Tags Posts tagged with "Microsoft"

Microsoft

Wmotion mengembangkan aplikasi mobile bagi lima industri vertikal yang berbasis teknologi Microsoft Dynamics 365, yaitu industri kontraktor, peternakan, akademis, properti, dan kuliner.

Dalam studi New World of Work (NWoW) yang dilakukan Microsoft pada tahun 2016, sebanyak 92% pekerja di Indonesia telah memosisikan diri sebagai mobile worker. Akan tetapi, hanya 29% di antaranya yang telah merasa terfasilitasi untuk menjadi mobile worker.

Berangkat dari kenyataan tersebut, Wmotion–sebuah vertical solutions provider (VSP) dari PT Wahana Cipta Sinatria (WCS)–sejak Desember 2016 lalu mengembangkan aplikasi mobile berbasis teknologi Microsoft Dynamics 365 bagi lima industri vertikal, yaitu industri kontraktor, peternakan, akademis, properti, dan kuliner.

Hadirnya aplikasi-aplikasi mobile ini memungkinkan Dynamics 365 untuk turut digunakan oleh tim yang bekerja di area front-end (sales dan marketing) dan middle-end (field operation), bukan hanya back-end (finance, human resource, dan procurement) seperti yang selama ini terjadi.

“Produktivitas, yang didukung dengan mobilitas, merupakan kunci agar organisasi dapat menjaga daya saing mereka. Oleh karena itu, kami di Wmotion berusaha menghadirkan sebuah solusi yang dapat mendorong sistem kerja mobile organisasi,” ujar Ariyandi Chaniago (Business Lead, PT Wmotion Digitalindo Teknologi) dalam keterangan pers.

Meskipun aplikasi mobile membantu para pelaku usaha dalam menjawab kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat, proses implementasi sistem baru ini bukanlah tanpa tantangan.

Salah satu tantangan terbesar dalam meyakinkan organisasi-organisasi di Indonesia untuk mulai menggunakan aplikasi mobile adalah kurangnya dukungan dari jajaran yang lebih tinggi dalam organisasi itu sendiri.

Dewan direksi dan kepemimpinan eksekutif memainkan peranan yang begitu vital dalam menetapkan kerangka transformasi digital organisasi karena mereka pembuat strategi, pengambil keputusan, dan influencer internal terkuat.

“Jika semua pihak dapat sepakat dan bersinergi, baik pelaku usaha maupun pelanggan dapat memperoleh manfaat terbaik dari transformasi digital,” sebut Ariyandi.

Dalam tiga bulan, Wmotion telah berhasil meyakinkan lima organisasi dari lima industri vertikal di Indonesia untuk melakukan transformasi digital. Respons positif sejauh ini memacu semangat Wmotion untuk menargetkan sedikitnya lima pelanggan baru per bulan yang mampu melakukan proses transformasi digital di tahun 2017.

Dalam tiga bulan, Wmotion telah berhasil meyakinkan lima organisasi dari lima industri vertikal di Indonesia untuk melakukan transformasi digital.

Bagaimana studi kasus penerapan aplikasi mobile besutan Wmotion oleh para pelanggannya? Inilah kisahnya:

  1. Project Information Management System (PIMS): Salah satu BUMN di bidang kontraktor di Indonesia telah memanfaatkan teknologi Dynamics 365 sebagai platform Enterprise Resource Planning (ERP) untuk membawa permasalahan yang terjadi di site sehingga dapat diterima secara real-time dan diselesaikan secepatnya oleh pihak terkait di kantor pusat. Dengan fasilitas Power BI yang terdapat di kantor pusat, para pengambil keputusan dapat melihat hasil analisis masalah dan menemukan solusi terbaik. Selain waktu dan biaya yang dapat dipangkas, PIMS juga memberikan perusahaan kilasan arus kas, analisis profitabilitas, serta perbandingan anggaran dengan realisasi biaya
  2. Livestock Information Management System (LIMS): Sebuah BUMN yang salah satu unit usahanya bergerak di bidang peternakan, telah memanfaatkan LIMS berbasis Dynamics XRM untuk mendapatkan dan menganalisis data ternak secara real-time. Melalui fitur yang ada dalam LIMS, pekerja cukup melakukan scan pada tag yang telah dipasangkan di setiap hewan ternak untuk mengetahui beragam info ternak, mulai silsilah peranakan ternak (usia, jenis kelamin, riwayat kesehatan), mengidentifikasi pakan ternak yang sesuai, hingga cara mengantisipasi jika kesehatan hewan ternak melemah.
  3. Student Information Management System (SIMS): Wmotion memanfaatkan Internet of Things (IoT) untuk membangun aplikasi yang dapat membantu orang tua memantau aktivitas dan perkembangan edukasi anak. Orang tua dapat mengetahui posisi anak sejak berangkat sekolah, update prestasi, serta informasi administratif sekolah secara real-time. Siswa pun berkesempatan mendapat akses materi secara online, jadwal terbaru, serta kegiatan sekolah lainnya melalui SIMS. Saat ini uji coba SIMS akan disediakan oleh salah satu sekolah swasta di Surabaya.
  4. Real Estate Developer System (REDS): Salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia memanfaatkan aplikasi REDS, bagian dari ERP yang berperan sebagai end-to-end IT solution dalam menyediakan informasi dasar properti dan ketersediaan unit secara real-time. Walhasil, tim sales dari perusahaan pengembang properti bisa bekerja secara integratif dan terhubung dengan fungsi backend lainnya di kantor pusat, serta tidak lagi disibukkan dengan kendala administratif sehingga dapat berperan lebih proaktif dalam melayani pelanggan dan calon pembeli.
  5. Restaurant Order Taking System (ROTS): Wmotion menawarkan ROTS yang dapat memangkas proses order yang selama ini dilakukan oleh restoran. Pengunjung dapat memilih menu yang ada di device yang sudah disiapkan dan pesanan tersebut akan langsung masuk ke monitor yang ada di dapur. Proses ini akan menghemat jauh lebih banyak waktu dan tentunya menjadi keuntungan bagi pihak restoran ketika dapat melayani lonjakan pelanggan pada satu waktu.

Suasana semifinal Microsoft Imagine Cup 2017 Indonesia.

Microsoft Indonesia telah memilih lima tim dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia untuk mengikuti ajang final Imagine Cup 2017 tingkat nasional di Jakarta, 6 April 2017.

Kelima tim tersebut berasal dari Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung (dua tim), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas AMIKOM Yogyakarta. Mereka terpilih dari hasil penjurian yang dilakukan Microsoft Indonesia pada Kamis (16/3) terhadap 15 semifinalis.

Kelima finalis nasional tersebut akan berkompetisi pada babak final tanggal 6 April 2017 untuk mempresentasikan hasil final dari aplikasi yang mereka kembangkan. Pemenang babak final tingkat nasional nantinya akan diberangkatkan ke Manila, Filipina, untuk berkompetisi dengan para pemenang se-Asia Tenggara serta memperebutkan tiket ke World Final Imagine Cup 2017 di Seattle, AS, bulan Juli mendatang.

Pemenang Imagine Cup 2017 tingkat dunia berpeluang memperoleh hadiah utama uang tunai sebesar US$100.000 dan layanan Microsoft Azure senilai US$120.000.

Pada pendaftaran Imagine Cup 2017 tingkat nasional yang telah dibuka sejak Desember 2016, sebanyak 521 tim dari berbagai daerah di Indonesia telah mendaftarkan diri. Angka ini meningkat 10% dari Imagine Cup 2016, menunjukkan semakin besarnya antusiasme pelajar Indonesia untuk menjadi developer dan digital entrepreneur.

“Seluruh tim yang berpartisipasi menunjukkan kreativitas mereka. Kami, tim seleksi yang terdiri dari pegawai dan mantan pegawai Microsoft Indonesia di bidang teknologi, sempat melalui proses diskusi yang panjang sebelum akhirnya sepakat memilih 10 submission terbaik,” ujar Irving Hutagalung (Audience Evangelism Manager, Microsoft Indonesia) dalam keterangan pers.

Sebanyak 50% dari proses penilaian berfokus pada pemanfaatan teknologi dalam pengembangan aplikasi, khususnya teknologi komputasi awan Azure. Selanjutnya, 10 submission terpilih digabungkan dengan lima penerima wild card yang merupakan juara kompetisi GEMASTIK dan Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) sehingga berjumlah total 15 semifinalis.

“Berbeda dari Imagine Cup tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kami tidak mengklasifikasikan Imagine Cup ke dalam kategori InnovationGames, dan World Citizenship, sehingga membebaskan kreativitas para peserta dalam berinovasi,” lanjut Irving.

Berikut adalah kelima tim yang lolos ke babak final Imagine Cup 2017 Indonesia:

  1. Tim CaTour (UNIKOM Bandung) dengan proyek “CaTour (Child Adventure)”
  2. Tim CIMOL (ITB) dengan proyek “Hoax Analyzer”
  3. Tim FRIYO (IPB) dengan proyek “FashionSense”
  4. GaBlind Team (Universitas AMIKOM Yogyakarta) dengan proyek “GaBlind (Glasses and Shoes for Blind)”
  5. Tim Miracle Studio (UNIKOM Bandung) dengan proyek “Tanah Airku”

Ilustrasi tampilan Windows Vista

Microsoft akan mengakhiri dukungan sistem operasi Windows Vista pada bulan depan, tepatnya mulai 11 April 2017. Microsoft pun tidak akan meluncurkan berbagai update dan perbaikan, termasuk dari sisi keamanan, untuk sistem operasi tersebut.

Anda memang masih bisa terus menggunakan Windows Vista, tetapi Anda tidak akan mendapatkan pembaruan dari Microsoft.

Konsekuensinya, Windows Vista yang Anda pakai akan sangat rentan terhadap serangan keamanan siber karena tidak ada dukungan dari Microsoft untuk menambal bug. “Antivirus dari Microsoft Security Essentials yang cocok dengan Vista juga memiliki efektivitas yang terbatas,” kata perwakilan Microsoft.

Tentunya, Microsoft menyarankan pengguna Windows Vista untuk segera pindah ke sistem operasi yang lebih baru, seperti Windows 10, seperti dikutip dari Digital Trends.

Sistem Operasi Gagal

Windows Vista sendiri tergolong sistem operasi yang gagal meraih kesuksesan di pasar. Hadir tahun 2006, Windows Vista merupakan sistem operasi Microsoft pertama yang memperkenalkan sistem desktop Aero dan API grafis modern DirectX 10.

Windows Vista digadang-gadang sebagai penerus Windows XP. Namun, popularitas XP tak terkalahkan karena Vista menyimpan banyak bug pada fitur-fiturnya. Selain itu, Vista memakan terlalu banyak ruang penyimpanan.

Berkaca dari kegagalan itu, Microsoft lantas merilis Windows 7 yang terbukti lebih disukai daripada Vista.

Menurut NetMarketshare, pangsa pasar Windows Vista hanya 0,78 persen dari seluruh pengguna PC di dunia. Sebagai perbandingan, Windows XP yang berakhir 2014 lalu masih menguasai 8 persen dari jumlah pengguna PC dunia.

(Dari kiri ke kanan) Peter Sutiono, Public Sector Director, Microsoft Indonesia; Iwan Djuniardi, Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia; AKBP Akhmad Yusep Gunawan, Wakil Kepala Direktur Kriminal Khusus, Polda Metro Jaya; Richard Tirtadji, IT Director, KiOSTiX; Denny Permana, Vice President Information Technology, Garuda Indonesia; Andreas Diantoro, President Director, Microsoft Indonesia.

Para pemimpin bisnis di Indonesia sepakat pengadopsian transformasi digital sangat penting untuk mendorong pertumbuhan perusahaan. Hal itu terungkap dari studi bertajuk “The Microsoft Asia Digital Transformation: Enabling The Intelligent Enterprise”.

Sayangnya, perusahaan yang memiliki strategi transformasi digital secara menyeluruh hanya 27 persen dan 51 persen masih merencanakan proses transformasi digital dan sebanyak 22 persen belum memiliki strategi apapun.

Andreas Diantoro (President Director, Microsoft Indonesia) mengatakan perusahaan dan organisasi yang tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman akan menjadi kurang kompetitif.

“Microsoft mendorong setiap organisasi untuk segera melakukan transformasi digital di era berbasis teknologi sehingga mampu beradaptasi dengan perubahan, baik perubahan internal maupun eksternal,” katanya di Jakarta, Selasa (28/2).

Microsoft mengungkapkan ada lima teknologi yang dapat mendorong proses transformasi digital dalam 12 – 18 bulan ke depan:

  1. Internet of Things (IoT): Sebuah perangkat canggih yang memiliki sensor untuk mengumpulkan atau mengendalikan data dari jauh, seperti gedung pintar, mobil pintar, dan perangkat rumah pintar.
  2. Teknologi wearable: Teknologi elektronik dan komputasi canggih yang diintegrasikan ke dalam pakaian, perangkat, atau tubuh, seperti jam tangan pintar.
  3. Artificial intelligence: Mesin-mesin atau peranti lunak cerdas yang sanggup belajar dan melakukan berbagai tugas secara independen, seperti robot, chatbots, dan mobil yang bisa berjalan sendiri.
  4. Komputasi kuantum: Komputer masa depan yang menggunakan sistem komputasi berbeda untuk menyelesaikan persamaan data dengan lebih cepat.
  5. Virtual/augmented/mixed reality: Teknologi yang menggabungkan dunia maya dan dunia nyata ke dalam pengalaman yang tak terlupakan.

Dalam studi itu, Microsoft juga mengungkapkan hambatan transformasi digital di Asia Pasifik.

Ada lima hambatan transformasi digital yaitu masalah keamanan dan serangan siber, kurangnya tenaga kerja yang memiliki keahlian digital, tidak adanya mitra teknologi yang tepat, gonjang-gajing iklim investasi dan ekonomi, dan kurangnya kebijakan pemerintah dan infrastruktur teknologi informasi & komunikasi.

Contoh Transformasi Digital

Di Indonesia, ada beberapa perusahaan ternama yang mengadopsi proses transformasi digital bersama Microsoft meliputi Direktorat Jenderal Pajak (pemerintah), Kepolisian Resor Kediri (sektor publik), Garuda Indonesia (korporasi), dan KiOSTiX (bisnis online).

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memanfaatkan Microsoft SQL Server Integration Services (SSIS) untuk mengintegrasikan data dan SQL Server Analysis Services (SSAS) untuk melakukan agregasi data. Dengan solusi itu, DJP dapat menghubungkan lebih dari 500 unit kantor operasional dan 32.000 pegawai yang tersebar di Indonesia.

Pada Desember 2016, Polres Kediri menggandeng PT Trimaxindo Abadi dan Microsoft Indonesia untuk penerapan e-tilang, sistem tilang digital pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi auto scale Azure untuk mengelola pengaksesan aplikasi dari jutaan warga Kediri.

Pada pertengahan 2015, penjualan tiket online Garuda Indonesia melesat sebanyak 200 persen setelah situs penjualan tiket online Garuda direstrukturisasi dengan teknologi Microsoft Azure.

Satya Nadella (CEO Microsoft) meluncurkan Skype Lite yang menawarkan konsumsi data Internet yang lebih ringan di Mumbai, India.

Satya Nadella (CEO Microsoft) meluncurkan Skype Lite yang menawarkan konsumsi data Internet yang lebih ringan di Mumbai, India. Aplikasi itu mengunggulkan kemampuan mengonsumsi data internet yang lebih ringan sebagai fitur utamanya.

Aplikasi itu mengandalkan fitur voice-calling sebagai sarana telekomunikasi untuk negara-negara berkembang yang memiliki koneksi jaringan Internet cukup lambat. Aplikasi Skype Lite memiliki ukuran sekitar 13 megabyte yang dapat bekerja meski berdada di jaringan 2G atau saat koneksi tidak stabil.

Aplikasi Skype Lite juga memiliki sejumlah fitur lainnya seperti integrasi SMS dan dukungan bahasa lokal lokal. Pengguna dapat mengirim dan menerima SMS melalui aplikasi tersebut. SMS yang diterima pengguna akan ditampilkan dalam tampilan mirip Hangouts.

Aplikasi itu juga mempunyai fitur filter yang dapat memisahkan pesan dari Skype, SMS, serta SMS promosi. Aplikasi itu juga dapat menampilkan riwayat panggilan
telepon, termasuk panggilan non-Skype, sementara daftar kontak juga akan dapat ditampilkan berdasarkan nomor untuk Skype atau seluruh nomor kontak seperti dilansir GSM Arena.

Selain itu, Skype Lite dapat mengurangi penggunaan data saat melakukan panggilan telepon dan video bahkan dapat mengompresi gambar sebelum mengirimkannya kepada lawan bicara pengguna.

Microsoft menuturkan jika Skype Lite mengkonsumsi baterai yang rendah dan berjalan lancar pada smartphone Android versi lama. Bahkan, ada sebuah mode yang dapat mengurangi penggunaan data di video call.

Skype Lite tersedia dalam tujuh bahasa lokal India termasuk Bengali, Gujarati, Hindi, Marathi, Tamil, Telugu, dan Urdu. Saat ini, aplikasi tersebut baru dapat
dinikmati pengguna perangkat Android.

Saat ini Microsoft menargetkan negara berkembang seperti India yang masih memiliki koneksi Internet lambat.

Tim forensik di Microsoft Digital Crime Unit (DCU) Pusat sedang melakukan penelitian untuk melindungi konsumen dari ancaman dan kejahatan siber

Permasalahan software palsu memang tidak ada habisnya, Microsoft sebagai pabrikan software terbesar di dunia terus berupaya memberentas peredaran software palsu tersebut.  Tim Microsoft Digital Crimes Unit (DCU) mulai mengidentifikasi dan mengambil langkah tegas terhadap penjual peranti lunak palsu di sejumlah marketplace di Indonesia.

Justisiari P. Kusumah (Sekretaris Jenderal MIAP) menjelaskan pemberantasan peredaran barang palsu dapat terwujud dengan sinergi para pemangku kepentingan perlindungan konsumen, mulai dari produsen, penjual, penegak hukum, hingga masyarakat. Lebih dari 64 persen konsumen merasa tidak mungkin diadili sekalipun mereka menggunakan barang palsu, sementara lebih dari 32 persen penjual mengaku sering mengalami razia, tetapi tidak terkena sanksi hukum

“Salah satu penyebab utama tingginya angka penjualan dan penggunaan barang palsu adalah kurangnya sanksi nyata terhadap para penjual maupun konsumen,” ujarnya dalam siaran siaran persnya, Rabu.

Linda Dwiyanti (Consumer Channels Group Director Microsoft Indonesia) mengungkapkan Microsoft DCU berhasil mengidentifikasi sedikitnya 23 penjual peranti lunak palsu yang beroperasi di e-commerce. Saat ini, kami sedang memproses tindakan hukum untuk tiga di antaranya.

“Kami juga tengah bekerja sama dengan MIAP dan pemerintah untuk menindaklanjuti para penjual peranti lunak palsu lainnya. Tujuan akhir kami yakni memastikan agar pelanggan terlindungi dari bahaya penggunaan peranti lunak yang dijual oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” katanya.

DCU pun menggandeng sejumlah Internet Service Provider (ISP) dan Computer Emergency Response Team (CERTs) di lingkungan pemerintahan untuk mengatasi serangan siber sehingga mampu meminimalisir bahaya serangan siber bagi konsumen, baik individu maupun organisasi.

Hasilnya, beberapa penjual berinisiatif mengakui kesalahan mereka dalam menjual peranti lunak palsu dan menempatkan sertifikat keaslian palsu di barang dagangan masing-masing.

Misal, pada Februari 2017, reseller daring seperti Suryabaru IT di Surabaya, Kamar 56 di Jakarta, dan Inotech di Bandung, serta toko-toko seperti Notebook ASEAN dan Ruphen Shop di Jakarta, menerbitkan iklan permintaan maaf kepada pelanggan melalui beberapa media cetak maupun online.

Tingkat pemalsuan barang termasuk peranti lunak di Indonesia berada di angka yang mengkhawatirkan. Studi terakhir Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) dan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menempatkan barang yang paling sering dipalsukan adalah tinta printer (49,4 persen), pakaian (38,9 persen), barang dari kulit (37,2 persen), dan peranti lunak (33,5 persen).

Dampaknya, peredaran barang palsu itu bisa menimbulkan kerugian terhadap ekonomi nasional hingga Rp 65,1 triliun serta hilangnya pendapatan dari pajak tidak langsung atas penjualan peranti lunak asli hingga Rp 424 miliar.

Pada kuartal kedua 2016, sebanyak 45,2 persen dari komputer di Indonesia terinfeksi malware, jauh lebih tinggi dari tingkat infeksi malware dunia yang berada di angka 20,8 persen. Tingginya angka malware itu disebabkan pengguna lebih memilih menggunakan software palsu.

Semua peranti lunak asli Microsoft memiliki fitur Malicious Software Removal Tool (MSRT), sebuah sistem yang mampu menghilangkan lebih dari 200 ancaman dunia maya pada komputer pengguna, mulai dari ancaman mendasar/ringan hingga ancaman serius.

Sistem itu dapat pengguna peroleh secara gratis melalui layanan update Microsoft dan layanan ini tidak tersedia pada peranti lunak palsu. Selain mengidentifikasi dan
melaporkan penjual peranti lunak palsu ke pihak yang berwenang, Microsoft juga melakukan rangkaian program edukasi terhadap penjual maupun konsumen.

Aulia E. Marinto (Ketua Umum Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) mengungkapkan kepercayaan dan transparansi merupakan dua faktor penting dalam menjaga tingkat persaingan di dunia e-commerce yang sangat kompetitif.

“Kami berupaya untuk menjaga kredibilitas, kenyamanan, serta keamanan pelanggan dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis e-commerce. Salah satunya melalui pelaksanaan inisiatif Clean e-Commerce bersama pelaku industri. Adapun kerjasama ini sejalan dengan komitmen idEA untuk menjadi asosiasi pelopor pertumbuhan e-commerce yang sehat di Indonesia,” ujarnya.

“Microsoft akan terus berupaya mewujudkan misi dan rencana strategis untuk mengurangi dampak negatif praktik pemalsuan, baik dari segi sosialisasi, edukasi, maupun proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung pemerintah dan melindungi konsumen. Kerjasama Clean e-Commerce juga masih kami kembangkan dan buka untuk seluruh e-commerce yang belum berpartisipasi,” tutup Linda.

Semakin hari robot semakin menggantikan manusia dalam berbagai bidang kerja lantaran robot lebih efektif, efisien, dan mengurangi pajak tenaga kerja yang ditanggung perusahaan.

Pemerintah selalu membebankan pajak kepada perusahaan dan karyawan perkantoran. Padahal, pemerintah juga bisa membebankan pajak kepada robot-robot yang bekerja karena mereka memiliki kemampuan dan bekerja seperti manusia sekaligus bisa menjadi sumber pemasukan negara lainnya.

Hal itu diungkapkan oleh Bill Gates (Pendiri dan Mantan CEO Microsoft) kepada pemimpin redaksi media Quartz Kevin Delaney.

“Saat seorang pekerja di pabrik, katakanlah mereka dibayar US$ 50 ribu atau sekitar Rp666,7 juta. Mereka harus membayar pajak penghasilan, pajak jaminan sosial, dan- lain. Bayangkan, jika robot melakukan hal yang sama, maka robot juga harus membayar pajak dengan nilai yang sama mirip manusia,” katanya seperti dikutip Ubergizmo.

Pemerintah dapat menyalurkan uang pajak robot tersebut untuk membiayai pelatihan-pelatihan tenaga kerja manusia dan posisi pekerjaan yang membutuhkan empati plus pengertian seperti pengasuh anak dan orang-orang jompo.

“Sistem perpajakan bagi robot tidak akan mengganggu laju inovasi bahkan bakal membantu perkembangan inovasi teknologi,” pungkasnya.

Tentunya, robot tidak bisa membayar pajak dan sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk membayarkan pajak penghasilannya. Namun, perusahaan tidak akan terlalu senang karena perusahaan menggunakan robot untuk mengurangi biaya produksi agar lebih efisien.

Saat ini, pemerintah belum mempertimbangkan untuk membebankan pajak kepada robot di masa depan.

Microsoft Surface Pro

Microsoft mulai menunjukan tajinya dalam penjualan hardware, terbukti penjualan laptop profesional Microsoft Surface Pro menuai respon positif di pasar. Microsoft pun akan segera melakukan penyegaran kepada lini Surface Pro-nya dengan menghadirkan Surface Pro 5 pada tahun ini.

Rumor spesifikasi Microsoft Surface Pro 5 terus bergulir di dunia maya, mengingat Microsoft belum memperbarui varian baru sejak tahun lalu.

Menurut WCCFTech, salah satu sumber internal Microsoft mengungkapkan Microsoft sedang menyiapkan Surface Pro 5 terbaru pada tahun ini, menyusul bocoran email Microsoft terkait pengembangan Surface Pro 5 sejak Juni 2016.

Tentunya, laptop 2 in 1 baru akan memiliki performa yang lebih baik dari pendahulunya di berbagai sisi, termasuk dari segi performa baterai. Microsoft Surface Pro 5
akan mengusung prosesor Intel Kaby Lake yang irit daya listrik.

Selain itu, Microsoft Surface Pro 5 tidak akan menggunakan GPU terpisah baik dari AMD dan NVIDIA karena desainnya memang lebih ke arah portabel. Surface Pro 5 akan hadir dengan port Thunderbolt 3 mirip dengan perangkat External Graphic Card Enclosure seperti ASUS ROG XG Station 2.

Sayangnya, Microsoft belum membocorkan waktu peluncuran Surface Pro 5 di pasar.

Presentasi Bill Gates di panggung TED. [Foto: PBS]

Di dunia teknologi informasi, nama Bill Gates bukanlah hal asing lagi. Orang terkaya di dunia itu drop out dari
Universitas bergengsi Harvard dan mendirikan perusahaan software Microsoft.

Bersama dengan miliarder AS Warren Buffett, Gates berbagi pengalaman di hadapan 1.000 orang di Columbia
University pada akhir Januari silam.

“Saya beruntung menyukai komputer dan menjadikannya hobi dan obsesi di era piranti komputer itu baru mulai
mengubah dunia,” kata Gates seperti dikutip Fortune.

Tentunya, Gates mengajurkan para mahasiswa untuk menyelesaikan kuliahnya dan tidak mengikuti jejaknya untuk
drop out dari bangku kuliah.

“Jika drop out kuliah sekarang, kecil kemungkinan saya akan berkecimpung di industri komputer dan tidak akan
mengembangkan piranti lunak,” ujarnya.

Ada seorang mahasiswa yang menanyakan profesi kerja apa yang sangat menjanjikan saat ini. Gates pun menjawab
ada tiga bidang pekerjaan yang sangat menjanjikan.

Pertama, Kecerdasan Buatan. Jika Gates menekuni ilmu komputer saat ini, ia akan fokus mengembangkan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

“Kemampuan agen-agen AI untuk membaca dan memahami material akan menjadi sebuah fenomena. Segala hal yang terkoneksi dengan AI akan menjadi karir menarik sepanjang hidup,” ujarnya.

Kedua, Sektor Energi. Gates mengatakan permintaan terhadap sektor energi tidak akan pernah habis terutama energi yang “bisa diandalkan, terjangkau, dan bersih.” Gates mengatakan belum ada satu pun sistem di dunia saat ini yang bisa menyediakan kecukupan energi untuk memenuhi ketiga kriteria tersebut.

“Sektor energi memiliki peluang untuk ide-ide inovatif. Inovasi di bidang energi akan lebih dalam,” katanya.

Ketiga, Bioteknologi. Gates berpikir bidang bioteknologi memiliki potensi dan membutuhkan inovasi yang cerdas dalam perjuangan melawan obesitas, kanker dan depresi. Diantara kemajuan paling menjanjikan yang disebut Gates adalah vaksin DNA.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Hanif Dhakiri, mengabadikan momen kebersamaan dalam peluncuran platform GenerasiBisa!?

Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation) bekerjasama dengan Microsoft Indonesia dalam merilis GenerasiBisa!, sebuah digital platform yang bertujuan untuk membekali generasi muda Indonesia dengan pengetahuan, kepercayaan diri, serta kesiapan dalam berkarier.

Sebanyak 70 persen dari total penduduk Indonesia berada dalam usia angkatan kerja produktif (15-64 tahun) dan berkontribusi positif terhadap pembangunan Indonesia, tetapi sayangnya masih banyak di antara mereka yang belum mendapatkan pekerjaan. Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan 60 persen dari total pengangguran di Indonesia berada dalam usia angkatan kerja produktif.

“YCAB Foundation berkomitmen untuk membantu meningkatkan kapasitas para generasi muda Indonesia ini,” kata Veronica Colondam (Founder dan CEO, YCAB Foundation) dalam siaran persnya, Sabtu.

GenerasiBisa! terbuka untuk anak muda usia 15-24 tahun yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Mereka cukup membuat akun di platform GenerasiBisa! dan dapat langsung mengakses berbagai menu serta materi pendidikan yang tersedia.

Hanif Dhakiri (Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia) mengatakan tingginya jumlah penduduk usia muda dan produktif menunjukkan besarnya potensi Indonesia untuk meningkatkan daya saing bangsa.

“Kami berharap hadirnya platform GenerasiBisa! dapat membantu meningkatkan kompetensi generasi muda agar menjadi generasi mandiri dan bermartabat,” ucapnya.

GenerasiBisa! lahir sebagai bagian dari M-Powered, inisiatif Microsoft di tingkat Asia yang berkomitmen untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kemampuan Teknologi Informasi (TI). Inisiatif ini telah sukses diimplementasikan di Thailand, dan menyusul akan diterapkan pula di Malaysia, Vietnam, serta Filipina.

Andreas Diantoro (President Director, Microsoft Indonesia) mengatakan platform GenerasiBisa! sejalan dengan misi Microsoft untuk memberdayakan generasi muda agar dapat memperoleh lebih banyak kesempatan di masa depan.

“Kami mendukung pengembangan GenerasiBisa! dengan menyediakan layanan komputasi awan Microsoft Azure. Dukungan teknologi ini merupakan bagian dari Public Cloud for Public Good, sebuah program Microsoft Philanthropies yang bertujuan untuk menyediakan akses komputasi awan kepada organisasi non-profit, institusi pendidikan, anak- anak muda, serta komunitas,” ujarnya.