Tags Posts tagged with "Microsoft"

Microsoft

Presentasi Bill Gates di panggung TED. [Foto: PBS]

Di dunia teknologi informasi, nama Bill Gates bukanlah hal asing lagi. Orang terkaya di dunia itu drop out dari
Universitas bergengsi Harvard dan mendirikan perusahaan software Microsoft.

Bersama dengan miliarder AS Warren Buffett, Gates berbagi pengalaman di hadapan 1.000 orang di Columbia
University pada akhir Januari silam.

“Saya beruntung menyukai komputer dan menjadikannya hobi dan obsesi di era piranti komputer itu baru mulai
mengubah dunia,” kata Gates seperti dikutip Fortune.

Tentunya, Gates mengajurkan para mahasiswa untuk menyelesaikan kuliahnya dan tidak mengikuti jejaknya untuk
drop out dari bangku kuliah.

“Jika drop out kuliah sekarang, kecil kemungkinan saya akan berkecimpung di industri komputer dan tidak akan
mengembangkan piranti lunak,” ujarnya.

Ada seorang mahasiswa yang menanyakan profesi kerja apa yang sangat menjanjikan saat ini. Gates pun menjawab
ada tiga bidang pekerjaan yang sangat menjanjikan.

Pertama, Kecerdasan Buatan. Jika Gates menekuni ilmu komputer saat ini, ia akan fokus mengembangkan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

“Kemampuan agen-agen AI untuk membaca dan memahami material akan menjadi sebuah fenomena. Segala hal yang terkoneksi dengan AI akan menjadi karir menarik sepanjang hidup,” ujarnya.

Kedua, Sektor Energi. Gates mengatakan permintaan terhadap sektor energi tidak akan pernah habis terutama energi yang “bisa diandalkan, terjangkau, dan bersih.” Gates mengatakan belum ada satu pun sistem di dunia saat ini yang bisa menyediakan kecukupan energi untuk memenuhi ketiga kriteria tersebut.

“Sektor energi memiliki peluang untuk ide-ide inovatif. Inovasi di bidang energi akan lebih dalam,” katanya.

Ketiga, Bioteknologi. Gates berpikir bidang bioteknologi memiliki potensi dan membutuhkan inovasi yang cerdas dalam perjuangan melawan obesitas, kanker dan depresi. Diantara kemajuan paling menjanjikan yang disebut Gates adalah vaksin DNA.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Hanif Dhakiri, mengabadikan momen kebersamaan dalam peluncuran platform GenerasiBisa!?

Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation) bekerjasama dengan Microsoft Indonesia dalam merilis GenerasiBisa!, sebuah digital platform yang bertujuan untuk membekali generasi muda Indonesia dengan pengetahuan, kepercayaan diri, serta kesiapan dalam berkarier.

Sebanyak 70 persen dari total penduduk Indonesia berada dalam usia angkatan kerja produktif (15-64 tahun) dan berkontribusi positif terhadap pembangunan Indonesia, tetapi sayangnya masih banyak di antara mereka yang belum mendapatkan pekerjaan. Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan 60 persen dari total pengangguran di Indonesia berada dalam usia angkatan kerja produktif.

“YCAB Foundation berkomitmen untuk membantu meningkatkan kapasitas para generasi muda Indonesia ini,” kata Veronica Colondam (Founder dan CEO, YCAB Foundation) dalam siaran persnya, Sabtu.

GenerasiBisa! terbuka untuk anak muda usia 15-24 tahun yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Mereka cukup membuat akun di platform GenerasiBisa! dan dapat langsung mengakses berbagai menu serta materi pendidikan yang tersedia.

Hanif Dhakiri (Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia) mengatakan tingginya jumlah penduduk usia muda dan produktif menunjukkan besarnya potensi Indonesia untuk meningkatkan daya saing bangsa.

“Kami berharap hadirnya platform GenerasiBisa! dapat membantu meningkatkan kompetensi generasi muda agar menjadi generasi mandiri dan bermartabat,” ucapnya.

GenerasiBisa! lahir sebagai bagian dari M-Powered, inisiatif Microsoft di tingkat Asia yang berkomitmen untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kemampuan Teknologi Informasi (TI). Inisiatif ini telah sukses diimplementasikan di Thailand, dan menyusul akan diterapkan pula di Malaysia, Vietnam, serta Filipina.

Andreas Diantoro (President Director, Microsoft Indonesia) mengatakan platform GenerasiBisa! sejalan dengan misi Microsoft untuk memberdayakan generasi muda agar dapat memperoleh lebih banyak kesempatan di masa depan.

“Kami mendukung pengembangan GenerasiBisa! dengan menyediakan layanan komputasi awan Microsoft Azure. Dukungan teknologi ini merupakan bagian dari Public Cloud for Public Good, sebuah program Microsoft Philanthropies yang bertujuan untuk menyediakan akses komputasi awan kepada organisasi non-profit, institusi pendidikan, anak- anak muda, serta komunitas,” ujarnya.

Ilustrasi Windows 10 Cloud

Saat ini Microsoft sedang mengembangkan Windows versi terbaru yaitu Windows 10 Cloud yang jauh lebih simpel dan murah sekaligus menjadi strategi Microsoft untuk menghadang Google Chromebook.

Saat ini Google sedang mengandalkan Chromebook yang ingin merebut pasar dengan menyertakan Google Play Store, mengingat Chrome OS sedikit demi sedikit terus menggerus pangsa pasar OS Windows.

Microsoft memungkinkan Windows 10 Cloud untuk menjalankan aplikasi Universal dari Windows Store. Aplikasi Universal dapat berjalan di berbagai platform Windows 10, baik di desktop, laptop, tablet, maupun ponsel, termasuk pengolah dokumen dan Office.

Rumornya, Windows 10 Cloud bisa menjalankan aplikasi UWP, berarti aplikasi itu dapat diunduh melalui Windows Store, seperti dilansir IBTimes.

Mirip seperti Windows RT, Windows 10 Cloud memiliki 3 versi, yaitu Windows 10 Cloud OEM, Windows 10 Cloud Retail, dan Windows 10 Cloud OEM.

Namun, Microsoft belum mengungkapkan rencana untuk meluncurkan Windows 10 Cloud ke publik.

Bob Ferguson (Jaksa Agung Negara Bagian Washington) mengumumkan gugatan hukum terhadap Presiden AS Donald Trump. [Kredit: Kantor Kejaksaan Negara Bagian Washington]

Tiga perusahaan teknologi yang bermarkas di negara bagian Washington, AS, menyatakan dukungan terhadap gugatan hukum kepada Donald Trump yang sedang diajukan oleh Bob Ferguson (Jaksa Agung Negara Bagian Washington).

Ketiga perusahaan itu adalah Amazon dan Expedia yang berkantor pusat di Seattle serta Microsoft yang berkantor pusat di Redmond. Amazon dan Expedia bahkan merilis surat dukungan secara resmi kepada gugatan Jaksa Agung, sedangkan Microsoft menyatakan siap bekerjasama untuk mendukung langkah hukum tersebut.

Gugatan itu dilancarkan Ferguson atas perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump yang melarang warga negara dan imigran dari 7 negara mayoritas Muslim untuk masuk ke Amerika Serikat selama 90 hari. Selain dianggap diskriminatif, peraturan itu juga diduga melanggar hukum dan konstitusi Pemerintah AS.

Ferguson beralasan bahwa kebijakan imigrasi Trump itu akan memecah-belah penduduk di negara bagian Washington, merusak ekonomi dan menyakiti perusahaan yang berbasis di Washington, dan merendahkan kebijakan Washington yang membuka pintu bagi imigran dan pengungsi asing.

“Imigrasi adalah pendorong ekonomi yang penting di Washington. Banyak pekerja di industri teknologi di Washington yang berstatus imigran dan berasal dari negara-negara mayoritas Muslim. Bisnis milik imigran dan pengungsi mempekerjakan 140 ribu orang di Washington dan bergantung pada pekerja asing untuk menjalankan usahanya,” kata Ferguson dalam surat gugatannya.

Di dalam gugatannya, Ferguson juga menyebutkan bahwa bisnis Microsoft, Amazon, dan Expedia akan terganggu akibat keputusan ini.

This July 3, 2014 photo shows Microsoft Corp. signage outside the Microsoft Visitor Center in Redmond, Washington. (AP Photo Ted S. Warren) NYBZ117

Diketahui bahwa Microsoft mempekerjakan sedikitnya 76 karyawan yang berstatus warga negara Iran, Irak, Suriah, Somalia, Sudan, Libya, dan Yaman serta memiliki visa kerja sementara di AS. Ada juga karyawan lainnya yang bahkan sudah menjadi permanent resident atau memegang green card.

Amazon memunyai 49 karyawan yang lahir di salah satu dari 7 negara yang dilarang Trump dan 47 di antaranya masih berstatus warga negara asing.

Sedangkan Expedia mengalami kerugian karena sekitar 1.000 pelanggan mereka yang berasal dari 7 negara itu sudah telanjur memesan penerbangan dari dan menuju AS. CEO Expedia saat ini, Dara Khosrowshahi, bahkan merupakan imigran asal Iran.

Peluncuran Windows Server 2016 oleh Microsoft Indonesia.

Transformasi digital datang dengan sejumlah tantangan bagi para pemimpin teknologi informasi (TI). Misalnya, tantangan modernisasi sistem dan infrastruktur teknologi yang adaptif terhadap tantangan bisnis digital di masa depan dan menawarkan kontrol serta keamanan yang andal.

Pemimpin TI juga harus memikirkan kesiapan sumber daya manusia dalam mengadopsi teknologi baru tersebut. Dan yang tak boleh mereka lupakan adalah tantangan pengelolaan aset tradisional yang masih dioperasikan perusahaan.

Fakta memperlihatkan bahwa hybrid cloud  akan menjadi pilihan organisasi untuk menghadapi transformasi digital. Strategi ini lebih disukai karena organisasi ingin mengambil manfaat dari kemampuan cloud yang modern tapi tetap dapat mengelola infrastruktur TI yang sudah ada.  

Sebuah survei yang dilakukan oleh Microsoft Asia Pasifik menemukan bahwa sebanyak 43% dari responden di Indonesia sudah mengimplementasikan awan hibrida. Angka tersebut diperkirakan akan mengalami peningkatan hingga 48% dalam waktu 12 – 18 bulan ke depan.

Menurut Yos Vincenzo (Cloud & Enterprise Business Group Lead, Microsoft Indonesia), hybrid cloud dapat mempercepat transformasi digital karena perusahaan akan meraih manfaat terbaik dari public dan private cloud.

Salah satu perusahaan yang mantap mengadopsi hybrid cloud untuk mendukung transformasi digital adalah PT Serasi Autoraya (Sera). “Yang penting bagi kami untuk [implementasi] hybrid cloud adalah we can get the power of public cloud within our environment, ya fleksibilitasnya, ya agility-nya, dan kami bisa leverage usage-nya secara perlahan di bisnis kami,” ujar Rizki Muhammad (Enterprise IT Architect & Information System Head, PT Serasi Autoraya).

Menurut Rizky, seringkali private cloud yang ada di lingkungan organisasi “kalah” skor dari public cloud, terutama dalam aspek agility. “Karena basically kami bukan perusahaan TI, nggak bisa compete dengan Microsoft, misalnya,” jelas Rizki.

Tingkat kematangan teknologi yang dimiliki penyedia layanan cloud mungkin akan sulit disaingi organisasi pengguna teknologi seperti anak perusahaan Astra International ini. Dan hybrid cloud disebut Rizki sebagai penengah atau jembatan di antara keduanya.

Keunggulan Windows Server 2016

Berkomitmen memudahkan transisi digital organisasi, Microsoft memperkenalkan sistem operasi server berbasis cloud Windows Server 2016 dan System Center 2016. “Ada tiga area utama yang ingin kami highlight dari Windows Server 2016 ini,” ujar Yos Vincenzo.

Pertama adalah keamanan, satu aspek public cloud yang kerap menjadi pertanyaan para IT leader. Selain dilengkapi aneka standar kemanan internasional, Windows Server 2016 ini juga memiliki beberapa fitur keamanan yang menarik, antara lain Shielded VM untuk membatasi akses pengelolaan mesin virtual dan Just Enough Administration untuk memberi admin akses khusus dan terbatas.

Kedua adalah software-defined data center. Dengan kemampuan ini, processing power, storage, dan networking  yang mendukung kerja server dapat diatur melalui software saja.

Kehadiran container ini penting, terutama berkaitan dengan makin banyaknya aplikasi di lingkungan TI perusahaan.

Aspek ketiga adalah container. Kehadiran container ini penting, terutama berkaitan dengan makin banyaknya aplikasi di lingkungan TI perusahaan. Container berbasis Docker Engine ini akan dipasang pada Nano Server, satu model instalasi baru server yang sangat ringan dan memiliki footprint 92% lebih kecil dari instalasi server biasa.

“Tiga area di Windows Server 2016 kami ambil dari teknologi public cloud Microsoft Azure. Jadi dengan menggunakan Windows Server 2016 disambungkan dengan data center yang ada, perusahaan bisa merasakan benefit dari public cloud di [lingkungan] on premise,” papar Yos.

CEO Microsot dukung kerjasama pengembangan connected car bersama Microsoft

Microsoft Corp melaporkan peningkatan pendapatan pada tahun fiskal kuartal kedua berkat pertumbuhan layanan bisnis cloud computing. Saham Microsoft pun melonjak 1,1 persen pada perdagangan di lantai bursa AS.

Strategi Satya Nadella (CEO Microsoft) terbukti sukses untuk membawa Microsoft fokus meningkatkan layanan cloud dan aplikasi mobile sehingga tidak mengandalkan bisnis perangkat lunak semata

Pendapatan bisnis Intelligent Cloud termasuk platform Azure tumbuh 8 persen menjadi 6,9 miliar dollar AS. Pencapaian melampaui prediksi analis sebesar 6,73 miliar dollar AS.

Pendapatan platform Azure sendiri tumbuh 94 persen seperti dikutip Arstechnica.

Microsoft juga melaporkan penjualan Office 365 yang tumbuh 49 persen di kalangan pebisnis. Sedangkan, penjualan perangkat lunak Windows turun 5 persen menjadi 11,8 miliar dollar AS.

Situs jejaring sosial profesional LinkedIn menyumbang pendapatan 228 juta dollar AS. Namun demikian, LinkedIn melaporkan kerugian bersih sebesar 100 juta dollar AS atau 1 sen per saham.

Pendapatan bersih Microsoft tumbuh menjadi 5,20 miliar dollar AS atau 66 sen per saham pada kuartal yang berakhir pada 31 Desember 2016. Pencapaian itu meningkat dibanding 5,02 miliar dollar AS atau 62 sen persaham pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Gaming

Pendapatan di sektor game Xbox juga belum menunjukkan keuntungan bagi perusahaan. Pendapatan Xbox menurun hingga 3 persen akibat penurunan harga jual konsol Xbox One.

Hingga saat ini, pengguna aktif game Xbox Live meningkat hingga 55 juta member. Jumlah tersebut lebih banyak ketimbang tahun lalu pada kuartal yang sama dengan jumlah 48 juta pengguna.

Jika dibandingkan dengan rival, Sony PlayStation Network mampu mencapai 60 juta pengguna aktif selama tahun 2016. Tahun ini,Xbox akan kembali mengejar ketertinggalannya dengan peluncuran proyek Scorpio yang lebih menarik daripada model Xbox One.

Microsoft menunjuk Kevin Scott, pemimpin bagian infrastruktur di LinkedIn, selaku CTO (Chief Technology Officer) pertama mereka sepanjang sejarah. Di posisi ini, Scott akan melapor langsung kepada Satya Nadella (CEO, Microsoft).

Penunjukan Scott merupakan salah satu dampak dari akuisisi LinkedIn oleh Microsoft senilai US$26 miliar pada tahun 2016. Selain menjabat sebagai CTO Microsoft, Scott masih akan melanjutkan tugasnya di LinkedIn sebagai Senior Vice President of Infrastructure.

Tanggung jawab Scott selaku CTO adalah mendorong inisiatif strategis yang bersifat lintas perusahaan untuk memaksimalkan dampak Microsoft kepada para mitra dan pelanggan.

“Kami sangat antusias karena Kevin akan membawa keahlian uniknya ke Microsoft dalam mengembangkan platform dan layanan yang dapat menguatkan pelanggan dan organisasi. Fokus pertama Kevin yaitu menggabungkan kehebatan dari jejaring profesional [LinkedIn] dan cloud profesional [Microsoft],” ujar Nadella dalam keterangan tertulis.

Sebelum bekerja untuk Microsoft, Scott telah berpengalaman selama 20 tahun di bidang teknologi, baik sebagai akademisi maupun praktisi. Ia pernah memimpin bagian engineering dan operasional di LinkedIn, Google, dan AdMob.

Scott juga masih mengemban tugas sebagai penasihat bagi beberapa startup Silicon Valley sekaligus menjadi angel investor.

Kevin Scott, CTO Microsoft.

“Hal yang selalu menarik bagi saya adalah peran teknologi dalam memperkuat masyarakat dan membantu memperkaya kehidupan mereka,” kata Scott. “Saya amat optimistis mengenai arah dan tujuan Microsoft dalam menggunakan teknologi untuk memecahkan sejumlah masalah penting di masyarakat,” sambungnya.

Microsoft dikabarkan tengah mengintegrasikan teknologi milik LinkedIn dengan beberapa produk profesional mereka, termasuk Windows, Office, dan Dynamics 365. Sedangkan LinkedIn baru saja melakukan perubahan besar-besaran dari sisi desain, fitur pencarian, chat, dan news feed.

Ilustrasi Microsoft Surface Phone 1

Microsoft sedang mengembangkan sebuah perangkat 2-in-1 yang fleksibel dan berfungsi menjadi smartphone dan tablet. Hal itu terungkap setelah situs MSPoweruser memamerkan sebuah gambar dari hak paten yang diperoleh Microsoft.

Banyak pihak yang menduga perangkat misterius itu adalah smartphone Surface Phone, mengingat Microsoft akan meluncurkan smartphone dalam waktu dekat sekaligus menebus kegagalan Lumia.

Rumor tentang Microsoft Surface Phone telah beredar di dunia maya dan menandakan kebangkitan Microsoft di jagat industri smartphone. Sebab, penjualan Windows Phone tidak menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Gambar paten itu memperlihatkan sebuah smartphone berukuran jumbo dengan engsel di bagian samping, mirip seperti buku yang bisa ditekuk sesuka hati. Dalam gambarnya, perangkat itu lebih tebal dibanding smartphone lipat yang ada di pasar saat ini.

“Perangkat ini bersifat fleksibel karena memiliki struktur engsel yang lentur dan mampu ditekuk hingga membentuk mode tent mirip Lenovo Yoga,” tulis Microsoft seperti dilansir IBTimes.

Ilustrasi Microsoft Surface Phone 1

Pertama kali, Microsoft mengajukan konsep paten smartphone lipat pada Oktober 2014 silam. Sayangnya, perangkat paten itu tidak pernah diproduksi.

Terkait ponsel lipat itu, Microsoft belum membeberkan informasi ukuran layar hingga spesifikasi dan desainnya.

Sebelumnya, Microsoft memberikan bocoran bahwa smartphone terbarunya Surface Phone hadir dengan sejumlah fitur yang tidak dimiliki sejumlah smartphone lainnya. Salah satu informasi yang terungkap, Surface Phone akan mengusung konsep foldable (lipat).

Samsung dan LG pun sudah terlebih dahulu memamerkan konsep smartphone lipat.

Satya Nadella (CEO, Microsoft) menegaskan Microsoft belum berencana untuk mundur dari bisnis perangkat mobile dan akan menawarkan produk berbeda dari yang ada di pasar saat ini.

“Kami tak ingin didorong oleh rasa iri pada teknologi yang dimiliki perusahaan lain. Pertanyaannya adalah, apa yang bisa Microsoft bawa? Untuk itu, saya melihat banyak faktor atau teknologi dalam sebuah perangkat, termasuk kecerdasan buatan,” ujar Nadella.

Ilustrasi Windows 7

Apakah Anda masih menggunakan PC dengan Windows 7? Segera upgrade sistem operasi Windows Anda.

Hal itu disebabkan sistem keamanan pada Windows 7 yang sudah kedaluwarsa dan sistem operasi itu tidak mendukung teknologi dan sistem keamanan terkini.

Markus Nitchske (Head of Windows Microsoft Jerman) mengatakan Microsoft telah mempelajari kasus Windows XP yang sangat populer tetapi memiliki kerentanan keamanan karena sudah ketinggalan zaman.

“Windows 7 perlahan-lahan menjadi tua. Tidak memenuhi persyaratan teknologi modern saat ini, maupun persyaratan keamanan yang tinggi dari departemen IT. Kami belajar dari Windows XP bahwa perusahaan harus mengambil langkah-langkah awal untuk menghindari risiko di masa depan,” katanya dilansir Inquisitr.

Nitchske mengatakan sistem operasi Windows 10 sudah mendukung Intel, AMD, dan, chip Qualcomm terbaru. Selain itu, Windows 10 memiliki banyak program yang sudah dikembangkan untuk versi yang lebih baru dari Windows.

“Microsoft telah mengingatkan pengguna Windows 7 bahwa Microsoft tidak akan lagi mendukung sistem keamanannya (Windows 7),” ujarnya.

Secara tidak langsung, Microsoft mengharapkan penggunanya untuk segera beralih ke sistem operasi Windows 10. Jadi jika Anda ingin komputer Anda aman, setidaknya dari sudut pandang OS, maka Anda harus meng-upgrade ke Windows 10.

Pada 14 Januari 2020, Microsoft akan menghentikan pembaruan sistem keamanan Windows 7.

Menurut Techviral, saat ini pengguna Windows 10 menyumbang sepertiga dari jumlah pengguna internet di dunia dan Microsoft mengharapkan jumlah pengguna Window 10 naik.

Masalahnya, pengguna Windows 7 mendominasi 40 persen pangsa pasar Windows. Microsoft pun harus menyakinkan lebih dari setengah jumlah pelanggannya untuk upgrade ke sistem operasi yang baru.

Nitschke menekankan semua perusahaan memiliki reiiko untuk menghadapi serangan siber dan ancaman kehilangan informasi dan data. Menggunakan sistem operasi Windows terbaru akan membuat perusahaan melindungi aset dan informasi klien dari tangan nakal para peretas.

Ilustrasi tampilan Windows 10 ala NEON

Ilustrasi tampilan Windows 10 ala NEON

Microsoft telah mengungkapkan Project Neon, sebuah proyek yang akan mengubah tampilan Windows 10 dan akan menggantikan Metro UI. Desain Windows 10 terbaru akan tampil seperti bahan akrilik (blur dan transparan) seperti yang ada di UI HoloLens dan tampilannya lebih cantik.

Dengan Acrylic, tampilan aplikasi akan menjadi jauh lebih berwarna, ramai, namun tidak mengganggu dan terlihat lebih rapi serta tidak akan membuat kita bosan memandangnya, seperti dikutip Arstechnica.

Sepintas, tidak ada perubahan pada Windows 10 karena tidak benar-benar baru seperti perubahan dari Windows 7 ke Windows 8. Hanya saja, aplikasi UWP atau aplikasi modern yang dulunya membawa bahasa desain Metro kini memiliki tampilan baru.

Selain itu, Project Neon akan membawa berbagai animasi dan navigasi baru yang lebih menarik. Saat ini Windows 10 menggunakan sebuah bahasa desain MDL2 (Microsoft Design Language 2) yang terlihat sangat Metro, mirip Windows Phone 7.

Sebagai konsekuensi, para pengembang web nantinya harus mengatur resolusi dan mempertimbangkan faktor ukuran perangkat yang akan menampilkan aplikasi mereka.