dibangun dengan konsep berstandar 3.0 dengan desain yang selaras dengan empat ciri identitas Huawei yaitu sederhana, premium, hangat dan nyaman, pusat layanan terbaru dari Huawei memiliki tempat yang lebih luas serta ventilasi yang lebih ringan guna menjanjikan pengalaman pelanggan yang lebih berkesan.

Adapun tiga jenis layanan yang diberikan adalah VIP Service Gold yang berlaku untuk pengguna Huawei Honor 4C, Honor 4X, Honor 6+, P8Lite, G8, Mate 7 Gold dan P9 Lite; VIP Service Platinum berlaku untuk pengguna P8 & P9; dan VIP Service Diamond berlaku untuk semua pengguna Mate S.

Ilustrasi Huawei P8 Lite

Huawei meluncurkan smartphone P8 Lite 2017 yang menyasar pasar menegah. Smartphone itu menawarkan bodi ramping dan lapisan kaca mengkilap dengan rangka metal di pinggiran bodinya.

Smartphone Huawei P8 Lite 2017 merupakan versi downgrade dari P9 Lite yang hadir tahun lalu sekaligus menjadi penerus dari P8 Lite yang diluncurkan pada dua tahun lalu.

Huawei P8 Lite mengusung layar IPS 5,2 inci dengan resolusi Full HD, prosesor Kirin 665 dengan GPU Mali-T830MP2, RAM 3 GB dan memori internal 16 GB. Smartphone itu mengusung kamera depan 8 megapixel dan 12 megapixel untuk kamera belakangnya dengan aperture f/2.0.

Smartphone itu mempunyai kapasitas baterai 3.000 mAh, antar muka EMUI 5.0 dan sistem operasi Android Nougat seperti dikutip GSMArena.

Huawei akan mulai menjual Huawei P8 Lite pada akhir Januari di pasar Eropa dengan banderol 249 euro atau sekitar Rp3.5 juta dengan pilihan warna hitam, putih dan gold.

Sebelumnya, Huawei berencana akan meluncurkan smartphone Huawei P10 dan P10 Plus dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2017 pada 26 Februari.

Ilustrasi Huawei P10

Ilustrasi Huawei P10

Bocoran spesifikasi Huawei P10 kembali muncul ke permukaan. Huawei P10 akan mengusung layar QHD AMOLED 5,2 inci atau 5,5 inci dengan resolusi 1440p, meningkat dari resolusi Huawei P9 yang memiliki resolusi layar Full HD 1080p.

Smartphone Huawei P10 akan mengusung prosesor octa-core 2.3 GHz Kirin 960 64-bit dan GPU Mali G71, RAM 6 GB, dan storage 256 GB, seperti dilansir IBTimes.

Dari sisi eksternal, desain Huawei P10 memiliki layar curved di kedua sisinya dengan bodi metal. Tombol power dan volume terletak di sebelah kanan dan pemindai jari di bagian belakang.

Huawei P10 tetap mengusung dual kamera pada kamera belakangnya, mirip dengan P9. Huawei pun akan tetap mempercayakan pabrikan kamera Leica untuk memproduksi lensa kamera P10.

Huawei P10 akan mengusung sistem operasi Android 7.0 Nougat dengan antarmuka terbaru EMUI. Ada rumor lainnya, Huawei akan membenamkan teknologi kecerdasan buatan (AI) pada smartphone Huawei P10.

Banyak spekulasi, Huawei akan membenamkan asisten virtual Amazon Alexa pada Huawei P10. Sedangkan, smartphone Huawei P10 Plus memiliki spesifikasi yang sama dengan layar lebih lebar 5,5 inci.

Rencananya, Huawei akan meluncurkan Huawei P10 dan Huawei P10 Plus pada Maret atau April 2017.

Ilustrasi iPhone dengan layar AMOLED

Ilustrasi iPhone dengan layar AMOLED

Rencana Apple yang akan memakai layar AMOLED untuk layar iPhone terbaru membuat beberapa pabrikan smartphone asal Tiongkok ketar-ketir. Vendor smartphone asal Tiongkok itu pun telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi perusahaan asal Cupertino tersebut.

Menurut media lokal Tiongkok, pabrikan smartphone Oppo, Vivo, Huawei, dan BBK telah membentuk investasi gabungan atau konsorsium bersama dengan salah satu perusahan pembuat panel layar Royole.

Keempat vendor smartphone raksasa itu sadar bahwa Apple akan memesan layar AMOLED yang kecil pada tahun pertamanya untuk iPhone terbaru. Namun, Apple akan meningkatkan permintaan layar OLED itu pada tahun berikutnya.

Para vendor asal Tiongkok itu memperkirakan para pemasok layar asal Jepang dan Korea Selatan seperti Samsung dan Sony akan mendapat pesanan layar AMOLED dalam jumlah besar dari Apple untuk iPhone generasi mendatang.

Hal itu akan membuat Apple mendominasi dan memonopoli pasokan layar AMOLED di masa depan, mengingat permintaannya sangat besar.

Konsorsium itu akan membuat keempat perusahaan itu memiliki akses ke layar AMOLED buatan lokal dan mengurangi ketergantungan kapasitas produksi produsen layar ponsel asal Korea dan Jepang sekaligus mengamankan pasokan layar AMOLED.

Tentunya, keempat vendor itu akan menyuntikkan dana ke perusahaan pembuat layar AMOLED, Royole.

Royole pun sudah menambah kapasitas produksi layar AMOLED sebanyak 45.000 unit pada tahun ini dan akan menambah lini produksi baru pada tahun depan, seperti dilansir Ubergizmo.

BBK akan membuka anak perusahaan yang berdiri sendiri untuk berkonsentrasi pada produksi panel. Perusahaan itu akan menggenjot kapasitas 60.000 unit layar AMOLED untuk tahun 2017 – 2019.

Keputusan pembuatan konsorsium itu berkaca pada kasus Sony yang kewalahan untuk memenuhi pesanan sensor kamera iPhone 6c dan hanya dapat memenuhi separuh dari permintaan kliennya yang berasal dari Tiongkok.

Hal itu memberikan dampak negatif kepada produsen smartphone asal Tiongkok karena ikut mempengaruhi jadwal pengembangan produk. Akibatnya, produsen asal Tiongkok itu terpaksa mengurangi jumlah smartphone dan membuat mereka mencari solusi lain sambil berpacu dengan waktu.

Pada April 2016, Apple telah memesan layar AMOLED Samsung berukuran 5,5 inci sebanyak 100 juta untuk iPhone produksi tahun 2017.

Samsung Display akan memasok panel AMOLED utama untuk iPhone 2017 dengan model berukuran layar 5,8 inci. Samsung akan menyuplai sekitar 20 juta layar AMOLED per bulannya.