Tags Posts tagged with "Windows"

Windows

Ilustrasi Windows 10 Cloud

Saat ini Microsoft sedang mengembangkan Windows versi terbaru yaitu Windows 10 Cloud yang jauh lebih simpel dan murah sekaligus menjadi strategi Microsoft untuk menghadang Google Chromebook.

Saat ini Google sedang mengandalkan Chromebook yang ingin merebut pasar dengan menyertakan Google Play Store, mengingat Chrome OS sedikit demi sedikit terus menggerus pangsa pasar OS Windows.

Microsoft memungkinkan Windows 10 Cloud untuk menjalankan aplikasi Universal dari Windows Store. Aplikasi Universal dapat berjalan di berbagai platform Windows 10, baik di desktop, laptop, tablet, maupun ponsel, termasuk pengolah dokumen dan Office.

Rumornya, Windows 10 Cloud bisa menjalankan aplikasi UWP, berarti aplikasi itu dapat diunduh melalui Windows Store, seperti dilansir IBTimes.

Mirip seperti Windows RT, Windows 10 Cloud memiliki 3 versi, yaitu Windows 10 Cloud OEM, Windows 10 Cloud Retail, dan Windows 10 Cloud OEM.

Namun, Microsoft belum mengungkapkan rencana untuk meluncurkan Windows 10 Cloud ke publik.

Ilustrasi Windows 7

Apakah Anda masih menggunakan PC dengan Windows 7? Segera upgrade sistem operasi Windows Anda.

Hal itu disebabkan sistem keamanan pada Windows 7 yang sudah kedaluwarsa dan sistem operasi itu tidak mendukung teknologi dan sistem keamanan terkini.

Markus Nitchske (Head of Windows Microsoft Jerman) mengatakan Microsoft telah mempelajari kasus Windows XP yang sangat populer tetapi memiliki kerentanan keamanan karena sudah ketinggalan zaman.

“Windows 7 perlahan-lahan menjadi tua. Tidak memenuhi persyaratan teknologi modern saat ini, maupun persyaratan keamanan yang tinggi dari departemen IT. Kami belajar dari Windows XP bahwa perusahaan harus mengambil langkah-langkah awal untuk menghindari risiko di masa depan,” katanya dilansir Inquisitr.

Nitchske mengatakan sistem operasi Windows 10 sudah mendukung Intel, AMD, dan, chip Qualcomm terbaru. Selain itu, Windows 10 memiliki banyak program yang sudah dikembangkan untuk versi yang lebih baru dari Windows.

“Microsoft telah mengingatkan pengguna Windows 7 bahwa Microsoft tidak akan lagi mendukung sistem keamanannya (Windows 7),” ujarnya.

Secara tidak langsung, Microsoft mengharapkan penggunanya untuk segera beralih ke sistem operasi Windows 10. Jadi jika Anda ingin komputer Anda aman, setidaknya dari sudut pandang OS, maka Anda harus meng-upgrade ke Windows 10.

Pada 14 Januari 2020, Microsoft akan menghentikan pembaruan sistem keamanan Windows 7.

Menurut Techviral, saat ini pengguna Windows 10 menyumbang sepertiga dari jumlah pengguna internet di dunia dan Microsoft mengharapkan jumlah pengguna Window 10 naik.

Masalahnya, pengguna Windows 7 mendominasi 40 persen pangsa pasar Windows. Microsoft pun harus menyakinkan lebih dari setengah jumlah pelanggannya untuk upgrade ke sistem operasi yang baru.

Nitschke menekankan semua perusahaan memiliki reiiko untuk menghadapi serangan siber dan ancaman kehilangan informasi dan data. Menggunakan sistem operasi Windows terbaru akan membuat perusahaan melindungi aset dan informasi klien dari tangan nakal para peretas.

portraitpad

PortraitPad adalah aplikasi Windows 10 yang bisa membantu penggunanya untuk membuat sketsa wajah dari seseorang. Ia menyediakan berbagai bentuk kepala, mata, hidung, telinga, mulut, rambut, dan pelengkap lainnya seperti alis, kumis, kacamata, dan topi. Pengguna tidak perlu menggambar dari nol, cukup mengkombinaskan berbagai komponen yang telah disediakan tersebut.

Selain memulai dari awal alias dari kertas kosong, aplikasi gratis ini juga memberikan dua contoh yang bisa dipilih. Yang satu adalah sketsa perempuan dan satunya lagi adalah sketsa laki-laki. Jika memulai dari kertas kosong, pengguna bisa memulai dari bentuk kepala, lalu menambahkan komponen yang lain secara satu persatu.

Bila kurang puas dengan komponen yang dipilih, misalnya kurang puas dengan mata yang dipilih, pengguna bisa memodifikasi mata itu lebih lanjut. PortraitPad membolehkan pengubahan ukuran, orientasi, posisi, dan tingkat kecerahan. Pengubahan yang dilakukan bisa kapan saja. Jadi, jika setelah selesai membuat sketsa dirasa ada komponen yang kurang pas, komponen tersebut bisa segera dipilih dan dimodifikasi.

Selain disimpan ke dalam file dengan format native dari PortraitPad, pengguna juga bisa menyimpan sketsa yang telah dibuat ke dalam file image. PortraitPad mendukung penyimpanan ke format JPG.

imac27_imac21_photos

Internasional Business Machine (IBM) mengungkapkan investasi pembelian Mac dapat membuat neraca keuangan perusahaan lebih hemat dan stabil daripada menggunakan PC. IBM berhasil menghemat sekitar US$265 – US$535 selama 4 tahun untuk setiap karyawan yang menggunakan Mac daripada PC berbasis Windows.

Saat ini IBM tidak lagi menjadi produsen PC berbasis Windows dan IBM adalah mitra utama Apple dalam menjual perangkat Apple ke korporat. Sekarang IBM adalah klien korporat terbesar Apple dan karyawan IBM menggunakan sebanyak 90 ribu Mac.

Bahkan, jumlah Mac yang digunakan oleh IBM bisa meningkat hingga 100 ribu unit hingga akhir tahun ini. Tahun lalu, IBM mulai membiarkan karyawannya untuk memilih apakah akan menggunakan Mac atau PC.

Hasilnya, IBM dapat menghemat ongkos pemeliharaan PC yang jauh lebih mahal jika menggunakan PC berbasis Windows. Karyawan yang menggunakan PC berbasis Windows lebih sering mengalami masalah dan membutuhkan bantuan temannya.

Fletcher Previn (VP of Workplace as a Service, IBM) mengatakan, IBM sadar bahwa Mac dapat menghemat uang lebih banyak untuk jangka panjang walaupun harga Mac memang mahal.

“Awalnya, Anda harus mengeluarkan dana lebih untuk membeli Mac karena harganya yang mahal. Tapi, setiap Mac yang kita beli dapat menghemat uang IBM,” kata Previn dalam ajang JAMF Nation User Conference (JNUC) seperti dikutip Digital Trends.

Sekarang, sebagian besar karyawan IBM lebih memilih untuk menggunakan Mac daripada PC dan sebanyak 73 persen karyawan IBM menginginkan Mac sebagai komputer pertama mereka.

Secara total, IBM memiliki 400 ribu pegawai yang menggunakan Mac dan perangkat iOS sebanyak 217 ribu unit. Di IBM, jumlah perangkat berbasis iOS tercatat naik 66 persen menjadi 161 ribu unit pada tahun lalu dan bisa mencapai 211 ribu unit pada tahun ini.

windows10

Pada 29 Juli lalu, Microsoft resmi mengakhiri penawaran upgrade Windows 10 secara gratis untuk para pemilik Windows 8.1 dan Windows 7. Menurut Net Market Share, Windows 10 telah berhasil menguasai pangsa pasar sistem operasi Windows sebesar 21,1 persen dan sudah ada 250 juta perangkat yang terinstal Windows 10.

Sayangnya, angka itu belum mencapai setengah dari pemegang market share terbesar Windows 7 yang masih menguasai pasaran sistem operasi sebesar 47 persen atau setara dengan 600 juta perangkat yang menggunakannya.

Padahal, Microsoft telah mempromosikan cuma-cuma dan memberikan notifikasi untuk mengajak pengguna meng-upgrade ke Windows 10. Tak heran, Microsoft merevisi target Windows 10 yang akan terpasang di 1 miliar perangkat pada pertengahan 2018.

Saat ini Windows 10 adalah sistem operasi dengan persentase pengguna terbesar kedua. Setelah itu, ada Windows XP dengan 10,1 persen dan Windows 8.1 duduk di urutan keempat dengan 7,8 persen. Secara total, saat ini ada 1,3 miliar perangkat yang memakai OS Windows.

Sementara itu, Microsoft tetap menjadi penguasa pasar sistem operasi dengan total pangsa pasar sebesar 89,7 persen untuk OS Windows dan Mac OS X hanya kebagian 7,8 persen, seperti dilansir The Verge.

Dell mulai meninggalkan sistem operasi Android

Dell mulai meninggalkan sistem operasi Android

Dell memililh mengembangkan perangkat tablet berbasis hybrid windows dan mulai meninggalkan tablet berbasis sistem operasi (OS) Android.

Dalam sebuah email kepada PC World, Dell meyakini pasar perangkat 2-in-1 akan lebih menarik lebih banyak permintaan dibandingkan tablet standar yang berbasis Android.

“Kami melihat popularitas tablet 2-in-1 semakin meningkat karena dapat menyuguhkan perpaduan kemampuan PC dengan mobilitas tablet,” kata Dell seperti dilansir Phone Arena.

Namun, Dell tetap mendukung tablet Venue yang berbasis Android hingga garansi produknya habis.

“Bagi konsumen yang Venue berbasis Android, kami akan terus memberikan dukungan hingga masa garansi aktif dan kontrak layanan habis masa berlakunya. Kami tidak akan lagi memberikan pembaruan OS,” ujar Dell.

Sepak terjang Dell memang tidak sehebat Samsung dan Apple di pasar tablet.

windows 10 pc

Modus pemalsuan peranti lunak komputer kian canggih dan kualitas software bajakan semakin mendekati aslinya. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya baru saja membongkar bisnis penjualan peranti lunak Microsoft Windows palsu di Jakarta.

Komisaris Faisal Friyanto (Kepala Unit III Subdirektorat Industri dan Perdagangan Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya) mengatakan telah polisi menyita 289 keping cakram berisi program Microsoft Windows dari dua tersangka berinisial FY dan F.

Polisi juga menyita 30 lembar stiker sertifikat keaslian atau certificate of authenticity (COA) Microsoft palsu. Menurut Faisal, FY dan F adalah pemilik salah satu toko di kompleks pertokoan di Jakarta Pusat. FY menjual produk palsu itu langsung di tokonya, sedangkan F menjual secara daring di situs kaskus.co.id.

“Harga software bajakan itu berkisar Rp500.000 – 750.000 per keping. Sedangkan, harga software aslinya Rp2,5 juta. Para tersangka telah melakukan kegiatannya selama setahun dengan keuntungan Rp50 juta per bulan,” katanya seperti dilansir Kompas.com.

Pihak Microsoft sebagai pelapor mengalami kerugian hingga Rp 1 miliar. Pengguna juga baru menyadari peranti lunak itu palsu setelah gagal melakukan update.

Justisiari P Kusumah (Sekretaris Jenderal Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan) mengatakan pemalsuan peranti lunak itu menggunakan modus baru karena produk Microsoft Windows palsu itu hampir tidak bisa dibedakan dengan yang asli.

“Produk ini baru diketahui palsu setelah diperhatikan pada bagian kemasannya yang tak memiliki stiker hologram,” ujar Justisiari.

“Sasaran software palsu ini biasanya perusahaan, bukan perorangan, karena harganya mahal. Software palsu bisa mengandung virus atau malware untuk mencuri data dan dikirim kepada peretas,” kata Justisiari.

aplikasi virtual desktop steam

Ingin merasakan pengalaman virtual reality (VR) di komputer desktop Anda? Cobalah aplikasi Virtual Desktop ini.

Aplikasi ini mampu mentransformasikan sistem operasi Windows 8.x atau Windows 10 desktop ke dalam lingkungan virtual 360 derajat melalui bantuan perangkat VR Oculus Rift atau HTC Vive.

Guy Godin, pengembang aplikasi ini, mengatakan pengguna dapat memilih sejumlah latar belakang yang menghadirkan sensasi virtual reality digabungkan dengan antarmuka Windows, misalnya background luar angkasa.

“Anda dapat menelusuri web, menonton film, Netflix, atau bahkan bermain game di layar virtual raksasa,” katanya seperti dilansir Digital Spy.

Asyiknya, Virtual Desktop dapat digunakan pada beberapa monitor komputer sekaligus.

Aplikasi Virtual Desktop dibanderol dengan harga 14,99 dolar AS atau sekitar Rp197 ribu dan bisa dibeli lewat toko aplikasi di platform Steam.

Lucky Gani (Business Group Head Windows dan Office Microsoft Indonesia). [Foto: Abdul Aziz/InfoKomputer]

Lucky Gani (Business Group Head Windows dan Office Microsoft Indonesia). [Foto: Abdul Aziz/InfoKomputer]

September sepertinya selalu menjadi bulan penting bagi perjalanan Lucky Gani. Pada September 2012, ia resmi masuk ke Microsoft Indonesia untuk menjabat sebagai Business Group Head Windows. Di posisinya tersebut, ia bertanggung jawab terhadap semua hal terkait Windows, mulai dari sisi bisnis, pemasaran, sampai cakupan segmentasi.

Lucky bergabung ke Microsoft Indonesia saat perusahaan software terbesar di dunia tersebut sedang mempersiapkan peluncuran Windows 8. Lucky ingat betul perasaannya saat itu. “Saya excited, tapi juga grogi,” ungkap Lucky sambil tertawa mengenang masa itu. Perasaan yang bisa dimaklumi, apalagi mengingat Lucky sebenarnya orang baru di dunia teknologi informasi.

Lulusan Universitas Edith Cowan (Australia) ini memulai karirnya di 3M Indonesia sebagai Marketing Analyst. Kemudian ia menjadi Vice President Regional Sales and Marketing Gate Invention selama 1,5 tahun sebelum bergabung ke Microsoft Indonesia.

Dengan waktu persiapan yang pendek, Lucky justru merasakan kultur kerja yang ia impikan di Microsoft. “Semua orang di Microsoft ingin rekan kerjanya sukses,” kata Lucky. Setiap orang secara sukarela ikut dalam persiapan acara dan mengerjakan bagian yang bisa mereka kerjakan. Saat itu, Lucky merasakan keefektifan teknologi kolaborasi, ketika setiap orang bisa berkoordinasi dan bahu-membahu mempersiapkan ajang besar tersebut.

Latar belakangnya sebagai orang di luar dunia TI pun ternyata membawa warna tersendiri dalam memberi identitas kampanye Windows 8. Memanfaatkan kelebihan utama Windows 8 yang bisa berfungsi seperti notebook maupun tablet, Lucky mengedepankan tagline Work and Play. “Pesan yang ingin disampaikan adalah dengan satu perangkat kita bisa bekerja maupun bermain,” jelas Lucky.

Setelah itu, Lucky pun meluncurkan serangkaian program yang menjangkau berbagai industri dan aktivitas. Salah satu contohnya adalah menggandeng Blue Bird dalam menyediakan layanan Big Bird Premium; sebuah bus yang dilengkapi perangkat Windows 8 dan koneksi internet. Cukup login ke akun Microsoft, pengguna layanan tersebut bisa tetap bekerja di dalam bus dan menyimpannya ke layanan cloud OneDrive.

Kampanye yang inovatif dan secara tepat menggambarkan keunggulan Windows 8 pun mendapat apresiasi positif dari manajemen Microsoft.

Pada tahun 2014 dan 2015, Lucky menyabet Circle of Excellence dari Microsoft Asia Pasifik, penghargaan bagi karyawan Microsoft yang dianggap berprestasi di tingkat Asia. Bahkan pada Juli 2015, Lucky berhasil membawa Indonesia menjuarai Overall Winner #1 Best Practice in Marketing dari kantor pusat Microsoft. “Kami nomor satu dari 168 negara dan sebelumnya tidak pernah menang,” ujar Lucky dengan nada bersyukur.

Era Baru Windows 10

 “Bagi saya, jabatan itu amanah yang harus dijalankan dengan tersenyum dan bersyukur,” tutur Lucky Gani.

“Bagi saya, jabatan itu amanah yang harus dijalankan dengan tersenyum dan bersyukur,” tutur Lucky Gani.

Akan tetapi kesuksesan tersebut tidak membuat Lucky tinggi hati. “Saya bersyukur masih diberi kepercayaan oleh perusahaan dan tugas saya menjaga kepercayaan tersebut,” ucap Lucky. Apalagi tantangan selanjutnya sudah menanti: mempopulerkan Windows 10.

Ketika diminta menggambarkan dengan lugas soal Windows 10, Lucky menyebut: mudah, berwarna, dan produktif. “Windows 10 simpel karena di detik pertama orang pegang Windows 10, mereka sudah jadi ahli,” tukasnya. Hal ini tidak lepas dari antarmuka Windows 10 yang intuitif dan kembalinya beberapa fitur standar Windows yang sempat hilang di Windows 8 (seperti tombol Start).

Windows 10 pun membuat penggunaannya kian berwarna. “Mau main game, mendengarkan musik, atau menonton video, semua akan lebih berwarna,” tambah Lucky. Perangkatnya pun akan semakin beragam karena Windows 10 dirancang untuk perangkat berbasis layar sentuh maupun keyboard fisik. Fleksibilitas ini juga yang membuat produktifitas pengguna Windows 10 akan semakin meningkat.

Semua kelebihan Windows 10 itu tidak lepas dari visi CEO Microsoft, Satya Nadella, yang menginginkan Windows 10 untuk dicintai. “Jadi saat pengguna memilih menggunakan Windows 10 bukan cuma karena butuh, melainkan juga cinta,” jelas Lucky. Untuk mewujudkan rasa cinta itu, Microsoft pun mengambil tiga langkah besar.

Yang pertama adalah melakukan konvergensi platform. Itulah yang menjelaskan mengapa Windows 10 kini menjadi platform untuk seluruh perangkat, mulai dari smartphone, PC, sampai perangkat IoT.

Penyatuan platform ini pun sejalan dengan langkah kedua, yaitu memudahkan developer saat membangun aplikasi di atas platform Windows. Satu aplikasi yang mereka buat akan langsung menyasar installed-based yang besar karena merupakan gabungan pengguna Windows Phone, Windows 7 SP1, dan Windows 8.1.

Sedangkan langkah ketiga adalah mengajak pengguna untuk mendefinisikan apa yang dibutuhkan di Windows 10. Untuk mencapai hal itu, Windows pun mengajak semua orang untuk masuk ke Windows Insider Program.

“Ada 5,5 juta orang tergabung ke program ini dengan 37% di antaranya adalah profesional TI,” ungkap Lucky. Anggota komunitas ini dipersilakan mengajukan berbagai fitur yang mereka inginkan dan Microsoft berusaha memasukkannya ke Windows 10.

Kerja keras Microsoft di Windows 10 pun mendapat sambutan positif dari publik. Satu bulan sejak dirilis, Windows 10 sudah digunakan 75 juta perangkat. Lucky pun melihat antusiasme yang sama terjadi di Indonesia. “Bahkan banyak toko retail kami sudah memiliki upgrade corner karena banyak yang minta upgrade ke Windows 10,” ujar Lucky.

Respons Positif Korporat

Selain di sisi retail, Lucky pun mengklaim banyak korporasi yang berminat migrasi ke Windows 10. “Para CIO melihat interoperability Windows 10 ini efektif dan cost-saving,” ungkap Lucky.

Salah satu contohnya adalah kemampuan Windows 10 untuk auto-download di background sehingga pengguna tetap bisa menggunakan komputernya secara normal. Ketika seluruh file yang dibutuhkan selesai terunduh, pengguna tinggal restart dan komputer mereka pun langsung menjadi Windows 10. “Jadi ini menghemat man-power,” tambah Lucky.

Dengan Windows 10, perusahaan pun kini bisa membuat corporate apps store tersendiri yang khusus ditujukan bagi karyawannya. Tujuannya juga efisiensi. Contohnya jika sebuah komputer di kantor cabang di Surabaya membutuhkan sebuah aplikasi perusahaan, mereka tinggal masuk ke corporate apps store tersebut dan mengunduhnya sendiri. “Jadi kantor pusat tidak perlu mengirim orang IT ke Surabaya,” jelas Lucky.

Ada banyak rencana yang akan dilakukan Lucky untuk memopulerkan Windows 10, namun rencana itu juga harus diselaraskan dengan program seputar Office 2016. Pasalnya, lagi-lagi di bulan September 2015, Lucky mendapat jabatan tambahan sebagai Office Business Group Head Microsoft Indonesia.

Menyandang dua posisi penting seperti itu tentu membutuhkan kerja keras, namun Lucky selalu kembali ke pegangan utamanya saat bekerja: tersenyum dan bersyukur. “Bagi saya, jabatan itu amanah yang harus dijalankan dengan tersenyum dan bersyukur,” tutur ayah satu anak ini.

Ketika beban pekerjaan terasa berat, Lucky pun bisa “melarikan diri” sejenak dengan berburu makanan enak bersama istri dan anaknya. Di sebuah Sabtu di area Senayan, Anda pun dapat melihat pria ini bermain sepakbola dengan teman semasa kuliahnya. Bagi Lucky Gani, hidup memang soal bagaimana menyeimbangkan work and play.

microsoft tech days windows 10

Sistem operasi Windows 10 diklaim Microsoft sukses di pasaran. Terbukti dengan angka instalasi Windows 10 yang sudah terpasang aktif di sedikitnya 200 juta perangkat di seluruh dunia.

Guna mendorong jumlah adopsi tersebut, Microsoft telah mengumumkan kebijakan untuk menjadikan Windows 10 sebagai platform tunggal yang didukung pada lini prosesor generasi terbaru dari Intel, AMD, dan Qualcomm.

Dengan kata lain, perangkat komputasi apa pun yang membenamkan otak silikon dari generasi mendatang prosesor Intel “Kaby Lake”, AMD “Bristol Ridge”, dan Qualcomm “8996” cuma bisa memakai Windows 10 sebagai sistem operasinya.

Khusus bagi pengguna perangkat berbasis Intel Skylake (generasi keenam Intel yang saat ini paling mutakhir di pasaran), diberikan waktu hingga 17 Juli 2017 untuk meng-upgrade ke Windows 10. Setelah tanggal itu, Microsoft bakal menghentikan dukungan umum terhadap Windows 7 dan 8.1 yang masih berjalan di sistem Skylake, terkecuali untuk masalah keamanan yang bersifat kritis.

Sistem operasi Windows 7 sendiri masih akan dipelihara oleh Microsoft hingga 14 Januari 2020, sedangkan Windows 8.1 bakal didukung sampai 10 Januari 2023.

“Dengan kebijakan ini, kami memprioritaskan transparansi, khususnya bagi pengguna enterprise yang membutuhkan keandalan tingkat tinggi dan pengalaman Windows terbaik. Windows 10 bisa dipasang di prosesor apa saja, sedangkan Windows 7 diperuntukkan bagi prosesor level bawah (generasi terdahulu. Red),” tulis Terry Myerson (Executive VP, Windows and Devices Group, Microsoft) di blog Windows.

Dengan memberikan jeda masa upgrade hingga 17 Juli 2017 pada Intel Skylake, pengguna enterprise memunyai cukup waktu untuk merampungkan uji coba dan implementasi Windows 10 di kantornya. Atau di masa depan, mereka dapat membeli PC baru berbasis “Kaby Lake” untuk menjalankan Windows 10.

“Kami telah berkolaborasi erat dengan para pembuat silikon, termasuk Intel, AMD, Nvidia, dan Qualcomm, untuk meyakinkan Windows 10 mampu mengambil keuntungan penuh dari generasi prosesor terbaru. Komputasi modern didefinisikan dengan integrasi mendalam antara silikon, platform, dan hardware,” ungkap Myerson.

Salah satu bentuk integrasi tersebut adalah sistem Skylake yang dikombinasikan dengan Windows 10 dapat mencapai kinerja grafis 30 kali lebih baik dan daya tahan baterai 3 kali lebih lama, apabila dibandingkan dengan kombinasi Skylake dan Windows 7.

Windows 10 juga telah memanfaatkan dukungan virtualisasi di Intel Skylake dalam fitur keamanan Credential Guard miliknya.

Konsumen bisa saja terus menggunakan sistem berbasis Intel Broadwell atau generasi sebelumnya untuk Windows 10. Tapi, kinerjanya bakal kurang maksimal.