Tags Posts tagged with "xiaomi"

xiaomi

Ilustrasi Xiaomi Mi 5C

Saat ini pabrikan smartphone mulai berpikir praktis dan ekonomis untuk mengembangkan chipset prosesornya (CPU) secara mandiri.

Setelah Apple, Xiaomi pun sedang mengembangkan dan menggunakan CPU buatannya sendiri. Bahkan, Xiaomi akan menggunakan prosesor sendiri untuk smartphone terbarunya, Xiaomi 5c.

Ada beberapa alasan Xiaomi mengembangkan CPU-nya secara mandiri yaitu tuntutan pihak Qualcomm yang besar,
mengingat saat ini Xiaomi menggunakan prosesor Snapdragon pada varian smartphone-nya.

Kedua, ongkos pembuatan smartphone akan semakin rendah, mengingat Xiaomi tidak perlu bayar lisensi ke Qualcomm. Ketiga, harga smartphone Xiaomi yang sudah terjangkau akan semakin kompetitif lagi.

Salah satu pabrikan smartphone yang sudah menggunakan CPU-nya sendiri adalah Samsung dan Huawei seperti dikutip Engadget.

Huawei telah menggunakan prosesornya Kirin pada Mate 9 yang memiliki fitur kecerdasan buatan untuk
mengenali kebiasaan Anda.

Selain Huawei, Samsung adalah merek lain yang membuat prosesor sendiri yaitu Exynos.

Meskipun begitu, Samsung dan Huawei memerlukan waktu lama untuk mengembangkan prosesor sekelas prosesor
Snapdragon premium. Xiaomi pun harus membuat prosesor yang berkualitas bahkan lebih canggih dari kompetitornya tersebut.

Xiaomi Mi 5C

Beredar kabar, Xiaomi akan meluncurkan smartphone terbarunya Xiaomi Mi 5c pada bulan ini yang mengusung
prosesor buatan Xiaomi sendiri.

Prosesor itu berupa chip octa-core “Pinecone” berbasis ARM Cortex-A53. Kedelapan inti CPU dalam prosesor kelas
menengah itu disusun dalam dua cluster yang masing-masing terdiri dari 4 buah core.

Selain itu, Xiaomi Mi 5C akan memiliki layar 5,5 inci dengan lapisan 2,5D curved glass, RAM 3 GB, dan media
penyimpanan internal 64 GB.

Xiaomi Mi 5c menggunakan sistem operasi Android 6.0 Marshmallow, lapisan antarmuka MIUI 8, kamera utama 12
megapixel dan kamera depan 8 megapixel seperti dilansir GizmoChina.

Di samping Mi 5C, Xiaomi juga akan meluncurkan smartphone premium lainnya Mi 6 pada Juli 2017 yang bakal
mengusung chip high-end Qualcomm Snapdragon 835 dan RAM berkapasitas 6 GB.

I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, mewakili Menteri Perindustrian Republik Indonesia, H.E. Xie Feng, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia, Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Wang Xiang, Senior Vice President Xiaomi, Tjahya Widayanti, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan mewakili Menteri Perdagangan Republik Indonesia, dan Hasan Aula, CEO PT Erajaya Swasembada Tbk, meresmikan Xiaomi “Kami Buatan Indonesia” di Jakarta (10/2).

Xiaomi menggandeng PT Erajaya Swasembada Tbk, PT Sat Nusapersada Tbk, dan TSM Technologies untuk memproduksi smartphone lokal di Indonesia dan mempertegas komitmen Xiaomi dalam memenuhi peraturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Xiaomi akan memproduksi smartphone-nya di pabrik lokal di Batam yang merupakan bagian dari segitiga ekonomi Indonesia-Malaysia-Singapura sekaligus menjadi zona perdagangan bebas.

Smartphone Xiaomi pertama yang akan diproduksi di Indonesia adalah Redmi 4A. Xiaomi Redmi 4A mengusung prosesor Qualcomm Snapdragon 425, dual sim dan jaringan 4G serta baterai 3120 mAh.

Smartphone yang dibanderol Rp.1,499,000 melalui jaringan toko Erafone dan didistrubusikan oleh PT. Teletama Artha Mandiri (TAM) ke seluruh toko handphone tradisional Indonesia mulai akhir Februari.

Xiaomi juga meresmikan pusat layanan untuk meningkatkan pengalaman penggunanya. Melalui produksi lokal, Xiaomi kembali mempertegas komitmennya di pasar Indonesia dan menunjukkan bahwa Indonesia merupakan dan akan terus menjadi pasar penting bagi Xiaomi.

Pada Agustus 2014, Xiaomi masuk ke Indonesia dengan memboyong Redmi 1S yang menawarkan harga terjangkau. Xiaomi juga memperkenalkan beberapa ponsel dan berhasil menjadi pilihan oleh para pengguna ponsel di Indonesia.

Wang Xiang (Senior Vice President, Xiaomi) mengatakan langkah ini merupakan bukti pentingnya pasar Indonesia bagi Xiaomi dan menjadi komitmen kami untuk terus tumbuh di Indonesia. Xiaomi melihat potensi pertumbuhan yang besar di Indonesia dan ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk turut andil dalam perubahan yang akan mendorong Indonesia ke dalam babak baru dalam industri ponsel pintar.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para mitra lokal kami atas kerjasama dan dukungan dalam mewujudkan cita-cita ini,” katanya dalam siaran persnya, Sabtu.

Hasan Aula (CEO PT Erajaya Swasembada Tbk) mengatakan Erajaya gembira menggandeng Xiaomi yang signifikan di Indonesia dan Xiaomi akan terus menantikan lebih banyak produk lokal dan membawa produk tersebut kepada masyarakat Indonesia.

“Saya yakin bahwa masyarakat Indonesia tidak sabar untuk menunggu produk terbaru Xiaomi lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Xiaomi Redmi Note 4X.

Xiaomi akan meluncurkan smartphone terbarunya Xiaomi Redmi Note 4X pada 14 Februari 2017 di Tiongkok sekaligus menyambut perayaan Valentine.

“Bukan Wu Xiubo, Liu Shi, atau Liu Haoran (nama-nama artis Tiongkok. red), seorang artis kejutan akan membawakan hadiah spesial Hari Valentine: Redmi Note 4X pada 14 Februari,” tulis Xiaomi, seperti dikutip GSM Arena dari laman media sosial Weibo.

TENAA, sebuah institusi pemerintah Tiongkok yang setara dengan Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi di Indonesia, membocorkan spesifikasi Xiaomi Redmi Note 4X yang akan mengusung layar 5,5 inci dengan resolusi Full HD 1080p.

Smartphone itu memiliki dua pilihan prosesor yaitu chipset Helio X20 dan Snapdragon 635. Xiaomi juga menyediakan pilihan RAM 2 GB, 3 GB, atau 4 GB serta media penyimpanan berkapasitas 32 GB atau 64 GB.

Untuk kamera, Xiaomi Redmi Note 4X mengusung kamera utama 13 MP dan kamera “selfie” sebesar 5 MP. Selain itu, Redmi Note 4X mempunyai sensor pemindai sidik jari.

Jangan khawatir takut kehabisan daya baterai karena Xiaomi Redmi Note 4X mempunyai kapasitas baterai 4.100 mAh.

Sayangnya, belum ada informasi mengenani harga Xiaomi Redmi Note 4X ini dan apakah smartphone itu akan hadir di Indonesia.

Xiaomi Redmi 3s 2

Xiaomi akan meluncurkan tiga smartphone terbaru yaitu Redmi 4X, Redmi 4A, dan Redmi 3s di Indonesia yang mengusung konektivitas LTE.

“Peluncurannya (smartphone Xiaomi) jadi. Rencananya sekitar Februari, minggu depan. Ada tiga ponsel yang bakal meluncur,” ujar sumber internal yang dikutip Kompas.com.

Bahkan, sumber itu membocorkan harga Xiaomi Redmi 3s di Indonesia senilai Rp1,9 juta di Indonesia. Sayangnya, sumber itu menolak untuk menyebutkan harga dari kedua seri Xiaomi lainnya.

Xiaomi Redmi 3s akan mengusung layar 5 inci dengan resolusi 720 pixel, SoC Snapdragon 430 octa-core 1,4 GHz, RAM 3 GB, dan memori internal 32 GB dengan tambahan kartu memori microSD hingga 128 GB.

Xiaomi sendiri sudah memasarkan Xiaomi Redmi 3s di Tiongkok.

Selain prosesor, spesifikasi dan desain fisik dari Redmi 3s ini masih persis sama dengan Redmi 3 dengan pemindai sidik jari di bagian punggungnya dan hadir dalam dua varian memori.

Untuk kamera, Xiaomi Redmi 3s memiliki kamera utama dengan resolusi 13 megapixel dan kemampuan aperture f/2.0, HDR, dan PDAF di bagian belakang. Di bagian depan ada kamera 5 megapixel dengan kemampuan f/2.2.

Jangan takut kehabisan daya karena baterai Xiaomi Redmi 3s memiliki kapasitas 4100 mAh. Selain itu, ada OS MIUI 8 berbasiskan Android Marshmallow, Wi-Fi 2.4 GHz, Bluetooth 4.1, GPS, dan kemampuan 4G LTE.

Sementara itu, Xiaomi Redmi 4A memiliki spesifikasi menengah dan banderol terjangkau. Di Tiongkok, Xiaomi Redmi 4A memiliki harga sekitar Rp900.000. Xiaomi belum merilis Redmi 4X di negara mana pun. Kemungkinan, Indonesia akan menjadi negara pertama tempat hadirnya produk tersebut.

Belum diketahui, apakah perangkat versi Indonesia memiliki spesifikasi yang sama dengan versi global atau tidak.

Sebelumnya, Xiaomi juga sudah dipastikan bakal kembali meluncurkan ponsel 4G di Indonesia. “Nanti sekitar 2017 masuk. Tapi, biar Xiaomi yang akan mengumumkan waktu peluncurannya kapan. Ditunggu saja,” ujar Hasan Aula (CEO, Erajaya Group).

Ilustrasi Xiaomi Redmi Note 4

Xiaomi mencetak rekor penjualan di India. Bayangkan!, smartphone Xiaomi Redmi Note 4 terjual 250 ribu unit dalam 10 menit di flash sale gelombang pertama sekaligus menjadi penjualan smartphone terbesar dalam sejarah di India.

Xiaomi mulai menjual phablet itu di India pada Senin 23 Januari 2017, melalui Flipkart dan situs Mi.com milik perusahaan seperti dikutip Digital Trends.

Xiaomi mengatakan penjualan flash sale gelombang pertama Xiaomi Redmi Note 4 jauh melampaui 3 kali penjualan flash sale gelombang pertama dari Xiaomi Redmi 3S dan 5 kali melampaui penjualan flash sale gelombang pertama dari Xiaomi Redmi Note 3.

Pendahulunya, Xiaomi Redmi Note 3 adalah smartphone dengan penjualan tertinggi di negara tersebut dan Hugo Barra (VP Xiaomi) mengklaim Xiaomi sukses menjual 3,6 juta unit Redmi Note 3 di India pada tahun lalu.

“Redmi Note 3 sukses mencetak momentum besar dan penjualan Redmi Note 4 akan sangat stabil,” ujar Tarun Pathak, dari perusahaan riset pemasaran Counterpoint.

Xiaomi adalah merek smartphone terbesar ketiga di India pada kuartal ketiga 2016 dengan pertumbuhan tahunan 150 persen. Tiap tahunnya, Xiaomi menjual lebih dari dua juta smarthone di India.

Xiaomi pun akan mengadakan flash sale gelombang berikutnya pada Senin depan, 30 Januari dimulai di situs online Flipkart, sedangkan perangkat akan tersedia pada tanggal 3 Februari di mi.com.

Ilustrasi Xiaomi Redmi Note 4

Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 4

Xiaomi Redmi Note 4 mengusung layar 5,5 inci dengan resolusi Full HD, berteknologi IPS dan desain kaca melengkung 2.5D. Phablet itu mengusung prosesor Qualcomm Snapdragon 625 yang mengusung prosesor octa-core ARM Cortex-A53 64-bit yang terdiri dari quad-core berkecepatan 2GHz dan quad-core berkecepatan 1,2GHz dipadukan pengolah grafis dari Adreno 506.

Prosesor Xiaomi Redmi Note 4 pun adalah prosesor pertama di kelasnya yang menggunakan teknologi sistem pemrosesan 14nm FinFET. Sedangkan, Xiaomi Redmi Note 4 yang dijual di Tiongkok menggunakan chipset MediaTek Helio X20.

Xiaomi Redmi Note 4 mengusung sistem operasi Android 6.0 “Marshmallow” dengan antarmuka MIUI 8 dan pemindai sidik jari. Xiaomi pun akan segera menyediakan update Nougat setelah tes beta selesai.

Untuk kamera, Xiaomi Redmi Note 4 mengusung kamera utama 13 megapixel dengan sensor BSI yang didukung oleh aperture f/2.0, Phase Detection Autofocus serta dual-LED flash, jauh lebih kecil dari Xiaomi Redmi Note 3 yang memiliki 16 megapixel.

Namun, kamera Xiaomi Redmi Note 4 mengusung sensor CMOS yang lebih besar 25 persen dibandingkan milik Redmi Note 3. Kamera depan Xiaomi Redmi Note 4 tidak terlalu spesial dengan sensor 5 megapixel sehingga kurang cocok untuk selfie, seperti dikutip TheNextWeb.

Xiaomi mengklaim baterai Xiaomi Redmi Note 4 lebih hemat 70 persen daripada Google Pixel XL. Xiaomi Redmi Note 4 mengusung baterai berkapasitas jumbo 4.100 mAh.

Xiaomi menjamin baterai Xiaomi Redmi Note 4 mengusung baterai terbaru yang mampu bertahan dua hari dan baterainya akan tetap dingin untuk bermain game secara intensif selama 30 menit.

Xiaomi Redmi Note 4 hadir dalam tiga varian warna yaitu Matte Black, Dark Gray, dan Gold. Konektivitas Xiaomi Redmi Note 4 ini cukup lengkap dengan dukungan IR blaster, Bluetooth, port microUSB, WiFi, GPS, 4G LTE (Long Term Evolution).

Xiaomi membanderol Xiaomi Redmi Note 4 untuk RAM 2 GB dan media penyimpanan 32 GB dengan banderol 146 dollar AS atau sekitar Rp 1,9 jutaan. Varian Xiaomi Redmi Note 4 untuk RAM 3 GB dan media penyimpanan 32 GB senilai 161 dollar AS atau sekitar Rp 2,1 juta.

Terakhir, Xiaomi Redmi Note 4 untuk RAM 4 GB dan media penyimpanan 64 GB senilai 190 dollar AS atau sekitar Rp 2,5 jutaan.

Wang Xiang (kedua dari kanan) dan Hugo Barra (paling kanan) saat memamerkan Xiaomi MiTV di CES 2017.

Berita yang cukup mengejutkan datang dari Xiaomi kemarin (23/1) setelah Hugo Barra (International VP, Xiaomi) mengumumkan pengunduran diri. Barra menyebutkan alasan kesehatan dan rasa rindu terhadap keluarga yang membuatnya mundur dan ingin kembali ke Silicon Valley.

Menanggapi kabar itu, Lin Bin (President, Xiaomi) membalas pesan Barra di akun Facebook-nya sekaligus mengumumkan nama pengganti pria kelahiran Brazil itu.

“Saat Hugo bergabung dengan kami tiga setengah tahun lalu, kami memulai petualangan menakjubkan untuk mengubah Xiaomi menjadi pemain global. Saya sangat berterimakasih kepada Hugo atas kontribusinya dalam perjalanan Xiaomi ini,” ujarnya.

“Kami ingin Hugo tinggal di Beijing bersama kami untuk waktu yang lebih lama, tetapi kami mengerti alasan pribadinya dan kami berharap dia sukses pada perjalanan selanjutnya. Saya pun masih akan bekerja dengannya dalam peran barunya sebagai penasihat (advisor) bagi Xiaomi,” Lin melanjutkan.

“Xiang Wang, Senior Vice President Xiaomi saat ini, akan memimpin upaya global kami ke depan. Kami punya rencana ekspansi yang ambisius pada tahun 2017 dan kami yakin kepemimpinan Xiang bisa membawa bisnis global kami ke level yang lebih tinggi!” pungkasnya.

Profil Wang Xiang

Siapakah Wang Xiang, pria yang akan menggantikan peran Hugo Barra itu?

Dikutip dari situs resmi Xiaomi, Wang saat ini bertugas memimpin tim Supply Chain (rantai pasokan) dan Intellectual Property (hak intelektual). Ia merupakan pelaku veteran di industri semikonduktor dan telekomunikasi dengan pengalaman lebih dari 20 tahun.

Sebelum bergabung dengan Xiaomi, Wang adalah karyawan Qualcomm selama 13 tahun dan pernah menjabat posisi selaku Senior Vice President of Qualcomm Inc, President of Qualcomm Greater China, dan Vice President of Qualcomm CDMA Technologies. Ia pun pernah bekerja di bidang penjualan dan pemasaran untuk Motorola dan Lucent/Agere.

Wang Xiang (kiri) berfoto bersama Lei Jun (CEO Xiaomi, tengah) dan Lin Bin (President Xiaomi, kanan).

Wang dipinang oleh Xiaomi pada tahun 2015. Saat itu, Lei Jun (CEO, Xiaomi) memuji Wang sebagai seorang eksekutif yang sangat berpengalaman dan memiliki pemahaman mendalam tentang industri komunikasi.

“Dia sukses membantu Qualcomm membangun kerja sama strategis dengan Xiaomi.. dan saya yakin dia akan bisa membawa Xiaomi ke tingkat kesuksesan selanjutnya dalam bidang kerja sama strategis dan menjalin kemitraan penting,” tukas Lei Jun.

Sekarang, Wang menghadapi tantangan baru untuk memimpin ekspansi global Xiaomi. Di bawah komando Barra, Xiaomi berhasil melebarkan sayap ke lebih dari 20 negara, termasuk meraih posisi dominan di India. Namun, di negara-negara lainnya, pangsa pasar Xiaomi masih sangat terbatas. Bahkan di negara asalnya pun, Xiaomi kalah bersaing dengan Huawei, Oppo, dan Vivo.

Hugo Barra (Vice President of International Xiaomi) akan mengundurkan diri dan hengkang dari Xiaomi pada Februari atau setelah Tahun Baru Tiongkok (Imlek).

Di Xiaomi, Barra bertanggungjawab pada ekspansi internasional Xiaomi di beberapa negara. Xiaomi berkembang cukup pesat hingga ke mancanegara meskipun ada perlambatan pertumbuhan karena ketatnya persaingan.

“Aku akan berlibur dulu sebelum melakukan petualangan baru kembali di Silicon Valley. Terima kasih untuk 3,5 tahun yang sangat hebat, Mi Fans,” katanya seperti dikutip Engadget.

“Saya akan mendelegasikan posisi saya di Xiaomi pada Februari setelah Tahun Baru Imlek,” tulis Barra dalam sebuah posting di akun Facebook.

Sebelumnya, Barra bergabung ke Xiaomi pada tahun 2013 setelah meletakkan jabatannya sebagai eksekutif di Google. Mengenang awal kedatangannya ke Xiaomi, Barra menyebutkan Xiaomi belum sebesar sekarang.

Dalam perjalanan selanjutnya, Xiaomi menjelma menjadi perusahaan raksasa tak hanya di Tiongkok, tetapi juga berekspansi ke lebih dari 20 negara.

“Kami (Xiaomi) berekspansi ke Indonesia, Singapura, Malaysia, dan saat ini ada 20 pasar lain termasuk Rusia, Meksiko, dan Polandia,” tulis Barra.

“Sekarang Xiaomi berada di posisi yang bagus dalam jalur ekspansi global. Jika ada waktu yang baik bagiku untuk kembali pulang [ke Silicon Valley], inilah saatnya. Aku percaya diri bahwa bisnis global Xiaomi tidak lagi hanya startup,” tulisnya.

Pria kelahiran Brazil itu mengucapkan terima kasih kepada Pendiri Xiaomi Lei Jun dan Presiden Direktur Xiaomi Bin Lin. Kedua sosok itulah yang mengajak Barra bergabung ke Xiaomi pada empat tahun yang lalu.

Xiaomi Redmi Note 4

Xiaomi resmi meluncurkan Xiaomi Redmi Note 4 di India yang menyasar pasar menengah dengan RAM dan baterai yang berkapasitas besar. Desain Redmi Note 4 memiliki versi yang masih sama dengan versi sebelumnya yaitu bodi berbalut metal.

Xiaomi Redmi Note 4 mengusung layar 5,5 inci dengan resolusi Full HD, berteknologi IPS dan desain kaca melengkung 2.5D dan.

Phablet itu mengusung prosesor Qualcomm Snapdragon 625 yang mengusung prosesor octa-core ARM Cortex-A53 64-bit yang terdiri dari quad-core berkecepatan 2GHz dan quad-core berkecepatan 1,2GHz dipadukan pengolah grafis dari Adreno 506.

Prosesor Xiaomi Redmi Note 4 pun adalah prosesor pertama di kelasnya yang menggunakan teknologi sistem pemrosesan 14nm FinFET. Sedangkan, Xiaomi Redmi Note 4 yang dijual di Tiongkok menggunakan chipset MediaTek Helio X20.

Xiaomi Redmi Note 4 mengusung sistem operasi Android 6.0 “Marshmallow” dengan antarmuka MIUI 8 dan pemindai sidik jari. Xiaomi pun akan segera menyediakan update Nougat setelah tes beta selesai.

Untuk kamera, Xiaomi Redmi Note 4 mengusung kamera utama 13 megapixel dengan sensor BSI yang didukung oleh aperture f/2.0, Phase Detection Autofocus serta dual-LED flash, jauh lebih kecil dari Xiaomi Redmi Note 3 yang memiliki 16 megapixel.

Namun, kamera Xiaomi Redmi Note 4 mengusung sensor CMOS yang lebih besar 25 persen dibandingkan milik Redmi Note 3.

Kamera depan Xiaomi Redmi Note 4 tidak terlalu spesial dengan sensor 5 megapixel sehingga kurang cocok untuk selfie, seperti dikutip TheNextWeb.

Xiaomi mengklaim baterai Xiaomi Redmi Note 4 lebih hemat 70 persen daripada Google Pixel XL. Xiaomi Redmi Note 4 mengusung baterai berkapasitas jumbo 4.100 mAh.

Xiaomi menjamin baterai Xiaomi Redmi Note 4 mengusung baterai terbaru yang mampu bertahan dua hari dan baterainya akan tetap dingin untuk bermain game secara intensif selama 30 menit.

Xiaomi Redmi Note 4 hadir dalam tiga varian warna yaitu Matte Black, Dark Gray, dan Gold. Konektivitas Xiaomi Redmi Note 4 ini cukup lengkap dengan dukungan IR blaster, Bluetooth, port microUSB, WiFi, GPS, 4G LTE (Long Term Evolution).

Xiaomi membanderol Xiaomi Redmi Note 4 untuk RAM 2 GB dan media penyimpanan 32 GB dengan banderol 146 dollar AS atau sekitar Rp 1,9 jutaan. Varian Xiaomi Redmi Note 4 untuk RAM 3 GB dan media penyimpanan 32 GB senilai 161 dollar AS atau sekitar Rp 2,1 juta.

Terakhir, Xiaomi Redmi Note 4 untuk RAM 4 GB dan media penyimpanan 64 GB senilai 190 dollar AS atau sekitar Rp 2,5 jutaan.

Xiaomi Redmi Note 4 baru tersedia di India mulai 23 Januari mendatang. Belum jelas kapan smartphone itu akan menyambangi pasar Indonesia.

Lei Jun (CEO, Xiaomi).

Lei Jun (CEO, Xiaomi).

Xiaomi membeberkan target dan strategi bisnis yang akan dijalankan sepanjang tahun 2017 ini, khususnya setelah pabrikan smartphone dan perangkat elektronik asal Tiongkok itu melewati tahun yang kurang baik pada tahun lalu.

“Tahun terburuk sudah kita lalui,” kata Lei Jun (CEO, Xiaomi) dalam rapat tahunan pemegang saham, Kamis (12/1), seperti dilaporkan Reuters.

Pertumbuhan bisnis Xiaomi pada tahun lalu memang terbilang stagnan dan tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya. Sebagai gambaran, Xiaomi berhasil menjual 7,2 juta unit perangkat pada tahun 2012, meningkat jadi 18,7 juta unit pada 2013, berlipat tiga kali lipat hingga 61 juta unit pada 2014, tetapi hanya mencapai 70 juta unit pada 2015.

Untuk pertama kalinya, Xiaomi enggan mengungkapkan angka penjualan yang diraih pada tahun 2016. Yang pasti, Xiaomi telah terlempar dari posisi lima besar smartphone terlaris di Tiongkok, kalah bersaing dengan Apple, Samsung, Huawei, Oppo, dan Vivo.

“Di tahun-tahun pertama, kami tumbuh terlalu cepat. Kami menciptakan keajaiban, tetapi kurang baik dalam pertumbuhan jangka panjang,” ujar Lei Jun. “Maka kami harus bergerak lebih lambat, memperbaiki beberapa area [bisnis], demi menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” lanjutnya.

Perbaiki Strategi

Untuk tahun 2017, Lei Jun telah menyiapkan beberapa strategi untuk mencapai target pemasukan sebesar 100 miliar RMB atau US$14,47 miliar pada akhir tahun.

Salah satu langkah kunci yang bakal dijalankan Xiaomi tahun ini adalah mendorong pertumbuhan kanal distribusi dan penjualan offline. Selama ini, Xiaomi dikenal sebagai produsen smartphone yang lebih fokus berjualan secara online. Tetapi, taktik ini sudah banyak ditiru oleh merek lain dan dirasa telah mencapai batas maksimal pertumbuhannya.

Walhasil, Xiaomi berencana membuka 200 toko Mi Home di Tiongkok untuk menambah 54 toko yang sudah ada sekarang. Dalam tiga tahun ke depan, Xiaomi ingin memiliki total 1.000 toko di seluruh Tiongkok.

“Strategi e-commerce kami menemui sejumlah tantangan. E-commerce hanya menyumbang sekitar 10 persen dari keseluruhan transaksi retail di Tiongkok, sedangkan penjualan online hanya berkontribusi 20 persen dari total pasar smartphone,” ungkap Lei Jun.

“Xiaomi tidak puas hanya menjadi merek smartphone berbasis e-commerce, jadi kami harus memperbaiki model retail kami dan memasukkan toko offline ke dalam strategi kami,” lanjutnya.

Di samping menambah toko offline, strategi Xiaomi lainnya di tahun 2017 yaitu mengembangkan sistem kecerdasan buatan dan mulai membuka bank atau layanan keuangan berbasis internet. Xiaomi merupakan pemegang saham terbesar kedua pada Sichuan XW Bank yang diumumkan Desember silam.

Hugo Barra (VP Global, Xiaomi) di panggung CES 2017.

Hugo Barra (VP Global, Xiaomi) di panggung CES 2017.

Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, Xiaomi berpartisipasi dalam pameran teknologi akbar CES di Las Vegas. Pada hari Kamis (5/1), Xiaomi menggelar konferensi pers di hadapan para jurnalis global.

Pada kesempatan itu, Xiaomi memamerkan tiga produk terbarunya, yakni televisi 4K Mi TV 4, Mi Router HD, dan smartphone Xiaomi Mi Mix warna putih.

Kendati ditunjukkan di hadapan publik Amerika Serikat, ketiga produk itu belum dijual di Negeri Paman Sam, tetapi masih eksklusif bagi konsumen di Tiongkok saja. Pasalnya, Xiaomi belum berniat memasuki pasar AS pada tahun ini.

“CES adalah kesempatan luar biasa agar orang-orang mengetahui kami lebih jauh. CES juga bukan lagi pameran yang khusus ditujukan bagi publik AS, melainkan lebih menyasar konsumen global, sehingga masuk akal bila kami meluncurkan produk untuk konsumen Tiongkok di acara ini,” papar Wang Xiang (Senior VP, Xiaomi) kepada CNET.

Sejauh ini, Xiaomi memang baru memasarkan produk-produknya di 20 negara. Sebagian besar di antaranya tergolong negara berpenduduk banyak dan negara berkembang, antara lain Tiongkok, Rusia, Meksiko, Brazil, India, dan Indonesia. Sedangkan konsumen di kawasan Amerika Utara dan Eropa belum bisa mencicipinya.

Satu-satunya produk Xiaomi yang sudah dijual di AS hanya Mi Box, set-top box berbasis Android yang bisa menyajikan film dan game secara streaming di layar televisi.

“Kami belum memiliki rencana yang spesifik untuk masuk pasar AS. Tapi, pada akhirnya, kami akan hadir di sini,” ujar Hugo Barra (Global VP, Xiaomi) sembari menepis rumor yang menyebut Xiaomi bakal masuk pasar AS sebelum akhir tahun 2017.

Barra menolak mengikuti langkah LeEco, sesama produsen smartphone asal Tiongkok, yang lebih dulu mengumumkan eksistensi di AS secara besar-besaran. Tetapi, belakangan LeEco dilanda masalah keuangan.

“Hadir dengan banyak uang, acara mewah, pakaian-pakaian formal–itu bukan strategi kami.. Kami tidak ingin meluncurkan merek kami ke AS dengan setengah hati, sekadar untuk menunjukkan bahwa kami ada di sini,” lanjutnya.

Sejauh ini, pasar smartphone AS masih didominasi oleh Apple dan Samsung. Pabrikan asal Tiongkok semisal Huawei, ZTE, dan OnePlus masih sulit merebut hati para konsumen AS.

Di negara asalnya pun, pangsa pasar Xiaomi sedang tergerus oleh Oppo dan Vivo. Sehingga tampaknya memang lebih baik jika Xiaomi membenahi strategi bisnisnya dulu sebelum memutuskan untuk mengincar pasar yang lebih luas dan kompetitif.

Xiaomi Mi Mix, Mi TV 4, dan Mi Router HD di CES 2017.

Xiaomi Mi Mix, Mi TV 4, dan Mi Router HD di CES 2017.

Tiga Produk Xiaomi di CES 2017

Di ajang CES 2017, Xiaomi memperkenalkan Mi TV 4, televisi 65 inci dengan layar 4K dan bodi supertipis–hanya 4,9 mm. Hebatnya, televisi ini bisa di-upgrade secara manual dengan mengganti motherboard dan panel display-nya. Mi TV 4 pun membenamkan sistem kecerdasan buatan yang bisa mempelajari selera pengguna dan merekomendasikan konten menarik.

Produk kedua yang dihadirkan yaitu Mi Router HD, router 4×4 MU-MIMO dengan kecepatan hingga 2.600 Mbps. Perangkat ini dapat mengontrol seluruh perangkat cerdas di ekosistem Mi Home dan tersedia dalam dua varian storage, 1 TB dan 8 TB.

Terakhir, smartphone Xiaomi Mi Mix yang sebelumnya pernah diumumkan di Tiongkok, kali ini dipamerkan di AS dengan varian warna baru, putih. Mi Mix adalah smartphone konsep yang menghadirkan tampilan layar 6,4 inci nyaris tanpa bingkai (bezel-less), prosesor Snapdragon 821, RAM hingga 6 GB, dan bodi berbahan keramik.