Tags Posts tagged with "Internet"

Internet

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) sukses membobol data enkripsi iPhone.

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) pun meminta pihak ketiga firma keamanan Cellbrite untuk membobol iPhone milik tersangka teroris setelah Apple menolak mentah-mentah permintaan FBI untuk membuka sistem keamanan iPhone tersebut.

Ironisnya, hacker berhasil membobol sistem keamanan Cellbrite pada awal tahun ini dan menggondol daya sebanyak 900 GB, termasuk software yang dipakai Cellbrite untuk membobol iPhone.

Data Cellbrite itu berbentuk image dari Universal Forensic Extraction Device (UFED). Meskipun terenkripsi, hacker itu berhasil menjebol image UFED dan mengaksesnya.

Hacker itu pun mempublikasikan software pembobol iPhone Script Python itu di Internet. “Script Python dapat menjebol celah keamanan iPhone. Begitu Anda membuat tool ini, pada akhirnya akan bocor ke luar,” kata hacker itu seperti dikutip Motherboard.

Script Python mirip dengan perangkat lunak jailbreak tetapi ada beberapa modifikasi untuk keperluan forensik, seperti penambahan kemampuan brute force PIN.

Juru bicara Cellbrite berkilah data yang dicuri hacker tidak mengandung source code apa pun.

“File-file yang tercuri bukanlah data-data yang penting,” pungkasnya.

Ilustrasi modus penipuan kencan online

Saat ini teknologi sudah memasuki dunia romansa dan teknologi telah mengubah bagaimana kita menjalin asmara dan membangun cinta. Kini banyak media sosial dan situs kencan online yang bisa membantu Anda untuk mencari jodoh, baik dalam lingkup pertemanan Anda maupun dalam lingkup yang lebih luas.

Dengan tersedianya berbagai situs kencan online dan media sosial, kita akan menemukan pasangan atau jodoh bahkan dari negara yang berbeda jika Anda menginginkannya.

Anda juga bisa menyukai seseorang hanya dengan melihat gambar mereka dan membaca rincian profil mereka untuk melihat apakah mereka “setipe dengan Anda”. Komputer dan server pada situs kencan online menyaring jutaan orang di database mereka untuk menemukan pasangan yang paling cocok dengan Anda.

“Kami ingin mempersenjatai semua orang dengan pengetahuan tentang penipuan asmara yang umum dan bagaimana untuk menghindari para penipu ini sehingga Anda dapat terhindar dari cinta palsu dan mencari cinta sejati Anda sebenarnya,” kata Sylvia Ng (General Manager SEA Kaspersky Lab) dalam siaran persnya, Selasa.

Kenyataannya, tidak semua orang di dunia maya baik semua karena dibalik kedok wanita manis yang terdengar menyenangkan, bisa jadi sebenarnya dia seorang pria, seorang penjahat siber yang ingin mendapatkan nomor telepon Anda untuk melakukan aksi penipuan (scam) terhadap Anda.

Tahun lalu, polisi Rusia menangkap dua orang dari Smolensk yang berpura-pura menjadi wanita muda untuk mencuri hati para pria di Moskow kemudian dan mengancam serta menipu untuk mengirimkan jumlah besar uang. Para penjahat siber ini ternyata berhasil mengumpulkan sekitar satu juta rubel Rusia atau sekitar USD16,500 dengan modus penipuan tersebut.

Jumlah sebenarnya dari penipuan romantis ini tidak pernah diketahui. Banyak dari para korban terutama orang yang menikah lebih memilih untuk tetap diam. Berikut modus penipuan ketika kencan online dari Kaspersky Lab:

Pertama, modus itu digunakan penipu dengan cara mengontak Anda melalui media sosial dan tertarik dengan Anda. Jika Anda seorang yang senang mengunggah foto dan belum memperbarui pengaturan privasi Anda, maka mudah sekali bagi penjahat dunia maya untuk menjebak.

Karena itu, jika Anda menerima rayuan seperti itu dan tidak peduli sebagaimana putus asa nya Anda, hentikan percakapan tersebut dan jangan pernah menambahkan orang itu sebagai teman Anda. Segera perbarui pengaturan privasi Anda dan hanya berbagi unggahan dengan orang-orang yang Anda kenal.

Kedua, scammer meminta korban untuk berhubungan dengan webcam dan terus memberikan pujian kepada korban sehingga meyakinkan “pasangannya” untuk membuka pakaian mereka sebagian atau melakukan tindakan intim lainnya. Scammer kemudian mengungkapkan identitas mereka yang sebenarnya. Mereka mengklaim telah membuat rekaman video dan mengancam untuk membagikan video tersebut dengan teman-teman di media sosial atau mengunggah rekaman online, kecuali korban mengirimkan sejumlah uang.

Karena itu, jika melibatkan webcam dan Anda diminta untuk melakukan tindakan tidak senonoh, jangan pernah meladeninya, tidak peduli siapa mereka. Jika hubungan itu nyata, maka Anda akan menunggu untuk bertemu satu sama lain secara pribadi.

Ketiga, online kencan palsu. Waspadalah terhadap daftar pertanyaan yang diajukan ketika Anda sign-up, jika lebih menitikberatkan pada masalah keuangan dibandingkan informasi pribadi. Apalagi, jika isi seluruh profil Anda hanya berupa beberapa baris teks, tidak ada foto dan tidak ada penjelesan mengenai preferensi, kemungkinannya Anda menemukan sebuah situs kencan palsu.

Keempat, Si-penipu (scammers) membuat akun wanita cantik dengan menggunakan gambar yang disalin dari mana saja di Internet. Lalu, ada bot untuk memikat pendatang baru ke dalam percakapan dan memaksa mereka mau membayar uang untuk melanjutkan percakapan.

Kelimat Cut-dan-Paste. Jika gambaran profil dan isi pesan terkesan terlalu baik, Anda patut curiga. Seringkali, para penipu tidak mau repot-repot menulis materi mereka sendiri, melainkan mengambilnya dari situs-situs atau profil kencan lainnya.

Sebuah laporan dari Imperva menyebutkan bahwa lebih dari separuh lalu lintas internet di dunia dikuasai oleh bot.

Sebuah laporan dari Imperva, penyedia jasa content network delivery (CDN), menyebutkan bahwa lebih dari separuh lalu lintas internet di dunia dikuasai oleh bot, istilah untuk program/aplikasi “robot” di dunia maya yang bekerja secara otomatis menyerupai aktivitas manusia.

Aktivitas bot ditengarai mencapai 51,8% dari keseluruhan aktivitas di internet, sedangkan manusia hanya menyumbang 48,2%-nya. Angka ini didapat berdasarkan hasil riset Imperva pada 16,7 miliar kunjungan di 100 ribu domain yang dipilih acak pada periode 9 Agustus – 6 November 2016.

Hasil tersebut sebetulnya mirip dengan kondisi pada tahun 2012 – 2014. Pada tahun 2015, situasi sempat berbalik dengan 51,5% lalu lintas internet berasal dari manusia. Tetapi, tahun 2016 lalu, aktivitas bot kembali meningkat dan mengalahkan manusia.

Imperva juga membagi bot ke dalam dua jenis, bot baik dan bot jahat.

Bot baik antara lain meliputi program spider yang dipakai Google untuk menjelajahi situs-situs di dunia setiap hari dan mengecek pembaruan atau program feed fetchers yang disebar Facebook guna memperbarui news feed. Sementara itu, bot jahat adalah program yang dirancang untuk mencuri konten situs, melakukan penipuan dalam lelang iklan online, membuat halaman spam, atau menyerang situs tertentu untuk menjatuhkannya (DDoS).

Sayangnya, dari total 51,8% lalu lintas dari bot, porsi bot jahat masih lebih besar dibandingkan dengan bot baik, yaitu 28,9% vs 22,9%.

Contoh bot baik dan bot jahat.

Dikutip dari Axios, bot jahat bahkan telah dipergunakan untuk menggondol pemasukan dari jaringan iklan online dengan cara meniru identitas situs web dan mencuri lalu lintas serta kunjungan iklannya. Firma keamanan White Ops pada tahun lalu menemukan Methbot, jaringan bot jahat terbesar sepanjang masa, dengan modus seperti itu.

“Penjahat siber yang menyasar jaringan iklan sudah makin canggih karena mampu memalsukan metrik-metrik pengukuran iklan online, seperti klik, keterlihatan, dan pendaftaran e-mail,” ujar Mark Schlosser (Senior Director, White Ops).

Diperkirakan, kerugian yang diderita para pengiklan bisa mencapai US$7 miliar per tahun akibat manipulasi oleh bot jahat ini.

Ilustrasi cyberbullying

Norton by Symantec mengungkapkan 2016 Norton Cyber Security Insights Report: Family Edition yang memaparkan pandangan orang tua terhadap cyberbullying dan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi anak-anak mereka.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa sebanyak 49 persen orang tua di Indonesia memperbolehkan anak-anaknya yang berusia di bawah 11 tahun untuk mengakses internet, banyak dari mereka memiliki berbagai kekhawatiran.

Misalnya, lebih dari 4 dari 10 (41 persen) orang tua di Indonesia yakin bahwa anak-anak mereka lebih mungkin untuk di-bully di dunia online dibandingkan di dunia nyata.

“Saat ini anak-anak bukan lagi menghadapi ancaman fisik atau perlawanan secara langsung,” kata Chee Choon Hong, Director (Asia Consumer Business, Symantec) dalam siaran persnya.

Choon Hong mengatakan cyberbullying adalah isu yang sedang berkembang dan orang tua sedang berupaya untuk mengidentifikasi dan mengatasi ancaman tersebut.

“Kekhawatiran bagi banyak orang tua adalah cyberbullying tidak berhenti saat anak mereka pulang dari sekolah – selama anak mereka masih menggunakan perangkat, pelaku bully dapat terhubungkan ke mereka,” ucapnya.

Selain cyberbullying, kekhawatiran utama para orang tua adalah bahwa anak mereka bisa mengunduh program yang berbahaya atau virus (72%), memberikan terlalu banyak informasi pribadi kepada orang yang tidak kenal (68%), terbujuk untuk bertemu dengan orang asing di dunia nyata (71%).

Karena itu, orang tua pun mulai melakukan langkah pencegahan seperti sebanyak 68% orang tua memilih untuk mengecek riwayat browser anak mereka, 56% hanya memberikan izin untuk situs tertentu, 56% hanya memberikan izin akses internet dengan pengawasan dari orang tua, dan 32% memberikan akses internet hanya di area umum rumah.

Choon Hong mengungkapkan banyak orang tua yang masih tidak tahu cara mengenali tanda-tanda cyberbullying dan apa saja yang perlu dilakukan jika anak-anak mereka mengalaminya.

“Orang tua harus mengedukasi diri mereka sendiri tentang tanda-tanda cyberbullying dan mempelajari cara berkomunikasi secara terbuka dengan anak-anak mereka” ujarnya.

Mark Zuckerberg, (chairman and CEO of Facebook) berbicara dalam ajang APEC 2016

Mark Zuckerberg, (chairman and CEO of Facebook) berbicara dalam ajang APEC 2016

Mark Zuckerberg (CEO Facebook) berencana bertemu dengan Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI) dalam ajang APEC CEO Summit Peru 2016.

“Senangnya membahas program konektivitas dengan lebih dari 20 presiden dan perdana menteri di Peru. Facebook sangat antusias menanamkan investasi saat ini karena dapat menghubungkan miliaran orang pada dekade berikutnya,” tulis Mark dalam posting di Facebook.

Zuck dan Jusuf Kalla tidak akan membicarakan soal pajak perusahaan media sosial. Indonesia harus bisa meniru Irlandia yang memanfaatkan Facebook dan media sosial berbasis teknologi informasi lainnya untuk menjaga persaingan usaha lebih sehat.

“Kami tidak akan membicarakan teknis (pajak). Kami hanya ingin ada perluasan hubungan dengan mereka (Facebook). Ini (pembicaraan dengan Zuckerberg soal investasi) juga sedang dalam proses,” ucap Zuckerberg.

Selain mempermudah hubungan antardaerah terpencil dan antar-kawasan, program yang ditawarkan Facebook tersebut bisa membantu peningkatan usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM).

“Salah satu (kelebihan) online tentang informasi dan pasar serta produk. Bagaimana kita bisa bicarakan (hal itu) tanpa konektivitas?” ujarnya.

Wapres Jusuf Kalla menilai program konektivitas yang dikembangkan Facebook bisa memadukan pembangunan perekonomian secara keseluruhan. Dalam pertemuan di Lima Convention Center (LCC) itu, Mark menawarkan drone Aquila untuk menghubungkan internet ke seluruh pelosok Indonesia.

Tak hanya kepada JK, Mark juga mempresentasikan drone ini kepada para kepala negara yang hadir di pertemuan tersebut, seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat Barack Obama, PM Malaysia Najib Razak, Sultan Brunei Darrusalam Hassanal Bolkiah, Presiden China Xi Jinping, Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte, dan beberapa kepala negara lain.

“Setiap satu drone bisa meng-cover area kurang lebih 60 km ketika mengudara. Nanti drone-drone ini akan saling terhubung oleh laser sehingga menjangkau cakupan wilayah yang sangat luas,” kata Facebook.

Desain drone Aquilla sangat ringan karena terbuat dari karbon fiber dan memiliki bentang sayap lebih lebar dari Boeing 737 serta bertenaga matahari sehingga mengudara terus tanpa harus mendarat mengisi daya.

Terkait dengan kebijakan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden terpilih Donald Trump, Wapres JK mengatakan masih belum bisa diprediksi, apakah berubah menjadi proteksionis atau tidak.

“Semuanya belum jelas karena masih Februari nanti. Tapi apa pun yang terjadi, kita tidak perlu khawatir. Kita akan pikirkan (penguatan) ekonomi dalam negeri. Karena kita punya kelebihan, yaitu jumlah penduduk yang besar, maka produktivitasnya juga harus ditingkatkan agar pertumbuhan ekonominya juga besar,” pungkasnya.

donald-trump-marketwatch

Donald Trump telah terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat menggantikan Barack Obama. Sebagai Presiden AS, Trump pun memiliki kebijakan di sektor teknologi, yaitu memaksa Apple untuk produksi iPhone di AS dan mematikan akses internet untuk mencegah ISIS.

Selama masa kampanye, Trump berjanji untuk memaksa Apple merakit dan memproduksi iPhone di negaranya, bukan di Tiongkok, sehingga dapat menciptakan banyak lapangan pekerjaan yang baru.

“Bukankah hebat jika Apple benar-benar membuat produknya di Amerika Serikat?” katanya ketika berbicara di Liberty University, Virginia, Amerika Serikat pada awal tahun 2016.

“Kita memiliki orang-orang yang menakjubkan di negeri ini. Mereka cerdas, tajam, energik. Kita pun akan memaksa Apple untuk membangun pabrik komputer dan barang-barang mereka di negeri ini ketimbang negara lain,” tegas Trump.

Selain itu, Donald Trump pernah melontarkan pernyataan kontroversial untuk memboikot seluruh produk Apple dan mendesak Apple untuk membuka enkripsi iPhone 5c milik salah satu pelaku penembakan di San Bernardino, California, Syed Ridwan Farook.

Apple memiliki alasan kuat menggandeng Foxconn dan merakit iPhone di Tiongkok karena biaya produksinya yang murah. Jika Apple harus memproduksi iPhone di AS, akan berimbas kepada harga iPhone yang mahal, mengingat upah minimum pekerja di AS yang tinggi.

Sebagai contoh, jika Apple mempekerjakan seseorang pekerja di California, Apple harus membayar upah minimum sebesar US$9 per jam atau US$1.400 tiap bulannya. Pengeluaran itu tiga kali lipat dari gaji pekerja Foxconn di Tiongkok.

Sementara itu, Trump juga memiliki rencana untuk menghabisi kelompok teroris ISIS dengan mematikan akses internet di beberapa tempat. Trump melihat ISIS kerap menggunakan internet untuk melakukan propaganda.

“Saya jelas memiliki kebijakan untuk menutup (internet) di beberapa wilayah di mana kita sedang berperang dengan seseorang. Saya tidak ingin ISIS menggunakan internet untuk mempengaruhi pemuda kita,” ucap Trump.

Sayangnya, Fast Company menganggap kebijakan Trump untuk mematikan akses internet ISIS sangat tidak masuk akal. AS tidak bisa mengendalikan akses internet di Timur Tengah karena server-nya tidak berada di AS.

“Trump harus membujuk operator di negara tersebut untuk mematikan akses internet ke ISIS atau menghancurkan infrastruktur lokal untuk memotong akses internet ke ISIS,” seperti dilansir Reuters.

Ilustrasi Pengguna Internet melalui Smartphone

Ilustrasi Pengguna Internet melalui Smartphone

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pengguna internet mobile yang mengunjungi website meningkat menjadi 51,3 persen dibanding pengguna yang mengakses internet melalui perangkat komputer sebanyak 48,7 persen.

Hal itu terungkap dari data StatCounter pada awal minggu ini. Uniknya, jika lalu lintas mobile dipecah menjadi dua perangkat, yakni smartphone dan tablet, terlihat bahwa pengguna smartphone yang mengunjungi website sebesar 46,53 persen dan hanya 4,73 persen yang merupakan pengguna tablet. Artinya, sebagian besar pengguna internet mobile di dunia adalah pengguna smartphone.

Namun, khusus di Amerika Serikat, warga di sana masih lebih banyak menggunakan desktop untuk mengakses internet sebanyak 58 persen, sedangkan pengguna yang mengakses internet dari mobile sebanyak 42 persen.

Survei itu juga mengungkapkan perangkat mobile sangat dominan di negara berkembang. Tidak bisa dimungkiri tren masyarakat bergerak kepada perangkat mobile, seperti dikutip dari BGR.

Yang mencengangkan, perangkat mobile sangat cepat bertransisi dan mengalahkan perangkat desktop.

iPhone mengawali smartphone modern pada tahun 2007, tetapi data lalu lintas kunjungan website dari perangkat mobile baru mencapai 30 persen pada 2013. Dan sekarang, angka itu sudah menembus 51 persen.

kspersky_lab

Hasil survei mengenai Growing Up Online – Connected Kids yang dilakukan oleh Kaspersky Lab bersama iconKids&youth menunjukkan bahwa remaja laki-laki dan perempuan berusia 8 – 16 tahun berperilaku sangat berbeda di internet, yang berarti diperlukan pendekatan yang berbeda pula untuk menjaga mereka agar tetap aman.

Remaja perempuan lebih gemar menggunakan smartphone, berbeda dengan laki-laki yang cenderung memilih bermain komputer dan game konsol.

Laki-laki pada umumnya lebih mungkin mengalami kecanduan game komputer, terlihat dari tingginya aktivitas online mereka sehari-hari. Sementara itu, perempuan senang berkomunikasi lewat jejaring sosial maupun instant messenger.

Ketika membicarakan metode komunikasi, remaja perempuan lebih sering melakukan panggilan dan mengirim pesan. Fakta ini tidak mengherankan mengingat kecintaan mereka terhadap smartphone.

Hal ini mungkin saja disebabkan oleh cara mereka dalam bersosialisasi, perempuan cenderung memilih anggota keluarga atau teman-teman sebagai sumber informasi, sedangkan laki-laki lebih mengandalkan internet untuk mencari berita. Remaja laki-laki juga lebih mungkin untuk berpikir bahwa mereka tahu bagaimana menggunakan internet dan bagaimana melindungi diri mereka sendiri secara online dibanding perempuan.

Pada saat yang sama, menurut survei, remaja laki-laki kurang terlindungi di internet dibanding perempuan. Mereka membagikan banyak informasi pribadi di situs jejaring sosial dan berpura-pura berusia lebih tua dari yang sebenarnya.

Mereka juga mencoba untuk melepaskan fitur parental control terhadap perangkat mereka dan menyembunyikan informasi mengenai aktivitas online. Dan ada sesuatu yang disembunyikan, menurut pengakuan mereka, remaja laki-laki dibandingkan perempuan lebih mungkin mengakses konten yang tidak pantas untuk remaja seusianya.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua yang memiliki anak remaja laki-laki harus lebih ketat dalam memperhatikan aktivitas online anak mereka. Orang tua perlu menggunakan fitur parental controls yang up-to-date guna menjaga remaja laki-laki yang bertindak semaunya di internet agar tetap terlindungi dari berbagai informasi berbahaya atau yang tidak diinginkan. Sementara itu, ibu dan ayah dari remaja perempuan harus lebih memperhatikan dengan siapa putri mereka berkomunikasi secara online,” saran Andrei Mochola, Head of Consumer Business di Kaspersky Lab.

Untuk itu Kaspersky Lab menyediakan informasi tentang solusi teknis untuk masalah ini yang dapat ditemukan di Kaspersky Safe Kids.

Kaspersky Lab juga menyediakan kesempatan bagi mahasiswa dan profesional muda untuk mengembangkan solusi keamanan yang menjaga anak-anak tetap terlindungi secara online. Informasi lebih lanjut tentang kompetisi internasional Talent Lab dapat ditemukan di academy.kaspersky.com/talentlab.

Ilustrasi Internet di Korea Utara

Ilustrasi Internet di Korea Utara

Di era digital dan internet saat ini, Korea Utara masih terbelakang dalam penyediaan konten internetnya.

Bayangkan, negara yang diperintah oleh diktator Kim Jong-Un ini hanya memiliki 28 website yang semuanya diawasi ketat oleh pemerintah. Akses internet pun cuma bisa diakses oleh segelintir orang.

Data ini diperoleh setelah salah satu server utama di Korea Utara secara tidak sengaja memungkinkan pengguna internet di seluruh dunia mengakses DNS (Domain Name System) pada jaringan internet di negara itu.

Sebuah laporan yang diunggah di GitHub mengungkapkan bahwa hanya ada 28 nama situs yang terdeteksi memiliki domain level atas (top level domain) dengan akhiran (dot) KP. Dari jumlah tersebut, hampir setengahnya merupakan link yang tidak aktif.

Salah satunya adalah Cooks.org.kp, situs berisi resep macam-macam kuliner lokal. Ada juga situs gnu.rep.kp yang memuat berisi berita terkait sains dan teknologi Korea Utara; Kcna.kp, situs kantor berita setempat yang dikontrol pemerintah, serta situs Friend.com.kp yang ditengarai merupakan portal berita semacam Yahoo! dan MSN.

Dari 28 situs yang terdeteksi, hanya ada satu nama domain yang berasal dari perusahaan komersial Sili Bank yang menawarkan layanan e-mail berbayar untuk warga Korea Utara.

Daftar lengkap 28 situs asli Korea Utara itu bisa dilihat di forum Reddit ini.

 

ICANN

ICANN

Akhirnya, Amerika Serikat (AS) menyerahkan kendali Internet kepada sebuah organisasi swasta nirlaba yang terdiri dari banyak pemangku kepentingan. Pemerintah AS akan menyerahkan wewenang pengaturan Domain Name System (DNS) kepada Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).

DNS sendiri merupakan sistem yang menyederhanakan alamat IP dan berupa kombinasi angka yang sukar diingat. Tanpa DNS, Anda hanya bisa mengakses sebuah website di Internet dengan memasukkan angka-angka.

ICANN yang bermarkas di Los Angeles, AS itu akan berwenang mengatur tentang sistem penamaan domain internet pada 1 Oktober mendatang.

Dalam praktiknya, sebuah lembaga yang berada di bawah Departemen Perdagangan AS, Badan Informasi dan Telekomunikasi Nasional (NTIA) untuk mengontrak ICANN untuk mengelola DNS. Di dalam ICANN, akan bergabung perwakilan dari perusahaan swasta, kelompok ahli, dan tentu saja perwakilan dari negara-negara pengguna Internet.

Lawrence Strickling (Kepala NTIA) mengatakan pihaknya akan menyerahkan seluruh wewenang pengelolaan DNS kepada ICANN. “ICANN akan berwenang penuh mengatur DNS atau “buku telepon” Internet,” katanya seperti dilansir Reuters.

Sebelumnya, banyak negara termasuk Rusia dan Tiongkok memrotes AS karena memonopoli wewenang pengelolaan DNS sejak lama. Rusia dan Tiongkok mengharapkan DNS diatur oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tentunya, keputusan Pemerintahan Barack Obama untuk melepas kendali atas DNS itu menuai kritik dari pejabat kongres AS. Partai Republik menilai Obama telah membuka celah bagi Tiongkok, Rusia, dan Iran untuk lebih leluasa mengutak-atik Internet.

Pihak oposisi beranggapan kendali Internet akan lebih aman dan bebas ketika dikendalikan oleh AS.