Tags Posts tagged with "Windows"

Windows

Ilustrasi tampilan Windows Vista

Microsoft akan mengakhiri dukungan sistem operasi Windows Vista pada bulan depan, tepatnya mulai 11 April 2017. Microsoft pun tidak akan meluncurkan berbagai update dan perbaikan, termasuk dari sisi keamanan, untuk sistem operasi tersebut.

Anda memang masih bisa terus menggunakan Windows Vista, tetapi Anda tidak akan mendapatkan pembaruan dari Microsoft.

Konsekuensinya, Windows Vista yang Anda pakai akan sangat rentan terhadap serangan keamanan siber karena tidak ada dukungan dari Microsoft untuk menambal bug. “Antivirus dari Microsoft Security Essentials yang cocok dengan Vista juga memiliki efektivitas yang terbatas,” kata perwakilan Microsoft.

Tentunya, Microsoft menyarankan pengguna Windows Vista untuk segera pindah ke sistem operasi yang lebih baru, seperti Windows 10, seperti dikutip dari Digital Trends.

Sistem Operasi Gagal

Windows Vista sendiri tergolong sistem operasi yang gagal meraih kesuksesan di pasar. Hadir tahun 2006, Windows Vista merupakan sistem operasi Microsoft pertama yang memperkenalkan sistem desktop Aero dan API grafis modern DirectX 10.

Windows Vista digadang-gadang sebagai penerus Windows XP. Namun, popularitas XP tak terkalahkan karena Vista menyimpan banyak bug pada fitur-fiturnya. Selain itu, Vista memakan terlalu banyak ruang penyimpanan.

Berkaca dari kegagalan itu, Microsoft lantas merilis Windows 7 yang terbukti lebih disukai daripada Vista.

Menurut NetMarketshare, pangsa pasar Windows Vista hanya 0,78 persen dari seluruh pengguna PC di dunia. Sebagai perbandingan, Windows XP yang berakhir 2014 lalu masih menguasai 8 persen dari jumlah pengguna PC dunia.

Autoruns adalah aplikasi untuk melihat berbagai item yang dijalankan secara otomatis saat Windows 10 melakukan startup. Autoruns ini menawarkan hasil yang lebih terperinci dibandingkan menggunakan System Configuration yang disertakan oleh Windows 10.

Aplikasi yang bisa diunduh di https://goo.gl/r4QSC4 ini akan mengelompokkan temuannya ke dalam berbagai kategori dalam bentuk tab. Ada dua puluh tab yang secara default dihadirkan, mulai dari Logon, Explorer, Services, Drivers, KnownDLL, sampai Office. Jika ingin melihat seluruh temuan secara sekaligus, tersedia tab Everything. Namun, bila temuannya banyak, isi dari tab Everything ini akan sangat ramai. Jika sudah begitu, lebih baik melihat per kategori.

Untuk setiap item yang ditemukan, Autoruns memberikan informasi mengenai lokasi file bersangkutan dan informasi lainnya seperti entry pada Windows Registry maupun pada Task Scheduler. Anda pun bisa langsung masuk ke Windows Registry maupun pada Task Scheduler itu. Jika ada item yang ingin diketahui informasinya lebih lanjut, tersedia pula opsi untuk mencarinya di internet.

Tidak sekadar melihat item yang dijalankan secara otomatis, melalui aplikasi gratis ini Anda juga bisa membuat item tersebut untuk tidak lagi dijalankan secara otomatis. Namun, ada baiknya Anda berhati-hati memilih item yang hendak dinonaktifkan. Jangan sampai Windows 10 yang digunakan menjadi terganggu.

Ilustrasi Windows 10 Cloud

Saat ini Microsoft sedang mengembangkan Windows versi terbaru yaitu Windows 10 Cloud yang jauh lebih simpel dan murah sekaligus menjadi strategi Microsoft untuk menghadang Google Chromebook.

Saat ini Google sedang mengandalkan Chromebook yang ingin merebut pasar dengan menyertakan Google Play Store, mengingat Chrome OS sedikit demi sedikit terus menggerus pangsa pasar OS Windows.

Microsoft memungkinkan Windows 10 Cloud untuk menjalankan aplikasi Universal dari Windows Store. Aplikasi Universal dapat berjalan di berbagai platform Windows 10, baik di desktop, laptop, tablet, maupun ponsel, termasuk pengolah dokumen dan Office.

Rumornya, Windows 10 Cloud bisa menjalankan aplikasi UWP, berarti aplikasi itu dapat diunduh melalui Windows Store, seperti dilansir IBTimes.

Mirip seperti Windows RT, Windows 10 Cloud memiliki 3 versi, yaitu Windows 10 Cloud OEM, Windows 10 Cloud Retail, dan Windows 10 Cloud OEM.

Namun, Microsoft belum mengungkapkan rencana untuk meluncurkan Windows 10 Cloud ke publik.

Ilustrasi Windows 7

Apakah Anda masih menggunakan PC dengan Windows 7? Segera upgrade sistem operasi Windows Anda.

Hal itu disebabkan sistem keamanan pada Windows 7 yang sudah kedaluwarsa dan sistem operasi itu tidak mendukung teknologi dan sistem keamanan terkini.

Markus Nitchske (Head of Windows Microsoft Jerman) mengatakan Microsoft telah mempelajari kasus Windows XP yang sangat populer tetapi memiliki kerentanan keamanan karena sudah ketinggalan zaman.

“Windows 7 perlahan-lahan menjadi tua. Tidak memenuhi persyaratan teknologi modern saat ini, maupun persyaratan keamanan yang tinggi dari departemen IT. Kami belajar dari Windows XP bahwa perusahaan harus mengambil langkah-langkah awal untuk menghindari risiko di masa depan,” katanya dilansir Inquisitr.

Nitchske mengatakan sistem operasi Windows 10 sudah mendukung Intel, AMD, dan, chip Qualcomm terbaru. Selain itu, Windows 10 memiliki banyak program yang sudah dikembangkan untuk versi yang lebih baru dari Windows.

“Microsoft telah mengingatkan pengguna Windows 7 bahwa Microsoft tidak akan lagi mendukung sistem keamanannya (Windows 7),” ujarnya.

Secara tidak langsung, Microsoft mengharapkan penggunanya untuk segera beralih ke sistem operasi Windows 10. Jadi jika Anda ingin komputer Anda aman, setidaknya dari sudut pandang OS, maka Anda harus meng-upgrade ke Windows 10.

Pada 14 Januari 2020, Microsoft akan menghentikan pembaruan sistem keamanan Windows 7.

Menurut Techviral, saat ini pengguna Windows 10 menyumbang sepertiga dari jumlah pengguna internet di dunia dan Microsoft mengharapkan jumlah pengguna Window 10 naik.

Masalahnya, pengguna Windows 7 mendominasi 40 persen pangsa pasar Windows. Microsoft pun harus menyakinkan lebih dari setengah jumlah pelanggannya untuk upgrade ke sistem operasi yang baru.

Nitschke menekankan semua perusahaan memiliki reiiko untuk menghadapi serangan siber dan ancaman kehilangan informasi dan data. Menggunakan sistem operasi Windows terbaru akan membuat perusahaan melindungi aset dan informasi klien dari tangan nakal para peretas.

portraitpad

PortraitPad adalah aplikasi Windows 10 yang bisa membantu penggunanya untuk membuat sketsa wajah dari seseorang. Ia menyediakan berbagai bentuk kepala, mata, hidung, telinga, mulut, rambut, dan pelengkap lainnya seperti alis, kumis, kacamata, dan topi. Pengguna tidak perlu menggambar dari nol, cukup mengkombinaskan berbagai komponen yang telah disediakan tersebut.

Selain memulai dari awal alias dari kertas kosong, aplikasi gratis ini juga memberikan dua contoh yang bisa dipilih. Yang satu adalah sketsa perempuan dan satunya lagi adalah sketsa laki-laki. Jika memulai dari kertas kosong, pengguna bisa memulai dari bentuk kepala, lalu menambahkan komponen yang lain secara satu persatu.

Bila kurang puas dengan komponen yang dipilih, misalnya kurang puas dengan mata yang dipilih, pengguna bisa memodifikasi mata itu lebih lanjut. PortraitPad membolehkan pengubahan ukuran, orientasi, posisi, dan tingkat kecerahan. Pengubahan yang dilakukan bisa kapan saja. Jadi, jika setelah selesai membuat sketsa dirasa ada komponen yang kurang pas, komponen tersebut bisa segera dipilih dan dimodifikasi.

Selain disimpan ke dalam file dengan format native dari PortraitPad, pengguna juga bisa menyimpan sketsa yang telah dibuat ke dalam file image. PortraitPad mendukung penyimpanan ke format JPG.

imac27_imac21_photos

Internasional Business Machine (IBM) mengungkapkan investasi pembelian Mac dapat membuat neraca keuangan perusahaan lebih hemat dan stabil daripada menggunakan PC. IBM berhasil menghemat sekitar US$265 – US$535 selama 4 tahun untuk setiap karyawan yang menggunakan Mac daripada PC berbasis Windows.

Saat ini IBM tidak lagi menjadi produsen PC berbasis Windows dan IBM adalah mitra utama Apple dalam menjual perangkat Apple ke korporat. Sekarang IBM adalah klien korporat terbesar Apple dan karyawan IBM menggunakan sebanyak 90 ribu Mac.

Bahkan, jumlah Mac yang digunakan oleh IBM bisa meningkat hingga 100 ribu unit hingga akhir tahun ini. Tahun lalu, IBM mulai membiarkan karyawannya untuk memilih apakah akan menggunakan Mac atau PC.

Hasilnya, IBM dapat menghemat ongkos pemeliharaan PC yang jauh lebih mahal jika menggunakan PC berbasis Windows. Karyawan yang menggunakan PC berbasis Windows lebih sering mengalami masalah dan membutuhkan bantuan temannya.

Fletcher Previn (VP of Workplace as a Service, IBM) mengatakan, IBM sadar bahwa Mac dapat menghemat uang lebih banyak untuk jangka panjang walaupun harga Mac memang mahal.

“Awalnya, Anda harus mengeluarkan dana lebih untuk membeli Mac karena harganya yang mahal. Tapi, setiap Mac yang kita beli dapat menghemat uang IBM,” kata Previn dalam ajang JAMF Nation User Conference (JNUC) seperti dikutip Digital Trends.

Sekarang, sebagian besar karyawan IBM lebih memilih untuk menggunakan Mac daripada PC dan sebanyak 73 persen karyawan IBM menginginkan Mac sebagai komputer pertama mereka.

Secara total, IBM memiliki 400 ribu pegawai yang menggunakan Mac dan perangkat iOS sebanyak 217 ribu unit. Di IBM, jumlah perangkat berbasis iOS tercatat naik 66 persen menjadi 161 ribu unit pada tahun lalu dan bisa mencapai 211 ribu unit pada tahun ini.

windows10

Pada 29 Juli lalu, Microsoft resmi mengakhiri penawaran upgrade Windows 10 secara gratis untuk para pemilik Windows 8.1 dan Windows 7. Menurut Net Market Share, Windows 10 telah berhasil menguasai pangsa pasar sistem operasi Windows sebesar 21,1 persen dan sudah ada 250 juta perangkat yang terinstal Windows 10.

Sayangnya, angka itu belum mencapai setengah dari pemegang market share terbesar Windows 7 yang masih menguasai pasaran sistem operasi sebesar 47 persen atau setara dengan 600 juta perangkat yang menggunakannya.

Padahal, Microsoft telah mempromosikan cuma-cuma dan memberikan notifikasi untuk mengajak pengguna meng-upgrade ke Windows 10. Tak heran, Microsoft merevisi target Windows 10 yang akan terpasang di 1 miliar perangkat pada pertengahan 2018.

Saat ini Windows 10 adalah sistem operasi dengan persentase pengguna terbesar kedua. Setelah itu, ada Windows XP dengan 10,1 persen dan Windows 8.1 duduk di urutan keempat dengan 7,8 persen. Secara total, saat ini ada 1,3 miliar perangkat yang memakai OS Windows.

Sementara itu, Microsoft tetap menjadi penguasa pasar sistem operasi dengan total pangsa pasar sebesar 89,7 persen untuk OS Windows dan Mac OS X hanya kebagian 7,8 persen, seperti dilansir The Verge.

Dell mulai meninggalkan sistem operasi Android

Dell mulai meninggalkan sistem operasi Android

Dell memililh mengembangkan perangkat tablet berbasis hybrid windows dan mulai meninggalkan tablet berbasis sistem operasi (OS) Android.

Dalam sebuah email kepada PC World, Dell meyakini pasar perangkat 2-in-1 akan lebih menarik lebih banyak permintaan dibandingkan tablet standar yang berbasis Android.

“Kami melihat popularitas tablet 2-in-1 semakin meningkat karena dapat menyuguhkan perpaduan kemampuan PC dengan mobilitas tablet,” kata Dell seperti dilansir Phone Arena.

Namun, Dell tetap mendukung tablet Venue yang berbasis Android hingga garansi produknya habis.

“Bagi konsumen yang Venue berbasis Android, kami akan terus memberikan dukungan hingga masa garansi aktif dan kontrak layanan habis masa berlakunya. Kami tidak akan lagi memberikan pembaruan OS,” ujar Dell.

Sepak terjang Dell memang tidak sehebat Samsung dan Apple di pasar tablet.

windows 10 pc

Modus pemalsuan peranti lunak komputer kian canggih dan kualitas software bajakan semakin mendekati aslinya. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya baru saja membongkar bisnis penjualan peranti lunak Microsoft Windows palsu di Jakarta.

Komisaris Faisal Friyanto (Kepala Unit III Subdirektorat Industri dan Perdagangan Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya) mengatakan telah polisi menyita 289 keping cakram berisi program Microsoft Windows dari dua tersangka berinisial FY dan F.

Polisi juga menyita 30 lembar stiker sertifikat keaslian atau certificate of authenticity (COA) Microsoft palsu. Menurut Faisal, FY dan F adalah pemilik salah satu toko di kompleks pertokoan di Jakarta Pusat. FY menjual produk palsu itu langsung di tokonya, sedangkan F menjual secara daring di situs kaskus.co.id.

“Harga software bajakan itu berkisar Rp500.000 – 750.000 per keping. Sedangkan, harga software aslinya Rp2,5 juta. Para tersangka telah melakukan kegiatannya selama setahun dengan keuntungan Rp50 juta per bulan,” katanya seperti dilansir Kompas.com.

Pihak Microsoft sebagai pelapor mengalami kerugian hingga Rp 1 miliar. Pengguna juga baru menyadari peranti lunak itu palsu setelah gagal melakukan update.

Justisiari P Kusumah (Sekretaris Jenderal Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan) mengatakan pemalsuan peranti lunak itu menggunakan modus baru karena produk Microsoft Windows palsu itu hampir tidak bisa dibedakan dengan yang asli.

“Produk ini baru diketahui palsu setelah diperhatikan pada bagian kemasannya yang tak memiliki stiker hologram,” ujar Justisiari.

“Sasaran software palsu ini biasanya perusahaan, bukan perorangan, karena harganya mahal. Software palsu bisa mengandung virus atau malware untuk mencuri data dan dikirim kepada peretas,” kata Justisiari.

aplikasi virtual desktop steam

Ingin merasakan pengalaman virtual reality (VR) di komputer desktop Anda? Cobalah aplikasi Virtual Desktop ini.

Aplikasi ini mampu mentransformasikan sistem operasi Windows 8.x atau Windows 10 desktop ke dalam lingkungan virtual 360 derajat melalui bantuan perangkat VR Oculus Rift atau HTC Vive.

Guy Godin, pengembang aplikasi ini, mengatakan pengguna dapat memilih sejumlah latar belakang yang menghadirkan sensasi virtual reality digabungkan dengan antarmuka Windows, misalnya background luar angkasa.

“Anda dapat menelusuri web, menonton film, Netflix, atau bahkan bermain game di layar virtual raksasa,” katanya seperti dilansir Digital Spy.

Asyiknya, Virtual Desktop dapat digunakan pada beberapa monitor komputer sekaligus.

Aplikasi Virtual Desktop dibanderol dengan harga 14,99 dolar AS atau sekitar Rp197 ribu dan bisa dibeli lewat toko aplikasi di platform Steam.