Tags Posts tagged with "rianna patricia cruz"

rianna patricia cruz

Para pemenang IWIC 10.

Para pemenang IWIC 10.

Indosat Ooredoo kembali melahirkan anak muda berbakat dalam bidang aplikasi mobile melalui ajang Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-10. Sebanyak 34 peserta menjadi juara IWIC 10 dari total 3.592 proposal yang diterima dalam bentuk ide atau aplikasi.

Dari enam kategori utama yang masing-masing dibagi menjadi dua subkategori (Ideas dan Apps), lahirlah 34 juara dengan tiga pemenang untuk setiap kategori, kecuali Special Category – Youth With Disabilities – Apps.

Salah satu yang menarik dari pagelaran IWIC 10 adalah hadirnya juara asal luar negeri untuk pertama kalinya, yakni Rianna Patricia Cruz asal Filipina yang memboyong gelar juara pertama di kategori Women & Girls Ideas.

Daftar pemenang IWIC 10 secara lengkap bisa dilihat di sini.

Seusai acara pengumuman pemenang, InfoKomputer sempat mewawancarai lima orang peserta IWIC 10 yang sukses menjadi juara pertama di sejumlah kategori. Inilah kisah mereka dalam mengembangkan ide dan aplikasi yang diikutsertakan di kompetisi ini. Semoga bisa menginspirasi Anda, khususnya yang tertarik membuat aplikasi.

Rianna Patricia Cruz.

Rianna Patricia Cruz.

Rianna Patricia Cruz

Berasal dari Filipina, Patricia sukses menyabet juara I untuk kategori khusus Women & Girls – Idea. Patricia yang merupakan mahasiswi Tokyo Institute of Technology itu memperkenalkan sebuah ide brillian tentang Mighty Her. Mighty Her adalah aplikasi yang membantu perempuan ketika dalam situasi bahaya atau terdesak.

Mirip dengan “Panic Button”, aplikasi Mighty Her akan mengirimkan sinyal atau pesan kepada orang terdekat kita apabila kita dalam bahaya. Apalagi, Jakarta dan Manila memiliki kasus kriminal terhadap perempuan yang tinggi.

“Aplikasi ini lebih menyasar perempuan karena perempuan lebih rentan dengan pelecehan seksual dan kekerasan. Aplikasi ini dapat mengirimkan pesan kepada orang terdekat untuk meminta pertolongan,” katanya.

Harapannya, aplikasi ini akan membuat perempuan merasa nyaman di mana saja mereka berada dan tidak ada lagi orang yang tidak dikenal berani menyentuh dan mengganggu perempuan.

Patricia sangat mengapresiasi ajang IWIC 10 karena dapat meningkatkan potensi developer lokal dan memperkenalkan developer Indonesia di ajang internasional. Ia sendiri mengetahui acara IWIC dari konferensi Tech In Asia yang sempat hadir di Tokyo.

Fara Alifa Iswadhani.

Fara Alifa Iswadhani.

Fara Alifa Iswadhani

Fara Alifa Iswadhani sukses menyabet juara I untuk kategori Teens – Apps. Fara yang duduk di kelas VIII atau II SMP sukses membuat aplikasi Ordinary TeenBoy. Aplikasi itu memungkinkan pengguna untuk menceritakan keluh kesah di setiap aktivitasnya, mirip seperti sebuah buku harian atau diary.

“Idenya dari baper ya (bawa perasaan. red). Banyak anak-anak yang baper dan bingung untuk mencurahkan masalahnya,” ujarnya.

“Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengeluarkan segala uneg-uneg dan antar-user bisa memberikan solusi mengenai permasalahan tersebut,” pungkasnya.

Fara mengaku akan menggunakan uang hadiahnya sebesar Rp12 juta untuk membeli Nintendo Switch.

Ahmad Danesh.

Ahmad Danesh.

Ahmad Danesh

Ahmad Danesh baru duduk di kelas IV SD Pondok Jagung, Serpong, dan sukses menyabet juara I untuk kategori Kids – Apps. Jangan lihat posturnya yang imut dan kecil karena Danesh berhasil membuat game petualangan bertajuk Adventure of Revi.

Danesh mengatakan game-nya masih versi beta dan masih membutuhkan banyak pengembangan. Cara mainnya, pengguna harus memainkan monster bernama “Revi” dan memburu makanan keju (cheese). Di tengah permainannya, pengguna akan mendapatkan perlawanan dari Naga (Dragon).

Game ini sih mirip Flappy Bird. Semakin banyak keju yang dimakan, semakin tinggi skornya,” ucap bocah yang menyukai klub sepak bola Arsenal FC itu.

Danesh yang ditemani ayahnya ketika mendapatkan penghargaan memang sangat menyukai dunia komputer. Kemampuannya dalam coding berasal dari ayah dan ibunya. Ayah Danesh berprofesi sebagai Network Engineer dan ibunya adalah programmer. Tidak heran jika Danesh sangat menyukai komputer.

“Saya juga mengursuskan Danesh komputer sejak kelas II SD. Memang dari kecil, dia lebih suka main game di komputer. Bahkan, kalau nangis atau rewel, dikasih game komputer bisa diam dia,” ujar ayah Danesh.

“Saya senang menjuarai ini dan akan kembali membuat game yang seru lagi dan lebih serius pada akhir tahun ini,” pungkas Danesh.

Adrian Naufal R.

Adrian Naufal R.

Adrian Naufal R.

Satu hal yang unik dari ajang IWIC 10 karena menghadirkan kategori spesial Youth With Disabilities – Apps yang menyertakan kaum difabel atau berkebutuhan khusus. Pasalnya, keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk membuat game atau mempelajari coding.

Adrian duduk di atas kursi roda tetapi tidak mengurangi semangatnya untuk membuat game. Adrian membuat game “The Prototype” yaitu game side scrolling shooter yang mengajak pengguna untuk menembak beberapa target tertentu.

“Cari game yang simpel-simpel saja dan juga coding harus sabar karena banyak tantangannya,” ucapnya.

“Saya membuat game ini sekitar setengah bulan dan game ini baru bisa berjalan di mobile. Saya akan membuat game yang bisa berjalan di semua perangkat,” ujarnya.

Rohhaji Nugroho.

Rohhaji Nugroho.

Rohhaji Nugroho

Rohhaji Nugroho menyabet juara I untuk kategori University Students & Public – Idea. Rohhaji sukses memberikan ide keren tentang Owis (Ojek Wisata). Rohhaji sendiri adalah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jurusan Kebijakan Pendidikan.

Rohhaji melihat Yogyakarta memiliki potensi wisata yang besar dan banyaknya turis yang datang setiap tahunnya. Sayangnya, para turis kurang dimanjakan dengan moda transportasi yang ada. “Tidak semua turis yang datang itu rombongan dan mampu menyewa mobil. Ada turis yang datang sendiri dan tidak membutuhkan mobil untuk jalan-jalan,” kata dia.

Rohhaji menceritakan para turis bisa mengeluarkan biaya yang jauh lebih murah dengan naik ojek daripada harus menyewa mobil. Owis pun telah memiliki 15 mitra ojek yang siap mengantarkan turis ke tempat-tempat wisata di Yogyakarta.

“Saya dulu pernah jalan-jalan ke Lombok, Bali, dan Bandung. Susah sekali cari ojek untuk mengantar ke tempat-tempat wisata,” katanya.

“Layanan Owis ini berbeda Go-Jek karena Owis lebih ke tempat wisata sedangkan Go-Jek bisa ke tempat-tempat lainnya,” ujarnya.

Owis sudah memiliki akun resminya di Instagram yaitu ojek_wisata2016. “Dalam seminggu ada 3 – 10 turis yang menggunakan jasa kami,” pungkasnya.

Biayanya, turis bisa menyewa Owis untuk 8 jam dengan membayar Rp150 ribu untuk wilayah Yogyakarta. Untuk mobil, Owis menawarkan harga Rp400 ribu untuk 10 jam dengan tambahan biaya Rp25 ribu per jam, jika jamnya sudah melewati.

“Dana dari hadiah akan saya gunakan untuk mengembangkan website yang ada,” pungkasnya yang telah memiliki tim terdiri dari 3 orang.

iwic-10-daftar-pemenang

Seluruh pemenang IWIC 10.

Para pemenang Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-10 telah diumumkan hari ini (2/11) dalam acara di Kantor Pusat Indosat Ooredoo, Jakarta. Salah satu finalis IWIC 10 asal Filipina, Rianna Patricia Cruz, berhasil menggondol salah satu gelar juara pertama, yaitu pada kategori Women & Girls Idea.

Sebagaimana diketahui, IWIC 10 melombakan enam kategori utama, yaitu Kids, Teens, University Students & Public, Developer, Special Category – Youth with Disabilities, dan Special Category – Women & Girls. Setiap kategori dibagi lagi menjadi dua subkategori, yakni Ideas (ide aplikasi) dan Apps (aplikasi yang sudah jadi), kecuali kategori Developer yang dibagi menjadi Apps dan Mobile Web.

Dari total 3.592 proposal ide dan aplikasi yang diterima pada penyelenggaraan IWIC 10 ini, panitia telah menyeleksi secara ketat dan menghasilkan 34 finalis yang kemudian diundang ke Jakarta untuk mengikuti bootcamp dan babak penjurian. Di antara 34 orang itu, terdapat tiga finalis yang datang dari luar Indonesia, yaitu Hiroto Aoki (Jepang), Rianna Patricia Cruz (Filipina), dan That Mon Aye (Myanmar).

Dewan juri yang terdiri dari perwakilan Indosat Ooredoo, Kompas Gramedia, Tech In Asia, Dicoding, dan HarukaEdu akhirnya memutuskan daftar pemenang IWIC 10 sebagai berikut:

Kategori Kids Idea:
Juara 1 Aisha Dinar Farahita (Pekanbaru) dengan ide aplikasi Let’s Find Alternative Energy
Juara 2 Muhammad Arya Bimasena (Bogor) dengan ide aplikasi Envy Troops
Juara 3 Aby Jenaki (Serang) dengan ide aplikasi Aby Go Clean

Kategori Kids Apps:
Juara 1 Ahmad Danesh (Serpong) dengan aplikasi Adventure of Revi
Juara 2 IGM Andhika Rai (Jakarta) dengan aplikasi Superhero Ball Fight
Juara 3 Nikeisha Ardhiona Dinari (Tangerang) dengan aplikasi Music Star

Pemenang IWIC 10 pada kategori Kids.

Pemenang IWIC 10 pada kategori Kids.

Kategori Teens Idea:
Juara 1 Nadiela Septiani (Bogor) dengan ide aplikasi Smart Vertical Garden
Juara 2 Septi Rachmawati (Depok) dengan ide aplikasi My Sensuss
Juara 3 Risma Nadia (Tangerang) dengan ide aplikasi Sampah? Capture!

Kategori Teens Apps:
Juara 1 Fara Alifa Iswandhani (Tangerang) dengan aplikasi Ordinary TeenBoy
Juara 2 Alif Akbar (Tangerang) dengan aplikasi Falling Ball
Juara 3 Benedictus Harris (Jakarta) dengan aplikasi Kegunaan Teknologi

Kategori University Student & Public Idea:
Juara 1 Rohhaji Nugroho (Yogyakarta) dengan ide aplikasi Owis (Ojek Wisata)
Juara 2 Hiroto Aoki (Jepang) dengan ide aplikasi Space Magical
Juara 3 Hamdan Fajri (Aceh) dengan ide aplikasi Meuge

Kategori University Student & Public Apps:
Juara 1 Fitrah Akbar Budiono (Serpong) dengan aplikasi FoodGasm
Juara 2 Taufan Arfianto (Tangerang) dengan aplikasi Pegi Haji
Juara 3 Agil Julio (Bandung) dengan aplikasi AR Belajar Binatang

Kategori Developers Mobile Web:
Juara 1 Mohammad Iqbal (Bandung) dengan web Bandros.co.id
Juara 2 That Mon Aye (Myanmar) dengan web Star Ticket
Juara 3 Ria Afrayani (Bekasi) dengan web Pembantu.com

Kategori Developers Apps:
Juara 1 Adam Ardisasmita (Bandung) dengan aplikasi Pippo Belajar Dinosaurus
Juara 2 Arrival Dwi Sentosa (Bandung) dengan aplikasi Uangku
Juara 3 Rudi Hartono (Bandung) dengan aplikasi Project Tarakan

Para pemenang IWIC 10 pada kategori khusus Youth with Disabilities atau kaum difabel.

Para pemenang IWIC 10 pada kategori khusus Youth with Disabilities atau kaum difabel.

Special Category – Youth with Disabilities Idea:
Juara 1 Fakhry Muhammad Rosa (Depok) dengan ide aplikasi Object Identifier
Juara 2 Ade Ismail (Balikpapan) dengan ide aplikasi Gobrak
Juara 3 Catur Sigit Nugroho (Kebumen) dengan ide aplikasi Aksesibilitas

Special Category – Youth with Disabilities Apps:
Juara Adrian Naufal R. (Tangerang) dengan aplikasi The Prototype

Special Category – Women & Girls Idea:
Juara 1 Rianna Patricia Cruz (Filipina) dengan ide aplikasi Mighty Her
Juara 2 Kurrotha A’yun Al-Ahdiyah (Depok) dengan ide aplikasi Meetink
Juara 3 Meike Rachmana (Bengkulu) dengan ide aplikasi Triviguide

Special Category – Women & Girls Apps:
Juara 1 Tiara Freddy Andika (Bandung) dengan aplikasi Twinniesamu
Juara 2 Siti Aisyah (Sidoarjo) dengan aplikasi Nutrikids Mobile Order
Juara 3 Inggrid Daneilla W. (Medan) dengan aplikasi Qoin

Para pemenang IWIC 10 kategori khusus wanita. Rianna Patricia Cruz (kiri) asal Filipina berhasil memboyong juara pertama.

Para pemenang IWIC 10 kategori khusus wanita. Rianna Patricia Cruz (kiri) asal Filipina berhasil memboyong juara pertama.

TERBARU

Dengan memanfaatkan machine learning, sebuah bank bisa lebih efisien sekaligus memberikan layanan optimal bagi nasabahnya. Kesimpulan itulah yang bisa ditarik dari pengalaman Bank DBS yang saat ini mulai memanfaatkan machine learning.