Tags Posts tagged with "LG"

LG

Pada sekitar setahun setelah peluncuran G4, LG kembali meluncurkan penerusnya yang dinamai G5. LG menerapkan desain yang baru pada G5 dengan meninggalkan material plastik serta kulit dan menggantinya dengan material metal. Hasilnya, LG G5 menjadi sebuah smartphone berdesain elegan dengan dimensi yang ramping.

Namun yang akan kami bahas kali ini bukanlah LG G5, melainkan LG G5 SE. Ya, LG G5 SE merupakan varian yang secara resmi dihadirkan oleh LG untuk pasar Indonesia. Dari sisi desain, LG G5 dan LG G5 SE sama persis, baik dari bentuk, dimensi, hingga penggunaan materialnya.

Perbedaannya, jika LG G5 menggunakan chip Qualcomm Snapdragon 820 dan RAM sebesar empat gigabayte, LG G5 SE memiliki spesifikasi di bawahnya. Smartphone ini dibekali chip Qualcomm Snapdragon 652 serta RAM berkapasitas tiga gigabyte. Chip Qualcomm Snapdragon 652 memiliki prosesor dengan konfigurasi delapan inti yang terdiri dari Cortex A72 quad core 1,8 GHz untuk menangani tugas yang lebih berat, dan Cortex A53 quad core 1,2 GHz untuk menangani tugas yang ringan sekaligus menghemat konsumsi daya. Selain itu, terdapat juga perbedaan pada frekuensi LTE yang didukung.

Selain hal tersebut, LG G5 SE memiliki spesifikasi yang mirip dengan G5, seperti layar IPS dengan resolusi quad HD 1.440 x 2.560 pixel yang berdiagonal 5,3 inci dengan perlindungan Corning Gorilla Glass 4, serta memori internal sebesar 32 GB dan dukungan memori eksternal micro-SD yang mencapai 256 GB.

Jika saat ini makin banyak produsen smartphone yang menggunakan desain unibody (sehingga bodinya tak bisa dilepas sekaligus menghilangkan akses terhadap baterai dan beberapa selot lainnya), Anda masih bisa mengakses baterai yang berkapasitas 2.800 mAh pada LG G5 SE ini. Cara mengaksesnya memang agak sedikit berbeda, yaitu dengan membuka bagian bawahnya yang disebut Magic Slot. Magic Slot ini tak hanya menjadi tempat mengakses baterai saja, namun menjadi tempat untuk memasangkan beberapa aksesori. Ya, bersamaan dengan peluncuran G5 dan G5 SE, LG juga memperkenalkan beberapa aksesori dengan konsep modular.

LG memang memperkenalkan sejumlah aksesori tambahan seperti modul kamera, modul audio, dan beberapa aksesori lainnya yang memanfaatkan Magic Slot. Untuk mengakses Magic Slot ini, Anda bisa menekan tombol pengunci yang ada di bagian samping bawah. Dengan baterai yang bisa diakses dan dilepas, Anda pun bisa menggantinya dengan baterai cadangan jika diperlukan.

Sejak merilis LG G2 beberapa tahun lalu, LG memiliki desain khas dengan tombol volume dan power yang diletakkan di bagian belakang smartphone. Namun di LG G5 SE ini, terdapat sedikit perbedaan. Ya, tombol power memang masih berada di belakang. Namun tombol volume kini pindah ke sisi kiri smartphone. Semua tombol tersebut tergolong mudah diakses, termasuk saat digunakan dengan satu tangan. Oh ya, tombol power juga memiliki fungsi rangkap sebagai pemindai sidik jari.

LG G5 SE ini memiliki tiga kamera. Dua kamera di belakang, dan satu kamera di depan. Dua kamera di belakangnya memiliki spesifikasi yang berbeda. Kamera yang pertama memiliki resolusi enam belas megapixel dan lensa f/1,8. Sementara kamera yang kedua memiliki sudut pandang yang lebih lebar dan memiliki lensa f/2,4 serta mampu menghasilkan gambar sebesar delapan megapixel. Di tengah kedua kamera tersebut terdapat LED flash serta sensor warna untuk menjaga akurasi warna saat memotret dalam berbagai kondisi. Kamera belakangnya ini juga sudah bisa merekam video dalam resolusi 4K. Sementara kamera depannya memiliki resolusi delapan megapixel. Aplikasi kameranya menyediakan banyak mode pengambilan gambar, termasuk mode manual di mana Anda bisa mengatur sendiri white balance, shutter speed, dan nilai ISO sesuai yang Anda inginkan.

Smartphone ini menggunakan sistem operasi Android 6.0.1 Marshmallow. Di G5 SE ini, LG juga menggunakan antarmuka baru yaitu Optimus UX 5.0. Berbeda dengan generasi sebelumnya, antarmuka ini kini tidak lagi memiliki app drawer sehingga seluruh aplikasi dan shortcut tersedia di home screen. Fitur khas LG seperti Knock On dan Knock Code juga tetap tersedia pada smartphone ini, ditambah lagi dengan fitur baru yaitu Always On Display. Fitur ini akan menampilkan jam, tanggal, serta notifikasi pada saat layar dimatikan.

LG G5 SE sudah mendukung LTE. Selain itu, smartphone ini juga memiliki koneksi Wi-Fi dual band, Bluetooth 4.2, GPS, serta NFC. Sementara koneksi kabelnya sudah menggunakan konektor USB type-C dengan dukungan kemampuan USB on-the-go (OTG).

Bermodalkan chip Snapdragon 652 yang merupakan chip kelas menengah, LG G5 SE memang tak secepat saudaranya, G5 yang menggunakan Snapdragon 820. Namun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kinerjanya sudah sangat memadai. Kinerja grafisnya pun terbilang baik saat menangani aneka game berat. Daya tahan baterainya pun terbilang baik dan mampu menemani aktivitas Anda sehari-hari tanpa dipusingkan oleh masalah kehabisan daya.

Ada dua kamera di belakangnya, masing-masing memiliki ukuran lensa dan resolusi yang berbeda.

 

Magic Slot di bagian bawah menjadi tempat baterai serta lokasi untuk memasangkan berbagai aksesori modular.

 

Contoh hasil kedua kamera yang ada di belakang.

 

Antarmuka Optimus UX 5.0 tidak lagi memiliki app drawer.

Hasil uji

PengujianLG G5 SE
Antutu Benchmark 677530
PCMark – Work Performance5703
3Dmark - Ice StormMaxed Out
3Dmark - Ice Storm ExtremeMaxed Out
3Dmark - Ice Storm Unlimited17531
GeekBench 3 - Single Core1234
GeekBench 3 - Multi Core2526

Plus: SIM ganda, mendukung LTE, resolusi layar quad HD, kamera belakang ganda, aksesori modular, kinerja baik

Minus: menggunakan chip kelas menengah, harga cukup tinggi

SpesifikasiLG G5 SE
Chip prosesorQualcomm Snapdragon 652
RAM3 GB
Chip grafisAdreno 510
Selot SIMDual SIM (nano)
Kapasitas memori internal32 GB
Dukungan koneksiUSB type C (mendukung OTG), Wi-Fi 802.11 b/g/n, Bluetooth 4.0, GPS
Kamera16 megapixel + 8 megapixel (belakang), 8 megapixel (depan)
Layar5,3 inci 1.440 x 2.560 pixel
Kapasitas baterai2.800 mAh
Dimensi/bobot149,4 x 73,9 x 7,3 mm/156 gram
Jaringan selulerHSDPA & LTE
Sistem operasiAndroid 6.0.1 (Marshmallow)
Situs webwww.lg.com
Garansi1 tahun
HargaRp6.999.000

Smartwatch LG Watch Style dan LG Watch Sport berbasis Android Wear 2.0.

Sesuai prediksi, Google mengumumkan ketersediaan deretan smartwatch perdana yang mengusung sistem operasi Android Wear 2.0. Smartwatch tersebut merupakan besutan LG dan Verizon, yaitu LG Watch Style, LG Watch Sport, dan Wear24.

Pertama kali dipamerkan pada acara Google I/O 2016, Android Wear 2.0 membawa banyak perbaikan pada sistem operasi untuk arloji cerdas itu.

Fitur yang paling ditunggu-tunggu yaitu kehadiran Google Assistant, asisten digital yang sebelumnya hanya ada di smartphone Google Pixel dan Pixel XL. Android Wear 2.0 juga membenamkan Play Store secara langsung sehingga pengguna dapat mengunduh aplikasi ke arlojinya, tanpa perlu menghubungkannya dengan ponsel.

Perubahan lainnya terjadi pada aplikasi Google Fit yang sekarang mampu melacak kecepatan, jarak, dan kalori yang dibakar saat pengguna berolahraga. Bahkan, aplikasi ini juga dapat mengukur detak jantung penggunanya.

Lantas, bagaimana dengan spesifikasi perangkat keras smartwatch yang dijual LG dan Verizon ini?

Dikutip dari IBTimes, LG Watch Style dan LG Watch Sport sama-sama mengandalkan prosesor Snapdragon Wear 2100 1,1 GHz, memori internal 4 GB, layar sentuh berlapis Gorilla Glass 3, bodi berbahan stainless steel, serta diperkaya konektivitas Wi-Fi dan Bluetooth.

Yang membedakan kedua jenis produk itu adalah dimensi layar, kapasitas RAM dan baterai, konektivitas seluler, serta pilihan aksesoris. LG Watch Style memiliki layar 1,2 inci beresolusi 360 x 360 pixel, RAM 512 MB, dan baterai 240 mAh. Varian ini tidak mendukung koneksi seluler. Kelebihannya, tali jam Style bisa diganti-ganti.

Sedangkan LG Watch Sport menyematkan layar yang lebih besar, 1,38 inci, dengan resolusi 480 x 480 pixel, RAM 768 MB, dan baterai 430 mAh. Varian ini mendukung koneksi seluler 3G dan LTE sehingga memunyai selot kartu SIM. Varian Sport juga dilengkapi chip NFC guna mendukung sistem pembayaran Android Pay. Fitur lainnya adalah GPS, barometer, serta casing tahan air dan tahan debu.

LG Watch Style dan Sport dipasarkan di Google Store mulai 10 Februari dengan harga masing-masing US$249 (Rp3,3 jutaan) dan US$349 (Rp4,6 jutaan).

Smartwatch Wear24 dari Verizon.

Satu smartwatch lagi yaitu Wear24 yang dibuat oleh pabrikan Quanta untuk dijual oleh Verizon secara eksklusif di pasar Amerika Serikat.

Wear24 mengusung layar AMOLED 1,4 inci, baterai 450 mAh dengan wireless charging, dukungan Android Pay, koneksi 4G LTE, dan kemampuan tahan air dengan sertifikasi IP67. Wear24 dijual dengan harga US$349 (Rp4,6 jutaan) tanpa kontrak.

Ilustrasi Home Appliances Samsung

Samsung berencana membuka pabrik baru untuk home appliance di Amerika Serikat, menyusul kebijakan impor Donald Trump (Presiden Amerika Serikat).

Trump pun senang bahkan ia mengapresiasi rencana Samsung yang ingin membangun pabrik Samsung di AS melalui akun Twitternya @realDonaldTrump.

“Terima kasih @Samsung! Kami senang menyambutmu,” kata seperti dikutip Reuters.

Sebelumnya, Trump telah mengeluarkan ultimatum kenaikan pajak impor bagi perusahaan elektronik yang memproduksi perangkat elektroniknya di luar AS. Sebaliknya, jika membuat pabrik di AS, Trump akan memangkas pajak pendapatan.

Sebenarnya, kebijakan itu Trump buat untuk Apple yang memproduksi iPhone di Tiongkok perputaran uangnya lebih banyak mengalir ke Tiongkok, bukan di AS.

Ilustrasi Trump Samsung

Samsung masih menolak memberikan komentar detail soal rencana ekspansi pabrik ke AS termasuk lokasi dan dana investasinya. Meski begitu, Samsung mengonfirmasi telah menambah investasi di AS termasuk mengeluarkan investasi US$ 17 miliar untuk pabrik chip-nya di Austin, Texas.

“Kami masih mengevaluasi kebutuhan investasi baru di AS yang bisa membantu kami memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen,” ujar Samsung dalam pernyataan resminya.

Selain Samsung, LG juga berencana membangun pabrik untuk home appliance di Tennessee, AS. “Ini (punya pabrik di AS) adalah hal yang patut dipertimbangkan LG sejak jauh hari,” ucap LG.

Selain Samsung dan LG, Hyundai Motor Group juga berencana meningkatkan investasi di AS hingga 50 persen menjadi US$3,1 miliar selama lima tahun.

Jay Yoo (Analis Korea Investment) mengatakan rencana pembangunan pabrik tidak akan menimbulkan kerugian bagi Samsung atau LG. “Tentu saja biaya akan naik, namun jika mereka tidak melakukan itu, mereka akan terkendala tarif,” tutur Yoo.

Ilustrasi LG Display

Pabrikan layar LCD terbesar di dunia, LG Display Co Ltd melaporkan laba senilai 904.3 miliar won ($778,33 juta) atau sekitar Rp10,3 triliun pada kuartal keempat (Oktober – Desember) tahun 2016.

Keuntungan LG Display itu berkat kenaikan harga layar dan nilai valuta asing.

“Tren harga LCD yang naik dan tren layar LCD berukuran besar adalah penolong kami kuartal lalu,” kata Don Kim (Chief Financial Officer LG) seperti dikutip Reuters.

Harga LCD 32 inci ke atas terus naik pada 10 bulan terakhir, menurut WitsView pekan lalu.

Namun, para pengamat menilai kenaikan laba LG Display itu disebabkan meningkatnya permintaan layar LCD LG yang besar di pasar lantaran Samsung Display menutup pabrik LCD-nya pada tahun lalu.

LG Display antara lain memasok kebutuhan layar iPhone dan TV LG. Pada awal bulan ini, LG pun sudah menjajaki pembicaraan dengan Samsung Electronics tentang kerjasama panel TV.

LG G6

LG dijadwalkan untuk meluncurkan smartphone flagship LG G6 pada tanggal 26 Februari 2017 atau beberapa hari menjelang acara Mobile World Congress (MWC) 2017 di Barcelona.

Setelah merilis undangan kepada awak media, baru-baru ini LG pun diketahui membocorkan gambar yang memuat ilustrasi fisik LG G6. Gambar yang menampilkan setengah bodi bagian atas smartphone itu telah dikonfirmasi oleh The Verge sebagai LG G6.

LG G6 disebut akan mengusung layar berukuran 5,7 inci dengan aspect ratio 2:1, pilihan yang kurang wajar mengingat kebanyakan aplikasi dan video dioptimalkan untuk rasio 16:9. Sudut-sudut layarnya pun sedikit melengkung.

Selain itu, tampilan layar LG G6 terasa lega berkat bingkai yang sangat tipis. Bahkan, rasio layar dan bingkai mencapai lebih dari 90 persen dari keseluruhan penampang depan. Dengan demikian, LG G6 akan terasa mirip dengan Xiaomi Mi Mix ataupun bocoran Samsung Galaxy S8.

Satu hal yang menarik dari LG G6 adalah desain material yang seluruhnya terbuat dari bahan metal dan kaca, membuatnya terlihat lebih mewah dan elegan. Walhasil, LG akhirnya mengikuti jejak Samsung dan Apple yang lebih dulu meninggalkan bahan plastik.

Namun, LG tidak sepenuhnya menuruti tren yang dibawa Apple karena LG G6 masih mempertahankan audio jack. Meski begitu, LG G6 diperkirakan bakal mengusung kemampuan tahan air (waterproof). Sebagai konsekuensi, baterai LG G6 tidak akan bisa diganti.

Fitur lainnya yang akan diusung LG G6 yaitu dual-camera system dan pemindai sidik jari di bagian belakang.

Ilustrasi LG G6

Pabrikan smartphone LG mulai mengirimkan undangan peluncuran smartphone flagship-nya LG G6 kepada media yang akan dilaksanakan di ajang Mobile World Congress 2017, Barcelona, Spanyol, pada 26 Februari.

Dalam undangan tersebut, LG mencantumkan kata “See More, Play More” seperti dilansir IBTimes.

Kata “See More” bisa merujuk kepada layar yang berukuran besar dan lebih jernih. LG telah membocorkan layar smartphone flagship itu memiliki rasio super lebar 18:9.

Sedangkan, kata “Play More” merujuk pada kapasitas baterai LG G6 yang besar dan memungkinkan pengguna memainkannya dalam waktu yang lama.

Undangan LG G6

Menurut bocoran yang beredar sebelumnya, LG G6 mengusung layar berukuran 5,7 inci dengan resolusi berkualitas Quad HD atau 2880 x 1440 pixel. Smartphone itu mengusung bahan material logam dan kaca tanpa menghilangkan lubang 3.5mm jack headphone dan baterainya berkapasitas besar.

Selain itu, LG G6 tidak akan mengusung desain modular seperti pendahulunya, G5, dan menggunakan heat pipe untuk mengatasi suhu panas pada smartphone tersebut terutama pada sisi baterai.

Untuk bisa bersaing dengan iPhone 7 dan Samsung Galaxy S7, LG G6 pun akan memasang sertifikat IP68 yang membuat LG G6 memiliki ketahanan ekstra terhadap air dan debu.

Tentunya, semua orang ingin mengetahui lebih banyak dan detail smartphone LG G6, Kita tunggu saja!

Ilustrasi Smartwatch LG Sport

Google dan LG akan meluncurkan smartwatch flagship-nya LG Watch Sport dan LG Watch Style yang berbasis Android Wear 2.0 pada 9 Februari 2017, bersamaan dengan peluncuran sistem operasi tersebut.

Bocoran informasi terungkap oleh Evan Blass melalui akun Twitter-nya, @evleaks. Seperti rumor yang beredar, kedua smartwatch itu tidak akan hadir dengan merek Pixel dan tetap mengusung merek LG.

Menurut The Next Web, LG Watch Sport akan mengusung layar sentuh OLED plastik 1,38 inci beresolusi 480×480 pixel. Perangkat itu mendukung RAM 768 MB, memori 4 GB, dan baterai 430 mAh.

Selain itu, LG Watch Sport itu memiliki ketebalan 14,2 mm, berwarna Titanium dan biru gelap serta bersertifikasi IP68 dengan adanya pelacak detak jantung.

LG Watch Sport mengusung konektivitas Wi-Fi, Bluetooth, 3G, 4G, GPS dan NFC yang memungkinkannya menjadi alat pembayaran di toko fisik dengan memanfaatkan Android Pay.

LG Watch Style mengusung ukuran yang lebih kecil, berbekal layar P-OLED 1,2 inci beresolusi 360×360 pixel, RAM 4 GB, memori internal 512 MB, dan baterai 240 mAh yang terbalut dalam bodi dengan ketebalan 10,8 mm serta sertifikasi IP67.

LG Watch Style juga memiliki strap atau tali yang dapat diganti dan tersedia dalam warna Titanium, perak, dan Rose Gold. Sayangnya, LG Watch Style tidak memiliki fitur konektivitas 3G, 4G, GPS, NFC atau pengawas detak jantung. Hal itu membuat harganya jauh lebih terjangkau.

Android Wear 2.0

Pada 9 Februari 2017, Google akan meluncurkan sistem operasi terbaru untuk perangkat wearable. Sistem operasi Android Wear 2.0 itu akan diperkenalkan sekaligus tersedia untuk 18 perangkat wearable dari berbagai merek.

Kabarnya dua perangkat jam tangan pintar LG itu akan mulai dijual sehari setelah perkenalannya atau pada 10 Februari 2017. Penjualan pertama akan dilakukan di Amerika Serikat dan dilanjutkan di negara lainnya beberapa pekan kemudian.

Lalu, LG dan Google juga akan membawa kedua perangkat pada penyelenggaraan Mobile World Congress (MWC) 2017 di Barcelona.

Ilustrasi LG G6

Kasus meledaknya baterai Galaxy Note 7 menyisakan luka pada korban dan membuat semua vendor smartphone harus cermat dan teliti dalam mendesain baterainya agar tidak meledak.

LG sebagai salah satu vendor smartphone dan baterai meyakinkan pelanggannya bahwa baterainya tidak akan meledak seperti Galaxy Note 7.

Meskipun Samsung belum mengeluarkan hasil investigasi penyebab meledaknya baterai Galaxy Note 7, banyak pihak yakin, meledaknya baterai Galaxy Note 7 lantaran terlalu panas dan minimnya sirkulasi udara untuk membuang panas.

LG memiliki beberapa cara untuk mencegah terjadinya ledakan baterai pada smartphone-nya yaitu manajemen panas dan kualitas baterai, demikian SlashGear melaporkan.

Pertama, LG akan mengadopsi penggunaan heat pipe, sistem pendingin yang sering digunakan dalam komputer, notebook, dan tablet. LG akan menggunakan tembaga untuk menghantarkan panas dari CPU, sumber panas, dan menyebar ke daerah lain.

LG pun telah merancang posisi komponen-komponen sehingga komponen-komponen yang menimbulkan panas tidak berkumpul di satu tempat.

Kedua, LG mengklaim baterainya sudah lulus berbagai pengujian yang ketat dengan standar internasional. Baterai LG telah melewati pengujian baterai seperti kuku tajam, menjatuhkan dari ketinggian, dan juga menjatuhkan benda berat di atas baterai.

Selain itu, LG juga menguji baterai pada tingkat suhu dan kelembaban yang lebih tinggi.

Baterai LG Dipakai Galaxy S8

Diberitakan sebelumnya, Samsung Electronics akan menggunakan baterai LG Chem untuk flagship terbarunya Galaxy S8.

“Kami ingin mengurangi risiko dan menambah keberagaman pemasok komponen, salah satunya LG Chem,” kata salah satu petinggi Samsung seperti dikutip KoreaHerald.

Ilustrasi baterai LG.

LG Chem sendiri adalah anak usaha LG yang khusus memasok baterai dan komponen perangkat elektronik lainnya Samsung dan LG Chem dikabarkan sedang dalam proses negosiasi. Karena masih dalam proses penjajakan, Samsung dan LG Chem enggan berkomentar banyak soal kerja sama untuk lini Galaxy S berikutnya.

Jika kesepakatan itu terjalin, maka Samsung akan menggunakan baterai dari anak usaha kompetitor kuatnya tersebut. “Dengan LG, produksi smartphone Samsung akan lebih stabil karena memiliki tiga penyuplai baterai,” tukas analis Daiwa Capital Markets, S.K. Kim, demikian Reuters melaporkan.

Para analis juga menilai Samsung mengambil keputusan yang bijak karena LG adalah salah satu perusahaan teknologi dan elektronik yang memiliki teknologi baterai paling bagus dan aman.

“Baterai adalah komponen vital di industri smartphone. Samsung mungkin bisa menggunakan teknologi baterai LG, baterai yang paling unggul saat ini,” kata Son Young-joo (Analis Kyobo Securities).

Ilustrasi LG G6

Ilustrasi LG G6

Persaingan Samsung dan LG tidak akan pernah berakhir, terlebih lagi ketika Samsung menunjukan kelemahannya pada penarikan kembali Galaxy Note 7.

Menurut media Korea Selatan, LG akan mencuri kesempatan dan meluncurkan LG G6 lebih awal di Korea Selatan pada awal Maret 2017. Samsung menggunakan taktik yang jitu dengan meluncurkan Galaxy S7 lebih awal pada kuartal pertama dan kedua tahun fiskal lalu.

Biasanya, Samsung dan LG meluncurkan smartphone flagship-nya pada pertengahan April. Pada tahun lalu, Samsung merubah ritmenya dan meluncurkan Galaxy S7 pada Maret.

Samsung mendobrak tradisi dan mencuri start untuk langsung meraup keuntungan, mengingat saat itu penjualan industri smartphone sedang merosot.

Sketsa Desain LG G6

Sketsa Desain LG G6

Terinspirasi dari kesuksesan Samsung, LG akan meluncurkan smartphone LG G6 lebih awal pada 10 Maret di Korea Selatan. Selain itu, LG akan langsung mengisi celah pasar yang ditinggalkan Galaxy Note 7.

Hingga saat ini, Samsung belum mengungkapkan tanggal peluncuran Galaxy S8 hingga pertengahan April. LG akan kembali memanfaatkan celah waktu dan mengambil keuntungan tersebut seperti dilansir SlashGear.

LG pun akan mengusung pendekatan konservatif dan menghadirkan desain LG G6 unibodi, bukan modular seperti LG G5 yang gagal di pasar.

LG pun akan membenamkan inovasi lainnya, yaitu inovasi kamera 2-in-1, sensor pemindai mata, dan layar 5,7 inci dengan resolusi QHD+ atau 2880×1440 pixel.

LG G6 juga akan menjadi smartphone pertama LG yang tahan air, tetapi baterainya tidak bisa dicopot seperti pendahulunya.

Setelah meluncurkan G6, LG akan meluncurkan smartphone X300 di Korea yang menyasar pasar menengah.

Video teaser fitur-fitur unggulan LG G6:

LG Electronics (LG) memamerkan lemari es LG Smart InstaView

LG Electronics (LG) memamerkan lemari es LG Smart InstaView

Tren rumah pintar akan menjadi tren di masa depan. LG Electronics (LG) pun memamerkan lemari es LG Smart InstaView yang mengusung teknologi kecerdasan buatan Amazon Alexa dan sistem operasi LG webOS dalam ajang CES 2017 Las Vegas.

Song Dae-Hyun (Presiden LG Home Appliance & Air Solutions Company) mengatakan InstaView merujuk pada penggunaan panel sentuh LCD berbentang 29 inci pada salah satu bilah pintunya.

Pada kondisi normal, layar itu terlihat tidak menyatu dengan desain keseluruhan. “Dengan dua kali ketukan, layar lemari es ini akan aktif dan membuat pengguna dapat melihat langsung berbagai bahan makanan dalam kabin simpan lemari es tanpa harus membuka pintunya,” katanya dalam siaran persnya.

LG pun membenamkan sistem operasi webOS pada lemari es pintar itu sehingga dapat terhubung kepada WiFi.

Berkat Alexa Voice Service, Anda bisa memerintah kulkas itu via suara. Pengguna pun dapat mencari resep masakan, memainkan musik hingga memesan berbagai bahan makanan melalui Amazon.com. Bahkan untuk mendapatkan informasi mengenai cuaca.

“Kini pengguna memiliki asisten pribadi yang memberikan kemudahan dalam menyimpan bahan makanan dalam lemari es,” ujarnya.

Song Dae-Hyun mengatakan Alexa Voice Service memiliki 6,000 lebih kemampuan dan dapat membuat berbagai kegiatan keseharian di dapur seperti memasak dan dapat berjalan. “Semuanya melalui kendali suara,” ucapnya.

Lemari es LG Smart InstaView yang mengusung teknologi kecerdasan buatan Amazon Alexa Voice Service

Lemari es LG Smart InstaView yang mengusung teknologi kecerdasan buatan Amazon Alexa Voice Service

Lemari es LG Smart InstaView juga memiliki fitur Smart Tag yang memudahkan penggunanya menempelkan catatan digital kepada layar yang berisi daftar seluruh bahan makanan yang tersimpan berikut tanggal kedaluwarsanya.

Hebatnya, lemari es LG Smart InstaView itu akan memberi notifikasi jika salah satu bahan makanannya mendekati tanggal kedaluwarsa. Setiap anggota keluarga pun bisa saling meninggalkan catatan bagi anggota keluarga lain. Bila tidak sedang berada di rumah, pengguna dapat mengetahui berbagai bahan makanan yang tersimpan dalam lemari es tersebut.

LG menempatkan kamera 2 megapixel dengan sudut pengambilan lensa lebar dalam kabin penyimpan untuk mengambil gambar dari berbagai sudut. Dengan terhubung ke WiFi, pengguna dapat mengaambil gambar dan menampilkannya dapat dilakukan via smartphone.

Mike George (Vice President, Amazon Alexa) mengatakan dapur merupakan tempat tersibuk di rumah yang membuat seringkali tidak memiliki waktu untuk melakukan hal lain secara bersamaan.

“Dengan Alexa, pengguna bakal lebih nyaman melakukan segala sesuatu di rumahnya. Kita dapat memberikan contoh nyata bagaimana hidup bisa menjadi lebih baik dengan memperbarui lemari es yang merupakan salah satu perangkat elektronik rumah tangga penting di rumah,” ujarnya

TERBARU

Dengan memanfaatkan machine learning, sebuah bank bisa lebih efisien sekaligus memberikan layanan optimal bagi nasabahnya. Kesimpulan itulah yang bisa ditarik dari pengalaman Bank DBS yang saat ini mulai memanfaatkan machine learning.