Tags Posts tagged with "ponsel"

ponsel

Ilustrasi smartphone ZTE Gigabit Phone

Saat ini teknologi jaringan 5G memang belum ada dan perusahaan telekomunikasi ZTE sudah menyiapkan produk yang dapat berjalan pada jaringan 5G. ZTE akan meluncurkan smartphone ZTE Gigabit Phone dengan kemampuan pengunduhan data hingga 16 Gbps pertama di dunia dalam ajang Mobile World Congress, Barcelona, Spanyol.

Tak hanya itu, smartphone itu mampu merekam video virtual reality 360 derajat, video 4K, dan penyimpanan cloud instan dalam keadaan terus bergerak seperti dikutip Digital Trends.

Sebelumnya, Qualcomm telah meluncurkan smartphone LTE gigabit pertama tahun lalu. Qualcomm menggandeng Netgear, Ericsson, dan Telstra (operator terbesar Australia) untuk menghasilkan hotspot mobile yang memungkinkan unduhan mencapai 1 Gbps melalui jaringan yang ada.

Pada awal tahun ini, Qualcomm mengumumkan prosesor Snapdragon 835 terintegrasi dengan modem X16 yang mendukung LTE gigabit. Modem itu merupakan peningkatan dari modem X12 yang memiliki kecepatan unduhan maksimum 600 Mbps.

Kembali ke ZTE, keterangan tentang produk Gigabit Phone masih tersimpan rapat-rapat dan baru akan diungkapkan secara mendetil dalam ajang MWC 2017. Dengan kehadiran perangkat tersebut, maka produk smartphone 5G tinggal selangkah lagi untuk direalisasikan.

Martin Cooper. [Kredit: britannica.com]

Jika ditanya siapakah penemu pesawat telepon, kemungkinan besar Anda dengan lantang akan menjawab Alexander Graham Bell (meskipun belakangan mulai banyak yang melakukan koreksi dengan menyatakan bahwa penemu pesawat telepon sebenarnya adalah Antonio Meucci). Namun diyakini, banyak orang tidak akan bisa menjawab dengan cepat jika pertanyaan berikut diajukan, “Siapakah penemu pesawat telepon seluler?”

Jawabannya adalah Martin Cooper. Martin Cooper, yang memiliki nama panggilan Marty, adalah seorang insinyur asal Amerika Serikat. Dia lahir di Chicago, Illinois, pada tanggal 26 Desember 1928 yang artinya usianya sudah genap 88 tahun.

Menelepon Kompetitornya

Pesawat telepon seluler yang dikembangkan oleh Marty pertama kali dioperasikan pada bulan April tahun 1973 dan dia sendiri yang mendapatkan kehormatan untuk melakukan hal tersebut.

Uniknya, panggilan pertama yang dilakukan oleh Marty menggunakan telepon seluler temuannya tersebut ditujukan kepada rival abadinya, Joel Engel, yang bekerja sebagai kepala insinyur jaringan di AT&T (American Telephone & Telegraph Company). Marty sendiri saat itu bekerja di Motorola.

Panggilan tersebut dilakukan di tepi sebuah jalan besar di New York, disaksikan oleh ratusan jurnalis yang siap mengabadikan dan menuliskan berita tentang momen bersejarah tersebut.

Dengan senyumnya yang khas dan menawan, Marty mengenang kejadian tersebut sambil bercerita bahwa ada keheningan yang cukup lama terjadi saat Joel Engel mengangkat telepon dari Marty. “Saya yakin saat itu Joel Engel pasti mengertakkan giginya,” kata Marty. “Saat itu, secara pribadi saya mengabarkan padanya bahwa saya telah mengalahkannya dalam perlombaan membuat telepon seluler,” imbuh Marty.

Dan sejarah memang terukir. Sejak saat itu, dunia telekomunikasi mengalami perkembangan yang jauh lebih cepat.

Jika kisah hidup para penemu dibandingkan, pasti bisa ditarik benang merah yang menjadi persamaannya. Secara umum, mereka adalah orang-orang yang berpendidikan dan pendidikan yang diambil pun memiliki bidang ilmu yang sama dengan barang yang mereka ciptakan. Bukan berarti tidak ada, namun sangat jarang ada penemu yang tidak memiliki pendidikan yang memadai atau berasal dari bidang ilmu yang sama sekali berbeda dengan benda yang diciptakannya.

Marty pun termasuk golongan penemu yang “umum” tersebut. Marty adalah sarjana teknik elektro dari Illinois Institute of Technology (IIT) di Chicago. Dia menamatkan pendidikannya pada tahun 1950.

Mengembangkan Perangkat Nirkabel

Setelah lulus, Marty dikirim ke medan perang sebagai bentuk pengabdian negara dan saat itu dia dikirim sebagai pasukan perang Amerika Serikat di Perang Korea (1950 – 1953). Sekembalinya dari medan perang, Marty kemudian bekerja di Teletype Corporation.

Namun hanya sebentar saja dia di sana dan dia kemudian hijrah ke Motorola pada tahun 1954. Lokasi kantor Motorola ini ada di Schaumburg, Illinois. Oleh Motorola, Marty diberi kesempatan untuk melanjutnya studinya. Dan pada tahun 1957, dia berhasil meraih gelar master di universitas yang sama saat meraih gelar sarjananya.

Di Motorola, Marty banyak dilibatkan dalam berbagai proyek pengembangan alat-alat komunikasi nirkabel. Prestasi pertama yang diraihnya adalah penemuan lampu lalu lintas (traffic light) yang dikendalikan oleh radio control. Bahkan Marty mematenkannya pada tahun 1960.

Hasil tangan dingin Marty yang lain adalah radio komunikasi polisi yang bersifat portabel. Radio komunikasi portabel tersebut mulai diperkenalkan pada tahun 1967 dan setelah itu makin banyak dipergunakan oleh kepolisian Amerika Serikat.

Martin Cooper. (Kredit: villalbamovil.com]

Pada awal tahun 1970, Marty mulai mengepalai divisi sistem komunikasi Motorola dan konsentrasinya mulai tercurah penuh untuk mengembangkan telepon mobile.

Sebenarnya, telepon bergerak telah mulai diciptakan pada tahun 1946 oleh AT&T. Hanya saja, saat itu cuma tersedia 11 atau 12 kanal yang dapat melayani komunikasinya sehingga pengguna seringkali harus menunggu giliran cukup lama untuk bisa menelepon. Dan yang lebih parah lagi, telepon tersebut harus diberi tenaga dengan baterai sebesar aki mobil.

Maka, pada saat itu telepon bergerak bukanlah telepon bergerak yang benar-benar bisa dibawa ke mana-mana, melainkan terpasang pada mobil. Sebagian besar dari kita mungkin mengetahui bentuk dan penggunaan telepon mobil ini melalui film-film seri tahun 80-an hingga 90-an.

Pada tahun 1947, AT&T melalui penelitian yang dilakukannya memaparkan bahwa untuk bisa menampung pengguna yang lebih banyak, area layanan komunikasi yang terlalu luas dapat dipecah-pecah menjadi area yang lebih kecil dan disebut dengan sel (inilah asal muasal mengapa telepon bergerak disebut juga telepon sel atau seluler). Hanya saja untuk dapat melakukan hal tersebut, dibutuhkan cakupan frekuensi yang lebih luas dan belum tersedia pada saat itu.

Di tahun 1968, AT&T mulai melobi pemerintah untuk dapat menggunakan sebagian frekuensi UHF yang saat itu digunakan sebagai sarana penyiaran televisi, demi mengembangkan layanan telepon mobilnya.

Terinspirasi oleh Film

Motorola rupanya “keder” juga dengan kemajuan yang diraih AT&T sehingga mendorong Marty untuk lebih cepat lagi dalam mengembangkan telepon seluler. Lebih daripada itu, telepon seluler tersebut haruslah benar-benar bisa bergerak tanpa harus “terikat” dengan sebuah mobil.

Marty menyadari betul bahwa sebuah telepon seluler memang seharusnya bersifat personal, “terikat” pada pribadi seseorang, bukan pada mobil, meja, atau rumah. Telepon yang dibayangkan oleh Marty ini oleh banyak pihak dianggap terinspirasi oleh Communicator milik Kapten James Kirk di film Star Trek, meskipun Marty lebih suka mengakui bahwa dia terinspirasi oleh telepon jam tangan milik Dick Tracy (tokoh komik).

Penelitian yang dikepalai oleh Marty memberikan hasil pada tahun 1973 dan produk telepon seluler pertama yang dihasilkan adalah Motorola DynaTAC 8000X. Dan pukulan telak langsung dilayangkan oleh Marty kepada pesaingnya dengan meneleponnya menggunakan telepon seluler tersebut, seperti diceritakan di awal artikel ini.

Nama DynaTAC sendiri merupakan singkatan dari DYNamic Adaptive Total Area Coverage. Motorola DynaTAC 8000X memiliki berat sekitar satu kilogram dengan panjang 25 cm sehingga sering dijuluki telepon batu bata. Ada pula yang menyebutnya sebagai telepon sepatu, entah dengan alasan apa.

Porsi terbesar yang menyumbangkan bobot telepon tersebut adalah baterai. Baterainya itu pun hanya bisa digunakan untuk menelepon selama 20 menit sebelum perlu diisi ulang kembali selama 10 jam! Menurut Marty, kapasitas baterai yang hanya bisa digunakan selama dua puluh menit tidaklah menjadi masalah karena hampir tidak ada orang yang mampu memegang telepon seberat itu dalam jangka waktu lebih dari dua puluh menit.

Butuh Sepuluh Tahun

Motorola DynaTAC 8000X masih mengalami pengembangan lebih lanjut sebelum kemudian benar-benar dipasarkan pada tahun 1983. Jadi ada selisih waktu selama sepuluh tahun antara pertama kali sebuah telepon seluler digunakan hingga siap diproduksi masal. Namun saat telah memasuki produksi masal, bobot DynaTAC 8000X berhasil dikurangi sehingga tinggal setengahnya saja.

Harga DynaTAC 8000X pada tahun 1983 tersebut adalah US$3.995. Mengikuti kurs pada saat itu (US$1 = Rp970) harga DynaTAC 8000X dalam rupiah adalah Rp3.875.150,-. Sebagai pembanding, harga BBM jenis premium pada tahun 1983 adalah Rp150,- per liter dan harga emas pada saat itu sekitar Rp12.000/gram. Saat artikel ini ditulis, harga emas (Antam) berada pada level Rp599.000/gram. Meskipun relatif mahal, penjualan DynaTAC 8000X tergolong sukses.

Berkat prestasinya, Marty kemudian menjabat sebagai Wakil Presiden Motorola sekaligus sebagai direktur penelitian dan pengembangan. Jabatan tersebut diembannya pada tahun 1978 hingga 1983.

Pada tahun 1983, tahun yang sama dengan produksi masal DynaTAC 8000X, Marty justru meninggalkan Motorola dan mendirikan perusahaan bernama Cellular Business Systems, Inc (CBSI) yang bergerak di layanan pembayaran untuk telepon seluler.

Martin Cooper. [Kredit: elcrost.com]

Pada tahun 1986, CBSI dijual ke Cincinnati Bell sebesar US$23 juta dan Marty mendirikan perusahaan lagi bernama Dyna. Dyna didirikan bersama dengan istrinya, Arlene Harris. Perusahaan ini menjadi induk bagi beberapa anak perusahaan lain seperti ArrayComm (yang mengembangkan peranti lunak untuk sistem nirkabel) dan GreatCall (yang menyediakan Jitterbug, sebuah telepon seluler minimalis yang ditujukan untuk para manula).

Berkat penemuan-penemuannya, Marty menerima penghargaan Charles Stark Draper Prize dari National Academy of Engineering pada tahun 2013. Kegigihan dan prestasi Marty membuktikan bahwa tidak ada yang tidak bisa diraih selama kita memiliki kemauan kuat untuk menggapainya.

tahu

“Tahu bulat … digoreng dadakan … lima ratusan …” Siapa yang tidak mengenal potongan rekaman dari penjaja tahu goreng keliling tersebut. Kini Anda bukan saja bisa membeli dan menikmati tahu goreng itu, melainkan juga merasakan serunya menjadi si pedagang. Caranya mudah, cukup dengan meng-install game Tahu Bulat melalui Google Play Store.

Cara bermain game Tahu Bulat ini sebenarnya sederhana saja, yaitu cukup dengan mengetuk bagian atas layar untuk “memutar” rekaman suara tahu bulat. Tujuannya tentu untuk menarik minat banyak orang untuk membelinya.

Supaya tidak membosankan, ada beberapa variasi permainan yang tersedia. Misalnya menyelamatkan karakter tertentu yang muncul di atas mobil atau mengirimkan tahu ke makhluk luar angkasa.

Setelah penjualan tahu berhasil menghasilkan banyak uang, kini tugas Anda adalah untuk mengembangkan bisnis tahu bulat tersebut. Ada berbagai macam cara yang bisa dilakukan, misalnya menambah aksesori penjualan, mengganti mobil baru, membuat resep baru, dan lain-lain.

Game Tahu Bulat ini meraup kesuksesan yang cukup fantastis. Ia bahkan menjadi peringkat pertama di kategori Free Games, mengalahkan Clash of Clans.

utama-01

Secara bersamaan vivo V3 dan vivo V3Max hadir di tanah air. Jika dilihat dari spesifikasi, vivo V3 memiliki fitur yang lebih sederhana dibanding vivo V3Max. Kali ini kami berkesempatan mengulas vivo V3 yang menawarkan desain premium serta beberapa fitur unggulan lainnya.

Berbeda dengan vivo V3Max yang memiliki layar 5,5 inci, vivo V3 memiliki layar berukuran 5 inci dengan dukungan resolusi HD. Layarnya telah diberi lapisan pelindung layar tangguh dari Corning yaitu Gorilla Glass. vivo V3 mendukung sampai sepuluh titik sentuhan serta sudah dilengkapi dengan sembilan jenis sensor, termasuk gyroscope yang biasa dibutuhkan untuk menjalankan konten berbasis VR (virtual reality) atau video 360°. Sensor gyroscope bekerja sempurna saat menjalankan aplikasi VR menggunakan cardboard.

Smartphone ini menggunakan sistem operasi Android 5.1.1 Lollipop yang dibalut dengan Funtouch OS. Funtouch OS membawa beberapa fitur yang sebelumnya biasa terdapat pada smartphone premium, namun tak disertakan dalam stock ROM Android. Di antaranya adalah fingerprint scanner untuk menjaga privasi melalui pemindaian sidik jari, serta untuk menjalankan fungsi ataupun aplikasi tertentu. Sensor ini bekerja cukup baik dengan tingkat pengenalan yang cepat. Begitu pula dengan Smart Motion yang berguna untuk mengaktifkan fitur-fitur tertentu melalui sentuhan atau gerakan khusus.

Telepon genggam ini juga mendukung Wi-Fi Display sehingga Anda bisa menampilkan tampilan di layar di smartphone pada layar yang lebih besar (misalnya TV) bermodalkan koneksi Wi-Fi. Yang tidak kalah menarik adalah Smart Multi-screen. Dengannya, Anda bisa menampilkan dua aplikasi yang dijalankan secara bersamaan. Bagi yang ingin mengoperasikan smartphone ini menggunakan satu tangan, bisa mengaktifkan fitur One-handed sehingga tampilan layar menjadi lebih kecil dan mudah digapai oleh satu tangan.

Aplikasi kamera memiliki banyak pilihan pengaturan, baik untuk foto maupun video. Semua pilihan yang tersedia dihadirkan untuk memudahkan Anda saat hendak mengambil gambar, termasuk pilihan Professional yang akan menampilkan beberapa pengaturan seperti Exposure Value, ISO, Shutter speed, White Balance, dan Focus.

Dipersenjatai prosesor Qualcomm Snapdragon 616 yang ditandem dengan memori utama tiga gigabyte, skor dari aplikasi uji menunjukkan perolehan yang cukup baik. Salah satunya terlihat pada skor AnTuTu yang melebihi angka 40 ribu. Dari sisi grafis, kinerjanya juga tinggi. Ketika menjalankan beberapa game seperti Modern Combat 5, Mortal Kombat X, serta UFC, semua berjalan mulus tanpa kendala.

Kartu SIM  Selot kartu SIM terdiri dari dua jenis berbeda, yaitu micro-SIM sebagai kartu pertama dan nano-SIM untuk kartu kedua.

Kartu SIM
Selot kartu SIM terdiri dari dua jenis berbeda, yaitu micro-SIM sebagai kartu pertama dan nano-SIM untuk kartu kedua.

 

Speaker Bertenaga Speaker di bagian bawah terdengar nyaring pada volume maksimal. Meksi demikian, teknologi audio Hi-Fi hanya bekerja optimal saat Anda menggunakan headset atau earphone.

Speaker Bertenaga
Speaker di bagian bawah terdengar nyaring pada volume maksimal. Meksi demikian, teknologi audio Hi-Fi hanya bekerja optimal saat Anda menggunakan headset atau earphone.

 

Sensor Fingerprint Pemindai sidik jari berbentuk kotak berada di tengah. Hal ini memudahkan jari telunjuk untuk menggapainya saat tangan menggenggam smartphone.

Sensor Fingerprint
Pemindai sidik jari berbentuk kotak berada di tengah. Hal ini memudahkan jari telunjuk untuk menggapainya saat tangan menggenggam smartphone.

 

User Interface vivo V3 menggunakan sistem operasi Android 5.1.1 Lollipop yang dibalut dengan Funtouch OS.

User Interface
vivo V3 menggunakan sistem operasi Android 5.1.1 Lollipop yang dibalut dengan Funtouch OS.

 

Aplikasi kamera Aplikasi kamera memiliki banyak pilihan secara manual ataupun otomatis, termasuk beragam efek, filter, serta pilihan skema, baik untuk foto maupun video.

Aplikasi kamera
Aplikasi kamera memiliki banyak pilihan secara manual ataupun otomatis, termasuk beragam efek, filter, serta pilihan skema, baik untuk foto maupun video.

Hasil uji

PengujianVivo V3
Antutu Benchmark 6.1.440909
PCMark – Work Performance4091
3Dmark - Ice Storm10389
3Dmark - Ice Storm Extreme5849
3Dmark - Ice Storm Unlimited9127
GeekBench 3 - Single Core705
GeekBench 3 - Multi Core2834

PLUS: Desain keren berbahan metal, kinerja baik, ada fitur fingerprint, tersedia dukungan sekuriti dan fast charging, menggunakan teknologi audio Hi-Fi, kemampuan kamera mumpuni, antarmuka Funtouch yang kaya fitur, kinerja sensor gyroscope baik.

MINUS: UI kurang sederhana, tanpa fitur NFC.

SpesifikasiVivo V3
Chip prosesorQualcomm MSM8939 Snapdragon 616 (dual quad core Cortex-A53)
RAM3 GB
Chip grafisAdreno 405
Selot SIMDual SIM (micro dan nano)
Kapasitas memori internal32 GB
Dukungan koneksiBluetooth 4.1 A2DP, LE, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, GPS, A-GPS, GLONASS, BDS, radio FM, Wi-Di, jack audio 3,5 mm, micro-USB, USB-OTG
KameraBelakang: 13 MP, phase detection autofocus, LED flash, video 1080p/Depan: 8 MP, video 1080p
Layar5ʺ IPS LCD 1.280 x 720 pixel @ 294 ppi
Kapasitas bateraiNon-removable Lithium ion 2.550 mAh
Dimensi/bobot14,36 x 7,1 x 0,75 cm/138 gr
Jaringan selulerGSM/HSPA/LTE
Sistem operasiAndroid v5.1.1 Lollipop (Funtouch OS 2.5)
Situs webwww.vivoglobal.com
Garansi1 tahun
HargaRp3.499.000

utama-1

LG Stylus 2 bisa dikatakan merupakan pembaruan dari LG G4 Stylus yang memiliki spesifikasi lebih sederhana. Seri Stylus sendiri memang lebih diperuntukkan bagi kalangan pebisnis atau yang membutuhkan produktivitas lebih fleksibel dengan adanya stylus pen.

Demi meningkatkan tingkat akurasi pada setiap goresan yang dibuat, LG melakukan pembaruan dengan menggunakan material fiber berpelapis nano pada ujung stylus pen. Stylus pen ditempatkan pada bagian sisi ujung kanan. Saat dikeluarkan dari tempatnya, secara otomatis akan tampil menu Pen Pop yang menampilkan beberapa aplikasi yang mendukung fungsi sylus. Aplikasi ini misalnya Pop Memo, Capture+, Pop Scanner, QuickMemo+, dan beberapa aplikasi yang bisa Anda tambahkan sendiri.

Dengan konsep phablet, LG Stylus 2 memiliki layar lega berukuran 5,7 inci. Meskipun demikian, fungsi Back, Home, dan Recent hadir dalam bentuk tombol virtual yang ditampilkan di dalam layar. Menariknya, selain tiga tombol tersebut, Anda bisa menambahkan sampai dua tombol shortcut pilihan yang sudah ditentukan.

LG Stylus 2 menggunakan tampilan user interface (UI) bernama LG UX 5.0 yang berjalan di atas Android 6.0.1 Marsmallow. Tampilannya sederhana dan ringan tanpa menggunakan app drawer. UI ini menyertakan beberapa fitur yang dapat menunjang aktivitas penggunanya. Di antaranya fitur Dual Window yang bisa menampilkan dua aplikasi yang dijalankan secara bersamaan dan ditampilkan sekaligus dalam satu layar. Tidak ketinggalan ada pula fitur Mini View yang berguna mengecilkan ukuran layar sehingga lebih mudah dioperasikan menggunakan satu tangan. Posisinya pun bisa dipindah dengan ukuran yang bisa diatur.

Resolusi tiga belas megapixel pada kamera utama dan delapan megapixel pada kamera depan menjadi andalan LG Stylus 2 dalam mengambil gambar maupun video. Meskipun tidak banyak pilihan maupun pengaturan pada aplikasi kamera, ada beberapa fitur tambahan yang menarik. Contohnya fitur cheese shutter yang menggunakan suara untuk menggantikan jari Anda menekan tombol shutter saat menjepret gambar. Terdapat pula pilihan gesture untuk memungkinkan kamera memotret setelah wajah terdeteksi. Fungsi ini terdapat pada kamera depan yang cocok digunakan untuk selfie.

Kinerja kameranya terbilang standar. Hal ini terlihat saat kami coba menjepret berbagai objek di outdoor, indoor, serta pada mode makro. Pada kondisi temaram, terlihat banyak noise, namun hasilnya masih bisa dimaklumi.

Sebagai phablet, LG Stylus 2 memang lebih banyak ditujukan bagi aktivitas bisnis serta aplikasi yang menunjang produktivitas, baik untuk bekerja maupun untuk kegiatan lain. Penggunaan SoC Snapdragon 410 serta RAM 2 GB dan ROM 16 GB, membuatnya mampu menjalankan aktivitas di atas. Begitu pula dengan daya tahan baterainya. Meskipun mengusung layar besar, konsumsi daya perangkat ini tidaklah rakus. Bermodalkan baterai tiga ribu milliampere hour, aplikasi PCMark (Work Battery Life) mampu berjalan selama enam jam.

Pen Pop Saat stylus dikeluarkan dari tempatnya, secara otomatis akan tampil Pen Pop yang menampilkan beberapa aplikasi yang mendukung fungsi stylus.

Pen Pop
Saat stylus dikeluarkan dari tempatnya, secara otomatis akan tampil Pen Pop yang menampilkan beberapa aplikasi yang mendukung fungsi stylus.

 

Presisi dan Responsif Material fiber dengan pelapis nano pada ujung stylus pen membuat pergerakannya lebih lancar dan mulus. Apalagi layarnya juga responsif.

Presisi dan Responsif
Material fiber dengan pelapis nano pada ujung stylus pen membuat pergerakannya lebih lancar dan mulus. Apalagi layarnya juga responsif.

 

Tombol Khas Seperti ciri khas smartphone atau phablet LG lainnya, tombol Power dan Volume berada di bagian belakang, berdekatan dengan kamera.

Tombol Khas
Seperti ciri khas smartphone atau phablet LG lainnya, tombol Power dan Volume berada di bagian belakang, berdekatan dengan kamera.

 

Bisa Dilepas Cover-nya bisa dilepas agar Anda bisa memasang dua kartu nano-SIM dan micro-SD, serta baterai dengan kapasitas tiga ribu milliampere hour.

Bisa Dilepas
Cover-nya bisa dilepas agar Anda bisa memasang dua kartu nano-SIM dan micro-SD, serta baterai dengan kapasitas tiga ribu milliampere hour.

 

Mini View Fitur Mini View akan mengecilkan ukuran layar sehingga phablet lebih mudah dioperasikan menggunakan satu tangan.

Mini View
Fitur Mini View akan mengecilkan ukuran layar sehingga phablet lebih mudah dioperasikan menggunakan satu tangan.

PengujianLG Stylus 2
Antutu Benchmark 6.1.427715
PCMark – Work Performance3905
3Dmark - Ice Storm5155
3Dmark - Ice Storm Extreme2579
3Dmark - Ice Storm Unlimited4345
GeekBench 3 - Single Core473
GeekBench 3 - Multi Core1409

PLUS: Ergonomis, kinerja baik, antarmuka ringan, daya tahan baterai baik, stylus nyaman digunakan, kaya fitur seperti Dual Window dan Mini View.

MINUS: Tidak dukung USB-OTG, tanpa fitur fingerprint dan NFC

SpesifikasiLG Stylus 2
Chip prosesorQualcomm MSM8916 Snapdragon 410 (quad core 1,2 GHz Cortex-A53)
RAM2 GB
Chip grafisAdreno 306
Selot SIMDual SIM (nano)
Kapasitas memori internal16 GB
Dukungan koneksiBluetooth 4.1 A2DP, Wi-Fi 802.11 b/g/n, Hotspot, Wi-Fi Direct, DLNA, GPS, A-GPS, GLONASS, radio FM, micro-USB
KameraBelakang: 13 MP, autofocus, LED flash, video 1080p; Depan: 8 MP, video 720p
Layar5,7″ IPS LCD 1.280 x 720 pixel @ 258 ppi
Kapasitas bateraiRemovable lithium-ion 3.000 mAh
Dimensi/bobot15,5 x 7,96 x 0,74 cm/145 gr
Jaringan selulerGSM/HSPA/LTE
Sistem operasiAndroid 6.0 Marshmallow
Situs webwww.lg.com
Garansi1 tahun
HargaRp3.499.000

utama-2

Hadirnya Flash Plus 2 sekaligus merupakan awal dari penggunaan nama yang sebelumnya merupakan bagian dari merek Alcatel. Ditawarkan dengan harga 2 juta rupiah, fitur yang diusungnya tidak kalah dengan smartphone di kelas midrange lainnya. Apa saja?

Dari sisi desain, Flash Plus 2 tampil gagah dengan bodi yang berbalut metal. Tidak hanya rangkanya saja, tetapi juga seluruh permukaan pada cover belakangnya. Meski demikian, cover tersebut bisa dilepas guna memasang kartu SIM dan micro-SD. Sedangkan baterainya sendiri tidak bisa dilepas secara sembarangan.

Untuk fitur keamanan, Flash Plus 2 menggunakan fitur fingerprint dengan sensor yang ditempatkan pada tombol Home. Fitur ini tidak hanya bisa digunakan untuk membuka lock screen melainkan juga membuka aplikasi tertentu (bisa diatur). Anda pun bisa memanfaatkannya untuk membuka folder tertentu yang hanya bisa diakses melalui sidik jari Anda. Dengan fungsi-fingsi tersebut, privasi bisa tetap terjaga meski smartphone sedang digunakan atau dipinjam orang lain. Yang menarik, saat kami uji, pengenalan sensor cukup cepat dan responsif.

Flash Plus 2 sudah dilengkapi dengan berbagai sensor, termasuk gyroscope yang biasa digunakan untuk menjalankan aplikasi VR (virtual reality). Namun saat kami coba, terlihat sensor ini belum maksimal menjalankan aplikasi VR. Ketika kami memasang aplikasi Cardboard dari Google dan kemudian coba menjalankannya menggunakan bantuan cardboard, Tampilan VR ternyata masih terlihat belum sempurna dan berbayang. Begitu pula dengan video 360 yang banyak terdapat di YouTube. Hal ini membuat kami cepat merasa pusing dan mata pun cepat terasa lelah.

Kamera depan dan belakang sama-sama memiliki lampu kilat untuk menangkap gambar lebih jelas dalam kondisi kurang cahaya. Kemampuan menjepret gambar cukup cepat berkat shutter speed-nya yang tinggi, sedangkan autofocus bekerja cukup baik membidik objek. Jika fokus yang didapat kurang tajam, Anda bisa melakukannya secara manual dengan menekan layar pada objek yang dituju.

Flash Plus 2 dipersenjatai dengan prosesor dari Mediatek yaitu Helio P10 yang menawarkan kinerja tinggi. Dengan delapan core, kinerjanya tidak diragukan lagi. Skor uji menunjukkan bahwa kinerjanya cukup mumpuni untuk segala aktivitas, mulai dari yang ringan sampai berat, termasuk memainkan game seperti Mortal Kombat X ataupun Need For Speed No Limits. Dari sisi ketahanan baterai, Flash Plus 2 terbilang cukup baik meski tidak terlalu isitimewa. Dengan kapasitas 3.000 mAh, baterainya mampu bertahan selama 4 jam 50 menit. Asyiknya lagi dengan fitur fast charging, baterai bisa terisi sekitar lima puluh persen hanya dalam waktu tiga puluh menit.

Selain keunggulan yang ditawarkan, ada dua hal yang sedikit mengganjal. Penggunaan stock ROM Andoid memang membuat kinerjanya lebih gesit dan ringan. Namun di sisi lain, hal ini membuatnya terlihat terlalu sederhana dan agak membosankan. Selain itu, kelengkapan yang disertakan dalam paket pembeliannya juga terlihat minim. Dalam kotak penjualannya hanya tersedia headset serta kabel data dan adapter.

Bahan Metal Tidak hanya rangkanya saja, bahan dasar cover-nya terbuat dari bahan metal sehingga membuatnya terasa kokoh dan mantap saat digenggam.

Bahan Metal
Tidak hanya rangkanya saja, bahan dasar cover-nya terbuat dari bahan metal sehingga membuatnya terasa kokoh dan mantap saat digenggam.

 

Kartu SIM Selot kartu SIM terdiri dari dua jenis, yaitu micro-SIM untuk kartu pertama dan nano-SIM untuk kartu kedua.

Kartu SIM
Selot kartu SIM terdiri dari dua jenis, yaitu micro-SIM untuk kartu pertama dan nano-SIM untuk kartu kedua.

 

Aplikasi Kamera Aplikasi kamera memiliki tiga pilihan skema yaitu Panorama, PiP, dan Normal. Sementara, pilihan untuk pengaturan secara manual tidak disertakan.

Aplikasi Kamera
Aplikasi kamera memiliki tiga pilihan skema yaitu Panorama, PiP, dan Normal. Sementara, pilihan untuk pengaturan secara manual tidak disertakan.

 

Sensor Fingerprint Tidak saat untuk membuka home screen saja, sensor fingerprint juga bekerja cukup akurat, cepat dan responsif mengenali sidik jari penggunanya saat digunakan untuk fungsi lain.

Sensor Fingerprint
Tidak saat untuk membuka home screen saja, sensor fingerprint juga bekerja cukup akurat, cepat dan responsif mengenali sidik jari penggunanya saat digunakan untuk fungsi lain.

 

Sensor Gyroscope Smartphone ini memiliki sensor gyroscope yang biasa dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi virtual reality, meski tingkat keakuratannya terasa kurang maksimal.

Sensor Gyroscope
Smartphone ini memiliki sensor gyroscope yang biasa dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi virtual reality, meski tingkat keakuratannya terasa kurang maksimal.

Hasil uji

PengujianFlash Plus 2
Antutu Benchmark 6.1.442613
PCMark – Work Performance3950
3Dmark - Ice Storm8938
3Dmark - Ice Storm Extreme5103
3Dmark - Ice Storm Unlimited8835
GeekBench 3 - Single Core759
GeekBench 3 - Multi Core2912

PLUS: Desain keren berbodi metal, kinerja tangguh, sensor fingerprint yang responsif dan akurat, ada fitur audio Hi-Fi, tersedia fitur fast charging, harga menarik.

MINUS: UI terlalu sederhana, paket penjualan minim kelengkapan, sensor gyroscope bekerja kurang sempurna.

SpesifikasiFlash Plus 2
Chip prosesorMediaTek MT6755 Helio P10 (quad core 1,8 GHz Cortex-A53 & quad core 1,0 GHz Cortex-A53)
RAM2 GB
Chip grafisMali-T860MP2
Selot SIMDual (micro dan nano)
Kapasitas memori internal16 GB
Dukungan koneksiWi-Fi 802.11 b/g/n, Hotspot, Bluetooth 4.1, A2DP, GPS, A-GPS, jack audio 3,5 mm, micro-USB, USB-OTG
KameraBelakang: 13 MP, dual LED flash, video 1080p; Depan: 5MP, LED flash, video 720p
Layar5,5ʺ full HD 1.920 x 1.080 pixel @ 401 ppi
Kapasitas bateraiNon-removable Li-ion 3.000 mAh
Dimensi/bobot15,26 x 7,64 x 0,82 cm/157 gr
Jaringan selulerGSM/HSPA/LTE
Sistem operasiAndroid 6.0 Marshmallow
Situs webwww.flash3c.com/id
Garansi1 tahun
HargaRp1.999.000

Mobil listrik LeEco 2

Mobil listrik LeEco 2

Tidak hanya industri teknologi, LeEco juga akan terjun ke industri otomotif. LeEco pun memamerkan mobil LeSee Pro yang mengusung sumber daya listrik dan berteknologi autonomous atau swa-kendali.

Bahkan, LeSee Pro telah beraksi di dalam film Transformer terbaru garapan sutradara ternama Hollywood, Michael Bay.

YT Jia (Bos LeEco) mengatakan pasar Tiongkok sangat membutuhkan kehadiran mobil ramah lingkungan yang berbasis energi terbarukan seperti listrik, menyusul tingkat polusi kendaraan bermotor dan industri di Tiongkok sudah sangat mengkhawatirkan.

“Saya sangat ingin kembali membuat langit Tiongkok berwarna biru kembali dan LeSee Pro bisa mewujudkannya,” katanya seperti dilansir Tech Radar.

Mobil listrik LeEco 1

Mobil listrik LeEco 1

Saat ini LeSee Pro masih berbentuk konsep belum berbentuk model produksi. Karena itu, LeEco tidak bisa mengungkap harga jual dan jadwal produksi massalnya.

YT Jia mengungkapkan startup mobil listrik LeEco Faraday Future akan memamerkan mobil listrik yang siap diproduksi pertamanya pada Januari 2017 di ajang CES di Las Vegas.

Sementara itu, LeEco juga memperkenalkan “Super Bike“, sepeda pintar berbasis Android. Sepeda itu mengusung gear Shimano Deore 30-speed dan memiliki perangkat Android dengan layar sentuh 4 inci di bagian tengah stang dan menggunakan sistem operasi Bike OS, demikian The Verge melaporkannya.

LeEco SuperBike 1

LeEco SuperBike 1

Para pengguna bisa membuat mengakses navigasi berbasis GPS, mendengarkan musik hingga mengetahui seberapa jauh jarak yang sudah ditempuh.

Super Bike memiliki lampu laser yang berfungsi memberi garis batas aman di kedua sisi sepeda tersebut dan fitur keamanan yang mengunci roda belakang.

LeEco Superbike

LeEco Superbike

Sepeda pintar itu juga mempunyai sensor sidik jari dan alarm keamanan. Pengendara juga dapat mengontrol fitur-fitur utama melalui tiga tombol di bagian tengah sepeda yaitu power, kamera dan lampu.

Belum diungkap harga jual sepeda ini di Amerika Serikat, tetapi LeEco membanderol sepeda pintar itu di Tiongkok dengan harga mulai USD800 atau sekitar Rp10 juta.

coolpad-fancy

Coolpad menghadirkan varian smartphone yang menyasar pengguna berjiwa muda yang dinamis melalui Coolpad Fancy E561. Smartphone ini hadir dengan desain keren dan stylish yang disesuaikan dengan segmen yang dituju. Ini terlihat dari desain unibody berwarna putih susu yang memiliki dimensi cukup tipis dan ringan. Seluruh lapisannya menggunakan material plastik polycarbonate dengan lapisan berbahan halus yang mudah dibersihkan dari berbagai kotoran. Bagian layar juga dirancang dengan cukup keren. Layar ini merupakan 2.5D Crystal IPS HD 1.280 x 720 pixel berukuran 4,7 inci yang memberikan efek timbul.

Yang unik, Coolpad Fancy menyertakan tombol khusus di bagian belakang dekat kamera. Tombol sentuh berbentuk bulat ini diberi nama Cool Key. Tombol ini memiliki tujuh fungsi yang bisa diatur secara terpisah. Fungsi-fungsi tersebut di antaranya yaitu sebagai tombol shutter kamera, tombol menjawab telepon, tombol mengaktifkan lock-screen, serta tombol untuk menjalankan berbagai aplikasi yang telah terpasang.

Selot kartu ditempatkan di sisi kiri dan untuk mengeluarkan kompartemennya telah disertakan pin ejector. Kompartemen kartu menyediakan dua tempat untuk kartu, ruang pertama untuk kartu SIM jenis micro, sedangkan ruang kedua untuk menempatkan kartu SIM jenis nano. Selot kedua ini juga bisa digunakan bergantian dengan kartu memori micro-SD.

Coolpad Fancy menggunakan Android 5.1.1 Lollipop yang dibalut tampilan antarmuka yang diberi nama CoolUI. Karena tidak menggunakan app drawer, halaman home screen akan bertambah seiring dengan banyaknya aplikasi yang terpasang. CoolUI menyertakan aplikasi yang cukup berguna. Contohnya Coolpad Remote yang berguna untuk menggantikan fungsi remote control milik perangkat eletronik lain. Fungsi remote control ini didukung oleh sensor merah infra yang saat ini sudah jarang digunakan smartphone lain.

Dipersenjatai dengan chip Qualcomm Snapdragon 410 (CPU quad core 1,2 GHz dan GPU Andreno 306) serta RAM dua gigabyte, Coolpad Fancy E561 menyasar segmen menengah ke bawah yang mencari smartphone yang mampu menangani berbagai aplikasi terbaru dengan kinerja standar. Untuk daya tahan baterainya, Coolpad Fancy tidak terlalu istimewa. Kapasitas baterainya yang 1.800 mAh memang tidak terlalu besar. Sudah banyak smartphone sekelas yang menggunakan kapasitas di atas 2.000 mAh.

Desain dan fitur Desain keren dan ergonomis disertai dengan fitur unik berupa Cool Key untuk mengoperasikan fungsi ataupun aplikasi tertentu dengan cara menyentuhkan jari.

Desain dan fitur
Desain keren dan ergonomis disertai dengan fitur unik berupa Cool Key untuk mengoperasikan fungsi ataupun aplikasi tertentu dengan cara menyentuhkan jari.

 

Fitur kamera Kamera utama menyertakan pilihan Pro yang memungkinkan untuk mengatur temperatur warna, ISO, kontras, shutter speed, sampai manual focus.

Fitur kamera
Kamera utama menyertakan pilihan Pro yang memungkinkan untuk mengatur temperatur warna, ISO, kontras, shutter speed, sampai manual focus.

Hasil uji

PengujianCoolpad Fancy E561
Antutu Benchmark 6.1.427243
PCMark – Work Performance3864
3Dmark - Ice Storm5303
3Dmark - Ice Storm Extreme2638
3Dmark - Ice Storm Unlimited4374
GeekBench 3 - Single Core489
GeekBench 3 - Multi Core1472

PLUS: Desain keren, dilapisi kaca 2.5D Crystal, ada tombol sentuh Cool Key, ada sensor merah infra, kamera memiliki banyak fitur.

MINUS: Kapasitas memori internal terlalu kecil, jaringan 4G mesti diaktifkan secara manual terlebih dahulu.

SpesifikasiCoolpad Fancy E561
Chip prosesorQualcomm Snapdragon 410 MSM8916 (quad core 1,2 GHz)
RAM2 GB
Chip grafisAdreno 306
Selot SIMDual SIM (micro dan nano)
Kapasitas memori internal8 GB
Dukungan koneksiBluetooth 4.0 A2DP, Wi-Fi 802.11 b/g/n, Hotspot, GPS, A-GPS, radio FM, jack audio 3,5 mm, micro-USB, USB OTG
KameraBelakang: 8 MP, autofocus, dual LED flash, video 1080p; Depan: 5 MP, video 1080p
Layar4,7ʺ IPS HD 1.280 x 720 pixel
Kapasitas bateraiNon-removable Lithium ion 1.800 mAh
Dimensi/bobot13,9 x 6,7 x 0,79 cm/129 gr
Jaringan selulerGSM/HSPA/LTE
Sistem operasiAndroid 5.1.1 Lollipop (CoolUI 8.0)
Situs webwww.coolpad.com
Garansi1 tahun
HargaRp2.399.000

utama

Sesuai namanya, ZTE Blade S7 merupakan versi yang lebih baru dibanding pendahulunya yaitu ZTE Blade S6. Banyak pembaruan yang hadir di S7, di antaranya desain keren menggunakan material berkualitas sehingga memberikan kesan premium.

ZTE Blade S7 menggunakan desain unibody yang dilapisi dengan plastik kokoh yang lapisan pinggirnya menggunakan bahan yang lebih kuat. Seluruh bodinya menggunakan motif glossy sehingga terkesan seperti terbuat dari kaca. Layarnya memiliki ukuran lima inci dengan resolusi Full HD. Layar berjenis TFT ini sayangnya belum dilengkapi dengan lapisan pelindung anti gores seperti Gorilla Glass atau lainnya. Layarnya itu sudah mendukung sampai sepuluh titik sentuhan dan ZTE Blade S7 sendiri meyediakan sampai enam belas jenis sensor. Jajaran sensor ini termasuk gyroscope yang biasa menjadi salah satu syarat untuk menjalankan aplikasi berbasis virtual reality.

Berbasis sistem operasi Android 5.1.1 Lollipop, ZTE menggunakan launcher dengan nama MiFavor. Tampilan ini tidak menyertakan app drawer sehingga aplikasi yang terpasang akan langsung memenuhi home screen yang secara default disediakan empat halaman. Launcher ini terbilang ringan dan responsif saat mengakses menu maupun aplikasi yang terpasang, serta tidak memiliki banyak bloatware.

Fitur keamanan juga menjadi salah satu keunggulan dari ZTE Blade S7. Oleh karenanya disematkan fitur otentikasi berupa pemindai sidik jari serta sensor retina.  Untuk memindai sidik jari dilakukan melalui tombol Home setelah sebelumnya diaktifkan terlebih dahulu. Begitu pula dengan sensor retina yang akan memindai mata penggunanya. Khusus untuk sensor sidik jari telah dilengkapi dengan fitur One Press Launch yang memungkinkan pengguna untuk menjalankan lima aplikasi tertentu menggunakan lima jari berbeda.

Kecepatan respon keduanya ternyata berbeda. Sensor sidik jari mampu bekerja cepat dalam hitungan sepersekian detik. Untuk membuka kunci layar, Anda tidak bisa langsung menggunakan sidik jari, tetapi hari membangunkan layar terlebih dahulu. Sedangkan fitur sensor retina dengan nama Sky Eye ini lebih lambat dalam mengenali mata serta membutuhkan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibanding sidik jari.

ZTE Blade S7 memiliki resolusi yang sama besar pada kamera utama dan depan, yaitu sebesar tiga belas megapixel. Begitu pula dengan fitur autofocus dan lampu kilat. Untuk fitur autofocus, keduanya bekerja cukup cepat dan mampu mendapatkan gambar dengan tajam secara otomatis. Selain itu, aplikasi kamera ZTE memiliki fitur serta pengaturan yang lengkap. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengeksplorasi kemampuannya dengan lebih luas.

Bagaimana kinerjanya? ZTE Blade S7 dipersenjatai dengan chip Snapdragon 615 yang memang biasa digunakan pada smartphone kelas menengah. Ditandem dengan RAM 3 GB serta adanya grafis Adreno 405 yang terintegrasi, kemampuannya cukup mumpuni untuk menjalankan aplikasi yang ada di Play Store. Hasil benchmark-nya juga terbilang bagus dan setara dengan kompetitor yang sebanding.

Pemindai sidik jari Tombol Home juga berfungsi sebagai pemindai sidik jari untuk membuka kunci layar yang juga telah dilengkapi dengan fitur One Press Launch.

Pemindai sidik jari
Tombol Home juga berfungsi sebagai pemindai sidik jari untuk membuka kunci layar yang juga telah dilengkapi dengan fitur One Press Launch.

 

Mirip iPhone  Desain cover belakang serta tagline dengan tulisan “Designed by ZTE in Munich. Assembled in China” membuatnya sekilas mirip dengan iPhone.

Mirip iPhone
Desain cover belakang serta tagline dengan tulisan “Designed by ZTE in Munich. Assembled in China” membuatnya sekilas mirip dengan iPhone.

 

Selot hybrid Selot kartu SIM pertama mendukung jenis kartu nano, sedangkan selot kedua digunakan bergantian antara nano-SIM dan micro-SD.

Selot hybrid
Selot kartu SIM pertama mendukung jenis kartu nano, sedangkan selot kedua digunakan bergantian antara nano-SIM dan micro-SD.

 

Kamera utama Kamera utama pada kondisi outdoor di siang hari mampu menghasilkan gambar yang tajam dan detail.

Kamera utama
Kamera utama pada kondisi outdoor di siang hari mampu menghasilkan gambar yang tajam dan detail.

 

Picture-in-picture Apliksi videonya memiliki fitur picture-in-picture sehingga Anda tetap bisa menjelajahi smartphone sambil menampilkan video yang sedang diputar.

Picture-in-picture
Apliksi videonya memiliki fitur picture-in-picture sehingga Anda tetap bisa menjelajahi smartphone sambil menampilkan video yang sedang diputar.

Hasil uji

PengujianZTE Blade Z7
Antutu Benchmark 6.1.437614
PCMark – Work Performance3380
3Dmark - Ice Storm9576
3Dmark - Ice Storm Extreme5549
3Dmark - Ice Storm Unlimited8227
GeekBench 3 - Single Core710
GeekBench 3 - Multi Core3007

PLUS: Desain premium, resolusi tiga belas megapixel pada kedua kamera, dilengkapi fitur sensor sidik jari dan pemindai mata, MiFavor yang ringan dan minim bloatware.

MINUS: Tanpa NFC, tidak dukung USB-OTG, selot SIM 2 bergantian dengan micro-SD.

SpesifikasiZTE Blade S7
Chip prosesorQualcomm Snapdragon 615 (dual quad core, 1,5 GHz dan 1 GHz)
RAM3 GB
Chip grafisAdreno 405
Selot SIMDual nano-SIM
Kapasitas memori internal32 GB
Dukungan koneksiBluetooth 4.0 A2DP, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, Hotspot, GPS, A-GPS, jack audio 3,5 mm, micro-USB
KameraBelakang: 13 MP, LED flash, video 1080p; Depan: 13 MP, video 1080p
Layar5ʺ LTPS TFT Full HD 1.920 x 1080 pixel @ 480 ppi
Kapasitas bateraiNon-removable Li-ion 2.500 mAh
Dimensi/bobot14,2 x 6,7 x 0,72 cm/131 gr
Jaringan selulerGSM/HSPA/LTE
Sistem operasiAndroid 5.1.1 Lollipop (MiFavor UI)
Situs webwww.myzte.co.id
Garansi1 tahun
HargaRp3.499.000

utama

Lenovo Vibe P1 Turbo hadir dengan beberapa fitur andalan sebagai daya tariknya. Namun yang menjadi daya tarik utamanya adalah baterai dengan kapasitas yang besar yaitu 5.000 mAh. Menariknya, baterai ini ternyata juga bisa digunakan untuk mengisi baterai perangkat lain melalui konektor USB On-the-Go yang sudah tersedia dalam paket penjualan. Dan kapasitas yang besar itu, tidak membuatnya lama saat melakukan pengisian baterai. Ia telah dilengkapi dengan fitur Quick Charge 2.0. Dari pemantauan, pengisian baterai dari nol sampai seratus persen mencapai sekitar dua jam lebih.

Meski memiliki kapasitas besar, smartphone ini tetap menyediakan fitur power saving. Uniknya, fitur ini bisa diaktifkan cukup dengan memindahkan posisi tombol switch yang terletak di sisi kiri. Ketika fitur ini diaktifkan, saat baterai dalam kondisi seratus persen, ia bisa bertahan sampai 79 jam 15 menit. Namun tentu saja saat mengaktifkan mode power saving itu, Anda hanya bisa menggunakan fungsi dasar sebuah telepon seluler saja.

Kapasitas baterai besar juga berimbas pada ukurannya. Ditambah lagi dengan layar 5,5 incinya, Lenovo Vibe P1 Turbo terbilang cukup besar dan berat. Di satu sisi agak merepotkan jika digenggam oleh pengguna dengan ukuran tangan kecil, namun fisiknya ini memberikan kesan kokoh dan gagah.

Dari spesifikasi yang terdapat pada situs resminya, Lenovo Vibe P1 Turbo menggunakan SoC Snapdragon 615. Padahal melalui informasi yang didapat dari AnTuTu serta boks penjualannya tercantum Snapdragon 616. Meski hal ini tidak berpengaruh banyak pada kinerjanya, namun bedanya tetap terlihat saat dibandingkan dengan ZTE Blade S7 dengan Snapdragon 615-nya.

Untuk kemudahan serta keamanan tambahan, disertakan fitur fingerprint. Sensornya sendiri terdapat pada tombol Home. Sayangnya, sensor ini bisa menyimpan dua sidik jari saja. Sedangkan fitur tambahan lain yang berupa Quick Snap, Knock to Light, Micro Screen, Smart Scene, Wide Touch, serta Flip to Sleep, menjadi fitur tambahan yang menyenangkan.

Untuk kinerja secara keseluruhan, aplikasi AnTuTu Benchmark serta PCMark mampu menghasilkan skor yang baik. Berbasis prosesor octa core milik Snapdragon 615/616, hasilnya tidak berbeda jauh dengan ZTE Blade S7 yang menggunakan SoC serta RAM berukuran sama. Sedangkan aplikasi uji lainnya menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan. (lihat tabel)

Baterainya memang besar, namun bagaimana daya tahannya? Menggunakan PCMark pada mode Work battery life, hasilnya mencapai 10 jam 50 menit. Hasil ini menjadi yang tertinggi selama kami melakukan pengujian baterai. Sebagai gambaran, pada smartphone dengan kapasitas 3.000 mAh saja, rata-rata baterainya bertahan hanya lima sampai enam jam. Meskipun hal ini juga dipengaruhi oleh komponen lain, seperti ukuran layar sampai penggunaan UI yang berbeda.

Lenovo Vibe P1 Turbo memiliki kamera depan lima mengapixel dan belakang tiga belas megapixel. Jika digunakan pada kondisi terang ataupun cukup cahaya, hasilnya memang terlihat baik, meskipun saat di-zoom terlihat tidak terlalu tajam. Untuk ruang dengan cahaya temaram ataupun malam hari, lampu kilat bisa menjadi solusi. Sayangnya, kamera depan tidak menyertakan lampu kilat sehingga menghasilkan foto yang kurang bagus saat kondisi kurang cahaya ini. Kamera depan juga tidak memiliki lensa yang lebar sehingga kurang mantap jika ingin melakukan wefie atau selfie beramai-ramai.

Kompartemen kartu Meski menggunakan desain unibody, Anda bisa membuka bodi belakang bagian atas untuk memasukkan kartu SIM serta micro-SD.

Kompartemen kartu
Meski menggunakan desain unibody, Anda bisa membuka bodi belakang bagian atas untuk memasukkan kartu SIM serta micro-SD.

 

Tombol switch Tombol switch di sebelah kiri ini berfungsi untuk mengaktifkan mode power saving. Mode ini membuat smartphone berpindah ke fungsi dasar layaknya feature phone.

Tombol switch
Tombol switch di sebelah kiri ini berfungsi untuk mengaktifkan mode power saving. Mode ini membuat smartphone berpindah ke fungsi dasar layaknya feature phone.

 

Dua launcher Pengguna bisa memilih dua launcher yang tersedia, yaitu VibeUI dengan tampilan home screen tanpa app drawer dan tambahan aplikasi musik Guvera, serta launcher bawaan Android dengan tampilan standar.

Dua launcher
Pengguna bisa memilih dua launcher yang tersedia, yaitu VibeUI dengan tampilan home screen tanpa app drawer dan tambahan aplikasi musik Guvera, serta launcher bawaan Android dengan tampilan standar.

 

Minim fitur  Kamera utama hanya menyediakan tiga mode, sedangkan kamera depan menyertakan empat pilihan efek sederhana.

Minim fitur
Kamera utama hanya menyediakan tiga mode, sedangkan kamera depan menyertakan empat pilihan efek sederhana.

 

USB OTG Selain bisa digunakan untuk mengisi baterai perangkat lain, konektor USB OTG bisa pula digunakan untuk terkoneksi dengan perangkat mouse serta keyboard.

USB OTG
Selain bisa digunakan untuk mengisi baterai perangkat lain, konektor USB OTG bisa pula digunakan untuk terkoneksi dengan perangkat mouse serta keyboard.

Hasil uji

Jika melihat dari spesifikasi prosesor, grafis, serta kapasitas RAM, Lenovo Vibe P1 Turbo memiliki kinerja yang tidak berbeda jauh dengan ZTE Blade S7. Meski dari sisi lain, keduanya menawarkan keunggulan berbeda.

PengujianLenovo Vibe P1 TurboZTE Blade S7
Antutu Benchmark 6.1.43719637614
PCMark – Work Performance37113380
3Dmark - Ice Storm92999576
3Dmark - Ice Storm Extreme55105549
3Dmark - Ice Storm Unlimited79768227
GeekBench 3 - Single Core662710
GeekBench 3 - Multi Core28383007

PLUS: Desain kokoh, kinerja bagus, kapasitas baterai besar, ada tombol switch untuk beralih ke mode power saving, dukung Quick charge 2.0, dukung pengisian baterai perangkat lain, ada fitur fingerprint, bisa terhubung dengan mouse atau keyboard.

MINUS: Kamera kurang mantap.

SpesifikasiLenovo Vibe P1 Turbo
Chip prosesorQualcomm MSM8939 Snapdragon 616 (quad core 1,5 GHz Cortex-A53 & quad core 1,1 GHz Cortex-A53)
RAM3 GB
Chip grafisAdreno 405
Selot SIMDual nano SIM
Kapasitas memori internal32 GB
Dukungan koneksiWi-Fi (802.11 a/b/g/n/ac), NFC, Bluetooth 4.1, LE, Hotspot, WiFi Direct, GLONASS, GPS, A-GPS, radio FM, jack audio 3,5 mm, micro-USB, USB OTG
KameraBelakang: 13 MP, f/2.2, phase detection autofocus, dual-LED flash, touch focus, face detection, video 1080p; Depan: 5 MP, video 1080p
Layar5,5″ IPS Full HD (1.920 x 1.080 pixel) @ 401 ppi (dilengkapi Corning Gorilla Glass 3)
Kapasitas bateraiNon-removable Lithium polymer 5.000 mAh
Dimensi/bobot15,29 x 7,56 x 0,99 cm/189 gr
Jaringan selulerGSM/HSPA/LTE
Sistem operasiAndroid 5.1.1 Lollipop
Situs webwww.lenovo.com
Garansi1 tahun
HargaRp3.650.000