Tags Posts tagged with "Samsung"

Samsung

Ilustrasi Samsung Galaxy S8

Samsung akan meluncurkan sebuah power bank dan DeX Station yang memungkinkan pengguna Galaxy S8 dan Galaxy S8+ mendapatkan pengalaman seperti menggunakan desktop PC.

Samsung DeX Station memungkinkan pengguna dapat meletakan di atasnya, ada kipas pendingin dan dua port USB 2.0, port HDMI yang mendukung 4K 30 fps dan port USB-C untuk pengisian daya dan port Ethernet. Perangkat itu dibanderol US$161 atau sekitar Rp2 juta.

Ilustrasi Samsung Galaxy DeX Station

Hebatnya, power bank sudah memiliki teknologi Quick Charge yang memungkinkan penggunanya dapat mengisi baterai smartphone dengan cepat seperti dikutip IBTimes.

Power bank itu memiliki kode nama Samsung EB-PG950 dan tersedia dalam dua warna yaitu biru dan abu-abu. Sayangnya, power bank itu memiliki kapasitas daya yang kecil hanya 5.100 mAh dengan kecepatan isi daya 15W.

Power bank itu memiliki tombol on/off dan strap alias tali yang membuat penggunanya dapat membawa power bank itu kemana-mana. Rencananya, Samsung akan meluncurkan power bank itu pada 29 Maret 2017 bersamaan dengan peluncuran Galaxy S8.

Samsung EB-PG950 Power Bank memiliki dua port USB dan tombol power on / off di bagian bawahnya. Banderolnya terbilang mahal untuk ukuran sebuah power bank yaitu €70 atau setara Rp1 jutaan.

Bocoran boks Samsung Galaxy S8+. [Kredit: Android Police]

Samsung tampaknya mencoba bermacam cara untuk menarik minat konsumen agar mau membeli smartphone flagship Galaxy S8 dan S8+.

BGR mengutip laporan The Investor yang mengklaim bahwa Samsung akan menjual Galaxy S8 dan S8+ di Korea Selatan dengan garansi unik: jaminan 3 bulan uang kembali tanpa syarat. Artinya, pembeli bisa mengembalikan Galaxy S8 dan S8+ dalam waktu maksimal tiga bulan dan memperoleh uangnya kembali, apa pun alasannya.

The Investor mengklaim bahwa garansi ini diberikan dengan tujuan menepis kekhawatiran konsumen tentang keamanan produk Samsung, terkait kasus meledaknya baterai Galaxy Note 7 tahun lalu. Apabila kasus serupa terulang lagi pada Galaxy S8, pembeli tidak perlu ragu untuk menukarkan produk yang sudah dibeli.

“Selama program penarikan kembali Note 7, banyak pelanggan setia yang enggan menukarkan ponselnya. Samsung ingin menunjukkan rasa percaya diri terhadap kualitas produk mereka,” kata sumber internal.

Tujuan kedua, Samsung ingin meyakinkan konsumen bahwa mereka akan selalu memperoleh software paling mutakhir pada Galaxy S8. Diketahui bahwa pada peluncurannya 29 Maret nanti, Galaxy S8 bakal mengemas software asisten digital Bixby, tetapi masih dengan kemampuan terbatas pada aplikasi-aplikasi bawaan Samsung.

Nah, Samsung berencana memperbarui Bixby dengan aneka kemampuan baru pada paruh pertama 2017 dan berharap konsumen bisa merasakannya, tanpa perlu mengunduh software baru.

Namun, di balik dua tujuan itu, garansi uang kembali ini juga menyimpan risiko besar bagi Samsung. Bukan tidak mungkin banyak pembeli Galaxy S8 yang kemudian menukarkan ponselnya setelah tiga bulan untuk beralih ke smartphone lain, misalnya iPhone 8.

Poster promosi Samsung Galaxy S8 di Korea Selatan. [Kredit: The Investor]

Tentu saja, Samsung dapat mengantisipasi kemungkinan ini, misalnya dengan menetapkan syarat bahwa garansi hanya berlaku untuk pembelian pada bulan April dan Mei 2017. Soalnya, iPhone 8 dikabarkan baru bakal dirilis pada September 2017, lebih dari batas waktu maksimal penukaran uang kembali.

Sebagai informasi, Samsung Galaxy S8 dan S8+ akan diungkap dalam acara di New York, 29 Maret 2017. Harganya diperkirakan mulai dari US$799 euro (S8) dan US$899 (S8+). Fitur-fitur andalannya mencakup desain layar yang nyaris tanpa bingkai, prosesor Snapdragon 835, pemindai iris mata, dan baterai lebih awet.

Ilustrasi Bixby yang mampu melakukan pembayaran Samsung Pay

Samsung resmi meluncurkan teknologi asisten digital Bixby dan akan melakukan debutnya pada smartphone flagship Samsung Galaxy S8 dan S8+ pada awal pekan ini.

In Jong Rhee (Senior Vice President, Samsung) mengatakan Bixby adalah software berbasis kecerdasan buatan untuk mempermudah penggunaan smartphone.

“Bixby akan menjadi interface pintar di perangkat-perangkat kami dan menawarkan pengalaman lebih mendalam di tiga area,” katanya seperti dikutip Phys.org.

Ketiga area itu adalah “completeless” yang memungkinkan Bixby mampu melakukan segala hal yang biasanya dilakukan lewat layar sentuh.

Kemudian, ada “context awareness” yang membuat Bixby dapat dipanggil kapanpun dan mengerti konteks dan keadaan aplikasi. Terakhir, “cognitive tolerance” yang membuat Bixby dapat memahami perintah yang belum lengkap sekalipun.

“Ketika pengguna meminta sesuatu, Bixby bisa langsung mengeksekusinya tanpa harus menunggu perintah lanjutan,” ucapnya.

Ilustrasi Samsung Bixby

Samsung pun menyiapkan tombol khusus untuk Bixby pada Samsung Galaxy S8 sehingga memudahkan pengguna menggunakan Bibxy. Selain tombol, Samsung juga menginstal beberapa aplikasi yang akan mendukung Bixby.

“Ada banyak spekulasi tentang Galaxy S8 pada akhir bulan ini, termasuk tentang kemajuan di bidang kecerdasan buatannya,” ujarnya.

Tak hanya pada smartphone flagship-nya saja, Samsung juga akan membenamkan Bixby pada perangkat home appliances Samsung seperti AC hingga televisi.

“Selama perangkat elektronik itu memiliki akses Internet dan ada komponen untuk menerima input suara, maka perangkat itu akan bisa terhubung dengan Bixby,” tuturnya.

Bixby memiliki sistem yang membuatnya dapat belajar dan beradaptasi dengan manusia dan bukan sebaliknya. “Bukan manusia yang belajar, tetapi bagaimana mesin berinteraksi dengan dunia (refleksi dari kemampuan desainer),” ujarnya.

Tidak hanya Samsung yang memiliki asisten digital berbasis suara, Apple sudah terlebih dahulu memperkenalkan Siri, Google memiliki Google Assistant dan Microsoft menawarkan Cortana.

Asal mula kelahiran Bixby, Samsung telah mengakuisisi perusahaan bernama Viv untuk membuat asisten digital berbasis suara yang lebih canggih dari Apple Siri. Sebelumnya, Viv sukses membuat asisten digital Siri untuk Apple.

Rencananya, Samsung akan meluncurkan Samsung Galaxy S8 di New York pada 29 Maret 2017.

Rumor smartphone Galaxy S8 dalam video iklan Samsung.

Meskipun belum resmi hadir, rumor tentang smartphone flagship Samsung Galaxy S8 terus beredar. Samsung Galaxy S8 yang memiliki kode SM-G950 mampu mencatat skor spektakuler 205.284 di situs benchmark AnTuTu.

Angka skor Samsung Galaxy S8 itu mengalahkan Apple iPhone 7 yang memiliki skor 181.807 dan skor OnePlus 3T yang mencetak skor 162.423. Kunci sukses lonjakan skor AnTuTu Samsung Galaxy S8 berkat chipset Snapdragon 835 atau Exynos 8895.

Biasanya, smartphone Samsung Galaxy Seri S varian Snapdragon dijual di Amerika Serikat dan Tiongkok sedangkan versi Exynos untuk pasar Korea Selatan dan Indonesia seperti dikutip IB Times.

Rencananya, Samsung akan meluncurkan Galaxy S8 dan Galaxy S8+ di New York City pada 28 April 2017. Sebelumnya, Samsung berencana meluncurkan kedua smartphone itu pada 29 April.

Ada dua alasan penundaan tersebut. Satu, Samsung ingin memastikan kualits dan keamanan Samsung Galaxy S8 dan S8+ supaya tidak mengalami nasib yang sama dengan Galaxy Note 7. Kedua, Samsung menunggu distribusi prosesor Qualcomm 835 yang berbasis chip 10 Nm.

Bocoran spesifikasinya, Galaxy S8 akan mengusung layar Super AMOLED 5,8-inci dengan resolusi 2.960 x 1.440 pixel, chipset prosesor Snapdragon 835 atau Exynos 8895 octa-core, RAM 4 GB dan internal storage 64 GB dengan microSD.

Galaxy S8 akan tetap menggunakan kamera utama beresolusi 12 megapixel dengan aperture f/1.7, PDAF, serta OIS. Sedangkan, kamera selfie-nya beresolusi 8 megapixel dengan aperture f/1.7.

Kedua, smartphone itu akan berjalan pada sistem operasi Android 7.1 dengan kapasitas baterai 3.000 mAh.

Samsung 8+ memiliki spesifikasi yang sama dengan Galaxy S8 tetapi memiliki layar jumbo 6,2 inci dan kapasitas baterai mencapai 3.500 mAh. Untuk fitur keamanan, baik Galaxy S8 dan S8+ sama-sama mengandalkan sensor fingerprint, sensor iris sensor, dan face recognition.

Bocoran pilihan warna Samsung Galaxy S8. [Kredit: Evan Blass]

Banyak yang beranggapan harga Samsung Galaxy S8 dan S8+ akan sangat mahal, maklumlah namanya juga smartphone flagship.

Evan Blass (mantan jurnalis teknologi) melalui akun Twitter-nya @evleaks memprediksi Samsung akan menjual Samsung Galaxy S8 senilai 799 euro atau setara Rp11,4 juta dan Samsung Galaxy S8+ senilai 899 euro atau setara Rp12,8 juta. Di pasar Amerika Serikat, harga Samsung Galaxy S8 diprediksi US$799 dan Samsung Galaxy S8+ seharga US$899.

Prediksi harga itu tampak masuk akal jika dibandingkan dengan harga resmi Samsung Galaxy S7 dan Galaxy S7 Edge. Samsung Galaxy S7 dijual US$672 dan Samsung Galaxy S7 Edge dibanderol US$792.

Samsung Galaxy S8 menawarkan layar yang lebih besar dan fitur-fitur biometrik seperti pemindai sidik jari atau pemindai pengenalan wajah. Rencananya, Samsung akan meluncurkan kedua smartphone flagship itu di New York, AS pada 29 Maret.

[BACA: Inilah Sederet Fitur yang Membuat Galaxy S8 Layak Ditunggu]

Evan Blass memang kerap membocorkan spesifikasi produk-produk terbaru di pasar smartphone dan bocorannya terbukti benar.

Sebelumnya, Evan Blass juga membocorkan ada tiga varian warna Samsung Galaxy S8 dan S8+ yaitu Black Sky, Orchid Grey, dan Arctic Silver seperti dikutip IB Times.

Bocoran spesifikasinya, Galaxy S8 akan mengusung layar Super AMOLED 5,8 inci dengan resolusi 2.960 x 1.440 pixel, chipset Snapdragon 835 atau Exynos 8895, RAM 4 GB, dan internal storage 64 GB dengan microSD.

Galaxy S8 akan tetap menggunakan kamera utama beresolusi 12 megapixel dengan aperture f/1.7, PDAF, serta OIS. Sedangkan, kamera selfie-nya beresolusi 8 megapixel dengan aperture f/1.7.

Kedua smartphone itu akan berjalan pada sistem operasi Android 7.1 dengan kapasitas baterai 3.000 mAh.

Samsung Galaxy 8+ memiliki spesifikasi yang sama dengan Galaxy S8 tetapi memiliki layar jumbo 6,2 inci dan kapasitas baterai mencapai 3.500 mAh. Untuk fitur keamanan, baik Galaxy S8 dan S8+ sama-sama mengandalkan sensor fingerprint, sensor sensor mata, dan face recognition.

Ilustrasi iPhone vs Samsung Galaxy. [Kredit: Digitalspy]

Pertarungan antara Samsung dan Apple akan makin alot tahun ini. Masing-masing mengandalkan smartphone flagship yang lebih inovatif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yakni Samsung Galaxy S8 dan iPhone 8/iPhone X.

Namun, Apple diprediksi bakal memenangi pertarungan di pasar smartphone premium ini. Setidaknya, itulah analisis yang disampaikan Ming-Chi Kuo (analis KGI Securities) kepada sejumlah investor.

Kuo mengaku telah membandingkan fitur-fitur dari Samsung Galaxy S8 dan iPhone 8/X dan menganggap iPhone 8 lebih unggul daripada Galaxy S8.

“Galaxy S8 kurang memiliki daya jual yang cukup menarik (di luar desain layar yang lebih luas). iPhone dengan layar OLED-nya sepertinya akan lebih memikat hati konsumen,” Kuo beralasan, seperti dikutip 9to5Mac.

[BACA: Inilah Deretan Fitur Canggih di Samsung Galaxy S8]

Kuo memproyeksikan angka penjualan Galaxy S8 sepanjang tahun fiskal 2017 hanya akan mencapai 40 – 45 juta unit, lebih rendah ketimbang penjualan Galaxy S7 sebanyak 52 juta unit pada tahun 2016. Hal ini dikarenakan rentang waktu penjualan Galaxy S8 satu bulan lebih sedikit daripada S7. Selain itu, angka penjualan Galaxy S7 juga didongkrak oleh insiden meledaknya baterai Galaxy Note 7.

Sedangkan tahun ini, Galaxy S8 diperkirakan tidak akan tampil sendirian membawa nama Samsung. Pasalnya, Samsung juga akan merilis Galaxy Note 8 sekitar pertengahan tahun ini sehingga pilihan konsumen lebih luas.

Sayangnya, Kuo belum mengungkapkan proyeksinya mengenai angka penjualan iPhone 8/X. Hal ini kemungkinan disebabkan Apple baru akan meluncurkan iPhone 8/X pada paruh kedua atau ketiga 2017. Sementara itu, Samsung mencuri start dengan mengumumkan Galaxy S8 pada 29 Maret 2017 nanti di New York.

Sebagai informasi, Ming-Chi Kuo dikenal sebagai analis yang kerap membocorkan fitur-fitur terbaru dari produk Apple, seperti iPhone dan iPad. Cukup banyak bocorannya yang terbukti akurat dalam beberapa tahun terakhir ini.

Belum lama ini, Apple berhasil mengungguli Samsung sebagai pembuat smartphone nomor satu di dunia.

Menurut Strategy Analytics, Apple meraih 18 persen dari pangsa pasar global dan telah menjual 78,3 juta iPhone pada kuartal keempat tahun 2016. Kesuksesan Apple itu didorong oleh penjualan iPhone 7 dan iPhone 7 Plus.

“Ini adalah performa terbaik Apple selama lebih dari setahun,” kata Neil Mawston (Direktur Eksekutif, Strategy Analytics) seperti dikutip CNET.

Samsung sendiri menjual smartphone sebanyak 77,5 juta unit di seluruh dunia pada kuartal keempat, turun 5 persen dari pengiriman 81,3 juta unit ponsel pada kuartal terakhir 2015.

Bocoran foto bagian atas Samsung Galaxy S8. [Kredit: BGR]

Tinggal dua minggu lagi sebelum Samsung mengumumkan smartphone flagship terbarunya, Samsung Galaxy S8 dan S8+ pada acara Unpacked di New York, AS, 29 Maret 2017. Tetapi, fitur unggulan dan spesifikasi Galaxy S8 sudah terungkap satu demi satu dalam beberapa pekan terakhir.

Inilah deretan fitur canggih yang membuat Samsung Galaxy S8 dan S8+ layak ditunggu, seperti dilansir BGR:

  1. Desain. Salah satu bocoran paling awal mengenai Galaxy S8 dan S8+ adalah keputusan Samsung untuk menghilangkan tombol home fisik dan menggantinya dengan tombol home virtual yang terbenam di bawah layar. Hal ini memungkinkan Samsung mempersempit bingkai atas dan bawah yang otomatis memperluas ukuran layar, tanpa memperbesar dimensi ponsel secara keseluruhan.
  2. Ukuran Layar. Samsung Galaxy S8 akan memakai layar Super AMOLED 5,8 inci dan Galaxy S8+ akan memakai layar Super AMOLED 6,2 inci. Namun, seperti disebutkan pada poin nomor 1, dimensi ponsel tidak lantas bertambah besar. Ukuran bodi Galaxy S8 diperkirakan sebanding dengan iPhone 7 dengan layar 4,7 inci, sedangkan ukuran Galaxy S8+ tidak jauh berbeda dengan iPhone 7 Plus berlayar 5,5 inci.
  3. Resolusi Layar. Kedua smartphone flagship Samsung ini bakal menampilkan gambar dengan resolusi WQHD+ (2.960 x 2.400 pixel) atau lebih tinggi daripada smartphone flagship kebanyakan yang masih mengandalkan resolusi QHD (2.560 x 1.440 pixel).
  4. Tepi Layar Melengkung. Samsung tidak lagi membedakan tepian layar pada kedua smartphone flagship-nya. Baik Galaxy S8 maupun S8+ sama-sama memiliki lengkungan di kedua tepi layarnya sehingga tidak ada lagi varian dengan embel-embel “Edge”.
  5. Prosesor Snapdragon 835. Inilah keunggulan Galaxy S8 dan S8+ yang tidak akan dimiliki smartphone flagship lain, setidaknya sampai pertengahan tahun ini. Samsung memang telah menguasai pasokan fase pertama prosesor Snapdragon 835. LG G6 bahkan terpaksa menggunakan prosesor Snapdragon 825 karena tidak kebagian prosesor terbaru itu. Sayangnya, Galaxy S8 dan S8+ berotak Snapdragon 835 hanya akan beredar di pasar AS. Negara-negara lainnya akan memperoleh chipset Exynos 8895.
  6. Baterai Lebih Awet. Samsung Galaxy S8 dikabarkan bakal mengemas baterai 3.000 mAh atau sama dengan Galaxy S7, sedangkan Galaxy S8+ memiliki baterai lebih besar dengan kapasitas 3.500 mAh. Dengan prosesor Snapdragon 835 yang lebih hemat energi, daya tahan S8 dan S8+ tentu saja akan lebih awet.
  7. Kamera Dual Pixel. Kamera utama pada Galaxy S8 dan S8+ masih menggunakan teknologi Dual Pixel dengan resolusi 12 MP, seperti Galaxy S7, S7 Edge, dan Note 7. Namun, Samsung menjanjikan peningkatan kualitas pada kamera utama dan juga kamera depannya, khususnya dalam kondisi cahaya temaram (low-light). Kamera utama juga akan diperkaya fungsi visual search yang bisa mengenali teks atau objek di hadapan dan melakukan pencarian terkait di internet.
  8. Asisten Digital Bixby. Samsung akan memperkenalkan asisten digital Bixby yang dikembangkan oleh Viv, studio programming yang diakuisisi tahun lalu. Bixby dikabarkan lebih canggih daripada Siri atau Google Assistant karena mampu menangani perintah suara yang rumit.
  9. Pemindai Iris Mata. Samsung menambahkan fitur autentikasi biometrik menggunakan pemindai iris mata (iris scanner) yang diklaim lebih aman ketimbang pemindai sidik jari. Teknologi ini sebelumnya pernah dipakai Microsoft pada fitur Windows Hello yang terdapat pada beberapa perangkat berbasis Windows 10.
  10. Mode Desktop. Pengguna Galaxy S8 dan S8+ nantinya dapat menghubungkan smartphone-nya ke monitor untuk menjalankan aplikasi Android di layar yang lebih besar dan melakukan multitasking. Kemampuan yang rumornya bernama Samsung DeX ini mirip fitur Continuum di smartphone Windows 10.
  11. Mode Beast. Samsung ingin memuaskan power user atau para pengguna yang ingin memaksimalkan kemampuan prosesor Snapdragon 835 dengan menyisipkan mode Beast, mirip overclock pada prosesor komputer desktop.

Bocoran foto bagian bawah Samsung Galaxy S8. [Kredit: BGR]

Jika dirangkum dari berbagai sumber, seperti inilah kurang lebih spesifikasi dan fitur Samsung Galaxy S8 dan S8+:

  • Prosesor: Snapdragon 835 (AS)/Exynos 8895 (selain AS)
  • Layar: 5,8 inci (S8)/6,2 inci (S8+) dengan resolusi WQHD+ (2.960 x 2.400 pixel)
  • RAM: 6 GB (Korea Selatan dan Tiongkok)/4 GB (selain Korsel dan Tiongkok)
  • Memori internal: 64 GB (ditambah selot microSD hingga 256 GB)
  • Kamera: Dual Pixel 12 MP (belakang)/8 MP (depan)
  • Baterai: 3.000 mAh (S8)/3.500 mAh (S8+)
  • Sistem operasi: Android 7.0 Nougat
  • Fitur unggulan: Tepian layar melengkung (edge); pemindai iris mata; pemindai sidik jari; sensor detak jantung; asisten digital Bixby; fast charging; visual search; mode Desktop; mode Beast; browser Samsung Internet dengan pemblokir iklan dan pembayaran mobile
  • Pilihan warna: Silver, gold, black, matte black, blue, orchid, pink
  • Tanggal rilis: 21/28 April 2017
  • Harga: 799 Euro (S8)/899 Euro (S8+)

Samsung Exynos 9 tawarkan Kamera Ganda

Tren kamera smartphone akan mengusung kamera ganda di masa depan, terlihat dari beberapa smartphone flagship yang mengusung kamera ganda seperti iPhone 7 Plus, LG G6 dan Huawei P10.

Meskipun telat, Samsung akan mengadopsi teknologi kamera ganda pada smartphone-nya lantaran Samsung masih setia dengan teknologi “satu kamera” saja. Chipset prosesor terbaru Samsung yaitu Exynos 8895 memiliki teknologi Dual Image Signal Processing (DISP) yang mengoperasikan kamera ganda pada smartphone.

Konfirmasi itu disampaikan Samsung lewat akun Twitter resmi @SamsungExynos. Hal itu secara tidak langsung mengisyaratkan jika di masa yang akan datang, smartphone dengan chipset Exynos 8895 akan membawa teknologi dual-camera.

Teknologi DISP dapat memadukan gambar secara bersamaan, mengingat dua buah kamera menuntut dua pemrosesan fokus, exposure, produksi warna atau HDR secara bersamaan.

Rencananya, Samsung akan membenamkan kamera ganda pada Galaxy S8 dan S8+ bahkan Note 8 yang berbasis prosesor Exynos 9.

Rumor smartphone Galaxy S8 dalam video iklan Samsung.

Menyambut Peluncuran Galaxy S8, Samsung sudah menyiapkan 12 juta unit Galaxy S8 untuk penjualan perdananya.

Samsung memiliki fasilitas produksi di Vietnam yang kini memproduksi Galaxy S8. Samsung memproduksi 4,7 juta unit Galaxy S8 pada Maret dan akan menambah produksi hingga 7,8 juta unit pada April.

Samsung sendiri baru akan meluncurkan Samsung Galaxy S8 di New York pada 29 Maret 2017. Anda pun sudah bisa memesan Samsung Galaxy S8 dan Galaxy S8+ pada 10 April mendatang, dua minggu setelah tanggal pengumumannya pada 29 Maret.

Samsung pun percaya diri insiden recall Galaxy Note 7 tidak akan memperlambat penjualan Galaxy S8. Karena itu, Samsung berani memproduksi Galaxy S8 dalam jumlah besar sebanyak 12 juta unit.

Samsung mengikuti jejak Apple yang menghadirkan produk barunya di seluruh dunia pada hari yang sama seperti dilansir Android Authority.

Sementara itu Samsung juga akan menjual sebanyak 13,3 juta unit Samsung Galaxy S7 dan S7 Edge pada pertengahan tahun pertama tahun 2016. Galaxy S7 Edge, didapuk sebagai smartphone terbaik tahun 2016 pada penghargaan tahunan Global Mobile Awards di MWC 2017 lalu.

Spesifikasi

Samsung Galaxy S8 akan menggunakan layar lengkung atau Edge dengan dua tipe layar yaitu layar 5,1 inci dan5,5 inci dengan spesifikasi yang lebih canggih.

Selain itu, resolusi layar Galaxy S8 akan menggunakan 4K (3.480 x 2.160 pixel). Sedangkan, resolusi layar Galaxy S7 masih QHD seperti dilansir Phone Arena.

Samsung akan menyematkan teknologi virtual reality (VR) pada layar 4K sehingga tampilannya lebih nyata. Untuk kamera Samsung akan mengusung kamera dual camera pada S8, mengikuti tren yang beredar saat ini.

Sekedar informasi, Samsung Galaxy S7 mengusung kamera belakang 12,2 megapixel berteknologi Dual Pixel dengan aperture f/1.7 dengan kemampuan autofokus dan OIS (Optical Image Stabilization), serta single LED flash. Teknologi Dual Pixel mampu menawarkan kecepatan fokus empat kali lebih cepat dari phase detection autofokus biasa.

Samsung mengusung kamera depan berkekuatan 5 megapixel dengan aperture f/1.7 untuk foto selfie. Samsung Galaxy S7 Edge mempunyai baterai berkapasitas 3600mAh dan memiliki kemampuan tahan air dan debu dengan sertifikat IP68.

Samsung Galaxy S7 mengusung layar 5,1 inci dengan resolusi Quad High Definition (QHD) 2560 x 1440 piksel dengan teknologi Super AMOLED dan kerapatan 577 pixel perinci. Samsung juga melindungi layar Galaxy S7 dengan kaca antigores Gorilla Glass 5.

Pensil S-Pen Staedler 1

Samsung konsisten membenamkan pena digital S-Pen ke dalam phabletnya Galaxy Note. Kehadiran S-Pen sangat membantu penggunanya untuk menulis dan menggambar di atas layar Galaxy Note, terlebih bobotnya yang ringan dan ramping.

Samsung pun meluncurkan S-Pen yang terinspirasi dari gaya pensil legendaris Staedtler Noris. Samsung pun bekerja sama dengan produsen alat tulis asal Jerman, Staedtler. Tentunya, Anda mengenal pensil Staedtler yang biasa digunakan untuk menjawab soal ujian dengan lembar komputer di sekolah.

“S-Pen bergaya Staedtler Noris bisa meningkatkan pembeli Samsung Galaxy Note generasi terbaru karena keunikan yang jarang ditawarkan vendor lain. Samsung S-Pen mampu mendeteksi 4.096 level sensitivitas tekanan,” kata Juru Bicara Samsung seperti dikutip Mirror.

Pensil S-Pen Staedler

Selain itu, S-Pen juga memiliki gaya pensil Staedtler Noris yang ergonomis agar bisa memberikan pengalaman baru. Anda pun bisa mengguna S-Pen untuk menggambar dan mencorat-coret di atas Note maupun tablet.

Anda pun bisa menggunakan S-Pen itu untuk tablet Samsung Galaxy Tab S3 dan Galaxy Book. Jika versi asli pensil Noris dari Staedtler memiliki warna hitam dan kuning, Noris Digital berwarna hitam dan hijau.

Selain itu, ujung karetnya memungkinkan pengguna melakukan sejumlah fungsi pada layar. Pengguna dapat menggunakan S-Pen tersebut untuk membuat catatan digital atau menggambar pada kedua tablet di atas.

Sayangnya, Samsung belum mengumumkan mengenai harga dan ketersediaannya di pasaran.

TERBARU

Instagram mengungkap jumlah pengiklan aktif bulanannya telah mencapai angka sekitar 1 jutaan, meningkat dua kali lipat sejak September 2016 lalu.